Siswa Sekolah Mulia Panen Prestasi dari Olimpiade Matematika hingga Kompetisi Renang

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, dalam berbagai ajang perlombaan. Kabar bahagia itu diumumkan pada Senin (6/9/2025) di aula sekolah oleh Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Raihan prestasi datang dari empat bidang berbeda: olimpiade matematika, olimpiade sains, tahfidz, dan renang.

Pada bidang matematika, Wildan Athar, siswa kelas 6, berhasil meraih juara 3 tingkat Kota Surabaya dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Piala dan trofi diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag Surabaya, Muhammad Muslim, pada Kamis lalu.

Di bidang sains, empat siswa Sekolah Mulia, yaitu Amirul Adly (kelas 2), Al Ghifari (kelas 4), Salma Mutia (kelas 2), dan Shaqueena Adzkia (kelas 3), berhasil lolos ke babak Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) 7. Selain itu, guru mereka, Wolyono, juga lolos dalam Olimpiade Guru Sains (OGS) 5 tingkat Provinsi Jawa Timur dan akan melaju ke babak final tingkat nasional di Tangerang.

Tak kalah membanggakan, tiga siswa dari jenjang berbeda juga meraih prestasi di bidang tahfidz. Atika Fenti (kelas 6) meraih juara 1 tingkat nasional dalam ajang Golden Islamic Competition. Sementara Ziyad Bassalamah (kelas 6) mendapat juara 3 dalam lomba tahfidz kategori SD kelas 4–6 yang diselenggarakan oleh Gelar Kompetisi Generasi Emas Kota Surabaya. Pada ajang yang sama, Ghayda (kelas 3) juga menyabet juara 3 kategori kelas 1–3.

Di bidang olahraga, dua kakak beradik atlet renang Sekolah Mulia berhasil membawa pulang medali dari Student Aquatic Competition 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur. Muhammad Al Fatih Ibrahim Putra meraih juara 1 kategori 50 meter gaya punggung, juara 2 kategori 100 meter gaya bebas, dan juara 3 kategori 50 meter gaya bebas speed challenge. Sementara sang adik, Aqila Misha, meraih juara 3 kategori 50 meter gaya punggung speed challenge.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti mengucapkan syukur dan bangga atas prestasi para siswa. Menurutnya, keikutsertaan dalam berbagai kompetisi menjadi cara efektif menumbuhkan kepercayaan diri dan mental juara.

“Alhamdulillah, semakin banyak siswa yang berani berlomba. Dengan begitu mereka terbiasa menghadapi tantangan dan rasa percaya diri mereka pun terbentuk,” ujarnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan untuk empat siswa dan satu guru yang akan bertanding di babak final tingkat nasional dalam ajang olimpiade sains.

“Bismillah, kami mohon doa dari seluruh keluarga besar Sekolah Mulia agar empat siswa dan satu guru kami diberikan kemudahan serta kelancaran dalam KSNR dan OGS tingkat nasional, sehingga dapat membawa pulang hasil terbaik,” tambahnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Bertabur Prestasi, Catat Juara Tahfidz hingga Olahraga dalam Sepekan

Prestasi demi prestasi kembali ditorehkan oleh siswa-siswi Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia). Dalam beberapa pekan terakhir, para peserta didik dari berbagai jenjang berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih penghargaan dalam beragam kompetisi, mulai lomba mewarnai, tahfidz, hingga cabang olahraga sepatu roda.

Kabar gembira itu disampaikan Kepala Sekolah Nundun Neti saat memberikan motivasi kepada siswa-siswi sebelum memasuki kelas pada Senin (22/9). Spontan, seluruh siswa memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian teman-temannya.

Dalam ajang perlombaan di BG Junction Mall, Abimanyu, siswa kelas 2, berhasil meraih juara 3 lomba mewarnai. Pada event yang sama, Ghayda Habil, siswa kelas 3, sukses menyabet juara 1 lomba tahfidz. Tidak hanya itu, Ghayda juga kembali meraih juara 1 dalam lomba tahfidz yang diselenggarakan Safira Organizer tingkat Kota Surabaya.

