Penuh Khidmat, Sekolah Mulia Laksanakan Upacara Bendera di Bumi Perkemahan

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau Sekolah Mulia menggelar upacara bendera di lokasi perkemahan, Agro Mulia Pandaan, Pasuruan, Minggu (17/8/2025).

Pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan kegiatan perkemahan siswa kelas 4 dan 5 yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (16/8/2025). Upacara pun digelar di area perkemahan dan berlangsung khidmat.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti seluruh siswa peserta kemah, guru, serta pembina Hizbul Wathan (HW). Tak hanya itu, jalannya upacara juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube sekolah sehingga siswa lain yang tidak hadir tetap bisa mengikuti dari rumah. Para orang tua turut mendukung dengan mengunggah dokumentasi ke media sosial dan menandai akun resmi Sekolah Mulia.

Suasana upacara semakin khidmat dengan cuaca terik namun sejuk di kawasan Agro Mulia. Umi Sarofah yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan pesan khusus kepada para peserta didik.

“Jadilah generasi muda penerus bangsa yang membanggakan. Dengan cara apa kamu berusaha? Dengan berprestasi. Tidak selalu dalam bidang akademik, silakan coba bidang yang kamu senangi dengan terus berlatih dan bersungguh-sungguh. Siap anak-anak?” ujarnya disambut semangat peserta.

Bagi para siswa, guru, dan orang tua, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme. Mereka mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan sekaligus peringatan HUT Kemerdekaan.

(Ana Rose)

Menteri Australia Kunjungi MIM 5 Surabaya: Tamu Istimewa di Bulan Kemerdekaan

Pada Selasa (5/8/2025) pagi Pasar Jojoran, Surabaya, dipadati pengunjung, dengan aroma bawang merah, sayuran segar, dan jajanan pasar yang bercampur dengan riuh tawar-menawar serta deru knalpot kendaraan. Di tengah hiruk pikuk itu, tampak langkah ringan seorang perempuan menyusuri gang sempit.

Ia adalah seorang Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly, yang memilih berjalan kaki menuju Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 5 Surabaya. Tanpa pengawalan mencolok, banyak orang bahkan tak menyangka sosok sederhana itu merupakan pejabat tinggi dari Negeri Kanguru.

Di depan pintu madrasah, Kepala MIM 5 Surabaya, Umi Syarofah, bersama para guru dan murid sudah menyambut kedatangan tamu istimewa. Saat Anne Aly mengucapkan salam, “Assalamualaikum,” dengan pelafalan fasih, senyum Umi, guru, dan siswa pun merekah. Tatapan hangat sang menteri menyapu seluruh barisan, menghadirkan rasa hormat sekaligus kehangatan persaudaraan.

Bagi Anne, kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomatik. Dalam surat yang ditujukan kepada Umi, ia menulis: “I was delighted to meet you on my first visit to Indonesia as Minister for International Development.”

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna pribadi yang mendalam, terlebih sebagai perempuan Muslim pertama yang duduk di kabinet Australia. Surat berkop Coat of Arms of the Commonwealth of Australia itu diterima pihak MIM 5 Surabaya sepekan setelah kunjungan Menteri Anne.

Begitu memasuki kelas, Anne Aly langsung duduk di kursi kecil di antara murid-murid. Di tangannya terbuka sebuah big book berjudul Sack Race atau balap karung, permainan tradisional yang identik dengan perayaan Kemerdekaan Indonesia setiap bulan Agustus.

Dengan penuh semangat, Anne mulai membacakan cerita. Layaknya seorang pendongeng, suaranya naik turun mengikuti alur, sesekali menirukan tokoh dengan nada jenaka. Murid-murid pun tertawa riang, sebagian menutup mulut menahan geli.

Sesekali Anne mengangguk sambil menatap mata murid yang menjawab pertanyaannya, memberi validasi tanpa banyak kata.

“Murid-murid kami tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga merasakan kehangatan dari sosok Menteri Australia yang hadir dan duduk bersama mereka,” kenang Umi Syarofah, pada Jumat (15/8/2025).

Suasana semakin cair ketika Anne Aly ikut bermain ular tangga matematika bersama murid-murid di kelas. Sang menteri tampak jongkok, melangkah di atas petak besar berwarna cerah, lalu bersorak kecil setiap kali seorang murid berhasil maju. Pada satu momen, ia menepuk bahu seorang murid yang berhasil menjawab soal, kemudian mengangkat tangan anak itu ke udara layaknya juara lomba. Tawa pun pecah memenuhi ruangan.

