Mengabdi Selama 23 Tahun, Guru Senior Sekolah Mulia Diberangkatkan Umrah

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) memberikan apresiasi guru senior dengan memberangkatkannya ibadah umrah. Program ini telah berjalan kali kedua sejak dicanangkan. Kali ini, Lulik Husniah SPd mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci pada Rabu (4/9/2024).

Suasana bahagia bercampur haru mewarnai keberangkatan ibadah umrah kali ini. Lulik tak menyangka dirinya akan menjadi tamu Allah bersama keluarganya.

“Alhamdulillah, senang sekali sekaligus terharu hari ini saya mendapat giliran untuk melaksanakan ibadah umrah,” ucapnya.

Lulik tidak sendirian. Dia mengajak serta suami dan anak semata wayangnya untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, Allah berikan kami rezeki untuk berangkat bersama. Semoga kami sekeluarga diberikan kelancaran dan kemudahan selama menunaikan ibadah di Tanah Suci,” katanya.

Guru mata pelajaran Kemuhammadiyahan itu telah mengabdi di MI Muhammadiyah 5 Surabaya selama 23 tahun. Dia juga aktif di Pimpinan Ranting Aisyiyah Sutorejo.

Loyalitasnya kepada Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan, menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik lainnya agar tak lelah dalam bermuhammadiyah.

Sehari sebelum keberangkatannya, Lulik berpamitan dengan rekan-rekan kerja. Berbagai macam pesan disampaikan oleh teman-teman guru. Doa juga turut dihaturkan dalam perpisahan itu.

“Hati-hati ya Bu, sehat-sehat. Semoga semuanya lancar di sana sampai pulang,” ujar Fitri, salah satu rekan karyawan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah berkomitmen program umrah untuk guru dan karyawan akan terus dilaksanakan setiap tahun.

“Insya Allah kami akan konsisten melaksanakan program ini sebagai apresiasi kepada guru berdasarkan masa kerja selama pengabdiannya. Loyalitas beliau semua patut untuk mendapatkan penghargaan ini. Alhamdulillah, atas dukungan PCM Gubeng, program ini dapat terlaksana,” papar Umi.

Cari Nuansa Beda, Sekolah Mulia Laksanakan Upacara Bendera di Bumi Perkemahan

Memperingati HUT Ke-79 RI, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar upacara di bumi perkemahan Agro Mulia, Prigen, Pasuruan, pada Sabtu (17/8/2024).

Kegiatan ini menjadi pembuka sebelum rangkaian kegiatan yang lain mengiringi. Matahari yang begitu menyengat tak menyurutkan semangat para siswa kelas 4 dan 5 yang menjadi peserta pada kegiatan kali ini.

Uniknya, kegiatan ini disiarkan secara langsung di Youtube Mulia TV dan wajib diikuti oleh seluruh siswa yang lainnya. Mulai kelas 1-6.

Setelahnya, mereka diminta membuat konten seputar pelaksanaan upacara yang kemudian di-upload di media sosial dengan menandai akun media sosial milk Sekolah Mulia.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd mengaku senang kegiatan yang digagasnya dapat berjalan sesuai dengan harapan.

“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa upacara bersama di perkemahan dalam menyambut kemerdekaan. Siswa kelas 4 dan 5 kita boyong ke sini untuk belajar menjadi anak yang mandiri dan tangguh seperti para pahlawan,” ujarnya saat menyampaikan amanat dalam upacara.

Umi juga berpesan kepada siswa untuk selalu semangat dalam menggali potensi diri agar kelak mampu menjadi pemimpin.

“Anak hebat, semangat, kita tidak pernah tahu 20 tahun lagi kamu jadi apa. Bisa jadi besok kamu ada di posisi ustadzah Umi, jadilah pemimpin-pemimpin muslim yang bijaksana,” tambahnya.

Selain menggelar upacara, selama 2 hari 1 malam anak-anak dibentuk untuk menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Seperti yang telah dicontohkan oleh para pahlawan negeri ini.