Di kesempatan lain, Ziyad Bassalamah tampil percaya diri dalam lomba tahfidz yang diselenggarakan Kami Festival 2025 hingga berhasil meraih juara 1.

Sementara itu, di cabang olahraga, Eiliyah Azqiara, siswa kelas 4, berhasil meraih juara 1 tingkat nasional pada lomba sepatu roda antar pelajar Wali Kota Batu Cup 1 Rx Series. Prestasi tersebut diraih berkat ketekunan Eiliyah yang rutin berlatih dan terus mengasah kemampuannya dalam olahraga favoritnya.

Secara keseluruhan, empat siswa Sekolah Mulia berhasil membawa pulang lima gelar juara dalam sepekan ini.

“Capaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa Sekolah Mulia tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga gemilang di bidang non-akademik,” ujar Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti.

Dia mengungkapkan bahwa setiap anak memiliki keunikan dan keistimewaan masing-masing.

“Tugas kami sebagai pendidik adalah memberi ruang, bimbingan, kesempatan, serta motivasi agar mereka bisa berkembang dan berprestasi,” terangnya.

Ia berharap deretan prestasi ini dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berkarya dan meraih prestasi terbaik di bidang yang mereka tekuni.

(Ana Rose)

Nonton Film Islami dan Berkarya, Langkah Edukatif Sekolah Mulia Rayakan Maulid Nabi

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, siswa-siswi Sekolah Mulia atau MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan yang berbeda dari biasanya. Kali ini, mereka mengadakan nonton bersama (nobar) film animasi islami tentang kisah perjalanan Rasulullah pada Senin (15/9) di aula sekolah.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1–3. Mereka tampak antusias menikmati film yang diputar, bahkan sesekali bertanya dengan penuh rasa penasaran. Film tersebut mengisahkan perjalanan hidup Rasulullah sejak kecil hingga diutus Allah sebagai rasul pada usia 40 tahun, yang kemudian mengawali risalah dakwah Islam dan membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Para siswa pun tak lupa mencatat hal-hal penting dari kisah yang disajikan.

Usai menonton film, seluruh siswa diajak membuat prakarya berupa lampion warna-warni. Aktivitas ini menggabungkan nuansa religius dengan pendekatan kreatif sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti berharap kegiatan ini mampu menanamkan kecintaan siswa kepada Rasulullah.

“Jadilah anak yang baik, tiru Rasulullah dalam bersikap sehari-hari, baik dalam pergaulan maupun dalam bersosial dengan sesama umat. Tiru pula kecerdasan Rasulullah,” pesannya.

Menurutnya, menonton film dapat menjadi media yang mudah dipahami siswa. Pesan penting lebih mudah tersampaikan dan dimaknai.

“Melalui kegiatan ini, semangat Maulid Nabi diharapkan tidak hanya berhenti pada perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Kegiatan Manasik Haji

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan Manasik Haji bagi seluruh siswa kelas 4, 5 hingga kelas 6. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (15/9) di Asrama Haji Surabaya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Umi Sarofah, selaku guru pendamping kegiatan manasik haji. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada para siswa.

“Peringatan Maulid Nabi adalah momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah. Melalui kegiatan manasik haji ini, kami berharap siswa dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan cara yang menyenangkan dan edukatif,” ujarnya

Para siswa peserta manasik beserta guru mengenakan pakaian ihram (khusus untuk siswa laki-laki) dan busana muslimah (untuk siswa perempuan) bernuansa putih.

Mereka dibimbing oleh muthowwif Asrama Haji, untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji seperti thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga tahallul.

Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar anak-anak menjadi generasi penerus yang beriman, berakhlak mulia, dan cinta Rasulullah SAW.

Sebelum meninggalkan Asrama Haji Surabaya, terlebih dahulu seluruh siswa dan guru sholat dzuhur berjamaah.

