Siswa Sekolah Mulia Catat Prestasi Gemilang dari Olimpiade hingga Cabang Olahraga

Satukan Hati Gapai Prestasi adalah tagline yang selalu disematkan dalam branding MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia). Tagline ini bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi motivasi kuat bagi seluruh warga sekolah untuk selalu berprestasi di berbagai bidang.

Pada Senin (26/5/2025), di tengah pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT), Sekolah Mulia kembali dibanjiri kabar prestasi dari berbagai kejuaraan yang diikuti para siswanya.

Di hari tersebut diumumkan bahwa setidaknya lima siswa berhasil meraih predikat juara yang mengharumkan nama sekolah dari berbagai lomba berbeda.

Valda, siswa kelas 2, berhasil meraih juara 2 dalam Olimpiade Sains dan juara 3 dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Olimpiade Siswa Cerdas (OSC) Nasional 2025.

Aufella, juga siswa kelas 2, menorehkan prestasi juara 1 kategori B dalam lomba tahfidz yang diselenggarakan oleh majalah Anas.

Sementara itu, Khansa Karima, siswa kelas 5 yang dikenal dengan suara emasnya dalam membawakan lagu religi, berhasil berprestasi di lomba tahfidz nasional secara online untuk kategori SD kelas 4-6.

Khansa mengaku, dukungan kedua orang tuanya sangat memotivasi dirinya untuk mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai lomba, terutama lomba online yang dapat diikuti dengan efisien dari segi waktu dan tempat.

“Alhamdulillah, berkat dukungan mama saya berani ikut lomba, dimulai dari lomba tahfidz online yang mudah diikuti,” ujarnya.

Tak hanya di bidang akademik dan seni, prestasi cabang olahraga juga diraih oleh Abizar dan Jafar, siswa kelas 6. Abizar meraih juara 1 dalam Gladen Alit TC Fornas VIII Surabaya kategori Horsebow U13 Putra 15 meter, sedangkan Jafar meraih juara 2 kategori Putra U16 15 meter Ground Archery FPIP Edu Fair tingkat nasional. Keduanya merupakan atlet panahan yang kerap mengharumkan nama sekolah.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Umi Sarofah berharap prestasi yang terus bermunculan setiap pekan ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain.

“Selamat anak hebat, jangan lelah untuk terus berproses. Prestasimu hari ini adalah bukti usaha keras yang akan membawamu ke kesuksesan kelak. Semoga yang lain bisa termotivasi, khususnya adik-adik kelas. Yuk, kita ikuti jejak kakak-kakak yang mengembangkan kemampuannya di luar sekolah,” tuturnya.

(Ana Rose)

Pra-Raker Sekolah Mulia Tekankan Pentingnya Hubungan Interpersonal di Lingkungan Kerja

Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar pra-rapat kerja (pra-raker) pada Kamis (23/5/2025) di aula sekolah. Kegiatan ini menjadi pembuka sebelum seluruh komisi mendiskusikan dan merumuskan program kerja untuk tahun ajaran mendatang.

Pra-raker ini menghadirkan Amanto Prajudisiono dari Majelis Dikdasmen PCM Gubeng Surabaya sebagai penasihat. Dalam arahannya, Amanto menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa dan orang tua, dengan berbasis data.

“Ketika proses pembelajaran di SD berfokus pada pelayanan, itu seharusnya mencakup baik siswa maupun orang tua. Semuanya harus berdasarkan data, bukan asumsi atau mengada-ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amanto menyoroti pentingnya setiap sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan memiliki jiwa kepemimpinan dan keterlibatan aktif dalam organisasi persyarikatan, baik di tingkat ranting maupun cabang. Hal ini menjadi penting mengingat masa jabatan kepala MI Muhammadiyah 5 yang akan segera berakhir.

“Setiap guru maupun karyawan harus memiliki jiwa kepemimpinan. Harus ada kaderisasi. Jangan sampai madrasah ini dipimpin oleh orang yang tidak mengenal sejarah MI Muhammadiyah 5. Ibarat gerbong, jangan sampai melaju tanpa arah karena masinisnya tidak tahu ke mana tujuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah, menyampaikan materi bertema Satukan Hati, Kuatkan Silaturrahmi, Gapai Prestasi Bersama. Ia menekankan pentingnya hubungan interpersonal dalam memperkuat kinerja lembaga, khususnya dalam menyambut tahun ajaran baru.

