Empat Kunci Sukses Membranding Sekolah Muhammadiyah

Menyambut tahun ajaran baru 2024/2025, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) memberikan wadah bagi guru, karyawan, dan seluruh tenaga pendidik untuk meng-upgrade diri sebelum bertemu siswa pada 15 Juli mendatang.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (8-10/7/2024) di aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Pada hari pertama, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah MPd mendatangkan Edy Susanto MPd yang merupakan kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya (Mudipat) sebagai pemateri.

Edy memberikan strategi untuk mem-branding sekolah unggul serta sukses PPDB. Tak diragukan lagi bahwa Mudipat menempati posisi teratas sebagai sekolah Muhammadiyah dengan jumlah terbanyak penerimaan siswa baru tingkat sekolah dasar.

Edy menyampaikan bahwa untuk mem-branding sekolah besar dibutuhkan empat hal. Yaitu, memorable (mudah diingat), be extraordinary (jadi yang luar biasa), care (peduli), differential (jadilah yang berbeda).

“Jadilah sekolah yang memorable, bukan jadi memori. Kenapa kok gitu? Jangan sampai kita jadi kenangan, tapi jadilah yang mudah diingat. Di mana-mana kita diingat. Gimana caranya? Sekolah harus punya ciri, keunikan yang khas dan berbeda dari sekolah lain seperti nama Sekolah Mulia sudah bagus, ini jadi branding sekolah. Tinggal kita tambahkan sentuhan lainnya,” papar Edy yang juga menjabat sebagai ketua Foskam SD/MI Jatim.

Suksesnya PPDB, kata Edy, dibutuhkan strategi matang. Salah satu hal penting adalah memberikan service excellent atau pelayanan terbaik untuk siapa pun agar sekolah dipercaya oleh masyarakat.

“Siapa pun yang datang di sekolah, berikan pelayanan yang baik. Atau mungkin ada yang menghubungi lewat WA, berikan jawaban dengan tutur kata yang baik meskipun hanya sebatas chat. Jangan disingkat-singkat, bahasanya yang jelas,” terangnya.

Lebih lanjut, Edy memberikan motivasi dengan kalimat “giving the best for getting the best“.

“Berikan yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik. Jangan nanggung-nanggung untuk memberikan yang terbaik dari diri kita,” tambahnya.

Sementara itu, Umi berharap seluruh guru karyawan dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh seluruh rangkaian kegiatan Upgrading yang diselenggarakan tiga hari mendatang karena ini merupakan bekal untuk kesiapan tahun ajaran baru yang lebih baik.

“Tolong ustadz-ustadzah ikuti dengan baik kegiatan hari ini dan seterusnya. Ini semua demi kita, demi kemajuan MI Muhammadiyah 5. Kita tambah apa yang menjadi kekurangan di tahun sebelumnya,” ucapnya.

(Ana Rose)

Mulia Awards, Ajang Memacu Prestasi Anak

MI Muhammadiyah 5 Surabaya kembali menggelar Mulia Awards Ke-12 pada tahun 2024 ini. Kali ini, acara diselenggarakan di atrium Kaza Mall Surabaya pada Kamis (13/6/2024).

Mulia Awards merupakan ajang pemberian penghargaan kepada seluruh siswa dengan berbagai kategori sebelum menerima rapor kenaikan kelas. Sebelumnya, terlebih dulu ustadz-ustadzah mengobservasi hal-hal baik yang telah dilakukan baik dari prestasi maupun dari kebiasaan-kebiasaan baik yang sering dilakukan.

Berbagai kategori seperti The Best Religion, The Best Memorize Of Prayers, The Best Memorize Daily Hadist with the Meaning, The Best Memorize Short Surah, The Best Qur’an Reader, The Best Character, The Best Friend’s, dan yang terakhir Life Skill adalah nominasi di ajang Mulia Awards kali ini.

