Sekolah Mulia Kirim Empat Siswa Student Exchange ke Malaysia dan Singapura

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengirimkan empat siswanya untuk mengikuti kegiatan student exchange yang digagas oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Surabaya. Pada Sabtu (14/6/2025), mereka mengikuti upacara pemberangkatan yang digelar di Kantor PDM Surabaya bersama para peserta dari sekolah lain.

Para peserta dijadwalkan berangkat ke luar negeri pada Senin (16/6/2025), dengan titik kumpul di Bandara Juanda pukul 02.00 dini hari. Melalui program Edu Trip, seluruh siswa akan mengikuti kegiatan belajar lintas negara selama lima hari, dari 16 hingga 20 Juni 2025, dengan tujuan Malaysia dan Singapura.

Dalam upacara pemberangkatan, Rohim selaku panitia memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjaga sikap selama berada di negara tetangga.

“Di negara lain, pandailah menjaga diri—baik dalam sikap, ucapan, maupun kebiasaan. Hal-hal baik yang kalian temui di sana silakan dilanjutkan di rumah selepas kegiatan ini,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Surabaya, Dikky Syadqomullah, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Program ini sangat bagus. Untuk memiliki wawasan yang luas, kalian perlu ke luar negeri. Siapa tahu, suatu saat bisa mengikuti wisuda tahfidz di Mekkah. Maka dari itu, anak-anak harus lebih rajin menabung,” ujarnya.

Dikky juga berpesan bahwa ada empat hal penting yang perlu diperhatikan selama kegiatan di luar negeri.

“Pertama, niatkan untuk belajar. Kedua, perbanyak amal baik—dalam arti tunjukkan hal-hal baik. Ketiga, bersabarlah. Dan yang keempat, tetap semangat,” tambahnya.

Salah satu peserta dari Sekolah Mulia, Iqval, mengaku sangat antusias menyambut kegiatan ini. Ia bersama teman-temannya telah berlatih untuk persiapan pertukaran budaya dengan menampilkan tari Yamko Rambe Yamko.

“Alhamdulillah diberi kesempatan ikut studex. Rasanya nggak sabar. Semoga semuanya lancar dan bisa tampil maksimal di sana,” ungkapnya.

Program Student Exchange yang ketiga kalinya diikuti oleh Sekolah Mulia ini mendapat dukungan penuh dari para orang tua. Mereka melihat manfaat besar dari pembelajaran lintas negara sejak usia sekolah dasar. Harapannya, di tahun-tahun mendatang semakin banyak orang tua dan siswa yang tergerak untuk ikut serta dan merasakan manfaat dari program ini.

(Ana Rose)

Tujuh Siswa Sekolah Mulia Catat Prestasi Gemilang di SOMC 2025, Salah Satunya Peraih Nilai Terbaik

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang dikenal dengan Sekolah Mulia. Kali ini, para murid mencetak prestasi gemilang dalam ajang Surabaya Open Math Challenge (SOMC) 2025.

SOMC 2025 merupakan kompetisi matematika bergengsi tingkat Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam rangka HUT Kota Surabaya.

Setelah melalui tahap penyisihan pada Mei lalu, sebanyak 29 siswa Sekolah Mulia dari kelas 1 hingga 6 lolos ke babak final yang digelar pada Ahad (15/6/2025) di Sport Center UINSA Surabaya. Jumlah peserta ini meningkat dari tahun sebelumnya, menunjukkan sebuah capaian yang membanggakan.

Dari keikutsertaan tersebut, tujuh siswa berhasil meraih medali, termasuk satu siswa yang mendapat penghargaan sebagai peraih skor terbaik di level kelas 2 SD.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian para siswa. Ia mengapresiasi kerja keras guru dan siswa, terutama melalui program Bengkel Matematika yang rutin digelar setiap Sabtu.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan bimbingan intensif dari para guru. Khususnya dalam kegiatan Bengkel Matematika. Semoga ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Salah satu siswa, Elang Abdul Jabbar, meraih medali emas sekaligus dinobatkan sebagai peraih skor tertinggi di level kelas 2 SD. Elang mengaku senang dan tidak menyangka bisa mendapat nilai terbaik.

