MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menghadirkan Tanti Puspitorini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), untuk berbagi ilmu tentang kehumasan. Acara dikemas dalam forum bertajuk Tangan-Tangan di Balik Mulia Maju, Siapkan Peranmu pada Senin (7/7/2025).
Meski tidak semua guru dan karyawan tergabung dalam tim humas sekolah, Tanti menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen sekolah dalam mendorong kemajuan institusi. Peran tersebut bisa dimulai dari hal-hal sederhana namun berdampak besar.
Dalam sesi diskusi, Tanti membagikan pengalaman Smamda dalam proses membangun branding sekolah, hingga dipercaya masyarakat sebagai salah satu SMA terbaik di Surabaya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya bergantung pada satu orang, melainkan hasil sinergi dari seluruh elemen di dalamnya.
“Jangan merasa tidak penting. Masing-masing dari kita punya peran besar bagi kemajuan sekolah. Apa pun yang bisa kita kerjakan, niatkan dengan tulus dan ikhlas. Insyaallah, itu menjadi amal jariyah. Hasilnya akan kita rasakan bersama,” ujarnya.
Tanti juga mendorong guru dan karyawan untuk berani mencoba hal-hal baru dan terbuka terhadap tugas yang mungkin belum pernah mereka bayangkan sebelumnya. Ia membagikan pengalamannya saat mendapat tugas baru yang menantang.
“Ketika saya diberi amanah baru, sempat muncul keraguan: bisakah saya menjalani ini? Tapi bismillah, saya jalani dengan niat tulus,” tambahnya.
Dalam konteks branding sekolah dan suksesnya penerimaan siswa baru, Tanti menekankan pentingnya inovasi yang bisa dimulai dari langkah-langkah kecil dan tidak selalu memerlukan biaya besar.
Salah satu contohnya adalah flyer gerakan membaca Surah Al-Kahfi setiap Kamis malam yang diterapkan di Smamda. Program ini bukan hanya menanamkan nilai kebaikan, tetapi juga menjadi ciri khas sekolah.
Menutup sesi, Tanti mengajak seluruh guru dan karyawan untuk menuangkan ide-ide inovatif yang mudah diimplementasikan di lingkungan sekolah.
Menanggapi ajakan tersebut, Wolyono, salah satu guru, mengusulkan program morning call sebagai pengingat salat Subuh bagi siswa.
“Karena statusnya anak SD dan belum semua punya ponsel, maka bisa menggunakan HP orang tua. Dengan begitu, tidak hanya siswa yang terbiasa salat subuh, tetapi juga orang tua mereka ikut terdampak oleh kebaikan ini,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi momen penting untuk membangkitkan semangat kolaborasi di antara guru dan karyawan. Semua pihak didorong untuk aktif berperan, sekecil apa pun kontribusinya, demi kemajuan bersama Sekolah Mulia.
(Ana Rose)