(Ana Rose)

Lomba Pitulasan Sekolah Mulia, Guru-Karyawan dan Ikwam Berebut Juara

Momen peringatan kemerdekaaan Republik Indonesia yang ke 79 tidak dilewatkan begitu saja oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah 5 Surabaya atau lebih dikenal dengan sebutan Sekolah Mulia. Aneka lombapun disiapkan, tidak hanya siswa, guru-karyawan dan ikwam turut berkompetisi pada momentum kemerdekaan tahun ini yang dikemas dalam kegiatan “Pitulasan Sekolah Mulia” pada Sabtu (10/8/24).

Sejak pagi, wali murid memadati halaman sekolah dengan atribut bernuansa merah putih. Rupanya mereka begitu antusias untuk berkompetisi dalam kegiatan ini.

Ada empat lomba disiapkan panitia yaitu estafet bola dengan gelas plastik, estafet gelas plastik dengan balon, estafet air didalam plastik, dan juga memindahkan air kedalam botol kaca. Lomba tersebut mengutamakan kekompakan satu sama lain sebagai kunci keberhasilan setiap kelompok, siapa yang tercepat dan yang terbanyak dialah juaranya.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri dari guru, karyawan, dan ikwam bergabung menjadi satu kelompok secara acak. Dengan spontan mereka menyiapkan strategi untuk menjadi yang tercepat guna memperebutkan juara dalam perlombaan ini.

Sontak suasana halaman sekolah itu menjadi riuh karena sorak dari supporter untuk mendukung jagoannya masing masing, juga teriakan dari peserta lomba yang tidak berhasil menangkap air di dalam plastik hingga basah kuyup dibuatnya.

Perlombaan tersebut bahkan berhasil mencuri perhatian warga sekitar yang melintasi Jalan Jojoran hingga wartawan media elektronik televisi pun turut hadir meliput.

Umi Sarofah SPd MPd kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi keluarga besar Sekolah Mulia untuk senantiasa memupuk kekeluargaan antara guru karyawan dan Ikwam.

Dia juga mengatakan, walaupun panitia sudah menyiapkan hadiah, harapannya para peserta tidak melihat nilai dari hadiah tersebut melainkan rasa kebersamaan dan persaudaraan menjadi hal yang utama.

Lebih lanjut ustadzah Umi sapaan akrabnya mengungkapkan,

“Semoga lomba ini bisa memupuk rasa persaudaraan antara kami, sekolah dan wali murid. Serta jalinan silaturrahmi yang kuat untuk kemajuan MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” pungkasnya.

(Purwaningsih)

Hebat! Sekolah Mulia Raih Automasi Akreditasi A hingga 2029

Kabar gembira kembali datang dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Setelah prestasi gemilang kepala madrasah Umi Sarofah SPd MPd yang dinobatkan sebagai Tokoh Inspiratif 2024, kini MI Sekolah Mulia –sebutan Muhammadiyah 5 Surabaya– muncul dalam deretan sekolah dengan automasi akreditasi predikat A.

Keputusan itu resmi disampaikan pada Selasa (30/7/2024) dalam Surat Keputusan Nomor 104/BAN-PDM/SK/2024 yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional.

MI Muhammadiyah 5 Surabaya mendapatkan automasi akreditasi predikat A perpanjangan 5 tahun hingga 31 Desember 2029. Mekanisme automasi mengacu pada pemantauan dan evaluasi.

Semua itu dinilai oleh BAN dengan banyak ketentuan. Salah satunya progres madrasah yang semakin baik, prestasi, serta profil sekolah yang dipantau selama 5 tahun ini.

Pengumuman itu bersamaan dengan kegiatan sosialisasi program sekolah yang dihadiri wali murid. Umi pun menyampaikan kabar gembira tersebut seraya berterima kasih kepada seluruh wali murid yang hadir dan mendukung sekolah selama ini.

“Alhamdulillah bapak ibu, sekolah kita MI Muhammadiyah 5 Surabaya mendapatkan automasi perpanjangan akreditasi A. Masya Allah tentu ini kerja keras kita semua selama 5 tahun ini hingga Badan Akreditasi Nasional memberikan nilai baik, menilai sekolah kita sebagai sekolah yang selalu berprogres baik,” tuturnya.

“Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan. Panjenengan tidak perlu khawatir, sekolah kami ada pilihan yang tepat,” imbuh Umi.

Hal ini menjadi bukti bahwa kiprah madrasah untuk menjadi sekolah unggul dan berprestasi telah terbukti. Madrasah mampu bersaing di tengah banyaknya sekolah dasar khususnya di Kota Surabaya.

