Outing Class Sekolah Mulia: Wisata Edukatif di Kebun Teh Wonosari Lawang

Seluruh siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan mengikuti outing class perjalanan edukatif ke Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, pada Rabu (30/4/2025).

Sesampainya di Kebun Teh Wonosari, seluruh siswa berkesempatan untuk berkeliling pabrik dan menyaksikan langsung proses produksi teh, mulai dari penimbangan hingga teh siap untuk didistribusikan. Dalam prosesnya, kebun teh ini mengombinasikan penggunaan mesin modern dan cara tradisional.

Selain itu, mereka juga menikmati keindahan alam dan udara segar di sekitar kebun teh, sambil menyaksikan bagaimana perawatan serta pemilihan pucuk daun teh terbaik. Ternyata, tidak sembarang daun digunakan untuk membuat teh berkualitas.

Siti Roichanah, salah satu guru yang turut serta, mengungkapkan banyak manfaat dari kegiatan belajar di luar kelas, khususnya di Kebun Teh Wonosari.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar langsung yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak, serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang pertanian dan lingkungan, terutama di daerah dataran tinggi,” paparnya.

Setelah puas berkeliling dan belajar tentang pengolahan teh, serta memanjakan mata dengan pemandangan indah, seluruh siswa menutup rangkaian kegiatan dengan berenang bersama di sekitar area kebun teh.

Raut keceriaan penuh semangat terlukis di wajah para siswa. Faeyza, siswa kelas 3 CIP, mengaku senang dapat mengikuti perjalanan ini. “Sangat seru dan menyenangkan belajar kali ini karena bisa tahu secara langsung cara membuat teh bersama teman-teman, juga dengan pemandangan dan udara yang sejuk, yang tidak bisa dijumpai di Surabaya,” ujarnya.

Sepulang dari Kebun Teh, masing-masing siswa diberikan teh khas Wonosari Lawang untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

(Khurriya/Ana)

Pengawas Kemenag Surabaya Apresiasi Pelaksanaan Asesmen Madrasah di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Asesmen Madrasah (AM) selama 7 hari, mulai Senin (28/4) hingga Selasa (6/5), yang diikuti oleh siswa kelas 6.

Pelaksanaan AM pada hari kedua dipantau langsung oleh Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kota Surabaya, Nur Hidayati, untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) guna memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.

Sebelumnya, semua siswa telah menerima pembinaan intensif dalam pembelajaran dan penguasaan materi, termasuk pembinaan akidah, agar mereka siap menghadapi AM. Salah satu kegiatan persiapan adalah malam motivasi yang digelar pada Kamis lalu, yang melibatkan siswa dan orang tua dalam doa bersama.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengunjungi sejumlah ruang asesmen dan memantau jalannya ujian. Dalam kunjungannya, ia berdiskusi dengan panitia, termasuk Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah serta para pengawas ruang.

Ida mengaku kagum dengan kesiapan MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menyelenggarakan asesmen, yang menjadi contoh bagi sekolah lain, baik dari segi kelengkapan administrasi, kesiapan teknis, maupun suasana ruang asesmen yang kondusif dan tertib.

“Pelaksanaan berjalan sangat lancar dan sukses. MI Muhammadiyah 5 Surabaya bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dengan segudang prestasi sebagai buktinya,” ujar Ida.

Ida juga mengapresiasi komitmen MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menciptakan suasana nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Ia menilai bahwa MI Muhammadiyah 5 layak menjadi pilihan orang tua, khususnya yang ada di Surabaya.

“Gedung yang dimiliki MI Muhammadiyah 5 beserta fasilitasnya yang baik, serta ustadz-ustadzah yang saling berkoordinasi, insya Allah MI Muhammadiyah 5 selalu menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif untuk putra-putri kita. Maka, MI Muhammadiyah 5 pantas menjadi pilihan orang tua,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan AM, Kepala Madrasah Umi Sarofah menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalisme dari setiap siswa dan guru yang terlibat. Bahkan, sebelum asesmen dimulai, seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha secara mandiri untuk memohon kelancaran dan kemudahan selama mengerjakan asesmen.