 

Mahasiswa Belanda Belajar Budaya Indonesia di Sekolah Mulia

Suasana berbeda tampak di Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, pada Jumat (12/9/2025). Rombongan mahasiswa asal Belanda yang mengikuti program pertukaran di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkunjung untuk belajar dan mengenal lebih dekat budaya Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada mahasiswa asing. Sebanyak tujuh mahasiswa asal Belanda disambut hangat oleh guru dan siswa dengan penyematan pin Sekolah Mulia secara simbolis, dilanjutkan dengan penampilan tari remo.

Setibanya di aula, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyampaikan sambutan hangat dengan mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa. “Ladies and gentlemen, welcome to our school, MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Desy selaku koordinator mahasiswa internasional ITS menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan pihak sekolah. “Terima kasih telah menyambut kami dengan baik. Semua berjalan lancar, kami bersenang-senang bersama para guru dan siswa,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti menari remo, bermain dakon, memainkan alat musik patrol, mencicipi makanan khas daerah, serta berdialog langsung dengan siswa.

Meski sempat kesulitan saat menjajal tarian maupun alat musik tradisional, mereka merasa sangat senang. Charlize, salah satu mahasiswa, mengaku kerepotan saat memainkan alat musik gambang. “Rasanya sulit sekali, karena harus mengikuti tangga nada sementara saya belum hafal letaknya. Sulit di awal, tapi menyenangkan,” ujarnya.

Selain meninggalkan kesan mendalam, kegiatan ini juga membuat siswa Sekolah Mulia lebih percaya diri dalam melatih kemampuan berbahasa Inggris melalui interaksi langsung bersama mahasiswa asal Belanda.

(Ana Rose)

Family Fun Day Sekolah Mulia Hadirkan Kehangatan dan Kebersamaan

Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan Family Fun Day yang diselenggarakan Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya, pada Jumat–Sabtu (5–6/9) di Alas Suko Trawas.

Selama dua hari, wali siswa bersama guru dan karyawan mengikuti beragam kegiatan di alam terbuka. Setelah sukses digelar tahun lalu, Family Fun Day kembali dinanti-nantikan kehadirannya oleh para orang tua.

Dengan mengusung tema Meneladani Akhlak Rasul dalam Keluarga Perkuat Karakter Generasi Bangsa, kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda seru. Mulai dari permainan keluarga yang mengasah ketangkasan, melatih kekompakan antaranggota keluarga, hingga mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Nundun Neti, dalam sambutannya menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, sekolah berharap terjalin komunikasi yang baik hingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.”

Ia juga menambahkan harapannya agar kegiatan ini membawa dampak positif bagi semua peserta. “Semakin solid, semakin sayang, semakin kuat, semakin dekat. Semoga kegiatan ini berkah untuk semuanya,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian acara. Anak-anak tampak gembira bermain bersama orang tua, menyusun strategi, bekerja sama, tertawa, dan saling mendukung satu sama lain.

Salah satu wali siswa, Imam Sapari, mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kegiatan semacam ini luar biasa. Sekolah Mulia sudah membuktikan kepada kita semua bahwa pondasi dalam mendidik anak adalah akhlak yang mulia. Di sini kita disatukan tujuannya, di sini kita sama-sama belajar,” tuturnya.

Acara ditutup dengan pengumuman kelompok terkompak, terdisiplin, dan terbersih, serta apresiasi untuk jenjang kelas dengan jumlah peserta terbanyak. Dua hari kebersamaan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kenangan indah bagi seluruh peserta.

(Ana Rose)

IPM Kids Sekolah Mulia Dilantik, Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan sejak Dini

MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau Sekolah Mulia resmi melantik kepengurusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids periode 2025–2026 pada Jumat (29/8/2025) di gedung sekolah.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa pengurus kelas 5 dan 6. Turut hadir Sulaiman, Ketua PCM Gubeng, yang menyaksikan secara langsung proses pelantikan.

Sulaiman memberikan dukungan penuh atas terbentuknya IPM Kids di Sekolah Mulia. Menurutnya, hal ini luar biasa dan patut diapresiasi.

“Luar biasa, ustad Sulaiman dulu baru ikut IPM saat di bangku SMA. Kalian masih SD, sudah tergabung di IPM. Jadilah kader yang menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya dalam sambutan.