“Saya suka sekali pelajaran matematika. Latihan rutin dan dukungan dari keluarga serta ustaz dan ustazah membuat saya percaya diri saat lomba kemarin,” ungkap Elang.

Hal serupa dirasakan Adinda Alzio Azka Priyadi, siswa kelas 6, yang meraih medali perunggu. Ia merasa bersyukur dapat menutup masa belajarnya di sekolah dasar dengan prestasi membanggakan.

“Ini terakhir kalinya saya ikut olimpiade sebagai siswa SD. Alhamdulillah, senang sekali masih bisa membawa pulang medali,” katanya.

Selama menjadi siswa Sekolah Mulia, Adinda dikenal aktif dan konsisten menorehkan prestasi. Kerja kerasnya patut menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Berikut daftar lengkap peraih medali dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya pada SOMC 2025:

  1. Elang Abdul Jabbar (Kelas 2): Gold Medal – Skor Terbaik Level Kelas 2
  2. Tanisha Firyal Hasti (Kelas 5): Gold Medal
  3. Nazril Hamizan Usman (Kelas 3): Silver Medal
  4. Wildan Athar Affandi (Kelas 5): Silver Medal
  5. Earlyta Humaira Salsabila (Kelas 4): Bronze Medal
  6. Salsabila Safia P. (Kelas 4): Bronze Medal
  7. Adinda Alzio Azka Priyadi (Kelas 6): Bronze Medal

(Ana Rose)

Siswa Sekolah Mulia Lolos Final Olimpiade OSI Nasional 2025

Prestasi gemilang diraih oleh siswa Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Setiap pekan selalu ada prestasi baru berbagai bidang baik akademik maupun non akademik.

Salah satu siswa atas nama Faeyza Damia Laksana, siswi kelas 3 CIP (Cambridge International Program) dinobatkan sebagai salah satu finalis olimpiade bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Omni Sains Indonesia.

Kabar bahagia tersebut diumumkan dan diapresiasi secara langsung oleh kepala Madrasah dihadapan seluruh siswa pada Senin (16/6) di aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Sebagai finalis dalam waktu dekat siswa yang akrab disapa Faeyza tersebut akan berangkat menuju ibu kota untuk mengikuti final olimpiade bahasa Inggris tingkat Nasional tepatnya pada Sabtu, 21 Juni 2025 setelah sebelumnya ia telah melalui tahap seleksi tingkat Kota pada Oktober lalu, kemudian tingkat Provinsi pada Februari lalu.

Kompetisi ini diikuti oleh berbagai siswa dari penjuru daerah asal yang berbeda-beda. Faeyza begitu percaya diri lantaran diberbagai kesempatan ia telah banyak mengikuti berbagai lomba untuk melatih kemampuan dirinya, khususnya dalam bidang pelajaran bahasa Inggris yang begitu digemari.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian siswa didiknya tersebut.

“Faeyza adalah salah satu siswa terbaik di program CIP, alhamdulillah keberhasilan ini membawa semangat baru tak hanya bagi diri, tetapi juga untuk teman-teman lainnya,” katanya.

Prestasi Faeyza menjadi salah satu bukti keberhasilan program CIP yang sudah digagas Sekolah Mulia dengan kurun waktu 4 tahun dengan harapan kedepannya tak hanya Faeyza yang berprestasi tetapi bermunculan nama-nama siswa lainnya dalam daftar prestasi Sekolah Mulia.

“Semoga siswa yang lain khususnya yang tergabung dalam program CIP bisa menunjukkan prestasinya masing-masing. Tak hanya dalam olimpiade melainkan diberbagai bidang perlombaan lainnya untuk melatih keterampilan dalam pelajaran bahasa Inggris,” terang Yulia, salah satu pendidik program CIP. (Ana Rose)

 

105 Siswa Sekolah Mulia Dilepas dengan Doa, Harapan, dan Air Mata

Momen penuh haru menyelimuti keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dalam acara pelepasan siswa kelas 6 yang digelar pada Sabtu (14/6) di Hall Gunawangsa MERR Surabaya.

Acara berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Dibuka dengan kejutan persembahan drama oleh para guru yang berperan sebagai siswa berseragam merah putih di atas panggung, suasana hangat pun langsung tercipta.

