Sekolah Mulia Siap Implementasikan Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial

Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur mengundang seluruh kepala sekolah untuk menugaskan guru mengikuti seminar Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA). MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) turut hadir dalam forum diskusi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Senin (23/6/2025).

Acara ini dihadiri ratusan peserta dari kalangan akademisi, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dan kejuruan. Para peserta menyerap informasi penting terkait tantangan dan peluang pendidikan di era digital, khususnya dengan hadirnya kurikulum koding dan KA sebagai respons terhadap dinamika global yang terus berubah dengan cepat.

Seminar dibuka oleh Ketua Majelis Dikdasmen PWM Jatim Prof Khozin. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa risalah Islam berkemajuan yang diusung Muhammadiyah harus terus mendorong ijtihad dan tajdid (pembaruan).

“Teknologi memberikan banyak manfaat bagi anak-anak kita. Bahkan, hasil riset menunjukkan bahwa semakin canggih teknologi, masyarakat justru semakin memperkokoh nilai-nilai Islam,” ujar Prof Khozin.

Untuk mendukung implementasi kurikulum ini, Majelis Dikdasmen PWM Jatim menggandeng Marshall Cavendish Education dari Singapura, dengan pertimbangan kemudahan dan efisiensi biaya.

Salah satu narasumber, Rahmania, dosen PTI UMSIDA, menjelaskan bahwa dalam menyikapi kemajuan teknologi, manusia dihadapkan pada pilihan: memiliki pola pikir berkembang (growth mindset) atau pola pikir tetap (fixed mindset).

“Jangan menjadi pribadi yang tidak mau berusaha. Jika memiliki fixed mindset, kita akan stagnan dan tidak berkembang. KA dan manusia harus berkolaborasi, bukan saling menguasai,” jelasnya.

Dalam struktur Kurikulum Merdeka, integrasi koding dan KA untuk tingkat sekolah dasar mulai diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan pada jenjang kelas 5 dan 6.

Menanggapi hal itu, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menyatakan kesiapannya untuk mengimplementasikan kurikulum tersebut. Sekolah ini telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler koding yang disambut antusias oleh siswa.

Namun, pihak sekolah menilai masih diperlukan perencanaan yang lebih matang, termasuk sosialisasi kepada orang tua dan penyesuaian dengan kurikulum nasional serta kesiapan biaya.

“Kami menyambut baik program ini dan insyaallah kami siap menerapkannya. Hanya saja perlu disosialisasikan lebih lanjut kepada orang tua, khususnya kelas 5 dan 6 yang menjadi fokus program ini,” terang Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

(Ana Rose)

Mulia Awards, Panggung Apresiasi bagi Siswa-Siswi Berprestasi MI Muhammadiyah 5 Surabaya

Ratusan siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) memadati atrium lantai 2 Royal Plaza Surabaya sejak Kamis (19/6/2025) sore hingga malam hari. Mereka hadir bersama orang tua dengan penuh semangat dan suka cita untuk mengikuti Mulia Awards, ajang penghargaan tahunan bagi siswa sebelum kenaikan kelas.

Penghargaan diberikan berdasarkan beragam aspek penilaian, mulai dari prestasi akademik dan non-akademik, bakat, hafalan surat Al-Qur’an, ketaatan beribadah, sikap terhadap guru dan teman, hingga kebiasaan baik yang konsisten dilakukan siswa.

Ketua Majelis Dikdasmen PCM Gubeng, Amanto Prajudisiono, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Ia menilai Mulia Awards sebagai ajang positif yang memotivasi siswa untuk tampil percaya diri dan menunjukkan kreativitas masing-masing.

“Kegiatan ini bagus, membuat anak-anak termotivasi untuk berani tampil, berani berbeda, dan menunjukkan kreativitasnya. Dengan begitu, mereka akan terbiasa dihargai dan merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua untuk tidak membatasi ruang tumbuh anak dengan cara yang keras.

“Berilah anak-anak kesempatan untuk berkembang dengan baik. Jangan sampai membuat mereka frustasi atau takut dengan membentak,” tambahnya.

