Sah! Nundun Nety Sufyan Resmi Pimpin MI Muhammadiyah 5 Surabaya Periode 2025-2029

Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar pelantikan Kepala MI Muhammadiyah 5 (MIM-5) Surabaya atau lebih dikenal Sekolah Mulia, masa jabatan 2025-2029.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung MIM 5 pada Jumat 15 Agustus 2025 dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr H M Ridlwan MPd, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Muhammad Jemadi MA, Drs H Suhadi M Sahli, serta Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA.Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES, Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto, jajaran PCM-PCA Gubeng Surabaya, beberapa kepala atau perwakilan SD/MI, SMP/Mts Muhammadiyah se-kota Surabaya, dan undangan lainnya.

Surat Keputusan Kepala Sekolah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya yang dibacakan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto memutuskan bahwa Nundun Nety Sufyan SPd sebagai Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya dengan masa jabatan 2025-2029 menggantikan Umi Syarofah MPd yang telah menjadi kepala madrasah tersebut selama 2 periode.

Sebagai kepala sekolah terpilih, Nundun Nety menyatakan bahwa kedepannya banyak program-program yang akan dilaksanakan, tentunya bersinergi antara pihak sekolah, guru, dengan jajaran PCM Gubeng serta PDM Surabaya.Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi dari Umi Syarofah sebagai kepala madrasah selama 2 periode yang telah membawa MIM 5 menjadi salah satu Madrasah Ibtidaiyah yang masuk kategori unggul nasional.

“Tentunya, kita berharap, apa yang telah dirintis, dilakukan, dan dikembangkan oleh Umi Syarofah menjadi bagian daripada amal jariyah, mudah-mudahan nanti juga diikuti, dikembangkan, dan ditingkatkan oleh kepala madrasah baru yaitu Nundun Nety Sufyan,” ujarnya.

Sulaiman berpesan kepada semua pihak terutama seluruh guru dan karyawan untuk mendukung Nundun Nety Sufyan, karena perjalanan MIM 5 masih sangat panjang.

“Masih banyak hal yang harus ditingkatkan, dan yang kurang mari bersama-sama kita perbaiki. Apalagi moto dari MIM 5 adalah, satukan hati, gapai prestasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Sulaiman menambahkan bahwasanya pihak PCM, majelis, dan seluruh amal usaha di lingkungan Gubeng akan senantiasa mendukung, termasuk renovasi masjid dan gedung MIM 5 Surabaya.

“Mudah-mudahan, kedepan semakin meningkat, siswanya semakin banyak, sekolah mencapai tingkat yang lebih tinggi, dan Nundun Nety Sufyan bisa melaksanakan amanah yang luar biasa beratnya,” harapnya.

Karena MIM 5 Surabaya juga dikenal Sekolah Mulia, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES menyatakan akronim untuk Mulia yakni,
M: Menginspirasi, Sekolah Mulia harus bisa menginspirasi.

U: Unggul, Sekolah Mulia harus unggul, sehingga akan menjadi barometer madrasah di Surabaya.

L: Loyalitas, harus loyalitas, betul-betul hati, pikiran, dan tenaganya dicurahkan kepada Sekolah Mulia MIM 5. Kalau loyal disekolah akan memunculkan sebuah kemajuan yang sangat pesat.

I: Inovasi, Bagaimana Sekolah Mulia MIM 5 ini harus selalu berinovasi yang baik, sehingga memunculkan ide-ide baru.

A: Akhlak Mulia, akhlak kita harus betul-betul mulia.

“Mudah-mudahan bermanfaat, dan MIM 5 semakin maju,” harap Dikky.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Muhammad Jemadi MA merasa sangat bangga bahwasanya Sekolah Mulia MIM 5 telah menorehkan prestasi dan menjadi salah satu sekolah yang memiliki reputasi baik di Surabaya.

“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak — kepala madrasah sebelumnya, para guru, staf, dan dukungan orang tua. Namun, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Kita perlu strategi dan semangat baru agar Sekolah Mulia MIM 5 terus tumbuh dan relevan dengan zaman,” tuturnya.