Turut hadir Drs Ranu Warsito MM mewakili Majelis Dikdasmen PDM Surabaya. Dia mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini.

“Selamat untuk seluruh bapak ibu guru terutama ibu kepala sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan ini menjadi suatu kebiasaan baik yang dijadikan budaya. Dilaksanakan per tahun agar anak-anak punya rasa dihargai, bahwa anak-anak ini adalah anak-anak dengan mental juara. Sehingga timbul prestasi-prestasi di MI Muhammadiyah 5,” tuturnya.

Kepala Sekolah Mulia Umi Sarofah SPd MPd menjelaskan latar belakang terselenggaranya kegiatan ini.

“MI Muhammadiyah 5 memberikan penghargaan kepada mereka baik dari segi bakat, kemampuan, semua prestasi yang mereka torehkan selama satu tahun di ajang ini,” ujarnya saat sambutan.

Umi juga memotivasi wali murid agar mengapresiasi anak-anak seperti yang dilakukan sekolah saat ini.

“Mohon bapak ibu juga apresiasi mereka di rumah agar mereka menjadi anak yang tumbuh percaya diri dan membawa prestasi bagi diri mereka sendiri dan orang di sekitarnya,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam ajang ini pula Sekolah Mulia mengorbitkan Putra-Putri Mulia dari setiap jenjang mulai kelas 1 hingga kelas 5 yang telah melalui tahap seleksi dengan ketentuan kemampuan public speaking yang baik.

Anya, salah satu dari mereka, sempat diuji oleh Sekretaris PCM Gubeng Qomarudin dengan pertanyaan berbahasa Inggris dan Anya mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan lugas dan tepat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pada tahun selanjutnya seluruh siswa dapat terpacu untuk selalu berfastabiqul khairat baik dalam prestasi akademik maupun non akademik juga dengan akhlak yang semakin mulia.

(Ana Rose)

Tahfidz Camp Mulia Gembleng Generasi Penghafal Quran

Para penghafal Al-Quran cilik berlari kecil dengan senyum di bibirnya menuju suara komando ustadz-ustadzahnya untuk mengikuti kegiatan tahfidz camp. Kegiatan ini bertempat di Muhammadiyah Training Centre (MTC) Wonosalam, Jombang, selama tiga hari sejak Senin hingga Kamis (10-13/6/2024) dengan jumlah 50 siswa.

Kegiatan tahfidz camp adalah kelanjutan daurah tahfidz di sekolah yang dilaksanakan guna memberi kesempatan penuh anak-anak untuk menghafal Al-Quran tanpa belajar mata pelajaran lain dengan tempat yang berbeda.

Sekolah Mulia, sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang sudah memiliki kelas tahfidz benar-benar bertekad mencetak para kader yang mampu menghafal Al-Quran dan mampu memahami serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari- hari.

Kegiatan tahfidz camp kali ini dilakukan sebagai langkah berproses untuk keberhasilan program generasi Mulia Berjiwa Qurani berakhlak Islami sesuai dengan tema tahfidz camp tahun ini.

“Proses itu membutuhkan perjalanan dan perjuangan panjang untuk mewujudkannya,” ucap Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah.

Umi menjelaskan, peserta tahfidz camp tahun ini adalah siswa kelas 1 sampai kelas 5 usia 6 tahun sampai 11 tahun dengan kemampuan menghafal surat yang beragam, yakni juz 1 dan juz 30.

Semangat mereka yang luar biasa membuat mereka mandiri dan mengikuti dengan tertib semua rangkaian kegiatan sehingga sejenak dapat melupakan rasa rindu kepada kedua orangtua, juga dengan kebiasaan manja selama di rumah.

Target hafalan dalam kegiatan ini adalah 1 juz. Namun, Umi paham betul bahwa kemampuan menghafal setiap anak tidaklah sama.

“Kami motivasi anak-anak untuk memaksimalkan kesempatan ini dengan selalu berproses,” tambahnya.