Sebanyak 105 siswa kelas 6 resmi menuntaskan perjalanan pendidikan selama enam tahun di bangku madrasah ibtidaiyah. Mereka dilepas dengan doa dan harapan terbaik dari kepala sekolah, para guru, serta orang tua.

Dalam sambutannya, Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Sekolah Mulia.

“Tibalah saatnya kami menyerahkan kembali anak-anak yang panjenengan titipkan kepada kami selama enam tahun lamanya,” ujarnya.

Air mata pun menetes saat beliau menyampaikan pesan kepada para siswa.

“Selamat jalan, anak-anakku. Raihlah cita-citamu. Tak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Taatlah kepada Allah dengan meneladani Nabi Muhammad SAW. Berbaktilah kepada orang tua, karena itu kewajibanmu. Ibadah dan perilaku mulia adalah jalan hidupmu.”

Tak ketinggalan, Pram Eiliyah, perwakilan Ikatan Wali Murid (Ikwam), juga menyampaikan kesan dan pesannya kepada seluruh tamu undangan.

“Alhamdulillah, saya sangat yakin bahwa pendidikan dasar harus dipikirkan dengan matang. Bisa saja saya memilih sekolah lain untuk bekal ilmu anak saya, tetapi jika ingin bekal seimbang antara ilmu dan akhlak, menjadikan anak kami shalih dan shalihah, maka pilihan terbaik adalah MI Muhammadiyah 5,” tuturnya.

Ibu dari tiga anak yang semuanya dititipkan di Sekolah Mulia ini juga mengenang momen pandemi yang membuatnya semakin mengapresiasi peran para pendidik.

“Masih teringat saat pandemi, putra-putri kami tidak kekurangan bimbingan. Kami sangat bersyukur para ustadz dan ustadzah tetap memberikan pendidikan terbaik meski melalui daring. Anak-anak kami tetap mendapatkan ilmu dan perhatian. Terima kasih, para ustadz-ustadzah,” tambahnya.

Suasana haru semakin terasa ketika para siswa mempersembahkan puisi dan lagu tulus untuk kedua orang tua. Di akhir sesi, seluruh wali kelas 6 bersama Ikwam turut menyanyikan lagu penuh makna, menutup acara dengan kehangatan dan kebersamaan yang mendalam.

(Ana Rose)

Takbir Keliling Sekolah Mulia Menggema di Jalan Jojoran dan Karangmenjangan

Suasana malam menjelang Idul Adha di Jojoran, Surabaya, tampak semarak dengan kemeriahan takbir keliling yang digelar oleh Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/6) malam, tepat setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah di sekolah.

Takbir keliling ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Seluruh siswa, guru, hingga wali murid turut serta dalam barisan rapi, mengenakan busana bernuansa putih sambil membawa kreasi lampion warna-warni. Suara takbir pun bergema penuh semangat:

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar wa lillaahil-hamd,” seru seluruh peserta kompak.

Rute yang dilalui pada takbir keliling kali ini melintasi Jalan Jojoran I, Jalan Karangmenjangan VI, hingga Raya Karangmenjangan. Meskipun kondisi jalan cukup padat, antusiasme warga sangat tinggi.

Mereka berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikan rombongan keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Bahkan, warga sekitar turut membantu menjaga ketertiban jalannya arak-arakan, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari syiar sekolah sekaligus bentuk pendekatan kepada masyarakat.

“Takbir keliling bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk syiar dakwah kami dan pengenalan sekolah kepada masyarakat sekitar. Ini juga melatih siswa bagaimana bersikap dan bertutur di tengah masyarakat,” ujarnya.

Takbir keliling ini mengandung makna mendalam: umat Islam menyambut Idul Adha dengan suka cita dan semangat kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitar.

(Ana Rose)

Program Kian Matang, Sekolah Mulia Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Penuh Optimisme

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar rapat kerja (raker) selama tiga hari, yakni Senin–Selasa (26–27/5), dan dilanjutkan kembali pada Senin (3/6). Raker ini digelar untuk menyambut tahun ajaran baru yang tinggal menghitung hari.