“Kami pastikan pelaksanaan asesmen menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, baik dari siswa maupun profesionalisme guru. Nilai sempurna tak ada artinya tanpa kejujuran di dalamnya. Kami percayakan anak-anak kami untuk mengerjakan sendiri dengan seluruh kemampuan mereka, sambil berdoa memohon kemudahan dari Allah,” ungkap Umi Sarofah.

Pelaksanaan AM ini diharapkan dapat memberikan hasil terbaik bagi seluruh siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya sebagai cerminan dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani, serta sebagai evaluasi bagi sekolah untuk terus berbenah dan berkembang menuju arah yang lebih baik.

(Ana Rose

Malam Motivasi Sekolah Mulia: Kesuksesan Anak Tergantung Ridha Orang Tua

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan malam pembinaan akhlak dan motivasi untuk siswa kelas 6 dengan mendatangkan Dion Saputra, motivator asal Sidoarjo. Acara tersebut berlangsung pada Kamis (24/4/2025) di aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Dion Saputra memulai sesi dengan menceritakan kisah sukses seorang vice president dari salah satu bank swasta di Indonesia, yang mengawali karirnya sebagai pedagang asongan di ibu kota. Berkat kegigihannya, ia akhirnya berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa.

Dion berpesan kepada seluruh siswa bahwa perjalanan meraih kesuksesan seringkali diwarnai dengan kegagalan-kegagalan kecil. Ia menekankan pentingnya sikap positif dalam menghadapi kegagalan.

“Saat kamu akan meraih kesuksesan, pasti ada kegagalan di dalamnya. Misalnya, dalam ujian, kamu mungkin menginginkan nilai yang sempurna, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Jangan berkecil hati, jadikan itu sebagai pembelajaran,” ujar Dion.

Lebih lanjut, Dion menekankan bahwa orang yang sukses adalah mereka yang mencintai dan menghormati orang tua. “Anak yang sukses adalah anak yang patuh dan hormat kepada orang tuanya serta gurunya, karena ridha orang tua adalah ridha Allah SWT,” tambahnya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah turut hadir dan memberikan motivasi kepada siswa kelas 6.

“Kami semua yang hadir di sini, ustadz dan ustadzah, bukan hanya guru kelas 6, tapi semuanya datang untuk mengantar kesuksesanmu. Kami hanya bisa mendoakan semoga kalian semua diberikan Allah kemampuan, kesehatan, kemudahan, dan kesuksesan,” jelas Umi Sarofah.

Umi kemudian bertanya kepada para siswa, “Lalu, apa yang harus kamu lakukan? Apa tugasmu sebagai siswa?” Ia menambahkan, “Tugasmu adalah serius, fokus, dan berusaha keras untuk mencapai kesuksesan dan cita-citamu.”

Suasana haru tercipta ketika siswa-siswa diberi kesempatan untuk mendekat kepada kedua orang tua mereka, meminta maaf, dan memohon doa restu agar keberuntungan dan kemudahan selalu menyertai mereka dalam meraih kesuksesan di masa depan.

(Ana Rose)

Lomba Fashion Show hingga Business Day Meriahkan Hari Kartini di Sekolah Mulia

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Ini menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Sekolah Mulia—sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan perempuan Indonesia, Sekolah Mulia menggelar serangkaian kegiatan menarik yang melibatkan siswa, guru, hingga wali murid.

Dengan tema Inspirasi Kartini Tingkatkan Peran Perempuan Menuju Indonesia Emas Berkemajuan, seluruh peserta hadir mengenakan busana khas Nusantara, kebaya lengkap dengan kain jarik, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kental dengan nilai budaya. Kegiatan digelar pada Senin (21/4/2025) di gedung MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Salah satu agenda utama adalah Business Day, ajang bagi siswa untuk belajar berwirausaha. Setiap kelas diberi kesempatan membuka stand dan menjajakan aneka makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Para siswa dan guru pun dibekali kupon belanja senilai sepuluh ribu rupiah untuk berpartisipasi.