Kegiatan peserta tahfidz camp mulai dari bangun pukul 03.00 WIB untuk shalat Tahajud, shalat Subuh, murajaah, olahraga pagi, fun gameice breaking, menghafal, dan menghafal lagi.

“Dengan kegiatan variatif dan menyenangkan diharapkan anak- anak lebih semangat dan mudah dalam menghafal,” ujar Enik, panitia tahfidz camp.

Kegiatan tahfidz camp ini diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahun dengan harapan anak-anak akan lebih cepat mencapai target hafalannya. Lebih dari itu, mereka dapat menjaga dan merawat hafalan yang telah dimiliki dengan baik. (anarose)

Wisuda Angkatan Ke-61 Sekolah Mulia Bertabur Segudang Prestasi

Wisuda Angkatan Ke-61 MI Muhammadiyah 5 Surabaya bertabur prestasi. Sekolah Mulia kembali menggelar wisuda kelulusan siswa kelas 6 angkatan ke-61 pada Jumat (7/6/2024) di convention hall Surabaya.

Pada kesempatan ini, Sekolah Mulia meluluskan 101 siswa untuk melanjutkan jenjang berikutnya di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan bertajuk Generasi Mulia Siap Berkompetisi diEra Global itu turut dihadiri oleh Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Dikky Syadqomullah SHI MHes.

Dikky berpesan kepada wali murid agar tak melupakan sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan pendidikan buah hatinya.

“Silakan milih SMP Muhammadiyah se Surabaya, tapi kalau ingin yang dekat dan nyambung bisa pilih Sekolah Akhlaq, SMP Muhammadiyah 9 Surabaya,” terangnya.

Kemudian ia sampaikan motto sekolah Muhammadiyah.

“Motto sekolah-sekolah Muhammadiyah adalah buah hati Anda amanah kami. Insya Allah anak-anak ini akan digembleng sedemikian rupa di sekolah Muhammadiyah,” sambung mantan ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur tersebut.

Sementara itu, lulusan angkatan ke-61 ini menorehkan segudang prestasi di sejumlah bidang pada tahun ajaran 2023/2024. Lintang Dewa meraih Olimpiade IKMC tingkat internasional, Seto Arrayan meraih medali emas dalam Olimpiade KMNR tingkat nasional, dan Griselda Aura Sakhi juara 1 secara 2 kali berturut-turut dalam lomba porseni tingkat provinsi, juara 1 MHQ tingkat Jawa Timur serta juara 1 tahfidz SD/MI Muhammadiyah se kota Surabaya.

Selain itu, dalam bidang olahraga Aditya Rahman Parahita meraih juara 2 lomba karate tingkat Jawa Timur.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd menyampaikan bahwa prestasi yang diraih wisudawan bukanlah karena kerja keras sekolah semata.

“Segudang prestasi yang ditorehkan anak-anak adalah bukan karena kami. Melainkan karena mereka, karena keberhasilan panjenengan semua yang telah gigih membersamai kami, MI Muhammadiyah 5 dalam mengantar kesuksesan mereka,” ujarnya.

Prestasi tersebut diharapkan dipertahankan dan dikembangkan di jenjang berikutnya. Seperti yang disampaikan oleh Amanto Prajudisiono SPsi Psikolog, ketua Majelis Dikdasmen PCM Gubeng.

“Sekolahlah setinggi-tingginya pasti hidup kalian akan lebih baik. Pertahankan prestasimu dan selalu kembangkan potensi yang ada,” pesannya.

Amanto juga berpesan kepada wali wisudawan. “Kita tidak tahu anak-anak kita mau jadi apa, tapi kita pastikan memberikan makanan terbaik, pendidikan terbaik untuk anak-anak kita. Salah satunya melalui sekolah-sekolah Muhammadiyah,” imbuhnya. (anarose)

Warga Sekolah Mulia Shalat Ghaib untuk Bunda Arba’iyah Yusuf

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Dr Arba’iyah Yusuf MA meninggal dunia pada Selasa (14/5/2024) dini hari pukul 00.15 WIB di RS Delta Surya, Sidoarjo. Wafatnya mantan ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur itu tentu menjadi kehilangan besar bagi warga Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur.