“Hubungan interpersonal sangat penting untuk dijaga dalam lingkungan kerja. Ini tentu berkaitan dengan penguatan konsep diri, sebagaimana sabda Nabi dalam hadis Riwayat Ahmad: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Bahkan dalam hal kecil pun, jangan pelit ilmu, saling mengisi, dan saling menguatkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa membangun hubungan interpersonal dapat dimulai dengan mengenal karakter masing-masing rekan kerja. Pemahaman ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis. Selain itu, bersikap selektif dalam memilih teman juga akan memberikan pengaruh positif dalam pengembangan diri.

“Bertemanlah dengan orang-orang baik, karena itu akan membawa pengaruh baik pula. Cari teman yang bisa mengembangkan diri, bukan sebaliknya. Kenali rekan kerja—wataknya, gaya komunikasinya, karakternya—agar kita bisa saling memahami dan tidak saling menyakiti,” tambah Umi.

Melalui pra-raker ini, diharapkan seluruh SDM, baik guru maupun karyawan MI Muhammadiyah 5 Surabaya, dapat menyambut tahun ajaran baru dengan semangat, serta menyusun berbagai program unggulan dari masing-masing komisi demi kemajuan madrasah ke depan.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Resmi Bermitra dengan Cambridge, Siap Bersaing di Level Global

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) memasuki tahun ke-4 dalam menggagas program bilingual, yang kini berganti nama menjadi CIP Class (Cambridge International Program).

Pada Jumat (2/5/2025), bertempat di Mudipat, Kepala Sekolah Mulia Umi Sarofah bersama Mufarohah (Koordinator Program CIP Class) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Cambridge University Press, bersama dua sekolah lainnya, yakni SD Mudipat dan SD Muhlas.

Dalam penandatanganan kerja sama tersebut, pihak Cambridge menjelaskan beberapa hal terkait penggunaan logo Cambridge sebagai branding sekolah, serta beberapa hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

Cambridge juga mengungkapkan berbagai manfaat yang akan didapatkan lembaga pendidikan dalam kerja sama ini, salah satunya adalah pelatihan tiga kali setahun untuk guru-guru CIP dan mendatangkan native speaker untuk pembelajaran CIP.

Umi Sarofah berharap, melalui kerja sama ini, siswa-siswi Sekolah Mulia dapat lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris dengan standar internasional.

“Kedepannya, semoga anak-anak lebih semangat belajar bahasa Inggris dan siap mengikuti asesmen internasional dengan kemampuan bahasa Inggris yang berstandar internasional,” terangnya.

Untuk sekolah yang dipimpinnya, Umi berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa MI Muhammadiyah 5 adalah madrasah yang layak bersaing dengan sekolah berstandar internasional di Surabaya.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menambah kepercayaan masyarakat bahwa sekolah kami memiliki jejaring global dan siap bersaing di tingkat internasional,” tambahnya.

(Ana Rose)

Outing Class Aplikatif Bangkitkan Kreativitas Siswa Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Outdoor Learning bagi siswa.

Kali ini, kelas 5 berkesempatan mengunjungi wisata edukasi Pari Bendo Lawang, yang terkenal dengan suasana asri dan nyaman untuk pengalaman belajar di luar kelas yang mengesankan.

Tepat pukul 06.00 WIB, seluruh siswa berangkat dengan penuh semangat menuju lokasi pada Rabu (30/4). Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar kelas yang mengajak siswa untuk belajar langsung melalui pengalaman.

Dua keterampilan utama yang dikenalkan dalam kegiatan ini adalah pembuatan gantungan kunci ukir dari kayu dan pembuatan bakpao telo (ubi ungu), yang merupakan kudapan khas daerah setempat.

Setibanya di lokasi, siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok putra dan kelompok putri. Kelompok putra memulai kegiatan dengan praktik membuat bakpao dari bahan dasar telo ungu. Mereka diajarkan mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, membentuk bakpao, hingga proses pengukusan.