Permainan tersebut merupakan wujud transformasi metode pembelajaran numerasi di MIM 5 Surabaya hasil kemitraan dengan INOVASI. Jika sebelumnya matematika lebih banyak diajarkan melalui hafalan dan pengerjaan soal angka, kini konsep matematika diperkenalkan melalui permainan yang menyenangkan.

Dengan pendekatan ini, murid lebih mudah memahami konsep secara kontekstual.

Salah satu guru yang mendampingi Anne dalam permainan ular tangga, Galuh Nurul Isnaeni, mengaku masih terkesan dengan kesederhanaan sang menteri.

“Beliau sangat humble. Cara berinteraksinya tulus dan penuh perhatian,” ujarnya.

Kesan serupa juga dirasakan oleh salah satu guru yang mendampingi Anne membaca big book, Windayanti. Ia kagum dengan sikap Anne yang kerap menundukkan badan sedikit saat berbicara dengan murid, agar terasa setara.

“Meski menggunakan bahasa Inggris, Menteri Anne mampu menarik perhatian murid dengan ekspresi dan gestur yang hangat dan ramah. Bahkan terkesan sangat dekat, seperti sudah kenal lama,” ungkap Winda.

Dalam suratnya, Anne mengungkapkan rasa kagumnya: I greatly appreciated the warm welcome at your school, and the opportunity to witness the joyful and inclusive learning environment that you and your dedicated teachers have created.

Ia memberi selamat kepada seluruh guru MIM 5 Surabaya atas upaya mereka membentuk generasi penerus.

Anne datang ke Indonesia dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jakarta, Surabaya, dan Bali. Di Surabaya, ia menyempatkan diri mengunjungi MIM 5 Surabaya untuk melihat langsung dampak program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia dan Muhammadiyah yang telah berjalan sejak 2018.

Program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.Bagi MIM 5 Surabaya, kedatangan Anne adalah sebuah penghargaan atas kerja keras mereka. Terletak di jantung Kota Surabaya yang padat, MIM 5 Surabaya menjadi tempat belajar bagi hampir 500 anak.

Sejak berdiri pada 1959, madrasah ini menjadi saksi perjalanan hidup masyarakat di Pasar Jojoran dan sekitarnya. Selama lebih dari enam dekade, MIM 5 Surabaya melayani pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang beragam, mulai dari keluarga pedagang, buruh harian, hingga pegawai negeri maupun swasta. Banyak dari mereka tinggal di perkampungan padat penduduk tak jauh dari madrasah.

Umi menuturkan bahwa mereka merasa sangat terhormat karena seorang menteri berkenan berkunjung ke madrasah yang berada di wilayah padat penduduk seperti madrasah mereka.

“Kami merasa sangat terhormat seorang menteri mau berkunjung ke madrasah yang berada di wilayah padat penduduk seperti madrasah kami,” tutur Umi.

Bagi Anne, kunjungan ini memperkuat tekadnya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia. Ia menutup suratnya dengan sebuah pernyataan: “I depart with an even stronger commitment to working with Indonesia on its development priorities and to shape a region that is peaceful, stable, and prosperous.”

Menjelang akhir kunjungan, Anne memeluk Umi dan para guru erat-erat.

We will meet again, InsyaAllah!,” ucapnya.

 

Keberlanjutan Program Literasi-Numerasi

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Literasi-Numerasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Enik Setyawati, menyambut baik kemitraan dengan INOVASI yang telah terjalin sejak 2018.

Menurutnya, kerja sama ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas literasi dasar di madrasah dan sekolah Muhammadiyah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Program tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah, tetapi juga mendorong terciptanya budaya belajar yang lebih bermakna dan inklusif.

PWM Jawa Timur berkomitmen menyebarluaskan praktik baik hasil kemitraan ini ke lebih banyak madrasah dan sekolah Muhammadiyah. Langkah konkret yang ditempuh antara lain mendorong Majelis Dikdasmen serta perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mereplikasi pendekatan literasi berbasis bukti, sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembinaan sekolah.

Selain itu, PWM Jatim juga mengupayakan agar praktik tersebut diintegrasikan ke dalam kurikulum pelatihan guru melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Muhammadiyah.