Produk yang dijual langsung laris manis. Antusiasme tampak dari seluruh peserta, termasuk Nada, siswa kelas 4. Dengan semangat dia mengatakan, “Senang sekali, us. Hari ini bisa belajar berjualan. Semuanya habis dibeli, alhamdulillah.”

Tak hanya menjual, kreativitas para siswa diuji lewat lomba dekorasi stand terbaik. Dibantu orang tua, setiap stand didekorasi semenarik mungkin untuk memikat juri dan pengunjung.

Di sisi lain, para siswi tampil anggun dalam lomba fashion show. Perwakilan tiap kelas melenggang percaya diri di atas panggung dengan kebaya terbaik mereka. Sayla Kartika, Miss Photogenic 2020 yang hadir sebagai juri, mengungkapkan kekagumannya.

“Tidak disangka, rupanya anak-anak begitu pandai berlenggak-lenggok di atas panggung. Semua tampil cantik dan percaya diri,” ujarnya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menjelaskan latar belakang pelaksanaan Business Day dalam peringatan Hari Kartini. Business Day ini diselenggarakan sebagai bentuk implementasi anjuran pemerintah untuk mengajarkan generasi muda mencintai produk dalam negeri.

“Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, terlebih di tengah kenaikan pajak impor. Kartini menjadi inspirasi kami untuk melahirkan generasi yang berdaya, khususnya perempuan,” katanya.

Dengan kegiatan ini, Sekolah Mulia tidak hanya merayakan Hari Kartini secara seremonial, tetapi juga mengajak siswa menghayati nilai-nilai perjuangan Kartini melalui pengalaman nyata, kemandirian, dan kreativitas.

(Ana Rose)

126 Siswa Jalani Wisuda, Sekolah Mulia Konsisten Lahirkan Penghafal Al-Quran

Sebelum dinyatakan layak mengikuti wisuda, para peserta telah menjalani rangkaian seleksi dan evaluasi yang ketat. Mereka mengikuti tasmi’ yang disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube sekolah sebagai bentuk transparansi dan apresiasi bagi orang tua serta masyarakat.

Kegiatan yang bertajuk “Generasi Berakhlak Mulia Siap Membumikan Al-Qur’an untuk Indonesia Berkemajuan” ini meluluskan 126 siswa dari berbagai kategori, antara lain tahfidz juz 30 sebanyak 42 siswa, juz 1 sebanyak 4 siswa, juz 2 sebanyak 2 siswa, dan kategori wisuda Al-Qur’an sebanyak 78 siswa.

Pencapaian ini merupakan kemajuan yang signifikan dibandingkan tahun lalu dan tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang selalu konsisten dalam melanjutkan tradisi keunggulan dalam pengajaran Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, kami selalu konsisten menjaga keunggulan dalam pengajaran Al-Qur’an yang berkualitas. MI Muhammadiyah 5 dikenal masyarakat atas prestasinya dalam melahirkan penghafal Al-Qur’an,” kata Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Lebih lanjut, Umi Sarofah menambahkan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari peran orang tua yang selalu mendampingi setiap proses belajar anak-anak.

“Keberhasilan kami tak lepas dari peran orang tua yang selalu mendukung penuh setiap proses yang dilalui anak-anak. Apa yang anak-anak dapat di sekolah, selalu diulas kembali di rumah dengan murojaah bersama orang tua,” tambahnya.

Sementara itu, As’ad, Kepala Cabang Tilawati Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya, yang juga hadir, mengungkapkan kekagumannya terhadap Sekolah Mulia.

“MI Muhammadiyah 5 Surabaya adalah salah satu lembaga yang luar biasa perhatian terhadap Al-Qur’an. Hari ini, 126 siswa mengikuti wisuda, yang membuktikan komitmen besar sekolah ini terhadap pendidikan Al-Qur’an,” ujarnya.

(Metta/Ana Rose)

Bangga! Atlet Lari Sekolah Mulia Wakili Surabaya di Ajang Porseni Jatim

Kabar baik datang dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau yang biasa dikenal dengan Sekolah Mulia. Salah satu siswanya menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) Kemenag Tahun 2025 jenjang MI tingkat Kota Surabaya pada Kamis (17/4/2025).

