Safari Tahfidz Sekolah Mulia di Masjid Al Akbar, Belajar Al-Qur’an Jadi Lebih Menyenangkan

Siswa kelas tahfidz MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau yang dikenal dengan Sekolah Mulia mengikuti kegiatan Safari Tahfidz di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya pada Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini diikuti siswa kelas 1 hingga kelas 4 program tahfidz yang bertujuan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan di luar kelas melalui kunjungan ke masjid terbesar di Jawa Timur tersebut.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah Mulia Nundun Neti, yang mengajak para siswa memperkuat niat dalam belajar dan menghafalkan Al-Qur’an. “Ustadzah berharap kalian bisa menjadi generasi pecinta Al-Qur’an, dan ini akan menjadi bekal kalian ke depannya. Semoga membawa hal baik di masa yang akan datang,” ujarnya.

Setelah itu, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif. Salah satunya adalah mengelilingi menara Masjid Al Akbar. Di sana, para siswa diajak menyusuri area menara sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah pembangunan masjid, struktur menara, serta makna arsitektur islami.

Aktivitas ini menjadi pengalaman baru bagi siswa karena mereka dapat melihat keindahan masjid dari sudut pandang yang berbeda.

Di serambi masjid, para siswa kemudian melakukan kegiatan murojaah hafalan bersama. Suasana khusyuk tampak ketika para siswa duduk berkelompok dan saling menyimak bacaan satu sama lain saat mengulang hafalan juz 30 yang telah dipelajari di sekolah.

Selanjutnya, siswa mengikuti sesi permainan. Games puzzle ayat dan Duck Boom telah disiapkan untuk menambah suasana belajar yang menyenangkan. Para siswa berlomba menyusun potongan ayat Al-Qur’an menjadi susunan yang benar. Kegiatan ini melatih ketelitian sekaligus memperkuat hafalan mereka.

Sementara itu, permainan Duck Boom menguji konsentrasi dan kekompakan siswa. Suasana ceria dan gelak tawa terdengar ketika anak-anak bekerja sama menyelesaikan tantangan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, siswa diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an dalam suasana belajar yang menyenangkan dan penuh makna.

(Ana Rose)

Peduli Sesama, Keluarga Besar Sekolah Mulia Shalat Ghaib dan Galang Dana untuk Korban Bencana Sumatera

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan untuk membantu korban bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/12/2025) itu meliputi pelaksanaan shalat ghaib serta penggalangan dana yang diikuti oleh guru dan siswa. Anggota IPM Kids berkeliling membawa kotak infaq bertuliskan Pray for Sumatera seusai jamaah shalat dzuhur.

Acara diawali dengan pelaksanaan shalat ghaib berjamaah. Seluruh warga sekolah tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah setelah sebelumnya para siswa mendapat pengarahan mengenai tata cara hingga makna pelaksanaan shalat ghaib.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Nety menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk empati sekaligus edukasi bagi para siswa mengenai pentingnya kepedulian sosial.

“Kami ingin menanamkan nilai kemanusiaan sejak dini. Melalui shalat ghaib dan penggalangan dana ini, anak-anak belajar bahwa mereka dapat berkontribusi meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujarnya.

Setelah shalat ghaib, kegiatan dilanjutkan dengan penggalangan dana. Para siswa antusias menyisihkan uang saku mereka, bahkan beberapa di antaranya sudah menyiapkan infaq dari rumah.

Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan resmi yang bekerja di wilayah bencana di Sumatera. Pihak sekolah berharap bantuan tersebut dapat meringankan para korban yang terdampak sekaligus membantu proses pemulihan di daerah tersebut.

Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menegaskan komitmennya dalam membangun karakter siswa yang berakhlak mulia, peduli, dan siap membantu sesama tanpa memandang jarak maupun perbedaan.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Torehkan Tiga Prestasi Gemilang di ME Confest 2025

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur sukses menyelenggarakan ME Confest 2025, ajang kompetisi yang mempertandingkan beragam lomba bagi siswa sekolah Muhammadiyah se-Jawa Timur. Kegiatan yang berlangsung di Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) pada Sabtu (29/11/2025) itu menjadi wadah pengembangan bakat, kreativitas, sekaligus sportivitas pelajar Muhammadiyah.