Tak terkecuali kelurga besar Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Semasa hidupnya, Bunda Arba’iyah, sapaan akrab untuk Arba’iyah Yusuf, beberapa kali mendatangi Sekolah Mulia. Salah satunya ketika Sekolah Mulia menjadi tuan rumah penyelenggaraan showcase literasi dua tahun lalu.

Mendengar kabar duka, seluruh warga sekolah serempak bergegas mengikuti shalat Ghaib bersama setelah melaksanakan jamaah shalat Duhur pada Selasa (14/5) di Masjid Muhajirin, yang berada satu lokasi dengan sekolah.

Setidaknya 500 lebih siswa beserta guru-karyawan mengikuti shalat Ghaib untuk almarhumah. Sebab, saat mendengar adanya kematian dari sesama atau saudara muslim, umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat Ghaib atau shalat Jenazah untuk mendoakannya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd begitu kagum terhadap sosok almarhumah.

“Bu Arbaiyah adalah sosok tokoh Muhammadiyah yang sangat peduli akan kemajuan lembaga pendidikan. Program yang masih sangat dirasakan oleh teman-teman sekolah atau madrasah adalah literasi dan numerasi,” terangnya.

Perempuan yang juga menjadi dosen di kampus UINSA tersebut saat ini sedang gencar mengembangkan program literasi ke lembaga pendidikan Muhammadiyah Indonesia yang sebelumnya telah sukses di lembaga pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur.

“Beliau bertekad ingin mengembangkan program literasi ke seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah di Indonesia. Begitu besar perjuangan yang telah dilakukan Bunda. Selamat Jalan Bunda, jasamu akan selalu kami kenang, perjuanganmu akan senantiasa kami lanjutkanm,” tambah Umi.

(Ana Rose

Siswa Sekolah Mulia Borong Prestasi Matematika Internasional

Nama MI Muhammadiyah 5 Surabaya kembali merebak setelah munculnya nama siswa-siswi berprestasi dalam kompetisi matematika IKMC (International Kangaroo Mathematics Contest).

Kompetisi ini merupakan kontes matematika internasional yang diadakan setiap tahun untuk siswa sekolah dasar dan menengah dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Sebelumnya, melalui KPM, seluruh siswa mengerjakan soal matematika di kelas masing-masing pada 3 April 2024 hingga kemudian pembina menghubungi tim humas pada Senin (13/5) mengumumkan lebih dari 100 siswa kelas 1-6 mendapatkan penghargaan dengan perincian 66 bronze medal, 34 silver medal, dan 1 gold medal.

Winda, wali siswa dari Laura Queen yang menjadi salah satu peserta peraih medali silver, mengaku senang putrinya dapat meraih prestasi dalam bidang matematika melalui kompetisi ini.

“Alhamdulillah, ajang semacam ini melatih kemampuan anak saya dalam pelajaran matematika. Juga dengan berbagai latihan-latihan soal yang diberikan menjadi pembelajaran tersendiri,” ucapnya.

Pelaksanaan IKMC mendapat tanggapan yang positif dari sekolah. Kepala Sekolah Mulia Umi Sarofah mendukung penuh kegiatan ini.

“Saya sepenuhnya mendukung kegiatan ini.  Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk anak-anak, bahwa mereka mampu berkompetisi dengan siswa dari berbagai negara. Juga sebagai proses peningkatan kemampuan siswa,” katanya.

Menurut Umi, prestasi ini menjadi bukti bahwa matematika tak selalu menakutkan seperti stigma yang lekat pada diri anak didik.

“Sekolah berkomitmen akan selalu membersamai anak-anak untuk meraih prestasi dengan potensi yang ada,” tegasnya.