Sebanyak 12 siswa diberangkatkan untuk mengikuti berbagai cabang lomba. Pada cabang olahraga, dua siswa (putra dan putri) mewakili seni pencak silat, dua siswa lainnya mewakili lomba lari, satu siswa putra mengikuti lomba lompat jauh, satu siswa putri mengikuti lomba bulu tangkis, satu siswa putra mengikuti lomba tenis meja, dan satu siswa putra mengikuti lomba catur.

Sementara itu, pada bidang seni, Sekolah Mulia mengirimkan dua siswa untuk mengikuti lomba pidato Bahasa Inggris dan kaligrafi, yang dilaksanakan di lokasi berbeda. Keseluruhan peserta ini sebelumnya telah bertanding di tingkat KKMI 10 dan berhasil melaju ke tingkat kota.

Dari seluruh siswa yang berlomba, beberapa berhasil meraih prestasi membanggakan. Cabang seni pencak silat putra atas nama IQ Valoephino (kelas 5) meraih peringkat ke-5, pencak silat putri atas nama Nafiza Aprilia Tasya (kelas 4) meraih peringkat ke-4, dan cabang lompat jauh diraih oleh Habib Fattah Robbani (kelas 5) dengan posisi ke-3.

Sementara itu, Jasmine Shafiyya Rahma berhasil meraih Juara 1 pada cabang lari putri jarak 60 meter, dan akan mewakili Kota Surabaya di ajang Porseni tingkat Provinsi Jawa Timur yang akan digelar di Jember.

Surya, pembina lomba cabang olahraga lari Porseni, mengungkapkan bahwa Jasmine telah menjalani latihan intensif untuk menjaga stamina dan mempersiapkan diri dengan maksimal.

“Sebelumnya kami telah berlatih secara intensif sepulang sekolah. Kami berlatih di lapangan sekolah maupun di luar, seperti di KONI, agar lebih optimal,” jelasnya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian anak didiknya.

“Alhamdulillah, pada Porseni tingkat kota tahun ini kami diberi kesempatan mewakili Kota Surabaya dalam kejuaraan tingkat provinsi untuk cabang olahraga lari putri. Ke depan, kami akan terus berusaha lebih baik lagi dan semoga bisa meraih juara. Mohon doa dan dukungannya,” ujarnya.

Sekolah Mulia Hadirkan Para Ayah dalam Seminar Parenting

MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau yang dikenal dengan Sekolah Mulia kembali menggelar halal bihalal yang dikemas dalam program parenting khusus untuk orang tua. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (12/4) di Hotel Palm Park Surabaya.

Parenting kali ini terasa istimewa karena dikhususkan untuk para ayah dan menghadirkan narasumber Heru Kusumahadi dengan tema “Peran Ayah dalam Pengasuhan Tumbuh Kembang Anak.”

Sebelum acara inti dimulai, suasana haru menyelimuti ruangan. Para ayah disambut dengan tayangan berisi ucapan terima kasih dan puisi menyentuh dari para siswa, serta film pendek yang membuat banyak peserta terharu.

Tak hanya itu, seorang wali murid bernama Bagus turut naik ke atas panggung membacakan puisi khusus untuk para ayah yang hadir.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah, menjelaskan latar belakang terselenggaranya acara ini. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pendidikan anak.

“Selama ini ayah lebih sering dianggap hanya sebagai pencari nafkah, sedangkan peran mendidik lebih banyak dibebankan kepada ibu. Padahal, mendidik anak adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Ia juga menambahkan komitmen sekolah dalam mendukung orang tua dalam mendidik anak-anak mereka.

“Kami ada di belakang panjenengan semua untuk meringankan tugas ayah dan bunda. Kami terus berbenah dan mengasah diri agar bisa memberikan yang terbaik,” ungkapnya.

Menariknya, seluruh elemen pendukung kegiatan—mulai dari MC, moderator, dirijen, operator, hingga dokumentasi—ditangani oleh para ustaz. Semua dipersiapkan secara khusus demi mendukung suasana parenting bertema ayah tersebut.