Kemitraan antara INOVASI dan Muhammadiyah sendiri telah dimulai sejak 2018 melalui program literasi awal di 14 madrasah pada empat kabupaten.

Pada 2021-2022, kerja sama ini diperluas ke enam wilayah dengan melibatkan 40 madrasah Muhammadiyah, termasuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah turut berkontribusi melalui pelatihan dosen, pengembangan modul, serta pembentukan tim fasilitator daerah.

Hasil evaluasi program pada 2021-2023 menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi literasi murid kelas 1 dan 2, berdasarkan indikator Minimum Proficiency Level (MPL) dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Hari itu, Menteri Anne meninggalkan kesan yang lebih dari sekadar dokumentasi resmi. Tawa murid yang bergema di kelas, sorot mata penuh bangga, serta sikap seorang menteri yang rela duduk di lantai bersama para siswa.

Semuanya menyampaikan pesan yang sama bahwa pendidikan yang hangat dan inklusif bukan hanya membentuk murid, tetapi juga menjembatani persahabatan lintas benua. (anarose)

Perkemahan Kemerdekaan Meriahkan HUT Ke-80 RI di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Perkemahan Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Agro Mulia, Pandaan, pada Sabtu–Minggu (16–17/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 4 dan 5 dengan penuh semangat nasionalisme. Antusiasme sudah terlihat sejak pengumuman perkemahan disampaikan sepekan sebelumnya.

Setiba di lokasi, para siswa mengikuti apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Nundun Neti. Dalam sambutannya, ia mengajak siswa meneladani perjuangan para pahlawan serta menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian sejak dini.

“Pelajaran terpenting di sini adalah kemandirian kalian selama mengikuti perkemahan dan bagaimana kalian bisa saling bekerja sama satu sama lain,” ujarnya.

Selama perkemahan, siswa mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti lomba yel-yel, outbound, memasak bersama, malam pentas seni, dan api unggun. Mereka juga mendapat pelatihan kedisiplinan, tali-temali, serta motivasi dari para pembina dan guru.

Acara puncak ditutup dengan upacara bendera pada Minggu pagi, bertepatan dengan 17 Agustus 2025, sebagai simbol persatuan dan cinta tanah air.

Ketua pelaksana, Azzam, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan penanaman nilai nasionalisme.

“Kami ingin menanamkan semangat nasionalisme melalui cara yang menyenangkan,” ungkapnya.

(Ana Rose)

Sah! Nundun Nety Sufyan Resmi Pimpin MI Muhammadiyah 5 Surabaya Periode 2025-2029

Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar pelantikan Kepala MI Muhammadiyah 5 (MIM-5) Surabaya atau lebih dikenal Sekolah Mulia, masa jabatan 2025-2029.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung MIM 5 pada Jumat 15 Agustus 2025 dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr H M Ridlwan MPd, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Muhammad Jemadi MA, Drs H Suhadi M Sahli, serta Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA.Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES, Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto, jajaran PCM-PCA Gubeng Surabaya, beberapa kepala atau perwakilan SD/MI, SMP/Mts Muhammadiyah se-kota Surabaya, dan undangan lainnya.

Surat Keputusan Kepala Sekolah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya yang dibacakan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto memutuskan bahwa Nundun Nety Sufyan SPd sebagai Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya dengan masa jabatan 2025-2029 menggantikan Umi Syarofah MPd yang telah menjadi kepala madrasah tersebut selama 2 periode.

Sebagai kepala sekolah terpilih, Nundun Nety menyatakan bahwa kedepannya banyak program-program yang akan dilaksanakan, tentunya bersinergi antara pihak sekolah, guru, dengan jajaran PCM Gubeng serta PDM Surabaya.Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi dari Umi Syarofah sebagai kepala madrasah selama 2 periode yang telah membawa MIM 5 menjadi salah satu Madrasah Ibtidaiyah yang masuk kategori unggul nasional.

“Tentunya, kita berharap, apa yang telah dirintis, dilakukan, dan dikembangkan oleh Umi Syarofah menjadi bagian daripada amal jariyah, mudah-mudahan nanti juga diikuti, dikembangkan, dan ditingkatkan oleh kepala madrasah baru yaitu Nundun Nety Sufyan,” ujarnya.

Sulaiman berpesan kepada semua pihak terutama seluruh guru dan karyawan untuk mendukung Nundun Nety Sufyan, karena perjalanan MIM 5 masih sangat panjang.