Kegiatan dilaksanakan seusai jam belajar siswa, bertepatan dengan waktu pulang yang lebih awal setelah pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT).

Sebanyak tujuh komisi memaparkan berbagai program yang telah dirumuskan. Agenda mencakup evaluasi program sebelumnya dan penyampaian rancangan program baru yang digagas masing-masing komisi untuk menyongsong tahun ajaran mendatang.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan syahadah, keterampilan menulis, dan kecakapan digital. Semuanya merupakan keahlian penting di era saat ini.

“Untuk menjadi sekolah hebat, kita harus mulai dari diri sendiri, dari kualitas SDM yang kita miliki. Jangan pernah lelah berproses dan tumbuh jadi lebih baik. Alhamdulillah, beberapa guru sudah memiliki syahadah. Tapi budaya menulis di sekolah kita masih sangat kurang. Manfaatkan teknologi sebaik mungkin. Jangan hanya menunggu kerja tim humas, karena gerakan dari panjenengan semua inilah yang akan membawa nama sekolah lebih dikenal masyarakat,” ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi individu, manajemen juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas ibadah seluruh SDM Sekolah Mulia. Program One Day One Juz yang sebelumnya sudah dicanangkan akan terus digiatkan kembali oleh seluruh guru dan karyawan, termasuk keaktifan dalam mengikuti kajian yang diselenggarakan oleh persyarikatan.

“Perlu istiqamah dalam setiap kebaikan yang kita lakukan. Luruskan kembali niatnya. Semua ini tidak ada ruginya, justru akan kembali pada diri panjenengan sendiri,” tambahnya.

Dari sisi program kesiswaan, komisi terkait menyampaikan bahwa tahun ajaran mendatang akan hadir berbagai ekstrakurikuler baru yang disesuaikan dengan minat siswa dan orang tua.

Sebanyak 30 jenis ekstrakurikuler disiapkan, mencakup bidang keagamaan, kesenian, dan olahraga. Hadirnya kegiatan berkuda, voli, angklung, dan public speaking menjadi warna baru di tahun ajaran baru.

Wakaur Kesiswaan Suhaimi menegaskan bahwa pihaknya menerapkan arahan dari Majelis Dikdasmen PCM Gubeng dan Kepala Sekolah Mulia, bahwa tidak boleh ada batasan terhadap minat dan bakat siswa karena setiap anak memiliki potensi yang unik.

“Kami hadirkan beberapa ekskul baru sebagai jawaban atas kebutuhan siswa dan wali murid dalam menyalurkan bakat dan minat anak-anak kami. Kami tidak batasi kuotanya,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi Ismuba sepakat untuk memperbaiki ketertiban pelaksanaan salat berjamaah siswa setiap harinya, yang selama ini dinilai belum terlaksana secara maksimal.

Melalui hasil raker yang telah disepakati bersama, diharapkan seluruh program yang dicanangkan dapat dijalankan dengan baik dan mampu membawa dampak positif, termasuk meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam memilih Sekolah Mulia sebagai tempat terbaik untuk pendidikan buah hati mereka.

(Ana Rose)

Siswa Sekolah Mulia Catat Prestasi Gemilang dari Olimpiade hingga Cabang Olahraga

Satukan Hati Gapai Prestasi adalah tagline yang selalu disematkan dalam branding MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia). Tagline ini bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi motivasi kuat bagi seluruh warga sekolah untuk selalu berprestasi di berbagai bidang.

Pada Senin (26/5/2025), di tengah pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT), Sekolah Mulia kembali dibanjiri kabar prestasi dari berbagai kejuaraan yang diikuti para siswanya.

Di hari tersebut diumumkan bahwa setidaknya lima siswa berhasil meraih predikat juara yang mengharumkan nama sekolah dari berbagai lomba berbeda.

Valda, siswa kelas 2, berhasil meraih juara 2 dalam Olimpiade Sains dan juara 3 dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Olimpiade Siswa Cerdas (OSC) Nasional 2025.

Aufella, juga siswa kelas 2, menorehkan prestasi juara 1 kategori B dalam lomba tahfidz yang diselenggarakan oleh majalah Anas.