“Salah satu kunci yang perlu kita terapkan adalah Growth Mindset — pola pikir berkembang. Dengan growth mindset, kita percaya bahwa kecerdasan dan kemampuan bisa terus diasah melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru dan seluruh civitas akademika,” imbuh pak Je.

Bagi siswa, sambung pak Je, growth mindset akan menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan dan tidak takut gagal.

Bagi guru, growth mindset memotivasi untuk terus berinovasi, mencoba metode baru, dan belajar dari pengalaman.

Bagi sekolah, growth mindset berarti selalu terbuka terhadap perbaikan, berani berubah, dan berorientasi pada masa depan.

“Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengedepankan inovasi, dan membangun budaya sekolah yang positif. Insya Allah, MI Mulia akan semakin maju, berprestasi, dan menjadi kebanggaan kita semua,” ppungkasnya (Sigit).

Sekolah Mulia Punya Nakhoda Baru, Nundun Nety Sufyan Gantikan Umi Sarofah

Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya melantik Kepala MI Muhammadiyah 5 (MIM 5) Surabaya, yang lebih dikenal dengan Sekolah Mulia, untuk masa jabatan 2025–2029. Kegiatan ini berlangsung di Gedung MIM 5 pada Jumat (15/8) dan dihadiri Ketua PDM Surabaya Dr H M Ridlwan MPd, Wakil Ketua Muhammad Jemadi MA, Drs H Suhadi M Sahli, serta Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA.

Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES, Sekretaris Majelis Dikdasmen Sugeng Purwanto, jajaran PCM-PCA Gubeng Surabaya, sejumlah kepala atau perwakilan SD/MI, SMP/Mts Muhammadiyah se-kota Surabaya, serta undangan lainnya.

Surat Keputusan Kepala Sekolah dari PDM Surabaya yang dibacakan oleh Sugeng Purwanto menetapkan Nundun Nety Sufyan SPd sebagai Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menggantikan Umi Syarofah MPd yang telah memimpin madrasah ini selama dua periode.

Sebagai kepala sekolah terpilih, Nundun Nety menyatakan bahwa ke depan akan banyak program yang dilaksanakan, tentunya bersinergi antara pihak sekolah, guru, jajaran PCM Gubeng, dan PDM Surabaya.

Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Umi Syarofah selama dua periode, yang telah membawa MIM 5 menjadi salah satu Madrasah Ibtidaiyah unggulan nasional.

“Tentunya, kita berharap, apa yang telah dirintis, dilakukan, dan dikembangkan oleh Umi Syarofah menjadi bagian daripada amal jariyah, mudah-mudahan nanti juga diikuti, dikembangkan, dan ditingkatkan oleh kepala madrasah baru, Nundun Nety Sufyan,” ujarnya.

Sulaiman berpesan kepada seluruh pihak, terutama guru dan karyawan, untuk mendukung Nundun Nety Sufyan karena perjalanan MIM 5 masih panjang.

“Masih banyak hal yang harus ditingkatkan, dan yang kurang mari bersama-sama kita perbaiki. Apalagi moto MIM 5 adalah ‘satukan hati, gapai prestasi’,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sulaiman menambahkan bahwa pihak PCM, majelis, dan seluruh amal usaha di lingkungan Gubeng akan senantiasa mendukung, termasuk renovasi masjid dan gedung MIM 5 Surabaya.

“Mudah-mudahan, ke depan semakin meningkat, siswanya semakin banyak, sekolah mencapai tingkat yang lebih tinggi, dan Nundun Nety Sufyan bisa melaksanakan amanah yang luar biasa beratnya,” harapnya.

Terus Bergerak dengan Growth Mindset dan Nilai Sekolah Mulia

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES menjelaskan akronim MULIA bagi Sekolah Mulia:

  • M: Menginspirasi – Sekolah Mulia harus bisa menginspirasi.
  • U: Unggul – Sekolah Mulia harus unggul dan menjadi barometer madrasah di Surabaya.
  • L: Loyalitas – Hati, pikiran, dan tenaga dicurahkan sepenuhnya untuk kemajuan sekolah.
  • I: Inovasi – Sekolah harus selalu berinovasi untuk memunculkan ide-ide baru.
  • A: Akhlak Mulia – Seluruh civitas akademika harus memiliki akhlak mulia.