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Didik Suhardi turut hadir dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya ME Confest.
“Selamat dan sukses! Kegiatan ini secara konsisten memberikan ruang bagi bakat siswa sehingga dapat terus diselenggarakan tiap tahun,” ujarnya.

Salah satu prestasi membanggakan datang dari cabang olahraga badminton ganda putra tingkat SD/MI. Bertanding di GOR Cemerlang Sidoarjo, pasangan atlet cilik Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya Daffa dan Dzulfikar tampil percaya diri, mencetak skor di setiap laga, dan akhirnya meraih Juara 3 setelah melalui pertandingan sengit dengan performa terbaik.

Tidak hanya bidang olahraga, ME Confest 2025 juga menjadi ajang unjuk kemampuan di ranah akademik dan kreativitas digital. Pada kategori Karya Tulis Ilmiah (KTI), tim Sekolah Mulia yang terdiri atas Bramantya Raka dan Gibran Ahmad Azzamy (kelas 6) meraih Special Awards 1. Keduanya tampil memukau di hadapan juri dengan penjelasan detail mengenai hasil penelitian yang mereka lakukan.

Di kategori Konten Kreator, tim yang beranggotakan Adzkia Fahma, Earlyta Humaira, dan Syaqilla (kelas 5) berhasil meraih Special Awards 5 berkat kreativitas, orisinalitas, serta kemampuan mereka menyampaikan pesan melalui media digital secara menarik dan inspiratif.

Dengan berbagai raihan tersebut, ME Confest 2025 terbukti menjadi wadah yang mendorong pengembangan potensi pelajar dalam berbagai bidang. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai ajang kompetitif yang positif dan inspiratif bagi generasi muda.

(Ana Rose)

Mulia Festival 2025 Sukses Digelar, Diserbu Lebih dari 300 Pendaftar

MI Muhammadiyah 5 Surabaya, atau yang dikenal dengan Sekolah Mulia, kembali menggelar kegiatan tahunan yang penuh keceriaan bertajuk Mulia Festival 2025. Ajang lomba dan kreativitas bagi siswa Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Surabaya itu sukses diselenggarakan pada Sabtu (1/11/2025) di gedung Sekolah Mulia dengan lebih dari 300 peserta terdaftar.

Acara berlangsung meriah mulai dari lantai dasar yang menjadi lokasi bazar dan panggung utama untuk lomba fashion show serta senam 7 kebiasaan anak Indonesia Hebat. Di lantai 1, lomba mewarnai ibu dan anak digelar di masjid serta tiga ruang kelas digunakan untuk trial class. Sementara itu, lantai 2 ramai dipenuhi peserta lomba tahfidz.

Mengusung tema “Berproses Bersama untuk Menggapai Cita-cita Gemilang,” kegiatan ini diharapkan menumbuhkan semangat para siswa TK dalam meraih mimpi mereka. Hal itu ditunjang dengan penampilan guru dan karyawan Sekolah Mulia yang mengenakan busana berbagai profesi, memberikan gambaran nyata kepada anak-anak tentang beragam pekerjaan yang ada di sekitar mereka.

Melalui cara yang menyenangkan ini, peserta diharapkan dapat mengenal dan menumbuhkan cita-cita sejak dini, sekaligus memahami bahwa setiap profesi memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.

Setiap lomba dirancang untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, serta kreativitas anak sejak usia dini. Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Nety dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi anak-anak untuk belajar.

“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berani tampil, karena ini adalah proses menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih kepada guru TK yang telah mendampingi anak-anak. Selamat bertanding, bukan soal menang atau kalah, karena semua ini adalah bagian dari proses belajar,” tuturnya.