Pada puncak acara, Mulia Awards menobatkan sepasang siswa terpilih dari jenjang berbeda sebagai Putra dan Putri Mulia. Mereka telah melalui proses seleksi dan akan menjadi duta sekolah pada tahun ajaran mendatang.

Salah satunya, Earlyta, siswa kelas 4 yang terpilih sebagai Putri Mulia, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia mengaku tidak menyangka prestasinya membawa hasil membanggakan.

“Alhamdulillah, pengalaman beberapa kali memenangkan olimpiade matematika membuat saya percaya diri ikut ajang ini. Semoga ke depan saya bisa terus mengharumkan nama sekolah, sesuai dengan tujuan yang saya cita-citakan,” ungkapnya.

Melalui ajang ini, pihak sekolah berharap seluruh siswa merasa dihargai dan diapresiasi—baik atas pencapaian besar maupun hal-hal kecil yang mencerminkan sikap dan karakter positif.

(Ana Rose)

Bawakan Tari Tradisional, Siswa Sekolah Mulia Tampil Memukau di Kuala Lumpur

Dalam rangka memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) tampil memukau di Brainy Bunch International School, Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka membawakan tarian tradisional Yamko Rambe pada acara Student Exchange, Kamis (18/6/2025).

Tarian Yamko Rambe yang dibawakan oleh para siswa Sekolah Mulia mendapat apresiasi luar biasa dari penonton dan peserta acara. Mereka terkesima dengan gerakan tarian yang dinamis serta kostum yang memikat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap budaya masing-masing negara, yakni Indonesia dan Malaysia. Selain itu, siswa juga belajar langsung mengenai peradaban budaya sendiri maupun budaya negara lain, memperluas wawasan, menumbuhkan kemandirian, kepercayaan diri, serta menanamkan rasa cinta yang lebih dalam terhadap tanah air, Indonesia.

Melalui penampilan tarian Yamko Rambe, siswa Sekolah Mulia berharap dapat memperkenalkan salah satu aspek budaya Indonesia yang unik dan menarik kepada dunia internasional.

Salah satu peserta Student Exchange, Khansa, mengaku telah berlatih beberapa hari di sekolah menjelang keberangkatan ke Malaysia. Tak heran jika penampilan mereka begitu indah dan menuai pujian.

“Sebelumnya saya dan teman-teman sering berlatih di sekolah dibantu Ustadzah Netty. Sebenarnya saya tidak terbiasa menari, tapi Alhamdulillah karena sering berlatih jadi bisa,” ujar Khansa, yang juga dikenal sebagai vokalis grup nasyid di sekolahnya.

Penampilan siswa Sekolah Mulia di Brainy Bunch International School ini juga menunjukkan kemampuan mereka dalam beradaptasi dan berinteraksi dengan budaya lain.

Mereka telah membuktikan bahwa mampu menjadi duta budaya yang baik dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional.

Semoga kegiatan seperti ini dapat terus mempererat hubungan antarnegara dan mempromosikan keragaman budaya yang menjadi kekuatan bersama.

(Nundun)

Siswa Sekolah Mulia Dalami Budaya Luar Bersama Bule Muslim Amerika

Kegiatan Learning with Native merupakan agenda rutin yang diselenggarakan oleh Tim CIP Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Program ini bertujuan membiasakan siswa untuk mendengarkan, bertutur, dan berinteraksi langsung dengan native speaker.

Mengusung tema American Culture, kali ini Sekolah Mulia menghadirkan Mr Anson Jerome Gehman—akrab disapa Mr Anson—seorang bule muslim asal Amerika Serikat yang datang langsung ke sekolah pada Senin (16/6/2025).

Jika pada kesempatan sebelumnya siswa CIP belajar bersama mahasiswa asing dari program pertukaran internasional ITS melalui kegiatan outing class di Pantai Kenjeran, kali ini mereka belajar langsung dengan native speaker dari Amerika di dalam kelas.

Sebanyak 48 siswa CIP menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka semangat mempelajari berbagai aspek budaya Amerika yang belum mereka kenal sebelumnya. Mulai dari bendera, film, produk, hingga tokoh-tokoh kenamaan Amerika diperkenalkan secara menarik oleh Mr Anson.