Dikky berharap akronim ini bermanfaat dan MIM 5 semakin maju.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Surabaya Muhammad Jemadi MA menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi Sekolah Mulia MIM 5 yang telah menorehkan reputasi baik di Surabaya.

“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak — kepala madrasah sebelumnya, guru, staf, dan dukungan orang tua. Namun, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Kita perlu strategi dan semangat baru agar Sekolah Mulia MIM 5 terus tumbuh dan relevan dengan zaman,” ujarnya.

Menurut Muhammad Jemadi, salah satu kunci yang perlu diterapkan adalah growth mindset atau pola pikir berkembang. Dengan growth mindset, kecerdasan dan kemampuan dapat terus diasah melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Hal ini berlaku bagi siswa, guru, dan seluruh civitas akademika.

“Bagi siswa, growth mindset menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan dan tidak takut gagal. Bagi guru, ini memotivasi untuk terus berinovasi, mencoba metode baru, dan belajar dari pengalaman. Bagi sekolah, artinya selalu terbuka terhadap perbaikan, berani berubah, dan berorientasi pada masa depan,” imbuhnya.

“Mari kita jadikan pelantikan ini momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengedepankan inovasi, dan membangun budaya sekolah yang positif. Insya Allah, MI Mulia akan semakin maju, berprestasi, dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.

(Yuda/AS)

Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Unik dan Edukatif, Menjaga Kebersamaan

Berbagai macam perlombaan digelar untuk menyemarakkan HUT Kemerdekan Republik Indonesia yang ke-80.

Salah satunya, di sebuah sekolah di Surabaya menggelar berbagai lomba unik dan menarik, namun tetap edukatif. Diharapkan, dengan kegiatan ini bisa menjalin bersamaan dan keakraban, serta menjaga sportifitas dalam berlomba.

Kegembiraan terpancar dari wajah anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Muhammadyah 5 Surabaya, saat mengikuti sejumlah perlombaan dalam rangka menyemarakkah HUT Kemerdekaan RI ke-80, Selasa (12/08/20250 pagi.

Sorak sorai mereka bersahutan saat memberikan dukungan kepada teman-temannya yang mengikuti perlombaan yang digelar di sekolah mereka.

berbagai lomba unik dan menarik digelar di sekolah tersebut, diantaranya balapan karung zig-zag mengenakan helm, lomba mengapit sedotan dengan bibir atas, adu cepat meniup gelas plastic, balapan menyunggih tempeh sambil makan roti, menata bendera sesuai bentuk dan lomba memasukan bola dalam gelas.

sejumlah siswa siswi merasa senang dan gembira mengikut beberapa perlombaan tersebut. Mereka mengaku cukup terhibur dengan mengikuti lomba-lomba ini, apalagi saat mendapat dukukang dari teman-temannya. Meski kalah, tak jadi masalah bagi mereka asalkan dilakukan secara jujur dan sportif.

“Tadi saya ikut lomba balap karung pake helm. Seru banget dan senang bisa ikut lomba ini,” ungkap Faaza Aska, siswa kelas 6 bertubuh subur ini.

“Sulitnya tadi waktu pake karung terus berjalan atau lari itu kalau gak seimbang bisa jatuh. Apalagi saat lewat jalan yang zig zig kalau gak hati-hati kita bisa jatuh hehehe,” ujarnya sembari tersenyum.

Aska sendiri mengaku kalah saat berlomba melawan teman-temannya. Meski begitu dia legowo dan tetap merasa senang.

“Gak apa apa kalah yang penting bisa ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan ini,” tandasnya.

Senada dengan Aska, peserta lomba lain bernama Keisyah juga merasa gembira bisa ikut mememeriahkan HUT RI ke-80.

“Senang bisa ikut lomba ini (balap karung zig zig sambil pake helm). Serunya itu kalau lihat teman-teman yang jatuh terus bangkit lagi dan berlari sambil pake karung. Semangat terus pokoknya,” ucap Keisyah, siswi kelas 6 ini

Sementara itu, Kepala Sekolah setempat Umi Sarofah menyebutkan, pihaknya sengaja menggelar beragam perlombaan ini untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun. Tak sekedar adu kecepatan dan ketangkasanm namun juga menonjolkan nilai edukasi dan sportiftas.