Sementara itu, kelompok putri mengawali kegiatan dengan membuat gantungan kunci ukir dari kayu. Proses dimulai dengan menggambar sketsa di permukaan kayu, kemudian menggunakan teknik pembakaran untuk membentuk ukiran pola unik sesuai kreativitas yang diinginkan.

Setelah bergantian melalui kegiatan tersebut, tiba saat yang ditunggu-tunggu, yakni sesi berenang dan bermain air dingin nan sejuk khas pegunungan. Semua kegiatan dirancang sebagai bentuk pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menyenangkan dan menggugah kreativitas siswa.

Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5, menjelaskan bahwa outing class yang dilaksanakan menggunakan pendekatan belajar aplikatif. “Kami menerapkan pendekatan aplikatif, jadi siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang menyenangkan dengan mengimplementasikan secara langsung pengetahuan yang didapatkan,” paparnya.

Sebelum pulang, seluruh siswa membawa hasil karya mereka sendiri berupa bakpao telo ungu dan gantungan kunci yang tidak hanya menjadi buah tangan, tetapi juga simbol dari proses belajar yang telah mereka lalui hari itu.

(Deden/Ana Rose)

Outing Class Sekolah Mulia: Wisata Edukatif di Kebun Teh Wonosari Lawang

Seluruh siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan mengikuti outing class perjalanan edukatif ke Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, pada Rabu (30/4/2025).

Sesampainya di Kebun Teh Wonosari, seluruh siswa berkesempatan untuk berkeliling pabrik dan menyaksikan langsung proses produksi teh, mulai dari penimbangan hingga teh siap untuk didistribusikan. Dalam prosesnya, kebun teh ini mengombinasikan penggunaan mesin modern dan cara tradisional.

Selain itu, mereka juga menikmati keindahan alam dan udara segar di sekitar kebun teh, sambil menyaksikan bagaimana perawatan serta pemilihan pucuk daun teh terbaik. Ternyata, tidak sembarang daun digunakan untuk membuat teh berkualitas.

Siti Roichanah, salah satu guru yang turut serta, mengungkapkan banyak manfaat dari kegiatan belajar di luar kelas, khususnya di Kebun Teh Wonosari.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar langsung yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak, serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang pertanian dan lingkungan, terutama di daerah dataran tinggi,” paparnya.

Setelah puas berkeliling dan belajar tentang pengolahan teh, serta memanjakan mata dengan pemandangan indah, seluruh siswa menutup rangkaian kegiatan dengan berenang bersama di sekitar area kebun teh.

Raut keceriaan penuh semangat terlukis di wajah para siswa. Faeyza, siswa kelas 3 CIP, mengaku senang dapat mengikuti perjalanan ini. “Sangat seru dan menyenangkan belajar kali ini karena bisa tahu secara langsung cara membuat teh bersama teman-teman, juga dengan pemandangan dan udara yang sejuk, yang tidak bisa dijumpai di Surabaya,” ujarnya.

Sepulang dari Kebun Teh, masing-masing siswa diberikan teh khas Wonosari Lawang untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

(Khurriya/Ana)

Pengawas Kemenag Surabaya Apresiasi Pelaksanaan Asesmen Madrasah di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Asesmen Madrasah (AM) selama 7 hari, mulai Senin (28/4) hingga Selasa (6/5), yang diikuti oleh siswa kelas 6.

Pelaksanaan AM pada hari kedua dipantau langsung oleh Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kota Surabaya, Nur Hidayati, untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) guna memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.

Sebelumnya, semua siswa telah menerima pembinaan intensif dalam pembelajaran dan penguasaan materi, termasuk pembinaan akidah, agar mereka siap menghadapi AM. Salah satu kegiatan persiapan adalah malam motivasi yang digelar pada Kamis lalu, yang melibatkan siswa dan orang tua dalam doa bersama.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengunjungi sejumlah ruang asesmen dan memantau jalannya ujian. Dalam kunjungannya, ia berdiskusi dengan panitia, termasuk Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah serta para pengawas ruang.

Ida mengaku kagum dengan kesiapan MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menyelenggarakan asesmen, yang menjadi contoh bagi sekolah lain, baik dari segi kelengkapan administrasi, kesiapan teknis, maupun suasana ruang asesmen yang kondusif dan tertib.