Selain perlombaan, Mulia Festival 2025 juga dimeriahkan dengan trial class atau kelas percobaan bagi anak-anak TK yang ingin merasakan pengalaman belajar di MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Dalam kegiatan ini, peserta diajak mengikuti pembelajaran interaktif yang dipandu langsung oleh guru-guru MI Muhammadiyah 5, mulai dari eksperimen sains sederhana, permainan edukatif, hingga kegiatan berkarya.

Melalui kegiatan seperti Mulia Festival 2025, Sekolah Mulia berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung pendidikan anak usia dini serta memperkenalkan lingkungan madrasah yang unggul, menyenangkan, dan berkarakter Islami. Tak kalah penting, kegiatan ini menjadi sarana ukhuwah dan silaturahmi antara MI Muhammadiyah 5 Surabaya dengan para guru TK se-Kota Surabaya.

(Ana Rose)

Outbound Sekolah Mulia: Belajar Menyenangkan dengan Mengenal Alam hingga Refleksi Diri

Sebagai upaya sekolah memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, Sekolah Mulia sebutan dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 5 (MIM 5) Surabaya menggelar outbound ceria.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 2 Sekolah Mulia tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni Kamis-Jumat (23-24/10/2025) di Joglo Park, Pacet Mojokerto, Jawa Timur.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Nety menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bernilai dan bermakna.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar dari buku, hanya di dalam sekolah saja, namun belajar juga bisa dari pengalaman nyata. Dengan kegiatan seperti ini, mereka belajar untuk menghargai alam, diri sendiri, dan orang tua, hingga merefleksikan diri,” tuturnya.

Setibanya rombongan siswa kelas 2 Sekolah Mulia, disambut dengan fun game high ropes, yakni sebuah permainan di ketinggian menggunakan tali menyusuri jembatan gantung  dan bermain flying fox. Mereka begitu bersemangat mengikuti setiap games dan rintangan yang dilalui.

Pada malam hari, setiap kelas menampilkan pertunjukan yang telah disiapkan jauh hari, mulai dari menari hingga bernyanyi. Setelahnya kegiatan berlanjut dengan penayangan film pendek tentang ayah.

Film tersebut menampilkan kisah sederhana namun menyentuh hati sebagai refleksi diri bagaimana sepatutnya sebagai anak menghormati dan berbakti pada orang tua? Kegiatan tersebut berjalan dengan khusyuk hingga air mata jatuh dibuatnya.

Dihari kedua, siswa belajar langsung cara bercocok tanam bawang. Dengan antusias, para siswa menanam bibit bawang di lahan yang telah disiapkan.

Mereka belajar mengenal proses pertumbuhan tanaman, mulai dari menyiapkan tanah, menanam, hingga cara merawat tanaman agar tumbuh subur. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan dan menghargai hasil kerja keras petani.

Setelah sesi bercocok tanam seluruh siswa menikmati kegiatan berenang bersama. Senyum dan tawa lepas seketika menikmati segarnya sumber air khas gunung Penanggungan yang menggenang dikolam renang Joglo Park.

Kegiatan outbound kali ini menjadi momen berharga bagi siswa kelas 2 untuk belajar, bermain, dan refleksi diri dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

(Anarose Fitri)

Siswa Kelas 1 Sekolah Mulia Outbound Dua Hari, Begini Keseruannya

Siswa kelas 1 Sekolah Mulia, sebutan dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya mengikuti kegiatan outbound menginap selama dua hari di Vila Emak, Trawas, Mojokerto, Selasa-Rabu (21-22/10/2025).

Kegiatan ini menjadi momen menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi orang tua, pasalnya baru kali ini mereka melepas buah hatinya untuk pergi menginap tanpa pendampingan orang tua.

Berbeda dengan para siswa yang begitu antusias dan penuh keceriaan untuk segera pergi. Mereka tak sabar untuk belajar di alam terbuka. Senyum lebar mereka membuat kedua orang tua merasa lega dan ikhlas melepas dengan doa.

Sebelum memulai kegiatan, Windayanti wali kelas 1 mengungkap bahwa kegiatan ini bertujuan untuk bersenang-senang menumbuhkan semangat belajar melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

“Alhamdulillah, anak-anak terlihat sangat antusias. Kami ingin mereka belajar tidak hanya di dalam kelas, tapi juga di alam terbuka. Tentunya dikemas dengan menarik melalui permainan yang asyik karena tujuannya adalah untuk belajar dengan gembira,” tuturnya.