“Jadi dengan lomba lomba yang digelar di sini kami ingin anak-anak selain berkompetisi dengan baik, namun juga bisa bersatu dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI ket 80 tahun kali ini, yakni Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,” ungkap Umi Sarofah.

“Ini kami tuangkan dalam semangat berlomba tentang kebersatuan, perjuangan, yang terpenting adalah kejujuran dan sportifitas pada anak-anak, sehingga dalam lomba ini tidak hanya kemenangan yang diraih, melainkan bagaimana menghargai teman-temannya dan jujur, saling membantu, bekerja sama dengan teman-temannya,” tandas Umi. (mosair)

Lewat Tasmi’ Juz 1, Siswa Sekolah Mulia Buktikan Istiqamah Cinta Al-Qur’an

Semangat mencintai Al-Qur’an kembali ditunjukkan oleh siswa kelas 4 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) yang sukses melaksanakan kegiatan Tasmi’ Juz 1 di hadapan para guru dan teman-teman mereka pada Kamis (7/8).

Kegiatan tasmi’ ini merupakan bagian dari program tahfidz sekolah yang rutin digelar untuk mengukur capaian hafalan siswa sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum. Sebanyak 9 siswa berpartisipasi, memperdengarkan hafalan Juz 1 (Surah Al-Baqarah ayat 1–141) tanpa melihat mushaf, dengan penuh percaya diri dan khusyuk.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube MuliaTV serta akun Instagram sekolah. Antusiasme orang tua terlihat dari dukungan yang mereka sampaikan melalui kolom komentar, menyapa, dan memberi semangat bagi putra-putrinya secara bergantian.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para siswa.

“Tasmi’ ini bukan hanya tentang hafalan, tapi juga keberanian, keistiqamahan, dan bukti cinta mereka kepada Al-Qur’an. Semoga menjadi amal jariyah dan motivasi bagi teman-teman lainnya,” ujarnya.

Senada, penanggung jawab program tahfidz, Syahrul, menyampaikan bahwa progres hafalan siswa terus menunjukkan peningkatan.

“Alhamdulillah, progres menghafal anak-anak semakin baik. Banyak yang sudah konsisten menyetor hafalan, bahkan beberapa mampu menambah target di luar yang ditentukan,” ungkapnya.

Melalui program tahfidz yang konsisten, Sekolah Mulia berharap dapat menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur’an sejak dini, mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

(Ana Rose)

Menteri Pembangunan Internasional Australia Tinjau Praktik Baik Literasi di Sekolah Mulia

Suasana berbeda tampak di Jalan Jojoran pada Selasa pagi (5/8/2025). Sejumlah aparat terlihat memadati sepanjang jalan tersebut guna mengamankan lalu lintas menyambut kedatangan Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly, di Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Kunjungan itu bertujuan untuk meninjau secara langsung dampak kemitraan pendidikan antara Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dan Muhammadiyah yang telah terjalin sejak 2018.

Sesampainya di gerbang sekolah, wanita yang akrab disapa Aly itu disambut oleh Putra-Putri Mulia dengan pengalungan syal bertuliskan Sekolah Mulia beserta logo yang tersemat di syal tersebut. Saat menuju aula, Aly dibuat kagum oleh penampilan tari remo singkat dari para siswa.

Apresiasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi

Program INOVASI merupakan kolaborasi antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Australia untuk melihat secara langsung praktik baik pembelajaran yang telah berhasil diterapkan di Sekolah Mulia, salah satu sekolah mitra terpilih di Surabaya.

Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menyambut kedatangan Menteri dan perwakilan Kedutaan Besar Australia dengan penuh antusias.

“Alhamdulillah, sekolah kami terpilih untuk dikunjungi Ibu Menteri Australia. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” terangnya.

Dalam kunjungannya, Aly turut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa. Ia membacakan cerita menggunakan big book, sebuah buku berukuran besar yang dirancang untuk memperkenalkan kosakata baru dan meningkatkan minat baca anak melalui pendekatan yang menyenangkan.

Tak hanya itu, Aly juga menjajal permainan ular tangga numerasi yang dirancang untuk melatih logika dan pemahaman matematika siswa melalui metode bermain.