“Masih banyak hal yang harus ditingkatkan, dan yang kurang mari bersama-sama kita perbaiki. Apalagi moto dari MIM 5 adalah, satukan hati, gapai prestasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Sulaiman menambahkan bahwasanya pihak PCM, majelis, dan seluruh amal usaha di lingkungan Gubeng akan senantiasa mendukung, termasuk renovasi masjid dan gedung MIM 5 Surabaya.

“Mudah-mudahan, kedepan semakin meningkat, siswanya semakin banyak, sekolah mencapai tingkat yang lebih tinggi, dan Nundun Nety Sufyan bisa melaksanakan amanah yang luar biasa beratnya,” harapnya.

Karena MIM 5 Surabaya juga dikenal Sekolah Mulia, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES menyatakan akronim untuk Mulia yakni,
M: Menginspirasi, Sekolah Mulia harus bisa menginspirasi.

U: Unggul, Sekolah Mulia harus unggul, sehingga akan menjadi barometer madrasah di Surabaya.

L: Loyalitas, harus loyalitas, betul-betul hati, pikiran, dan tenaganya dicurahkan kepada Sekolah Mulia MIM 5. Kalau loyal disekolah akan memunculkan sebuah kemajuan yang sangat pesat.

I: Inovasi, Bagaimana Sekolah Mulia MIM 5 ini harus selalu berinovasi yang baik, sehingga memunculkan ide-ide baru.

A: Akhlak Mulia, akhlak kita harus betul-betul mulia.

“Mudah-mudahan bermanfaat, dan MIM 5 semakin maju,” harap Dikky.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Muhammad Jemadi MA merasa sangat bangga bahwasanya Sekolah Mulia MIM 5 telah menorehkan prestasi dan menjadi salah satu sekolah yang memiliki reputasi baik di Surabaya.

“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak — kepala madrasah sebelumnya, para guru, staf, dan dukungan orang tua. Namun, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Kita perlu strategi dan semangat baru agar Sekolah Mulia MIM 5 terus tumbuh dan relevan dengan zaman,” tuturnya.

“Salah satu kunci yang perlu kita terapkan adalah Growth Mindset — pola pikir berkembang. Dengan growth mindset, kita percaya bahwa kecerdasan dan kemampuan bisa terus diasah melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru dan seluruh civitas akademika,” imbuh pak Je.

Bagi siswa, sambung pak Je, growth mindset akan menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan dan tidak takut gagal.

Bagi guru, growth mindset memotivasi untuk terus berinovasi, mencoba metode baru, dan belajar dari pengalaman.

Bagi sekolah, growth mindset berarti selalu terbuka terhadap perbaikan, berani berubah, dan berorientasi pada masa depan.

“Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengedepankan inovasi, dan membangun budaya sekolah yang positif. Insya Allah, MI Mulia akan semakin maju, berprestasi, dan menjadi kebanggaan kita semua,” ppungkasnya (Sigit).

Sekolah Mulia Punya Nakhoda Baru, Nundun Nety Sufyan Gantikan Umi Sarofah

Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya melantik Kepala MI Muhammadiyah 5 (MIM 5) Surabaya, yang lebih dikenal dengan Sekolah Mulia, untuk masa jabatan 2025–2029. Kegiatan ini berlangsung di Gedung MIM 5 pada Jumat (15/8) dan dihadiri Ketua PDM Surabaya Dr H M Ridlwan MPd, Wakil Ketua Muhammad Jemadi MA, Drs H Suhadi M Sahli, serta Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA.

Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES, Sekretaris Majelis Dikdasmen Sugeng Purwanto, jajaran PCM-PCA Gubeng Surabaya, sejumlah kepala atau perwakilan SD/MI, SMP/Mts Muhammadiyah se-kota Surabaya, serta undangan lainnya.

Surat Keputusan Kepala Sekolah dari PDM Surabaya yang dibacakan oleh Sugeng Purwanto menetapkan Nundun Nety Sufyan SPd sebagai Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menggantikan Umi Syarofah MPd yang telah memimpin madrasah ini selama dua periode.

Sebagai kepala sekolah terpilih, Nundun Nety menyatakan bahwa ke depan akan banyak program yang dilaksanakan, tentunya bersinergi antara pihak sekolah, guru, jajaran PCM Gubeng, dan PDM Surabaya.

Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Umi Syarofah selama dua periode, yang telah membawa MIM 5 menjadi salah satu Madrasah Ibtidaiyah unggulan nasional.

“Tentunya, kita berharap, apa yang telah dirintis, dilakukan, dan dikembangkan oleh Umi Syarofah menjadi bagian daripada amal jariyah, mudah-mudahan nanti juga diikuti, dikembangkan, dan ditingkatkan oleh kepala madrasah baru, Nundun Nety Sufyan,” ujarnya.

Sulaiman berpesan kepada seluruh pihak, terutama guru dan karyawan, untuk mendukung Nundun Nety Sufyan karena perjalanan MIM 5 masih panjang.

“Masih banyak hal yang harus ditingkatkan, dan yang kurang mari bersama-sama kita perbaiki. Apalagi moto MIM 5 adalah ‘satukan hati, gapai prestasi’,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sulaiman menambahkan bahwa pihak PCM, majelis, dan seluruh amal usaha di lingkungan Gubeng akan senantiasa mendukung, termasuk renovasi masjid dan gedung MIM 5 Surabaya.

“Mudah-mudahan, ke depan semakin meningkat, siswanya semakin banyak, sekolah mencapai tingkat yang lebih tinggi, dan Nundun Nety Sufyan bisa melaksanakan amanah yang luar biasa beratnya,” harapnya.

Terus Bergerak dengan Growth Mindset dan Nilai Sekolah Mulia

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES menjelaskan akronim MULIA bagi Sekolah Mulia:

  • M: Menginspirasi – Sekolah Mulia harus bisa menginspirasi.
  • U: Unggul – Sekolah Mulia harus unggul dan menjadi barometer madrasah di Surabaya.
  • L: Loyalitas – Hati, pikiran, dan tenaga dicurahkan sepenuhnya untuk kemajuan sekolah.
  • I: Inovasi – Sekolah harus selalu berinovasi untuk memunculkan ide-ide baru.
  • A: Akhlak Mulia – Seluruh civitas akademika harus memiliki akhlak mulia.

Dikky berharap akronim ini bermanfaat dan MIM 5 semakin maju.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Surabaya Muhammad Jemadi MA menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi Sekolah Mulia MIM 5 yang telah menorehkan reputasi baik di Surabaya.

“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak — kepala madrasah sebelumnya, guru, staf, dan dukungan orang tua. Namun, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Kita perlu strategi dan semangat baru agar Sekolah Mulia MIM 5 terus tumbuh dan relevan dengan zaman,” ujarnya.

Menurut Muhammad Jemadi, salah satu kunci yang perlu diterapkan adalah growth mindset atau pola pikir berkembang. Dengan growth mindset, kecerdasan dan kemampuan dapat terus diasah melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Hal ini berlaku bagi siswa, guru, dan seluruh civitas akademika.

“Bagi siswa, growth mindset menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan dan tidak takut gagal. Bagi guru, ini memotivasi untuk terus berinovasi, mencoba metode baru, dan belajar dari pengalaman. Bagi sekolah, artinya selalu terbuka terhadap perbaikan, berani berubah, dan berorientasi pada masa depan,” imbuhnya.

“Mari kita jadikan pelantikan ini momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengedepankan inovasi, dan membangun budaya sekolah yang positif. Insya Allah, MI Mulia akan semakin maju, berprestasi, dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.

(Yuda/AS)

Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Unik dan Edukatif, Menjaga Kebersamaan

Berbagai macam perlombaan digelar untuk menyemarakkan HUT Kemerdekan Republik Indonesia yang ke-80.

Salah satunya, di sebuah sekolah di Surabaya menggelar berbagai lomba unik dan menarik, namun tetap edukatif. Diharapkan, dengan kegiatan ini bisa menjalin bersamaan dan keakraban, serta menjaga sportifitas dalam berlomba.

Kegembiraan terpancar dari wajah anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Muhammadyah 5 Surabaya, saat mengikuti sejumlah perlombaan dalam rangka menyemarakkah HUT Kemerdekaan RI ke-80, Selasa (12/08/20250 pagi.