Lebih lanjut, Winda menghimbau pada siswa untuk belajar menumbuhkan sikap mandiri meski sedang jauh dari orang tua. ”Di sini harus lebih pintar, nggak boleh nangis harus belajar mandiri, ya,” imbuhnya memotivasi para siswa.

Permainan Edukatif hingga Mengolah Makanan Pokok

Beragam aktivitas seru disuguhkan dalam kegiatan ini. Para siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama, ketangkasan, dan kekompakan tim.

Beberapa games yang paling disukai antara lain memindahkan bola menggunakan stik balon, melempar ring ke dalam cone, dan permainan twister yang menguji kelincahan dan konsentrasi.

Setelah bermain, siswa diajak untuk membuat prakarya berupa gantungan kunci yang diisi bunga dan di hias sesuai kreasi masing-masing.

Di hari kedua, para siswa mendapat pengalaman langsung belajar tentang proses pengolahan makanan pokok, yakni nasi. Dalam kegiatan edukasi ini, anak-anak diperkenalkan dengan proses membajak sawah menggunakan alat tradisional dengan tenaga kerbau.

Mereka berkesempatan menunggangi alat tersebut dengan pendampingan dari petani. Setelahnya mereka belajar menyemai benih, hingga menanam padi secara langsung di sawah. Aktivitas ini menjadi pengalaman berharga yang menanamkan nilai kerja keras dan penghargaan terhadap proses produksi pangan.

Tak kalah pentingnya, selama mengikuti kegiatan outbound siswa dibiasakan untuk beribadah tepat waktu. Tentunya dengan melaksanakan sholat berjamaah bersama-sama disertai dengan murojaah.

Dengan penuh semangat dan keceriaan, para siswa kembali ke Surabaya membawa kenangan manis dan pelajaran berharga dari alam dan kebersamaan.

(Anarose Fitri)

Outbond Edukatif Sekolah Mulia, Tumbuhkan Kemandirian hingga Tanggung Jawab

Sebanyak 80 siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengikuti kegiatan outbond edukatif yang diselenggarakan di Pacet Mini Park, Mojokerto, Senin (20/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa melalui pengalaman belajar langsung di alam terbuka serta melatih keterampilan motorik dan kerja sama tim.

Sebelum memulai kegiatan, Nundun Nety selaku kepala Sekolah Mulia mengungkapkan hal penting yang perlu diperhatikan siswa saat berada di Pacet Mini Park.

”Di Pacet Mini Park kalian akan belajar sambil bersenang-senang. Banyak hal yang akan kalian dapatkan di sana, diantaranya mandiri, tanggung jawab, disiplin dan saling bekerjasama,” tuturnya

Sesampai di lokasi, kakak trainer membagi para siswa menjadi beberapa kelompok. Kemudian mereka memulai kegiatan pertama yakni membuat tape, salah satu makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari fermentasi singkong.

Anak-anak tampak antusias mencuci, mengukus, dan membungkus singkong sebelum melalui proses fermentasi. Kegiatan ini mengajarkan mereka nilai kesabaran, kebersihan, serta proses ilmiah secara sederhana.

Tak hanya itu, siswa juga diajak melihat langsung proses pembuatan nasi dari padi. Mereka menyaksikan bagaimana padi dipanen, dirontokkan, ditumbuk, hingga menjadi beras siap masak. Proses ini memberi gambaran nyata tentang pentingnya menghargai makanan dan jerih payah petani.

Setelah kegiatan edukatif dilaksanakan, para siswa mengikuti berbagai permainan fun games yang melatih ketangkasan, seperti permainan pipa bocor, magic hole, panahan, dan water transfer.

Tawa dan semangat para siswa mewarnai setiap tantangan yang mereka hadapi, meski dibuat basah karena air yang mengguyur, kegiatan itu justru menjadi pengalaman belajar yang mengesankan dan menyenangkan.