Sementara itu, Umi dan seluruh tenaga pendidik akan senantiasa berkomitmen untuk menjaga dan selalu berbenah memperbaiki diri atas apa yang sudah diperoleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya selama ini.

“Insya Allah kami siap bersaing dengan sekolah swasta Islam lainnya. Kami tunjukkan bahwa madrasah mampu menjadi sekolah unggulan yang mampu dipercaya masyarakat. Kami akan selalu memperbaiki diri dan menjaga apa yang sudah kami dapatkan,” tegasnya.

Perolehan automasi akreditasi A ini diharapkan mampu menjadi pemantik prestasi lainnya di tahun ajaran baru ini.

(Ana Rose)

Kepala Sekolah Mulia Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif

Umi Sarofah S.Pd M.Pd, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya menjadi salah satu penerima penghargaan sebagai Tokoh Inspiratif Indonesia 2024 dari Forum Peduli Prestasi Bangsa (FPPB) dari sederet nama yang berasal dari berbagai profesi dari penjuru negeri yang berlangsung Jumat (26/7) di Sari Petojo Hall, Hotel Front One HK Resort Semarang.

FPPB bekerjasama dengan Lembaga Masyarakat Peduli Pariwisata (LEMPPAR) dan ini merupakan kali ke 11 digelar oleh lembaga yang sudah berkiprah sejak tahun 2010 itu.

Menurut lembaga pencatat prestasi tersebut, para tokoh itu berasal dari beragam profesi yang dinilai mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

“Kami telah menilai kurang lebih 6 bulan lamanya untuk penentuan sosok inspiratif ini, mereka adalah figur panutan. Saya kira tepat menentukan 15 orang ini dari segala bidang baik pariwisata, pengusaha, birokrat sampai dengan pendidikan.” Papar Andi, direktur LEMPPAR

Umi terpilih menjadi salah satu tokoh inspiratif bidang pendidikan setelah sebelumnya profil Umi dimuat dalam buku Potret Kartini Indonesia 2024 (Mereka Perempuan Tangguh dan Ulet) yang diterbitkan oleh Cendekia pada peringatan Hari Kartini bulan April lalu.

Melalui kerja kerasnya dalam memimpin MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau yang eksis disebut dengan Sekolah Mulia kini berhasil meraih predikat Excellent School oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.

Berkatnya pula MI Muhammadiyah 5 Surabaya berhasil menjadi madarasah Literasi dengan penghargaan yang diterimanya di tahun 2023 sebagai Penggerak Sekolah atau Madrasah Literasi yang diterimakan oleh wali kota Surabaya Eri Cahyadi.

Sederet prestasi tersebut membuatnya layak terpilih sebagai penerima award Tokoh Inspiratif 2024 oleh FPPB. Direktur LEMPPAR Tri Andi Mulyandono yang juga menaungi penyelenggaraan event tahunan itu memberikan ucapan serta motivasi kepada Umi,

“Selamat dan sukses untuk kepala MI Muhanmadiyah 5. Untuk bu Umi teruslah berjuang, terus berkarya untuk anak bangsa. Teruslah menginspirasi kami semua, khususnya para pemuda dan anak bangsa.” Ucapnya.

(Ana rose)

Menjadikan Orang Tua sebagai Sumber Pahala, Begini Caranya

Peringatan Tahun Baru Islam 1446 H menjadi momen MI Muhammadiyah 5 Surabaya untuk meng-upgrade kualitas diri, khususnya bagi siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (25/7/2024) di aula lantai dasar sekolah.

Tahun baru Hijriyah diharapkan membawa semangat perubahan menjadi pribadi yang unggul dan berakhlak mulia. Dalam kegiatan itu, Sekolah Mulia menghadirkan Afif Hidayatullah, motivator nasional asal Gresik yang memberikan motivasi sekaligus ESQ kepada seluruh siswa.

Afif mengatakan bahwa anak yang hebat adalah anak yang mampu menjadikan orang tuanya sebagai sumber pahala.