Pelantikan IPM Kids bertujuan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat berorganisasi sejak usia dini. Pengurus yang dilantik terdiri dari siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan sebelumnya.

Nundun Neti, Kepala Sekolah Mulia, berharap siswa terpilih dapat menjadi teladan dan pembeda bagi pelajar Muhammadiyah lainnya.

“Jadilah yang terdepan, tunjukkan perbedaan dan ciri khas pelajar Muhammadiyah. Jadilah teladan di sekolah, di rumah, dengan teman, maupun di tengah masyarakat,” tuturnya.

Pelantikan dilakukan secara simbolis dengan pembacaan ikrar oleh ketua terpilih, wakil, hingga seluruh pengurus IPM Kids, yang mengenakan jas kuning identitas organisasi.

Dengan dilantiknya IPM Kids, diharapkan tercipta suasana sekolah yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan, sekaligus membentuk karakter siswa yang mandiri dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Muhammadiyah. Pendampingan dari IPM Cabang Gubeng juga memastikan program kerja (proker) adik-adik IPM Kids berjalan lebih mantap ke depannya.

(Ana Rose)

Penuh Khidmat, Sekolah Mulia Laksanakan Upacara Bendera di Bumi Perkemahan

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau Sekolah Mulia menggelar upacara bendera di lokasi perkemahan, Agro Mulia Pandaan, Pasuruan, Minggu (17/8/2025).

Pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan kegiatan perkemahan siswa kelas 4 dan 5 yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (16/8/2025). Upacara pun digelar di area perkemahan dan berlangsung khidmat.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti seluruh siswa peserta kemah, guru, serta pembina Hizbul Wathan (HW). Tak hanya itu, jalannya upacara juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube sekolah sehingga siswa lain yang tidak hadir tetap bisa mengikuti dari rumah. Para orang tua turut mendukung dengan mengunggah dokumentasi ke media sosial dan menandai akun resmi Sekolah Mulia.

Suasana upacara semakin khidmat dengan cuaca terik namun sejuk di kawasan Agro Mulia. Umi Sarofah yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan pesan khusus kepada para peserta didik.

“Jadilah generasi muda penerus bangsa yang membanggakan. Dengan cara apa kamu berusaha? Dengan berprestasi. Tidak selalu dalam bidang akademik, silakan coba bidang yang kamu senangi dengan terus berlatih dan bersungguh-sungguh. Siap anak-anak?” ujarnya disambut semangat peserta.

Bagi para siswa, guru, dan orang tua, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme. Mereka mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan sekaligus peringatan HUT Kemerdekaan.

(Ana Rose)

Menteri Australia Kunjungi MIM 5 Surabaya: Tamu Istimewa di Bulan Kemerdekaan

Pada Selasa (5/8/2025) pagi Pasar Jojoran, Surabaya, dipadati pengunjung, dengan aroma bawang merah, sayuran segar, dan jajanan pasar yang bercampur dengan riuh tawar-menawar serta deru knalpot kendaraan. Di tengah hiruk pikuk itu, tampak langkah ringan seorang perempuan menyusuri gang sempit.

Ia adalah seorang Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly, yang memilih berjalan kaki menuju Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 5 Surabaya. Tanpa pengawalan mencolok, banyak orang bahkan tak menyangka sosok sederhana itu merupakan pejabat tinggi dari Negeri Kanguru.

Di depan pintu madrasah, Kepala MIM 5 Surabaya, Umi Syarofah, bersama para guru dan murid sudah menyambut kedatangan tamu istimewa. Saat Anne Aly mengucapkan salam, “Assalamualaikum,” dengan pelafalan fasih, senyum Umi, guru, dan siswa pun merekah. Tatapan hangat sang menteri menyapu seluruh barisan, menghadirkan rasa hormat sekaligus kehangatan persaudaraan.

Bagi Anne, kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomatik. Dalam surat yang ditujukan kepada Umi, ia menulis: “I was delighted to meet you on my first visit to Indonesia as Minister for International Development.”

Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna pribadi yang mendalam, terlebih sebagai perempuan Muslim pertama yang duduk di kabinet Australia. Surat berkop Coat of Arms of the Commonwealth of Australia itu diterima pihak MIM 5 Surabaya sepekan setelah kunjungan Menteri Anne.

Begitu memasuki kelas, Anne Aly langsung duduk di kursi kecil di antara murid-murid. Di tangannya terbuka sebuah big book berjudul Sack Race atau balap karung, permainan tradisional yang identik dengan perayaan Kemerdekaan Indonesia setiap bulan Agustus.

Dengan penuh semangat, Anne mulai membacakan cerita. Layaknya seorang pendongeng, suaranya naik turun mengikuti alur, sesekali menirukan tokoh dengan nada jenaka. Murid-murid pun tertawa riang, sebagian menutup mulut menahan geli.

Sesekali Anne mengangguk sambil menatap mata murid yang menjawab pertanyaannya, memberi validasi tanpa banyak kata.

“Murid-murid kami tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga merasakan kehangatan dari sosok Menteri Australia yang hadir dan duduk bersama mereka,” kenang Umi Syarofah, pada Jumat (15/8/2025).

Suasana semakin cair ketika Anne Aly ikut bermain ular tangga matematika bersama murid-murid di kelas. Sang menteri tampak jongkok, melangkah di atas petak besar berwarna cerah, lalu bersorak kecil setiap kali seorang murid berhasil maju. Pada satu momen, ia menepuk bahu seorang murid yang berhasil menjawab soal, kemudian mengangkat tangan anak itu ke udara layaknya juara lomba. Tawa pun pecah memenuhi ruangan.

Permainan tersebut merupakan wujud transformasi metode pembelajaran numerasi di MIM 5 Surabaya hasil kemitraan dengan INOVASI. Jika sebelumnya matematika lebih banyak diajarkan melalui hafalan dan pengerjaan soal angka, kini konsep matematika diperkenalkan melalui permainan yang menyenangkan.

Dengan pendekatan ini, murid lebih mudah memahami konsep secara kontekstual.

Salah satu guru yang mendampingi Anne dalam permainan ular tangga, Galuh Nurul Isnaeni, mengaku masih terkesan dengan kesederhanaan sang menteri.

“Beliau sangat humble. Cara berinteraksinya tulus dan penuh perhatian,” ujarnya.

Kesan serupa juga dirasakan oleh salah satu guru yang mendampingi Anne membaca big book, Windayanti. Ia kagum dengan sikap Anne yang kerap menundukkan badan sedikit saat berbicara dengan murid, agar terasa setara.

“Meski menggunakan bahasa Inggris, Menteri Anne mampu menarik perhatian murid dengan ekspresi dan gestur yang hangat dan ramah. Bahkan terkesan sangat dekat, seperti sudah kenal lama,” ungkap Winda.

Dalam suratnya, Anne mengungkapkan rasa kagumnya: I greatly appreciated the warm welcome at your school, and the opportunity to witness the joyful and inclusive learning environment that you and your dedicated teachers have created.

Ia memberi selamat kepada seluruh guru MIM 5 Surabaya atas upaya mereka membentuk generasi penerus.

Anne datang ke Indonesia dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jakarta, Surabaya, dan Bali. Di Surabaya, ia menyempatkan diri mengunjungi MIM 5 Surabaya untuk melihat langsung dampak program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia dan Muhammadiyah yang telah berjalan sejak 2018.

Program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.Bagi MIM 5 Surabaya, kedatangan Anne adalah sebuah penghargaan atas kerja keras mereka. Terletak di jantung Kota Surabaya yang padat, MIM 5 Surabaya menjadi tempat belajar bagi hampir 500 anak.

Sejak berdiri pada 1959, madrasah ini menjadi saksi perjalanan hidup masyarakat di Pasar Jojoran dan sekitarnya. Selama lebih dari enam dekade, MIM 5 Surabaya melayani pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang beragam, mulai dari keluarga pedagang, buruh harian, hingga pegawai negeri maupun swasta. Banyak dari mereka tinggal di perkampungan padat penduduk tak jauh dari madrasah.