(Ana Rose

Mengenal Gentle Parenting, Pola Asuh Masa Kini

Seminar parenting kembali digelar oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Kali ini, Sekolah Mulia –sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya– menghadirkan Asteria Ratnawati Saroinsong SPsi Psikolog pada Sabtu (27/4) di Hall Mangkunegara, Hotel Narita Surabaya.

Selalu ada hal-hal baru yang dikupas untuk dipelajari bersama, baik oleh wali murid maupun guru yang merupakan orang tua bagi anak ketika di sekolah.

Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dikky Syadqomullah SHI MHes turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia menjelaskan bahwa kegiatan ini baik dan penting untuk diikuti.

“Mari kita ngecas bareng-bareng ilmu kita di kesempatan parenting ini. Pentingnya belajar pagi ini ialah mendapatkan ilmu yang bermanfaat, lalu usaha kita sebagai orang tua menjadikan anak-anak qurrota ayun, juga sebagai pemimpin yang bertakwa,” terang Dikky.

Di awal materi, Asteria pemateri bertanya kepada seluruh audiens.

“Bapak-Ibu, siapa yang dulu waktu kecil suka dijewer? Suka dipukul orang tuanya ketika ndak nurut?” tanyanya.

Ternyata setelah pertanyaan itu dilontarkan, banyak orang tua yang mengacungkan tangan mengaku mengalami kejadian tersebut di masa kecil.

“Kalau dahulu dalam parenting ada yang tidak benar Anda alami, stop di Anda! Jangan sampai terbawa ke anak-anak kita. Jangan marah ya ke orang tua kita. Dulu tidak ada seminar parenting seperti ini, tidak ada Youtube dan lainnya. Jadi kita harus beda ya,” ucapnya.

Asteria turut membahas gantle parenting yang kini marak diperbincangkan warganet, khususnya para ibu setelah viralnya gaya parenting artis Nikita Willy di berbagai media sosial. Asteria menjelaskan bahwa implementasinya menggunakan pendekatan yang lembut dan positif.

“Sekarang kan ramai tuh ngomongin artis Nikita Willy di sosial media tentang cara parenting dia. Nah, kalau di video kita lihat cara bicaranya lembut. Tapi meski lembut, bukan berarti tidak ada batasan ya Bapak-Ibu. Tetap harus ada batasan yang disepakati,” jelasnya.

Tak kalah penting, setiap perjalanan tumbuh kembang anak harus didampingi. Mereka perlu belajar dari dua-duanya, tidak dari satu figur saja karena orang tua memiliki peran masing-masing.

(Ana Rose)

Umi Sarofah, Kepala Madrasah Wanita Berprestasi, Diulas dalam Buku Potret Kartini Indonesia 2024

Sosok RA Kartini masa kini yang dapat sejajar kemampuan dan potensinya terhadap kaum lelaki yang berjuang dalam pembangunan bangsa ini patut diapresiasi. Pada peringatan Hari Kartini 2024 yang berlangsung pada 21 April, Penerbit Cendekia melahirkan sebuah karya buku yang berjudul Potret Kartini Indonesia 2024 (Mereka Perempuan Tangguh dan Ulet).

Buku tersebut berisi 17 profil wanita berbeda dari berbagai penjuru negeri. Salah satunya profil Umi Sarofah SPd MPd, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Umi layak disebut sebagai Kartini masa kini. Khususnya dalam kiprahnya di dunia pendidikan yang berhasil membawa nama MI Muhammadiyah 5 Surabaya menjadi salah satu sekolah unggulan yang diakui.

Di bawah kepemimpinannya, MI Muhammadiyah 5 meraih predikat excellent school oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur yang selalu berkomitmen terhadap pendidikan yang berkualitas.

Umi juga berhasil meraih penghargaan sebagai Penggerak Sekolah atau Madrasah Literasi yang diberikan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya yang diterimakan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Umi juga gigih menyuarakan bahwa kualitas madrasah harus setara dengan sekolah Muhammadiyah lainnya.