“Jadilah anak yang bisa menjadikan orang tuanya sebagai sumber pahala. Gimana caranya? Apa yang orang tua katakan dengarkan, hormati kedua orang tua. Kalau orang tua butuh bantuan tidak nunggu-nunggu nanti, tapi langsung kerjakan. Mudah apa sulit?” tanya Afif.

Afif mengajak anak-anak untuk self-hypnosis menjadi pribadi yang lebih baik. Mengucapkan kalimat-kalimat positif untuk diri sendiri dan kedua orang tua dengan keyakinan mewujudkannya.

Juga doa bersama untuk diri dan orang tua baik ayah ibu dan ustadz-ustadzah di sekolah. Rupanya, kegiatan itu mengundang tangis para peserta.

Tak hanya memberikan motivasi menjadi anak yang berbakti, Afif juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk saling memaafkan kepada teman, saling berjabat tangan dan berpelukan sembari menyanyikan lagu Laskar Pelangi bersama-sama.

Momen tersebut membuat tangis semakin pecah ketika mereka saling menguatkan satu sama lain.

Kegiatan ini sejalan dengan kurikulum Mulia is Mine yang hadir di tahun ajaran baru ini. Yaitu, membentuk kepribadian mulia baik adab dengan orang tua, guru, juga adab bergaul antarteman.

“Hingga hari ini, dalam rangkaian agenda Matsama MPLS 2024, kami hadirkan motivator untuk memberikan motivasi kepada anak-anak dengan pendekatan spiritual yang bertujuan membentuk siswa menjadi pribadi yang mulia seperti yang tertuang dalam kurikulum Mulia is Mine,” ungkap Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

(Ana Rose)

Banyak Peminat, Sekolah Mulia Hadirkan Program Tahfidz Reguler

Program kelas tahfidz MI Muhammadiyah 5 Surabaya (MI Mulia) yang telah memasuki tahun ketiga disambut baik oleh wali murid. Suksesnya program ini diyakinkan dengan adanya kegiatan tasmi’ yang rutin diagendakan untuk menguji hafalan dari peserta didik dari program tersebut.

Hingga kemudian, banyak permintaan wali murid dari kelas yang lain untuk turut serta dalam program tahfidz. Hal itu menjadi perhatian penting tim BTQ dan Tahfidz Sekolah Mulia untuk mengupayakan mewujudkan hal tersebut.

Karena itu, digelar pemetaan siswa program tahfidz reguler selama dua hari sejak Senin hingga Selasa (22-23/7/2024).

Pemetaan tersebut diikuti oleh 176 siswa yang berasal dari program kelas yang berbeda, baik akademik maupun ICP dengan ketentuan BTQ level Al-Quran. Secara bergantian mereka diuji menghafal surah Al Kahfi dengan durasi waktu selama 10 menit.

“Kami pilih surah tersebut karena surah itu asing bagi anak-anak. Kebanyakan dari mereka selama ini banyak menghafal surah di juz 30. Dalam waktu 10 menit, mereka akan menghafal semampu mereka. Entah dapatnya berapa ayat atau ketepatan mereka dalam menghafal surag itu,” papar Ovi selaku penguji.

Di awal sebelum pemetaan berlangsung, mereka begitu antusias meski campur aduk bersamaan dengan rasa grogi. Pasalnya, ini adalah langkah awal mereka menjajaki program tahfidz reguler yang akan dicanangkan sekolah.

Nada, salah satu peserta yang duduk dib angku kelas 4, berharap dirinya bisa lolos dalam pemetaan awal program ini.

“Deg-degan, tapi semoga aku dan teman-teman bisa lolos. Apa pun hasilnya nanti yang penting sudah usaha,” katanya.

Melalui program tahfidz reguler, sekolah berharap mampu menjaring lebih banyak siswa berprestasi yang nantinya dapat mereka pergunakan di kemudian hari seperti beasiswa dan lainnya.

“Bismillah, Sekolah Mulia selalu berusaha untuk menjadi lebih baik melalui dukungan semuanya khususnya wali murid yang juga ingin merasakan program tahfidz. Niat baik ini semoga Allah mudahkan dan nantinya anak-anak penghafal Al-Quran ini bisa merasakan buah manis seperti mendapatkan beasiswa,” kata Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

(Ana Rose)

 

Kepala Sekolah Mulia Pelajari Ekonomi Sirkular di Negeri Sakura

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) Umi Sarofah SPd MPd berkesempatan menimba ilmu di Jepang dalam International Conference 2024 Circular Economy Leadership and Education.