Sorak sorai mereka bersahutan saat memberikan dukungan kepada teman-temannya yang mengikuti perlombaan yang digelar di sekolah mereka.

berbagai lomba unik dan menarik digelar di sekolah tersebut, diantaranya balapan karung zig-zag mengenakan helm, lomba mengapit sedotan dengan bibir atas, adu cepat meniup gelas plastic, balapan menyunggih tempeh sambil makan roti, menata bendera sesuai bentuk dan lomba memasukan bola dalam gelas.

sejumlah siswa siswi merasa senang dan gembira mengikut beberapa perlombaan tersebut. Mereka mengaku cukup terhibur dengan mengikuti lomba-lomba ini, apalagi saat mendapat dukukang dari teman-temannya. Meski kalah, tak jadi masalah bagi mereka asalkan dilakukan secara jujur dan sportif.

“Tadi saya ikut lomba balap karung pake helm. Seru banget dan senang bisa ikut lomba ini,” ungkap Faaza Aska, siswa kelas 6 bertubuh subur ini.

“Sulitnya tadi waktu pake karung terus berjalan atau lari itu kalau gak seimbang bisa jatuh. Apalagi saat lewat jalan yang zig zig kalau gak hati-hati kita bisa jatuh hehehe,” ujarnya sembari tersenyum.

Aska sendiri mengaku kalah saat berlomba melawan teman-temannya. Meski begitu dia legowo dan tetap merasa senang.

“Gak apa apa kalah yang penting bisa ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan ini,” tandasnya.

Senada dengan Aska, peserta lomba lain bernama Keisyah juga merasa gembira bisa ikut mememeriahkan HUT RI ke-80.

“Senang bisa ikut lomba ini (balap karung zig zig sambil pake helm). Serunya itu kalau lihat teman-teman yang jatuh terus bangkit lagi dan berlari sambil pake karung. Semangat terus pokoknya,” ucap Keisyah, siswi kelas 6 ini

Sementara itu, Kepala Sekolah setempat Umi Sarofah menyebutkan, pihaknya sengaja menggelar beragam perlombaan ini untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun. Tak sekedar adu kecepatan dan ketangkasanm namun juga menonjolkan nilai edukasi dan sportiftas.

“Jadi dengan lomba lomba yang digelar di sini kami ingin anak-anak selain berkompetisi dengan baik, namun juga bisa bersatu dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI ket 80 tahun kali ini, yakni Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,” ungkap Umi Sarofah.

“Ini kami tuangkan dalam semangat berlomba tentang kebersatuan, perjuangan, yang terpenting adalah kejujuran dan sportifitas pada anak-anak, sehingga dalam lomba ini tidak hanya kemenangan yang diraih, melainkan bagaimana menghargai teman-temannya dan jujur, saling membantu, bekerja sama dengan teman-temannya,” tandas Umi. (mosair)

Lewat Tasmi’ Juz 1, Siswa Sekolah Mulia Buktikan Istiqamah Cinta Al-Qur’an

Semangat mencintai Al-Qur’an kembali ditunjukkan oleh siswa kelas 4 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) yang sukses melaksanakan kegiatan Tasmi’ Juz 1 di hadapan para guru dan teman-teman mereka pada Kamis (7/8).

Kegiatan tasmi’ ini merupakan bagian dari program tahfidz sekolah yang rutin digelar untuk mengukur capaian hafalan siswa sekaligus melatih keberanian tampil di depan umum. Sebanyak 9 siswa berpartisipasi, memperdengarkan hafalan Juz 1 (Surah Al-Baqarah ayat 1–141) tanpa melihat mushaf, dengan penuh percaya diri dan khusyuk.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube MuliaTV serta akun Instagram sekolah. Antusiasme orang tua terlihat dari dukungan yang mereka sampaikan melalui kolom komentar, menyapa, dan memberi semangat bagi putra-putrinya secara bergantian.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para siswa.

“Tasmi’ ini bukan hanya tentang hafalan, tapi juga keberanian, keistiqamahan, dan bukti cinta mereka kepada Al-Qur’an. Semoga menjadi amal jariyah dan motivasi bagi teman-teman lainnya,” ujarnya.

Senada, penanggung jawab program tahfidz, Syahrul, menyampaikan bahwa progres hafalan siswa terus menunjukkan peningkatan.

“Alhamdulillah, progres menghafal anak-anak semakin baik. Banyak yang sudah konsisten menyetor hafalan, bahkan beberapa mampu menambah target di luar yang ditentukan,” ungkapnya.

Melalui program tahfidz yang konsisten, Sekolah Mulia berharap dapat menumbuhkan semangat menghafal Al-Qur’an sejak dini, mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan.