Ketua Majelis Dikdasmen PCM Gubeng, Amanto Prajudisiono, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara sekolah dan komite.

“Sekolah tidak bisa berjalan dengan baik tanpa kolaborasi dengan komite. Seperti sekarang ini, kegiatan parenting yang fokus pada peran ayah menjadi contoh nyata bahwa kebutuhan wali murid perlu didengar dan difasilitasi,” tuturnya.

Kegiatan ini pun mendapat respons luar biasa dari para wali murid, terutama para ayah. Kehadiran mereka bahkan lebih banyak dibandingkan para ibu. Antusiasme terlihat hingga sesi tanya jawab, di mana banyak peserta mengacungkan tangan untuk berdialog langsung.

Dalam materinya, Heru Kusumahadi menyampaikan pesan penting tentang menjaga qurrota a’yun terhadap istri dalam rumah tangga.

“Sejak awal saya berkomitmen menjaga itu. Kenapa? Karena saya yakin jika para ayah menjaga qurrota a’yun, maka anak-anak akan tumbuh dalam keluarga yang harmonis. Semua akan mengikuti,” tegasnya.

(Ana Rose)

Baitul Arqam Sekolah Mulia: Menanamkan Karakter Islami sejak Dini

I Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Baitul Arqam bagi seluruh siswa kelas 1 hingga 6 selama tujuh hari, mulai Jumat (14/3) hingga Kamis (21/3), dengan berbagai kegiatan yang disesuaikan untuk setiap jenjang kelas.

Berbeda dari tahun sebelumnya, Baitul Arqam kali ini dikemas lebih menarik, baik dari segi tema, materi, kegiatan, maupun jadwal pelaksanaannya. Kegiatan untuk kelas 1–3 berlangsung dari pukul 08.00 pagi hingga tarawih, sedangkan kelas 4–6 dilaksanakan hingga menginap.

Kegiatan diawali dengan pembagian kelompok yang menggabungkan siswa dari berbagai kelas. Setiap hari, mereka mendapatkan materi seputar ibadah, kurikulum karakter Mulia is Mine, pembuatan karya, istirahat siang, praktik ibadah, tausiyah, dongeng islami, dan berbagai aktivitas lainnya.

Tema yang diangkat, Ramadhan Tanamkan Mulia is Mine, Wujudkan Generasi Mulia yang Berkemajuan, selaras dengan upaya Sekolah Mulia dalam mengimplementasikan kurikulum karakter yang telah mereka cetuskan.

“Kami ingin menanamkan pendidikan karakter pada siswa, mengajarkan bagaimana bersikap baik di rumah maupun di sekolah, serta bagaimana berinteraksi dengan teman dan menyayangi sesama,” ujar Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarof

Antusiasme siswa terlihat begitu tinggi, terutama bagi kelas 1 dan 2 yang untuk pertama kalinya merasakan pengalaman belajar di sekolah sejak pagi hingga tarawih.

“Alhamdulillah, anak-anak sangat menikmati Baitul Arqam ini. Meskipun jadwalnya padat dari pagi hingga tarawih, mereka tetap semangat dan bahagia. Tentunya, ini juga berkat dukungan dan kepercayaan dari para wali murid,” tambahnya.

Setelah kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari di sekolah maupun di rumah. Baitul Arqam juga menjadi bagian dari komitmen Sekolah Mulia dalam mencetak generasi salih-salihah yang menjadi aset berharga bagi kedua orang tua di dunia dan akhirat.

(Ana Rose)

PCM Gubeng Siap Lahirkan Kader Militan lewat Baitul Arqam

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng kembali menggelar kegiatan Baitul Arqam di bulan Ramadan 1446 H. Kegiatan ini diikuti oleh 145 peserta dari berbagai unsur dan berlangsung pada Minggu (9/3) di MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Ketua PCM Gubeng Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa Baitul Arqam merupakan salah satu upaya meneguhkan keimanan dan memantapkan ibadah dalam rangka membentuk kader yang militan.