Ia menceritakan bahwa di Amerika, umat Muslim hanya sekitar 1 persen dari populasi, sementara mayoritas penduduk memeluk agama Kristen dan Katolik. Ia juga mengungkapkan bahwa makanan yang banyak disukai warga Amerika adalah salad.

Mendengar hal itu, para siswa pun spontan tertawa. Mereka terbiasa makan nasi setiap hari, dan menyukai sayuran bagi sebagian besar dari mereka masih terasa sulit.

Dengan pembawaan yang hangat dan menyenangkan, Mr Anson berhasil menarik perhatian siswa untuk mendengarkan dan memahami materi.

“Mr Anson, native speaker asal Amerika, sangat ramah. Penjelasannya tentang budaya Amerika menarik perhatian anak-anak CIP kelas 1 sampai 4,” ujar Mufarroha, Koordinator CIP.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi siswa, khususnya dalam memperluas wawasan dan pengalaman berbicara Bahasa Inggris secara langsung.

“Kegiatan Learn with Native memberikan pengalaman belajar yang sangat menyenangkan. Anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan penutur asli Bahasa Inggris, sehingga menambah kemampuan mereka dalam berbicara secara aktif,” imbuhnya.

Rasyiq, siswa kelas 2, turut menyampaikan kesannya.

“Senang, karena kita jadi tahu tentang budaya Amerika. Tentang bendera, film Simpsons, dan seperti apa kehidupan di Amerika,” ujarnya.

(Tessa/Ana Rose)

Si Kecil Cabe Rawit, Elang Raih Skor Tertinggi di SOMC 2025

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dalam ajang Surabaya Open Math Challenge (SOMC) 2025. Salah satu siswa termuda mereka, Elang, berhasil meraih medali emas sekaligus menjadi peraih skor tertinggi dalam kompetisi tersebut.

Ajang SOMC 2025 yang diselenggarakan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Surabaya ini berlangsung di Gedung Sport Center Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Ahad (15/6/2025). Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan matematika para peserta, tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang budaya lokal Surabaya. Sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Surabaya, SOMC menghadirkan pengalaman belajar yang holistik: unggul dalam akademik, namun tetap berakar pada budaya.

Sebanyak 29 siswa dari Sekolah Mulia terpilih sebagai finalis SOMC 2025, setelah melalui proses seleksi ketat dari ribuan peserta. Mereka terdiri atas 2 siswa kelas 1, 4 siswa kelas 2, 5 siswa kelas 3, 7 siswa kelas 4, 5 siswa kelas 5, dan 6 siswa kelas 6. Dari jumlah tersebut, Sekolah Mulia berhasil meraih 7 medali: 2 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Salah satu medali emas diraih Elang, siswa kelas 2 yang kerap mewakili sekolah dalam kompetisi matematika tingkat nasional dan internasional. Meski masih duduk di bangku kelas 2, prestasi Elang layaknya si kecil cabe rawit—kecil namun penuh kejutan.

“Awalnya Elang sempat pesimis bisa menang. Tapi ternyata bisa kasih hadiah terbaik buat Bunda dan juga untuk sekolah,” ujar Elang penuh haru.

Saat ditanya tentang persiapannya, ia menjawab polos namun mantap, “Belajar sama Ustadz, baca buku soal-soal matematika, dan latihan ngerjain soal 1,5 jam tiap hari.”

Kepala Sekolah Mulia, Ustadzah Umi Sarofah SPd, menyampaikan apresiasi dan pesan inspiratif kepada Elang dan siswa lainnya.

“Teruslah berkarya, kamu masih kelas 2 tapi sudah luar biasa. Ini contoh nyata siswa hebat dari Sekolah Mulia. Kalian semua bisa mencontoh Elang. Kuncinya adalah rajin berlatih. Semoga Elang menjadi inspirasi bagi teman-teman yang lain,” tuturnya.

Kisah Elang menjadi bukti bahwa prestasi tidak mengenal usia. Dengan semangat belajar, disiplin, dan dukungan dari sekolah serta keluarga, siswa Sekolah Mulia terus menorehkan prestasi yang membanggakan.