Sugiyo, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Kantor Wilayah Jawa Timur, yang turut hadir pagi itu, memberikan semangat dan apresiasi atas keberhasilan MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Menurutnya, pencapaian ini dapat menjadi pemacu bagi madrasah lainnya untuk berbenah dan belajar dari Sekolah Mulia.

“Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke sekolah ini. Alhamdulillah, saya lihat kelas-kelasnya dipenuhi media pembelajaran dan karya siswa. Pembelajarannya juga sudah berbasis student oriented, artinya sangat bagus dan semoga bisa menular ke madrasah lainnya. Saya rasa akan banyak madrasah yang tertarik untuk belajar di sini,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Australia dan Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar dengan menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.

(Ana Rose)

Tiga Siswa Sekolah Mulia Torehkan Prestasi Tahfidz Tingkat Kota Surabaya

Kabar menggembirakan datang dari Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, di awal pekan pada Senin (21/7).

Berita bahagia itu disampaikan langsung oleh Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah di hadapan seluruh warga sekolah, mulai guru, karyawan, hingga siswa. Tiga siswa berhasil meraih prestasi membanggakan dalam kejuaraan tahfidz tingkat Kota Surabaya.

Dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Majalah Anas dan berlangsung di BG Junction Mall Surabaya, puluhan peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian. Namun, semangat para mujahid Al-Qur’an dari Sekolah Mulia tak gentar bersaing.

Tiga siswa dari jenjang berbeda menunjukkan kemampuan terbaiknya. Aisyah Nuha, siswa kelas 3, berhasil meraih juara 3 kategori B. Sementara itu, Ziyad dari kelas 6 meraih juara 2 dan Tanisha dari kelas 6 sukses meraih juara 1 di kategori C.

Dengan lugas dan percaya diri, para siswa mampu menjawab pertanyaan dewan juri secara tepat dan meyakinkan.

Umi Sarofah menyampaikan rasa bangganya atas capaian anak didiknya.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak lelah mengikuti lomba-lomba demi mengasah kemampuan yang dimiliki. Hampir setiap pekan selalu muncul nama-nama baru yang mengisi deretan prestasi di MI Muhammadiyah 5,” ungkapnya.

Menurutnya, perlombaan bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga media untuk menambah pengalaman dan menjaga hafalan Al-Qur’an yang telah dikuasai.

(Ana Rose)

Tim INOVASI dan Kedubes Australia Tinjau Praktik Baik Literasi di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mendapat kunjungan istimewa dari tim INOVASI dan Kedutaan Besar Australia. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat praktik baik dalam literasi serta meninjau bantuan yang telah diberikan oleh Pemerintah Australia kepada Indonesia.

Pada Rabu (23/7/2025), delapan orang hadir untuk meninjau kesiapan MI Muhammadiyah 5 dalam melaksanakan kegiatan visit yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus mendatang.

Kepala sekolah, para guru, dan siswa menyambut rombongan dengan antusias. Meski pertemuan berlangsung singkat, suasananya begitu hangat dan berkesan.

“Kami persiapkan sebaik mungkin untuk menyambut semua yang hadir karena merasa senang dan bangga menjadi sekolah pilihan dalam kegiatan ini,” ungkap Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah.

Sekolah Mulia menjadi salah satu sekolah sasaran karena merupakan mitra terpilih di Surabaya yang dinilai berhasil menerapkan program literasi dan numerasi sejak 2021.

Dalam kunjungan tersebut, tim INOVASI dan pihak sekolah berdiskusi serta bertukar pikiran guna menyiapkan segala keperluan untuk agenda pada 5 Agustus.

Lebih lanjut, Umi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi dorongan bagi seluruh tenaga pendidik di Sekolah Mulia untuk terus berbenah, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi.

“Kunjungan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus meningkatkan budaya literasi di sekolah. Ini bisa menjadi acuan bagi perbaikan dan pengembangan ke depan,” imbuhnya.

Sebelum meninggalkan sekolah, para tamu diajak berkeliling mengunjungi sejumlah ruang kelas literasi. Mereka mengapresiasi kreativitas guru dalam pengembangan program literasi dan dibuat kagum dengan sudut hijau Sekolah Mulia yang tampak asri dan menyejukkan.