“Muhammadiyah adalah gerakan, dan sebagai gerakan, ia harus selalu bergerak. Perubahan ke arah yang lebih baik dapat diwujudkan salah satunya melalui Baitul Arqam, yang bertujuan meneguhkan keimanan dan memantapkan ibadah kita semua,” ujarnya.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 21.00 malam, setelah salat tarawih berjamaah. Meski berpuasa, para peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.

Antusiasme peserta semakin meningkat karena Baitul Arqam PCM Gubeng kali ini menghadirkan empat narasumber terbaik dengan materi yang beragam dan inspiratif.

Materi pertama disampaikan oleh Najih Ihsan dengan topik Tauhid Kokoh, Implementasi Nyata dalam Bermuhammadiyah. Ia menegaskan bahwa tauhid adalah pondasi utama Muhammadiyah dalam menjalankan amal usahanya.

“Sesungguhnya ketuhanan adalah hak Allah semata. Maka, bertuhan, beribadah, serta tunduk dan taat kepada Allah merupakan satu-satunya ketentuan,” tegas Najih.

Materi kedua, Manajemen Diri untuk Menghidupkan Organisasi, disampaikan oleh Khoirul Abduh. Ia menjelaskan bahwa individu perlu mampu mengatur waktu, mengelola emosi, dan menentukan tujuan hidupnya.

“Jika semua itu tercapai, maka kepemimpinan dalam organisasi akan berjalan dengan baik,” jelas Wakil Ketua PWM Jatim tersebut.

Lebih lanjut, Abduh juga menekankan pentingnya memilih pemimpin yang kaffah.

“Pilih pemimpin yang kaffah, yang totalitas. Keluarganya pun aktif dalam Muhammadiyah, sehingga bisa menjadi panutan bagi kita semua,” tambahnya.

Materi ketiga, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, disampaikan oleh Wakil Ketua PWM Jatim Sulthon Amien. Sementara materi terakhir, Ibadah Shahih dan Amal Salih, dibawakan oleh Wakil Ketua PDM Surabaya Suhadi.

Selain sesi materi, peserta juga mengikuti Forum Diskusi dan Aksi (FDA). Dalam sesi ini, panitia membagi peserta ke dalam kelompok diskusi untuk mendalami materi yang telah disampaikan. Hasil diskusi tersebut kemudian menjadi refleksi bagi peserta agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan tujuan utama penyelenggaraan Baitul Arqam.

(Ana Rose)

Sambut Ramadhan dengan Kepedulian, Sekolah Mulia Bagikan Puluhan Paket Sembako

Menjelang bulan suci Ramadhan, Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menggelar kegiatan berbagi kebahagiaan dengan membagikan paket sembako kepada siswa yang membutuhkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan di kalangan siswa serta warga sekolah.

Acara berlangsung pada Selasa (25/2/2025) di aula Sekolah Mulia, dengan menghadirkan wali murid yang menerima langsung bantuan sosial tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan tepat sebelum libur awal puasa, sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa yatim dan dhuafa. Sebanyak 90 paket sembako telah disiapkan untuk dibagikan kepada penerima yang telah ditentukan.

Selain pembagian sembako, acara diawali dengan tausiah singkat tentang persiapan menyambut Ramadhan. Para siswa mendapatkan pesan inspiratif mengenai pentingnya menjalani bulan suci dengan penuh kesyukuran dan amal kebaikan.

Tausiah ini disampaikan oleh Ustaz Khanif, yang mengingatkan siswa agar menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kegembiraan.

“Anak-anak, sambutlah bulan suci ini dengan senang dan gembira. Perbanyak bersyukur karena Allah masih mempertemukan kita dengan Ramadhan. Mari kita isi bulan ini dengan hal-hal positif,” pesannya.

Sebagai tambahan hiburan, Keisya, siswa kelas 5 yang sebelumnya meraih juara dalam ajang nasyid, turut memeriahkan acara dengan suara merdunya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat mempersiapkan hati dan fisik dengan baik untuk menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan, serta semakin memahami makna berbagi dan peduli terhadap sesama.

(Ana Rose)