(Ana Rose)

Menteri Pembangunan Internasional Australia Tinjau Praktik Baik Literasi di Sekolah Mulia

Suasana berbeda tampak di Jalan Jojoran pada Selasa pagi (5/8/2025). Sejumlah aparat terlihat memadati sepanjang jalan tersebut guna mengamankan lalu lintas menyambut kedatangan Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly, di Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Kunjungan itu bertujuan untuk meninjau secara langsung dampak kemitraan pendidikan antara Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) dan Muhammadiyah yang telah terjalin sejak 2018.

Sesampainya di gerbang sekolah, wanita yang akrab disapa Aly itu disambut oleh Putra-Putri Mulia dengan pengalungan syal bertuliskan Sekolah Mulia beserta logo yang tersemat di syal tersebut. Saat menuju aula, Aly dibuat kagum oleh penampilan tari remo singkat dari para siswa.

Apresiasi Pembelajaran Literasi dan Numerasi

Program INOVASI merupakan kolaborasi antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dasar, khususnya dalam bidang literasi dan numerasi. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Australia untuk melihat secara langsung praktik baik pembelajaran yang telah berhasil diterapkan di Sekolah Mulia, salah satu sekolah mitra terpilih di Surabaya.

Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menyambut kedatangan Menteri dan perwakilan Kedutaan Besar Australia dengan penuh antusias.

“Alhamdulillah, sekolah kami terpilih untuk dikunjungi Ibu Menteri Australia. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” terangnya.

Dalam kunjungannya, Aly turut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa. Ia membacakan cerita menggunakan big book, sebuah buku berukuran besar yang dirancang untuk memperkenalkan kosakata baru dan meningkatkan minat baca anak melalui pendekatan yang menyenangkan.

Tak hanya itu, Aly juga menjajal permainan ular tangga numerasi yang dirancang untuk melatih logika dan pemahaman matematika siswa melalui metode bermain.

Sugiyo, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kemenag Kantor Wilayah Jawa Timur, yang turut hadir pagi itu, memberikan semangat dan apresiasi atas keberhasilan MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Menurutnya, pencapaian ini dapat menjadi pemacu bagi madrasah lainnya untuk berbenah dan belajar dari Sekolah Mulia.

“Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke sekolah ini. Alhamdulillah, saya lihat kelas-kelasnya dipenuhi media pembelajaran dan karya siswa. Pembelajarannya juga sudah berbasis student oriented, artinya sangat bagus dan semoga bisa menular ke madrasah lainnya. Saya rasa akan banyak madrasah yang tertarik untuk belajar di sini,” ujarnya.

Kunjungan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama antara Australia dan Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar dengan menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa.

(Ana Rose)

Tiga Siswa Sekolah Mulia Torehkan Prestasi Tahfidz Tingkat Kota Surabaya

Kabar menggembirakan datang dari Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, di awal pekan pada Senin (21/7).

Berita bahagia itu disampaikan langsung oleh Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah di hadapan seluruh warga sekolah, mulai guru, karyawan, hingga siswa. Tiga siswa berhasil meraih prestasi membanggakan dalam kejuaraan tahfidz tingkat Kota Surabaya.

Dalam perlombaan yang diselenggarakan oleh Majalah Anas dan berlangsung di BG Junction Mall Surabaya, puluhan peserta dari berbagai daerah turut ambil bagian. Namun, semangat para mujahid Al-Qur’an dari Sekolah Mulia tak gentar bersaing.

Tiga siswa dari jenjang berbeda menunjukkan kemampuan terbaiknya. Aisyah Nuha, siswa kelas 3, berhasil meraih juara 3 kategori B. Sementara itu, Ziyad dari kelas 6 meraih juara 2 dan Tanisha dari kelas 6 sukses meraih juara 1 di kategori C.

Dengan lugas dan percaya diri, para siswa mampu menjawab pertanyaan dewan juri secara tepat dan meyakinkan.

Umi Sarofah menyampaikan rasa bangganya atas capaian anak didiknya.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak lelah mengikuti lomba-lomba demi mengasah kemampuan yang dimiliki. Hampir setiap pekan selalu muncul nama-nama baru yang mengisi deretan prestasi di MI Muhammadiyah 5,” ungkapnya.

Menurutnya, perlombaan bukan hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga media untuk menambah pengalaman dan menjaga hafalan Al-Qur’an yang telah dikuasai.

(Ana Rose)