“Madrasah harus setara dengan sekolah Muhammadiyah lainnya. Artinya, masih banyak di antara kita yang memandang sebelah mata madrasah. Hal ini harus kita buktikan bahwa madrasah dapat seimbang antara pendidikan agama dan umum. Bahkan bisa lebih baik dari sekolah swasta Islam lainnya,” paparnya.

Ucapan Umi terbukti dengan prestasi gemilang yang ditorehkan oleh siswa-siswi, salah satunya meraih juara 1 dalam lomba Tahfidz Porseni Tingkat MI Provinsi Jawa Timur dua kali berturut-turut. Bahkan berhasil meraih juara tingkat nasional dalam Olimpiade Sains yang menjadi bukti nyata adanya potensi dan prestasi unggul MI Muhammadiyah 5.

Perempuan yang membawahkan 60 tenaga pendidik dengan jumlah lebih dari 600 siswa bukanlah hal yang mudah. Umi selalu berkomitmen untuk menyatukan hati dan menyamakan persepsi serta tujuan. Setiap permasalahan yang ada didiskusikan bersama.

“Selalu saya ajak diskusi guru-guru dalam setiap permasalahan. Begitu pun ketika di awal menggiatkan program literasi di sekolah, kami bicarakan bersama baik pelaksanaannya juga dengan komitmen menjaga program yang sudah dijalankan,” ungkap ibu lima anak itu.

Umi meyakini bahwa setiap niat dan hal baik akan berbuah manis di kemudian hari. Kesuksesan sejati diraih jika dapat membawa manfaat bagi orang lain.

“Hidup terasa tidak sia-sia jika kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain dan dan senantiasa berbuat baik sehingga mengalir pahala jariyah,” ucapnya.

Berbagai pencapaian dan hal yang telah dilakukan Umi membuat Adi Priyanto, penyunting buku, mengungkap niat tulus ingin memberikan perhatian lebih kepada para figur wanita yang sukses dan berprestasi di berbagai bidang. Salah satunya dalam pendidikan.

(Ana Rose)

Kurang dari Setengah Jam, 1000 Paket Takjil Sekolah Mulia Langsung Ludes

Momentum bulan suci Ramadhan senantiasa membuat kita semangat untuk ber-fastabikul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Tak terkecuali bagi Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Sekolah yang terletak di Jalan Jojoran itu menggalakkan kegiatan tebar 1000 takjil yang terbagi di tiga titik pada Rabu (27/3/2024).

Titik yang telah ditentukan diharapkan dapat menjangkau area yang menjadi target kegiatan bagi takjil ini. Jalan Jojoran tentu menjadi area utama karena di sinilah setiap hari warga sekolah berlalu lalang melintas dan membuat jalanan menjadi padat di setiap pagi.

Sementara di titik yang lain, yaitu Jalan Karang Menjangan dan Jalan Dharmawangsa, menjadi target selanjutnya. Di sinilah kondisi jalan ramai dipadati masyarakat yang melintas sepulang kerja karena berdekatan dengan kampus dan rumah sakit.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah mengatakan, kegiatan ini selain sebagai kegiatan sosial juga membawa manfaat lainnya. Yaitu, menjadi salah satu sarana promosi sekolah dalam pengenalan MI Muhammadiyah 5 kepada warga Surabaya, khususnya warga Gubeng.

“Insya Allah takjil yang kita bagikan hari ini membawa manfaat dan keberkahan. Manfaat lainnya ini menjadi salah satu upaya kita dalam mengenalkan MI Muhammadiyah 5 pada masyarakat Gubeng meski ini bukanlah tujuan yang utama,” ujarnya.

Dalam waktu kurang dari 30 menit, takjil ludes dibagikan ke pengguna jalan dari masing-masing titik dengan tertib meski membuat kondisi jalan menjadi padat merayap.