Sementara itu, Khansa Karima, siswa kelas 5 yang dikenal dengan suara emasnya dalam membawakan lagu religi, berhasil berprestasi di lomba tahfidz nasional secara online untuk kategori SD kelas 4-6.

Khansa mengaku, dukungan kedua orang tuanya sangat memotivasi dirinya untuk mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai lomba, terutama lomba online yang dapat diikuti dengan efisien dari segi waktu dan tempat.

“Alhamdulillah, berkat dukungan mama saya berani ikut lomba, dimulai dari lomba tahfidz online yang mudah diikuti,” ujarnya.

Tak hanya di bidang akademik dan seni, prestasi cabang olahraga juga diraih oleh Abizar dan Jafar, siswa kelas 6. Abizar meraih juara 1 dalam Gladen Alit TC Fornas VIII Surabaya kategori Horsebow U13 Putra 15 meter, sedangkan Jafar meraih juara 2 kategori Putra U16 15 meter Ground Archery FPIP Edu Fair tingkat nasional. Keduanya merupakan atlet panahan yang kerap mengharumkan nama sekolah.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Umi Sarofah berharap prestasi yang terus bermunculan setiap pekan ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain.

“Selamat anak hebat, jangan lelah untuk terus berproses. Prestasimu hari ini adalah bukti usaha keras yang akan membawamu ke kesuksesan kelak. Semoga yang lain bisa termotivasi, khususnya adik-adik kelas. Yuk, kita ikuti jejak kakak-kakak yang mengembangkan kemampuannya di luar sekolah,” tuturnya.

(Ana Rose)

Pra-Raker Sekolah Mulia Tekankan Pentingnya Hubungan Interpersonal di Lingkungan Kerja

Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar pra-rapat kerja (pra-raker) pada Kamis (23/5/2025) di aula sekolah. Kegiatan ini menjadi pembuka sebelum seluruh komisi mendiskusikan dan merumuskan program kerja untuk tahun ajaran mendatang.

Pra-raker ini menghadirkan Amanto Prajudisiono dari Majelis Dikdasmen PCM Gubeng Surabaya sebagai penasihat. Dalam arahannya, Amanto menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa dan orang tua, dengan berbasis data.

“Ketika proses pembelajaran di SD berfokus pada pelayanan, itu seharusnya mencakup baik siswa maupun orang tua. Semuanya harus berdasarkan data, bukan asumsi atau mengada-ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amanto menyoroti pentingnya setiap sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan memiliki jiwa kepemimpinan dan keterlibatan aktif dalam organisasi persyarikatan, baik di tingkat ranting maupun cabang. Hal ini menjadi penting mengingat masa jabatan kepala MI Muhammadiyah 5 yang akan segera berakhir.

“Setiap guru maupun karyawan harus memiliki jiwa kepemimpinan. Harus ada kaderisasi. Jangan sampai madrasah ini dipimpin oleh orang yang tidak mengenal sejarah MI Muhammadiyah 5. Ibarat gerbong, jangan sampai melaju tanpa arah karena masinisnya tidak tahu ke mana tujuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah, menyampaikan materi bertema Satukan Hati, Kuatkan Silaturrahmi, Gapai Prestasi Bersama. Ia menekankan pentingnya hubungan interpersonal dalam memperkuat kinerja lembaga, khususnya dalam menyambut tahun ajaran baru.

“Hubungan interpersonal sangat penting untuk dijaga dalam lingkungan kerja. Ini tentu berkaitan dengan penguatan konsep diri, sebagaimana sabda Nabi dalam hadis Riwayat Ahmad: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Bahkan dalam hal kecil pun, jangan pelit ilmu, saling mengisi, dan saling menguatkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa membangun hubungan interpersonal dapat dimulai dengan mengenal karakter masing-masing rekan kerja. Pemahaman ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis. Selain itu, bersikap selektif dalam memilih teman juga akan memberikan pengaruh positif dalam pengembangan diri.

“Bertemanlah dengan orang-orang baik, karena itu akan membawa pengaruh baik pula. Cari teman yang bisa mengembangkan diri, bukan sebaliknya. Kenali rekan kerja—wataknya, gaya komunikasinya, karakternya—agar kita bisa saling memahami dan tidak saling menyakiti,” tambah Umi.