Dengan semangat yang tinggi dan antusiasme yang besar dari para siswa, kegiatan outbond ini berhasil menjadi momen berharga yang mempererat kebersamaan serta menambah wawasan secara langsung selama berada dialam terbuka.

(Anarose Fitri)

Umi Sarofah, Kepala Sekolah Mulia Periode 2017-2025 Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau biasa disebut Sekolah Mulia periode 2017-2025 Umi Sarofah, berhasil meraih penghargaan dengan predikat “Tokoh Inspiratif Nusantara 2025″ yang diselenggarakan oleh BeritaKita Publisher bekerja sama dengan Suara Pembaruan News pada Jumat (17/10) di Wisma Perdamaian, Semarang.

Umi dan 18 tokoh lainnya menerima penghargaan dari kategori yang berbeda mulai dari dunia pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hingga sosial kemasyarakatan. Ia menerima penghargaan itu atas dedikasinya meningkatkan mutu pendidikan dasar berbasis karakter. Kiprahnya memajukan madrasah membawa nama MI Muhamamdiyah 5 Surabaya menjadi Sekolah Unggul Utama Nasional oleh Pimpinan Pusat Muhamamdiyah.

Rasa syukur dan bangga menyelimuti seluruh keluarga besar Sekolah Mulia,”Alhamdulillah malam ini saya mendapat penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara, tentu ini bukan karena kerja keras saya saja. Semuanya berkat dukungan dan semangat teman-teman dari Sekolah Mulia.” Ungkapnya.

Penghargaan itu diterimakan oleh Agung Hariyadi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jawa Tengah. Dalam sambutannya, Agung memberikan apresiasi setinggi-tingginya pada penyelenggara dan juga penulis bahwa hasil karya tersebut kelak akan menjadi rekam jejak catatan sejarah dimasa mendatang,”Kisah dan perjalanan tokoh inspiratif dapat menjadi catatan sejarah dan menjadi motivasi bagi kami semua dan menjadi inspirasi kemajuan bangsa. Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap para penulis, upaya seperti ini sejalan dengan usaha kita brrsana menjadi momentum meneguhkan semangat kebangsaan.” Tuturnya.

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan inovasi para tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membangun masyarakat melalui berbagai bidang, salah satunya pendidikan, seperti yang disampaikan Chief Editor Berita Kita Publisher sekaligus Pemimpin Redaksi Suara Pembaruan News, Stefy Thenu, “Ini merupakan bentuk apresiasi kami terhadap para tokoh yang telah memberikan kontribusi nyata dari segala bidang, mulai politik, ekonomi, hukum bahkan pemerintahan.” Tuturnya.

Tak hanya malam penganugerahan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran buku “Tokoh Inspiratif Nusantara 2025”, sebuah karya dokumentatif setebal 128 halaman yang memuat profil dan kisah perjalanan hidup 19 penerima penghargaan dari berbagai penjuru negeri.

Penghargaan itu ia terima diakhir masa jabatannya dalam masa tugas periode ke dua. Nama Umi Sarofah yang tercantum dalam buku tersebut menjadi bukti perjalanan MI Muhammadiyah 5 Surabaya yang terus bertumbuh menjadi madrasah unggul dan berkualitas.

Artikel ini telah tayang di enews.com dengan judul “Umi Sarofah, Kepala Sekolah Mulia Periode 2017-2025 Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Nusantara 2025”, Klik untuk baca: https://enews.id/berita/detail/umi-sarofah-kepala-sekolah-mulia-periode-2017-2025-terima-penghargaan-tokoh-inspiratif-nusantara-2025

Dua Siswa Sekolah Mulia Ukir Prestasi Gemilang dalam Lomba Tahfidz Islamic Education Fair 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih dua siswa program tahfidz Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Keduanya berhasil meraih juara dalam Lomba Tahfidz Tingkat Kota Surabaya yang diselenggarakan oleh Majalah Nurani sebagai salah satu rangkaian kegiatan Islamic Education Fair 2025 di Royal Plaza, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai sekolah dasar, terutama sekolah Islam peserta pameran pendidikan tersebut, berlangsung ketat dan penuh semangat. Dalam ajang itu, para siswa Sekolah Mulia berhasil menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghafal dan melafalkan ayat suci Al-Qur’an dengan tartil dan fasih.