(Ana Rose)

Dongeng Inspiratif Semarakkan Hari Anak Nasional di Sekolah Mulia

Rabu (23/7/2025) pagi, aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya dipenuhi semangat berbeda. Gema Muharam menjadi pembuka hari, bukan sekadar seremoni, tapi ruang menyenangkan bagi anak-anak untuk memahami makna hijrah.

Sebelum acara dimulai, aula diselimuti lantunan lagu Dengan Nafasmu dari Ungu. Dinyanyikan oleh tim nasyid dengan suara polos nan tulus, lagu itu bagai doa yang mengalir dari mulut-mulut kecil mereka.

Meski tak semua paham arti liriknya, ketenangan yang tercipta menyiratkan bahwa pagi itu akan menjadi sesuatu yang istimewa.

Suasana pun menghangat saat Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menyampaikan pesan singkat namun bermakna. Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, kepala sekolah mengingatkan bahwa setiap anak adalah anugerah yang harus dijaga dan ditumbuhkan dengan kasih sayang, ilmu, dan akhlak.

“Jadilah anak yang tak hanya pintar, tapi juga tahu bagaimana berbakti dan berbagi,” ucapnya.

Momen yang paling dinanti hadir ketika Kak Rika, pendongeng tamu, naik ke panggung. Dengan suara lantang dan gerak ekspresif, ia mengajak anak-anak menyelami malam bersejarah saat Rasulullah SAW bersiap hijrah dari Makkah ke Madinah—malam yang penuh risiko dan keimanan.

Anak-anak mendengarkan dengan antusias. Mereka menyimak kisah pengepungan rumah Nabi oleh pemuda Quraisy, keberanian Sayidina Ali menggantikan posisi tidur Nabi, hingga peristiwa luar biasa yang tertulis dalam Surah Yasin ayat 9. Mereka juga mengikuti kisah Nabi bersembunyi bersama Abu Bakar di Gua Tsur.

Dongeng inspiratif itu tidak hanya mengisahkan petualangan, tapi membuka mata anak-anak tentang keberanian, kejujuran, dan tawakal kepada Allah.

Kak Rika menyampaikan bahwa menjadi anak saleh bukan sekadar pandai mengaji atau rajin salat, tapi juga berani memilih jalan yang benar meski sulit. “Seperti Ali, seperti Rasulullah,” ujarnya.

Meski kelak mereka mungkin lupa detail ceritanya, benih nilai yang tertanam hari itu akan tumbuh dalam belajar, dalam pertemanan, dan dalam diam saat mereka ingin menjadi pribadi yang lebih baik.

(Ana Rose)

Dongeng Inspiratif Muharam Warnai Peringatan Hari Anak Nasional

Tepat pada peringatan Hari Anak Nasional, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar kegiatan positif yang dikemas dengan apik dan menarik dengan tema muharam.

Acara ini bukan sekedar peringatan seremonial, tapi ruang bagi anak-anak untuk mengenal makna hijrah lewat cara yang menyenangkan.

Pada hari Rabu (23/7) seluruh siswa memadati aula seusai doa pagi bersama untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Diawali penampilan Nasyid yang membawakan lagu “Dengan Nafasmu” dari Ungu, seluruh audiens yang hadir terpukau dengan suara mereka yang merdu.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah dalam sambutannya berpesan pada anak-anak bahwa setiap anak adalah anugerah yang harus dijaga dan ditumbuhkan dengan kasih sayang, ilmu, dan akhlak.

“Jadilah anak yang tak hanya pintar, tapi juga tahu bagaimana berbakti dan berbagi,” ucapnya.

Masuk pada acara inti, pendongeng favorit anak-anak kak Rika hadir memecahkan suasana.

Kak Rika mengajak semua yang hadir untuk menengok kembali kisah malam yang paling menentukan dalam sejarah Islam. Malam dimana Rasulullah bersiap meninggalkan Makkah menuju Madinah. Malam ketika nyawa dan keimanan diuji dalam diam.

Diceritakan Abu Sufyan memerintahkan sepuluh pemuda Quraisy mengepung rumah Rasulullah. Bagaimana Ali menggantikan posisi tidur Nabi. Bagaimana mata para pemuda itu tak mampu melihat Rasulullah keluar dari rumahnya, sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur’an surat Yasin ayat 9.