Sekolah Mulia Kirim Empat Siswa Student Exchange ke Malaysia dan Singapura

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengirimkan empat siswanya untuk mengikuti kegiatan student exchange yang digagas oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Surabaya. Pada Sabtu (14/6/2025), mereka mengikuti upacara pemberangkatan yang digelar di Kantor PDM Surabaya bersama para peserta dari sekolah lain.

Para peserta dijadwalkan berangkat ke luar negeri pada Senin (16/6/2025), dengan titik kumpul di Bandara Juanda pukul 02.00 dini hari. Melalui program Edu Trip, seluruh siswa akan mengikuti kegiatan belajar lintas negara selama lima hari, dari 16 hingga 20 Juni 2025, dengan tujuan Malaysia dan Singapura.

Dalam upacara pemberangkatan, Rohim selaku panitia memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjaga sikap selama berada di negara tetangga.

“Di negara lain, pandailah menjaga diri—baik dalam sikap, ucapan, maupun kebiasaan. Hal-hal baik yang kalian temui di sana silakan dilanjutkan di rumah selepas kegiatan ini,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Surabaya, Dikky Syadqomullah, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini.

“Program ini sangat bagus. Untuk memiliki wawasan yang luas, kalian perlu ke luar negeri. Siapa tahu, suatu saat bisa mengikuti wisuda tahfidz di Mekkah. Maka dari itu, anak-anak harus lebih rajin menabung,” ujarnya.

Dikky juga berpesan bahwa ada empat hal penting yang perlu diperhatikan selama kegiatan di luar negeri.

“Pertama, niatkan untuk belajar. Kedua, perbanyak amal baik—dalam arti tunjukkan hal-hal baik. Ketiga, bersabarlah. Dan yang keempat, tetap semangat,” tambahnya.

Salah satu peserta dari Sekolah Mulia, Iqval, mengaku sangat antusias menyambut kegiatan ini. Ia bersama teman-temannya telah berlatih untuk persiapan pertukaran budaya dengan menampilkan tari Yamko Rambe Yamko.

“Alhamdulillah diberi kesempatan ikut studex. Rasanya nggak sabar. Semoga semuanya lancar dan bisa tampil maksimal di sana,” ungkapnya.

Program Student Exchange yang ketiga kalinya diikuti oleh Sekolah Mulia ini mendapat dukungan penuh dari para orang tua. Mereka melihat manfaat besar dari pembelajaran lintas negara sejak usia sekolah dasar. Harapannya, di tahun-tahun mendatang semakin banyak orang tua dan siswa yang tergerak untuk ikut serta dan merasakan manfaat dari program ini.

(Ana Rose)

Tujuh Siswa Sekolah Mulia Catat Prestasi Gemilang di SOMC 2025, Salah Satunya Peraih Nilai Terbaik

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang dikenal dengan Sekolah Mulia. Kali ini, para murid mencetak prestasi gemilang dalam ajang Surabaya Open Math Challenge (SOMC) 2025.

SOMC 2025 merupakan kompetisi matematika bergengsi tingkat Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik yang diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) dalam rangka HUT Kota Surabaya.

Setelah melalui tahap penyisihan pada Mei lalu, sebanyak 29 siswa Sekolah Mulia dari kelas 1 hingga 6 lolos ke babak final yang digelar pada Ahad (15/6/2025) di Sport Center UINSA Surabaya. Jumlah peserta ini meningkat dari tahun sebelumnya, menunjukkan sebuah capaian yang membanggakan.

Dari keikutsertaan tersebut, tujuh siswa berhasil meraih medali, termasuk satu siswa yang mendapat penghargaan sebagai peraih skor terbaik di level kelas 2 SD.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian para siswa. Ia mengapresiasi kerja keras guru dan siswa, terutama melalui program Bengkel Matematika yang rutin digelar setiap Sabtu.

“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan bimbingan intensif dari para guru. Khususnya dalam kegiatan Bengkel Matematika. Semoga ini menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.