Melalui pra-raker ini, diharapkan seluruh SDM, baik guru maupun karyawan MI Muhammadiyah 5 Surabaya, dapat menyambut tahun ajaran baru dengan semangat, serta menyusun berbagai program unggulan dari masing-masing komisi demi kemajuan madrasah ke depan.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Resmi Bermitra dengan Cambridge, Siap Bersaing di Level Global

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) memasuki tahun ke-4 dalam menggagas program bilingual, yang kini berganti nama menjadi CIP Class (Cambridge International Program).

Pada Jumat (2/5/2025), bertempat di Mudipat, Kepala Sekolah Mulia Umi Sarofah bersama Mufarohah (Koordinator Program CIP Class) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Cambridge University Press, bersama dua sekolah lainnya, yakni SD Mudipat dan SD Muhlas.

Dalam penandatanganan kerja sama tersebut, pihak Cambridge menjelaskan beberapa hal terkait penggunaan logo Cambridge sebagai branding sekolah, serta beberapa hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

Cambridge juga mengungkapkan berbagai manfaat yang akan didapatkan lembaga pendidikan dalam kerja sama ini, salah satunya adalah pelatihan tiga kali setahun untuk guru-guru CIP dan mendatangkan native speaker untuk pembelajaran CIP.

Umi Sarofah berharap, melalui kerja sama ini, siswa-siswi Sekolah Mulia dapat lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris dengan standar internasional.

“Kedepannya, semoga anak-anak lebih semangat belajar bahasa Inggris dan siap mengikuti asesmen internasional dengan kemampuan bahasa Inggris yang berstandar internasional,” terangnya.

Untuk sekolah yang dipimpinnya, Umi berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa MI Muhammadiyah 5 adalah madrasah yang layak bersaing dengan sekolah berstandar internasional di Surabaya.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menambah kepercayaan masyarakat bahwa sekolah kami memiliki jejaring global dan siap bersaing di tingkat internasional,” tambahnya.

(Ana Rose)

Outing Class Aplikatif Bangkitkan Kreativitas Siswa Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Outdoor Learning bagi siswa.

Kali ini, kelas 5 berkesempatan mengunjungi wisata edukasi Pari Bendo Lawang, yang terkenal dengan suasana asri dan nyaman untuk pengalaman belajar di luar kelas yang mengesankan.

Tepat pukul 06.00 WIB, seluruh siswa berangkat dengan penuh semangat menuju lokasi pada Rabu (30/4). Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar kelas yang mengajak siswa untuk belajar langsung melalui pengalaman.

Dua keterampilan utama yang dikenalkan dalam kegiatan ini adalah pembuatan gantungan kunci ukir dari kayu dan pembuatan bakpao telo (ubi ungu), yang merupakan kudapan khas daerah setempat.

Setibanya di lokasi, siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok putra dan kelompok putri. Kelompok putra memulai kegiatan dengan praktik membuat bakpao dari bahan dasar telo ungu. Mereka diajarkan mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, membentuk bakpao, hingga proses pengukusan.

Sementara itu, kelompok putri mengawali kegiatan dengan membuat gantungan kunci ukir dari kayu. Proses dimulai dengan menggambar sketsa di permukaan kayu, kemudian menggunakan teknik pembakaran untuk membentuk ukiran pola unik sesuai kreativitas yang diinginkan.

Setelah bergantian melalui kegiatan tersebut, tiba saat yang ditunggu-tunggu, yakni sesi berenang dan bermain air dingin nan sejuk khas pegunungan. Semua kegiatan dirancang sebagai bentuk pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menyenangkan dan menggugah kreativitas siswa.

Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5, menjelaskan bahwa outing class yang dilaksanakan menggunakan pendekatan belajar aplikatif. “Kami menerapkan pendekatan aplikatif, jadi siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang menyenangkan dengan mengimplementasikan secara langsung pengetahuan yang didapatkan,” paparnya.

Sebelum pulang, seluruh siswa membawa hasil karya mereka sendiri berupa bakpao telo ungu dan gantungan kunci yang tidak hanya menjadi buah tangan, tetapi juga simbol dari proses belajar yang telah mereka lalui hari itu.

(Deden/Ana Rose)