Bukan hanya sekedar kisah, hal itu memberikan pemahaman pada anak-anak tentang keberanian, kejujuran, dan kepercayaan kepada Allah.

Kegiatan itu menanamkan nilai bahwa menjadi anak yang solih-soliha bukan sekedar pandai mengaji atau rajin sholat tapi juga dengan hati yang berani mengambil pilihan benar meskipun sulit seperti yang dicontohkan Ali juga Rasulullah. (Ana Rose)

 

 

 

Artikel ini telah tayang di enews.com dengan judul “Dongeng Inspiratif Muharam Warnai Peringatan Hari Anak Nasional “, Klik untuk baca: https://enews.id/berita/detail/dongeng-inspiratif-muharam-warnai-peringatan-hari-anak-nasional

Matsama Siswa Baru: Ada Drama Guru Anti Bullying dan Layang Layang Harapan

Berbagai acara digelar beberapa guru di awal masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) kepada para muridnya.

Salah satunya, di sekolah dasar di Surabaya, yang mengajarkan anti kekerasan dan  bullying sejak dini kepada murid barunya melalui kegiatan drama, yang diperankan para guru.Selain itu, para siswa siswi ini  juga menuliskan cita citanya di layang-layang untuk kemudian ditempel di spanduk agar mereka terus semangat meraih impiannya.Para siswa siswi baru di Madrasah Ibtidahiyah Muhammadyah 5 Surabaya disuguhi drama anti kekerasan atau bullying saat mengikuti Masa Ta’aruf Madrasah  (Matsama) atau semacam MPLS, Selasa, 15 Juli 2025, pagi.

Para siswa ini cukup senang dan antusias menyaksikan drama yang diperankan oleh para guru tersebut.

Drama ini menceritakan tentang perilaku atau tindakan sejumlah siswa, yang membully temannya sendiri, saat di kelas maupun di halaman sekolah.

Mereka mengolok-olok siswa yang tidak mampu tersebut dan tidak mengajaknya bermain karena pakaiannya lusuh dan bau.

Mengetahui hal tersebut, sang guru kemudian mereka yang telah membully temannya dan memberikan arahan para muridnya  bahwa tindakan tersebut  diperbolehkan.

Mereka pun akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada temannya. Mereka kemudian bermain bersama-sama.

Dengan drama ini diharapkan para siswa yang baru duduk di kelas satu ini memahami bahwa melakukan tindakan kekerasan dan bullying  tidak diperbolehkan terjadi dan dilarang di lingkungan sekolah.

Hal ini karena bisa mengganggu pertumbuhan dan karekter anak-anak,” ungkap Kepala Sekolah MI Muhammadyah 5 Surabaya Umi Saropah.

Umi Saropah menambahkan, selain drama anti kekerasan dan bullying, dalam kegiatan Matsama ini para siswa siswinya juga diminta menuliskan cita-citanya pada layang-layang kecil.

Selanjutnya, layang- layang yang telah ditulis cita-cita itu ditempelkan ke spanduk setinggi-tingginya.

“Harapan kami  agar anak-anak  ini selalu mengingat cita-citanya itu dan berupaya meraih cita-citanya meski dengan bersusah payah dan butuh perjuangan untuk mewujudkannya,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah siswa siswi merasa senang dengan kegiatan Matsama atau MPLS ini. Mereka merasa terhibur bisa mengikuti kegiatan tersebut.

Apalagi saat menyaksikan drama dan menulis cita-cita di layangan dan menempelkannya di spanduk.

“Saya senang sekali melihat drama dan menulis cita-cita di laying-layang. Cita-cita saya jadi arsitek,” ujar Ali Al Ghozi Hakim,” salah seorang siswa seusai menempelkan layang-layang di spanduk.

Diharapkan, dengan kegiatan Matsama ini para murid bisa mengenal dan memahami tindakan bullying tidak dipernankan baik di sekolah maupun di lingkungan rumah.

Selain itu, agar anak-anak ini mempunyai semangat belajar untuk meraih cita-citanya yang ditulis di layang-layang tadi.