Salah satu siswa, Elang Abdul Jabbar, meraih medali emas sekaligus dinobatkan sebagai peraih skor tertinggi di level kelas 2 SD. Elang mengaku senang dan tidak menyangka bisa mendapat nilai terbaik.

“Saya suka sekali pelajaran matematika. Latihan rutin dan dukungan dari keluarga serta ustaz dan ustazah membuat saya percaya diri saat lomba kemarin,” ungkap Elang.

Hal serupa dirasakan Adinda Alzio Azka Priyadi, siswa kelas 6, yang meraih medali perunggu. Ia merasa bersyukur dapat menutup masa belajarnya di sekolah dasar dengan prestasi membanggakan.

“Ini terakhir kalinya saya ikut olimpiade sebagai siswa SD. Alhamdulillah, senang sekali masih bisa membawa pulang medali,” katanya.

Selama menjadi siswa Sekolah Mulia, Adinda dikenal aktif dan konsisten menorehkan prestasi. Kerja kerasnya patut menjadi inspirasi bagi teman-temannya.

Berikut daftar lengkap peraih medali dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya pada SOMC 2025:

  1. Elang Abdul Jabbar (Kelas 2): Gold Medal – Skor Terbaik Level Kelas 2
  2. Tanisha Firyal Hasti (Kelas 5): Gold Medal
  3. Nazril Hamizan Usman (Kelas 3): Silver Medal
  4. Wildan Athar Affandi (Kelas 5): Silver Medal
  5. Earlyta Humaira Salsabila (Kelas 4): Bronze Medal
  6. Salsabila Safia P. (Kelas 4): Bronze Medal
  7. Adinda Alzio Azka Priyadi (Kelas 6): Bronze Medal

(Ana Rose)

Siswa Sekolah Mulia Lolos Final Olimpiade OSI Nasional 2025

Prestasi gemilang diraih oleh siswa Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Setiap pekan selalu ada prestasi baru berbagai bidang baik akademik maupun non akademik.

Salah satu siswa atas nama Faeyza Damia Laksana, siswi kelas 3 CIP (Cambridge International Program) dinobatkan sebagai salah satu finalis olimpiade bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Omni Sains Indonesia.

Kabar bahagia tersebut diumumkan dan diapresiasi secara langsung oleh kepala Madrasah dihadapan seluruh siswa pada Senin (16/6) di aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Sebagai finalis dalam waktu dekat siswa yang akrab disapa Faeyza tersebut akan berangkat menuju ibu kota untuk mengikuti final olimpiade bahasa Inggris tingkat Nasional tepatnya pada Sabtu, 21 Juni 2025 setelah sebelumnya ia telah melalui tahap seleksi tingkat Kota pada Oktober lalu, kemudian tingkat Provinsi pada Februari lalu.

Kompetisi ini diikuti oleh berbagai siswa dari penjuru daerah asal yang berbeda-beda. Faeyza begitu percaya diri lantaran diberbagai kesempatan ia telah banyak mengikuti berbagai lomba untuk melatih kemampuan dirinya, khususnya dalam bidang pelajaran bahasa Inggris yang begitu digemari.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian siswa didiknya tersebut.

“Faeyza adalah salah satu siswa terbaik di program CIP, alhamdulillah keberhasilan ini membawa semangat baru tak hanya bagi diri, tetapi juga untuk teman-teman lainnya,” katanya.

Prestasi Faeyza menjadi salah satu bukti keberhasilan program CIP yang sudah digagas Sekolah Mulia dengan kurun waktu 4 tahun dengan harapan kedepannya tak hanya Faeyza yang berprestasi tetapi bermunculan nama-nama siswa lainnya dalam daftar prestasi Sekolah Mulia.

“Semoga siswa yang lain khususnya yang tergabung dalam program CIP bisa menunjukkan prestasinya masing-masing. Tak hanya dalam olimpiade melainkan diberbagai bidang perlombaan lainnya untuk melatih keterampilan dalam pelajaran bahasa Inggris,” terang Yulia, salah satu pendidik program CIP. (Ana Rose)

 

105 Siswa Sekolah Mulia Dilepas dengan Doa, Harapan, dan Air Mata

Momen penuh haru menyelimuti keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dalam acara pelepasan siswa kelas 6 yang digelar pada Sabtu (14/6) di Hall Gunawangsa MERR Surabaya.