Siswa-siswi kelas 6 dengan didampingi ustadz-ustadzah turun ke jalan untuk membagikan takjil. Hal ini juga sebagai pembelajaran untuk anak-anak tentang bagaimana memberi manfaat pada sesama serta menambah amalan di bulan suci.

Turut hadir juga ibu-ibu yang tergabung dalam komite membagikan takjil di jalan dengan titik yang berbeda. Mereka juga turut membantu berjalannya kegiatan ini, membantu segala persiapan baik dalam pemesanan makanan juga dengan kemasannya.

Kolaborasi ini terbentuk atas kerjasama dari sekolah dan komite yang solid sehingga terkumpul 1000 paket takjil yang berasal dari infak anak-anak dari setiap kelas dan guru karyawan MI Muhammadiyah 5.

“Alhamdulillah berbagi 1000 paket takjil berhasil kami laksanakan. Semua ini tentu buah manis dari kerjasama kami semua. Insya Allah semoga kita istiqamah mengadakan kegiatan ini di setiap Ramadhan,” kata Siti Mujiati, ketua komite MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

(us fitri)

Jangan Jadi Pegawai Muhammadiyah kalau Tak Mau Taat Aturan

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Suhadi M Sahli menyebut Muhammadiyah sebagai dakwah kemajuan. Hal itu sesuai dengan pemikiran KH Ahmad Dahlan, sang pendiri.

“Dadio kiai sing kemajuan. Ojo kesel anggonmu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah,” katanya menirukan pesan KH Ahmad Dahlan.

“Artinya, jadilah kiai yang berkemajuan. Jangan mudah lelah bekerja untuk Muhammadiyah. Dengan maksud tidak menolak kemajuan dalam kemodernan dan mengadaptasi berbagai sistem dalam pendidikan modern dalam bermuhammadiyah,” paparnya saat menjadi narasumber Baitul Arqam seluruh guru dan karyawan AUM di PCM Gubeng, Ahad (24/3/2024).

Lebih lanjut, Suhadi mengatakan bahwa Muhammadiyah ialah gerakan Islam sebagai peradaban dan Islam sebagai rahmatin lil alamin yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dalam menyebarkan ajarannya.

Muhammadiyah dalam gerak juangnya senantiasa berikhtiar mewujudkan nilai-nilai rahmatan lil alamin di segala kehidupan umat.” imbuhnya.

Saat sesi tanya jawab berlangsung, salah satu peserta bertanya tentang bagaimana dengan tenaga AUM yang bukan berasal dari keluarga Muhammadiyah dan masih mengamalkan ajaran yang bukan berasal dari Muhammadiyah.

Suhadi menjawab, menjadi guru di Muhammadiyah harus siap menaati apa yang menjadi aturan Muhammadiyah.

“Jika tidak siap, mohon maaf jangan menjadi guru atau karyawan di AUM. Pimpinan harus membimbing dan memberikan pencerahan sehingga sepakat menjadi kader Muhammadiyah,” tegasnya.

Acara bertema “Sinergi Gerakan Menuju Masyarakat Gubeng Berkemajuan” itu diikuti ratusan peserta dan berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah 9 Surabaya.

Ketua PCM Gubeng Sulaiman dalam sambutannya memberikan motivasi dan harapannya kepada seluruh peserta.

“Bapak ibu, tolong kegiatan hari ini diniatkan sebagai ibadah. Semoga niat kita berangkat di catat Allah sebagai ibadah. Mudah-mudahan di berikan kemudahan jalan untuk menuju surga,” katanya.

Selain Suhadi M Sahli, terdapat narasumber lainnya seperti Koko Soesantho dan M. Khoirul Abduh (Wakil Ketua PWM Jatim)

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader-kader Muhammadiyah, khususnya keluarga besar AUM Gubeng, menjadi masyarakat berkemajuan yang mantap bermuhammadiyah.