“Pelaksanaan berjalan sangat lancar dan sukses. MI Muhammadiyah 5 Surabaya bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dengan segudang prestasi sebagai buktinya,” ujar Ida.

Ida juga mengapresiasi komitmen MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menciptakan suasana nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Ia menilai bahwa MI Muhammadiyah 5 layak menjadi pilihan orang tua, khususnya yang ada di Surabaya.

“Gedung yang dimiliki MI Muhammadiyah 5 beserta fasilitasnya yang baik, serta ustadz-ustadzah yang saling berkoordinasi, insya Allah MI Muhammadiyah 5 selalu menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif untuk putra-putri kita. Maka, MI Muhammadiyah 5 pantas menjadi pilihan orang tua,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan AM, Kepala Madrasah Umi Sarofah menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalisme dari setiap siswa dan guru yang terlibat. Bahkan, sebelum asesmen dimulai, seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha secara mandiri untuk memohon kelancaran dan kemudahan selama mengerjakan asesmen.

“Kami pastikan pelaksanaan asesmen menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, baik dari siswa maupun profesionalisme guru. Nilai sempurna tak ada artinya tanpa kejujuran di dalamnya. Kami percayakan anak-anak kami untuk mengerjakan sendiri dengan seluruh kemampuan mereka, sambil berdoa memohon kemudahan dari Allah,” ungkap Umi Sarofah.

Pelaksanaan AM ini diharapkan dapat memberikan hasil terbaik bagi seluruh siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya sebagai cerminan dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani, serta sebagai evaluasi bagi sekolah untuk terus berbenah dan berkembang menuju arah yang lebih baik.

(Ana Rose

Malam Motivasi Sekolah Mulia: Kesuksesan Anak Tergantung Ridha Orang Tua

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan malam pembinaan akhlak dan motivasi untuk siswa kelas 6 dengan mendatangkan Dion Saputra, motivator asal Sidoarjo. Acara tersebut berlangsung pada Kamis (24/4/2025) di aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Dion Saputra memulai sesi dengan menceritakan kisah sukses seorang vice president dari salah satu bank swasta di Indonesia, yang mengawali karirnya sebagai pedagang asongan di ibu kota. Berkat kegigihannya, ia akhirnya berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa.

Dion berpesan kepada seluruh siswa bahwa perjalanan meraih kesuksesan seringkali diwarnai dengan kegagalan-kegagalan kecil. Ia menekankan pentingnya sikap positif dalam menghadapi kegagalan.

“Saat kamu akan meraih kesuksesan, pasti ada kegagalan di dalamnya. Misalnya, dalam ujian, kamu mungkin menginginkan nilai yang sempurna, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Jangan berkecil hati, jadikan itu sebagai pembelajaran,” ujar Dion.

Lebih lanjut, Dion menekankan bahwa orang yang sukses adalah mereka yang mencintai dan menghormati orang tua. “Anak yang sukses adalah anak yang patuh dan hormat kepada orang tuanya serta gurunya, karena ridha orang tua adalah ridha Allah SWT,” tambahnya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah turut hadir dan memberikan motivasi kepada siswa kelas 6.

“Kami semua yang hadir di sini, ustadz dan ustadzah, bukan hanya guru kelas 6, tapi semuanya datang untuk mengantar kesuksesanmu. Kami hanya bisa mendoakan semoga kalian semua diberikan Allah kemampuan, kesehatan, kemudahan, dan kesuksesan,” jelas Umi Sarofah.

Umi kemudian bertanya kepada para siswa, “Lalu, apa yang harus kamu lakukan? Apa tugasmu sebagai siswa?” Ia menambahkan, “Tugasmu adalah serius, fokus, dan berusaha keras untuk mencapai kesuksesan dan cita-citamu.”

Suasana haru tercipta ketika siswa-siswa diberi kesempatan untuk mendekat kepada kedua orang tua mereka, meminta maaf, dan memohon doa restu agar keberuntungan dan kemudahan selalu menyertai mereka dalam meraih kesuksesan di masa depan.

(Ana Rose)