Aufella berhasil meraih Juara 1, sedangkan Satria meraih Juara 3. Keduanya merupakan siswa kelas 3 dari program tahfidz.

Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan program tahfidz yang dijalankan Sekolah Mulia dalam membina generasi Qur’ani di jenjang pendidikan dasar. Sekolah Mulia juga konsisten mempertahankan tradisi juara dalam lomba tahfidz yang diselenggarakan Majalah Nurani setiap tahun.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Nundun Neti Sufyan, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. “Alhamdulillah, kami bangga dengan prestasi anak-anak kami. Ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan tentu saja doa yang dipanjatkan. Selamat untuk anak-anak hebat dan juga pembinanya,” ujarnya.

Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen Sekolah Mulia dalam mencetak para penghafal Al-Qur’an, generasi penerus bangsa yang unggul dan seimbang antara ilmu pengetahuan dan agama, dengan mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam setiap proses pembelajaran.

(Ana Rose)

MI Muhammadiyah 1 Pare Dalami Program Literasi di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau yang akrab disebut Sekolah Mulia mendapat kunjungan istimewa dari MI Muhammadiyah 1 Pare, Kediri, pada Rabu (16/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan studi tiru terhadap program literasi yang telah dijalankan oleh Sekolah Mulia. Predikat Madrasah Literasi yang melekat pada sekolah yang berlokasi di Jalan Jojoran tersebut menjadi alasan utama MIM 1 Pare—atau yang biasa disebut MIM Sapa—datang untuk menggali informasi dan mempelajari implementasi program literasi di sana.

Kepala MIM Sapa, Eri Nurokhim, bersama tujuh guru disambut hangat oleh keluarga besar Sekolah Mulia. Suasana hangat semakin terasa dengan penampilan tim patrol Sekolah Mulia yang mempersembahkan dua lagu sebagai ucapan selamat datang.

Dalam sambutannya, Eri mengungkapkan rasa syukur sekaligus alasan pihaknya berkunjung ke Sekolah Mulia. “Alhamdulillah, hari ini kami ditakdirkan bisa bersilaturahim. Mohon maaf karena kengeyelan kami tiba-tiba datang, sebab sudah tidak sabar untuk belajar. Kita ini saudara, sama-sama MI, dan tidak banyak MI yang bisa berkembang. Silaturahim ini semoga bisa berlanjut ke depan, saling berbagi program dengan ciri khas masing-masing,” ujarnya.

Usai sesi diskusi dan tanya jawab, rombongan MIM Sapa berkeliling ke ruang-ruang kelas untuk melihat secara langsung penerapan pembelajaran berbasis literasi di Sekolah Mulia. Mereka juga meninjau penggunaan media pembelajaran seperti Big BookMini Book, dan berbagai hasil karya literasi yang menghiasi setiap sudut kelas.

Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Eri dan para guru pendamping. “Kami sangat terinspirasi dengan program literasi di Sekolah Mulia. Siswa-siswanya tertib, suasana sekolah asri dan nyaman. Tentu akan kami coba terapkan, dengan menyesuaikan karakter madrasah khas desa kami,” tuturnya sambil tersenyum.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Nundun Nety Sufyan, menyambut baik kunjungan tersebut dan berencana melakukan kunjungan balasan. “Ini sebenarnya kami kecolongan, karena kami justru berencana datang ke Pare untuk belajar. Eh malah mereka yang duluan ke sini. Insyaallah jika ada kesempatan, kami siap bersilaturahim ke sana. Kami terbuka untuk saling belajar dan berbagi,” ujarnya.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin ukhuwah yang semakin erat antar madrasah Muhammadiyah untuk saling bertumbuh dan bersinergi dalam memajukan dunia pendidikan berbasis literasi.

(Ana Rose)