Acara berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Dibuka dengan kejutan persembahan drama oleh para guru yang berperan sebagai siswa berseragam merah putih di atas panggung, suasana hangat pun langsung tercipta.

Sebanyak 105 siswa kelas 6 resmi menuntaskan perjalanan pendidikan selama enam tahun di bangku madrasah ibtidaiyah. Mereka dilepas dengan doa dan harapan terbaik dari kepala sekolah, para guru, serta orang tua.

Dalam sambutannya, Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Sekolah Mulia.

“Tibalah saatnya kami menyerahkan kembali anak-anak yang panjenengan titipkan kepada kami selama enam tahun lamanya,” ujarnya.

Air mata pun menetes saat beliau menyampaikan pesan kepada para siswa.

“Selamat jalan, anak-anakku. Raihlah cita-citamu. Tak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Taatlah kepada Allah dengan meneladani Nabi Muhammad SAW. Berbaktilah kepada orang tua, karena itu kewajibanmu. Ibadah dan perilaku mulia adalah jalan hidupmu.”

Tak ketinggalan, Pram Eiliyah, perwakilan Ikatan Wali Murid (Ikwam), juga menyampaikan kesan dan pesannya kepada seluruh tamu undangan.

“Alhamdulillah, saya sangat yakin bahwa pendidikan dasar harus dipikirkan dengan matang. Bisa saja saya memilih sekolah lain untuk bekal ilmu anak saya, tetapi jika ingin bekal seimbang antara ilmu dan akhlak, menjadikan anak kami shalih dan shalihah, maka pilihan terbaik adalah MI Muhammadiyah 5,” tuturnya.

Ibu dari tiga anak yang semuanya dititipkan di Sekolah Mulia ini juga mengenang momen pandemi yang membuatnya semakin mengapresiasi peran para pendidik.

“Masih teringat saat pandemi, putra-putri kami tidak kekurangan bimbingan. Kami sangat bersyukur para ustadz dan ustadzah tetap memberikan pendidikan terbaik meski melalui daring. Anak-anak kami tetap mendapatkan ilmu dan perhatian. Terima kasih, para ustadz-ustadzah,” tambahnya.

Suasana haru semakin terasa ketika para siswa mempersembahkan puisi dan lagu tulus untuk kedua orang tua. Di akhir sesi, seluruh wali kelas 6 bersama Ikwam turut menyanyikan lagu penuh makna, menutup acara dengan kehangatan dan kebersamaan yang mendalam.

(Ana Rose)

Takbir Keliling Sekolah Mulia Menggema di Jalan Jojoran dan Karangmenjangan

Suasana malam menjelang Idul Adha di Jojoran, Surabaya, tampak semarak dengan kemeriahan takbir keliling yang digelar oleh Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/6) malam, tepat setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah di sekolah.

Takbir keliling ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Seluruh siswa, guru, hingga wali murid turut serta dalam barisan rapi, mengenakan busana bernuansa putih sambil membawa kreasi lampion warna-warni. Suara takbir pun bergema penuh semangat:

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar wa lillaahil-hamd,” seru seluruh peserta kompak.

Rute yang dilalui pada takbir keliling kali ini melintasi Jalan Jojoran I, Jalan Karangmenjangan VI, hingga Raya Karangmenjangan. Meskipun kondisi jalan cukup padat, antusiasme warga sangat tinggi.

Mereka berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikan rombongan keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Bahkan, warga sekitar turut membantu menjaga ketertiban jalannya arak-arakan, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari syiar sekolah sekaligus bentuk pendekatan kepada masyarakat.

“Takbir keliling bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk syiar dakwah kami dan pengenalan sekolah kepada masyarakat sekitar. Ini juga melatih siswa bagaimana bersikap dan bertutur di tengah masyarakat,” ujarnya.

Takbir keliling ini mengandung makna mendalam: umat Islam menyambut Idul Adha dengan suka cita dan semangat kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitar.

(Ana Rose)