Umi menuturkan bahwa mereka merasa sangat terhormat karena seorang menteri berkenan berkunjung ke madrasah yang berada di wilayah padat penduduk seperti madrasah mereka.

“Kami merasa sangat terhormat seorang menteri mau berkunjung ke madrasah yang berada di wilayah padat penduduk seperti madrasah kami,” tutur Umi.

Bagi Anne, kunjungan ini memperkuat tekadnya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia. Ia menutup suratnya dengan sebuah pernyataan: “I depart with an even stronger commitment to working with Indonesia on its development priorities and to shape a region that is peaceful, stable, and prosperous.”

Menjelang akhir kunjungan, Anne memeluk Umi dan para guru erat-erat.

We will meet again, InsyaAllah!,” ucapnya.

 

Keberlanjutan Program Literasi-Numerasi

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Literasi-Numerasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Enik Setyawati, menyambut baik kemitraan dengan INOVASI yang telah terjalin sejak 2018.

Menurutnya, kerja sama ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas literasi dasar di madrasah dan sekolah Muhammadiyah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Program tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah, tetapi juga mendorong terciptanya budaya belajar yang lebih bermakna dan inklusif.

PWM Jawa Timur berkomitmen menyebarluaskan praktik baik hasil kemitraan ini ke lebih banyak madrasah dan sekolah Muhammadiyah. Langkah konkret yang ditempuh antara lain mendorong Majelis Dikdasmen serta perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mereplikasi pendekatan literasi berbasis bukti, sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembinaan sekolah.

Selain itu, PWM Jatim juga mengupayakan agar praktik tersebut diintegrasikan ke dalam kurikulum pelatihan guru melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Muhammadiyah.

Kemitraan antara INOVASI dan Muhammadiyah sendiri telah dimulai sejak 2018 melalui program literasi awal di 14 madrasah pada empat kabupaten.

Pada 2021-2022, kerja sama ini diperluas ke enam wilayah dengan melibatkan 40 madrasah Muhammadiyah, termasuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah turut berkontribusi melalui pelatihan dosen, pengembangan modul, serta pembentukan tim fasilitator daerah.

Hasil evaluasi program pada 2021-2023 menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi literasi murid kelas 1 dan 2, berdasarkan indikator Minimum Proficiency Level (MPL) dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Hari itu, Menteri Anne meninggalkan kesan yang lebih dari sekadar dokumentasi resmi. Tawa murid yang bergema di kelas, sorot mata penuh bangga, serta sikap seorang menteri yang rela duduk di lantai bersama para siswa.

Semuanya menyampaikan pesan yang sama bahwa pendidikan yang hangat dan inklusif bukan hanya membentuk murid, tetapi juga menjembatani persahabatan lintas benua. (anarose)

Perkemahan Kemerdekaan Meriahkan HUT Ke-80 RI di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Perkemahan Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Agro Mulia, Pandaan, pada Sabtu–Minggu (16–17/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 4 dan 5 dengan penuh semangat nasionalisme. Antusiasme sudah terlihat sejak pengumuman perkemahan disampaikan sepekan sebelumnya.

Setiba di lokasi, para siswa mengikuti apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Nundun Neti. Dalam sambutannya, ia mengajak siswa meneladani perjuangan para pahlawan serta menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian sejak dini.

“Pelajaran terpenting di sini adalah kemandirian kalian selama mengikuti perkemahan dan bagaimana kalian bisa saling bekerja sama satu sama lain,” ujarnya.

Selama perkemahan, siswa mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti lomba yel-yel, outbound, memasak bersama, malam pentas seni, dan api unggun. Mereka juga mendapat pelatihan kedisiplinan, tali-temali, serta motivasi dari para pembina dan guru.

Acara puncak ditutup dengan upacara bendera pada Minggu pagi, bertepatan dengan 17 Agustus 2025, sebagai simbol persatuan dan cinta tanah air.

Ketua pelaksana, Azzam, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan penanaman nilai nasionalisme.

“Kami ingin menanamkan semangat nasionalisme melalui cara yang menyenangkan,” ungkapnya.

(Ana Rose)