Bersama sejumlah kepala sekolah lain, Umi menjadi salah satu delegasi terpilih dari Indonesia untuk mempelajari ekonomi sirkular di Negeri Sakura. Tak hanya Indonesia, ada pula peserta dari negara lain seperti Filipina, India, Pakistan, Jepang, Jamaika, dan sebagainya.

Kegiatan yang bertema “Contemporary Education Development in responding to Demands in 21st Century World” ini merupakan program yang diadakan Indonesia Green Principal a World (IGPA) CwtsPspd Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Hiroshima University yang berlangsung sejak Senin hingga delapan hari mendatang (15-23/7/2024).

Diawal menginjakkan kaki di Kota Hiroshima, agenda pertama adalah mengunjungi kampus dan sekolah dasar (SD) yang ada di wilayah sekitar Kota Hiroshima.

Kali pertama datang di Hiroshima University, para peserta disambut hangat oleh mahasiswa S3 yang sedang menempuh pendidikan dari seluruh penjuru dunia.

Prof Katayanagi Mari PhD yang merupakan salah satu pengajar dan peneliti di Hiroshima University, dalam opening remarks, menyampaikan bahwa ekonomi sirkular harus dijalankan bersama di setiap negara.

“Kita harus bersama-sama menjalankan program ekonomi sirkular untuk menjaga bumi dari sampah yang akan merusak bumi ini,” tuturnya.

Materi pertama membahas ekonomi sirkular yang sangat menarik dan nyata terjadi di kehidupan bumi kita.

Kemudian, materi kedua membahas tentang local curriculum oleh Prof Nayaka Alami PhD. Prof Nayaka menyampaikan bahwa kurikulum dapat dihubungkan dengan keadaan di sekitar siswa dan mereka diajak untuk belajar memelihara, menjaga, dan memanfaatkan dengan baik.

“Hal inilah yang akan membuat keadaan bumi berimbang dan jauh dari kerusakan akibat sampah yang dihasilkan,” jelasnya.

Sementara itu, Umi Sarofah mengaku setuju dan ini akan menjadi hal yang menarik jika diterapkan di Indonesia.

“Hal ini sangat bagus jika diterapkan di Indonesia yang memiliki banyak sumber daya alam dengan penggunaan sebaik-baiknya yang harus dijaga sehingga kelak dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya,” papar Umi.

Kegiatan menarik lainnya adalah semua peserta yang hadir mempresentasikan praktik ekonomi sirkular dari masing-masing instansi.

Selama delapan hari ke depan, diharapkan peserta dapat mewujudkan penghuni dunia yang lebih tanggap akan kewajibannya melestarikan alam ketika kembali ke negara masing-masing.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Sosialisasikan Kurikulum Mulia is Mine

MI Muhammadiyah 5 Surabaya terus berbenah untuk menjadi lebih baik dan lebih baik daripada sebelumnya. Nama Sekolah Mulia tentu menjadi harapan bagi keluarga besar MI Muhammadiyah 5 untuk benar-benar menjadi pribadi mulia.

Seperti yang tertuang pada kurikulum Mulia is Mine yang digagas oleh Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd. Umi menyosialisasikan kepada seluruh guru dan karyawan saat membuka kegiatan upgrading hari ketiga, Rabu (10/7/2024).

Di dalamnya tertuang maksud bahwa Mulia is Mine adalah Mulia Milikku, milik seluruh keluarga besar MI Muhammadiyah 5 yang di dalamnya tertuang maksud pembentukan kepribadian akhlak mulia dari setiap siswa.

Umi menjelaskan bahwa ini menjadi langkah-langkah untuk mencerminkan akhlak mulia yang dirumuskan dalam program Mulia is Mine.

“Mulia adalah kita, Mulia adalah milik kita. Itulah yang akan menjadi langkah-langkah cerminan akhlak Mulia yang pada ajaran baru ini menjadi kurikulum Mulia is Mine. Penerapannya banyak, seperti adab bertemu, bermain, belajar dalam kelas, berteman, dan banyak lagi lainnya,” paparnya.

Menurut dia, pada masa kini, anak-anak mengalami krisis moral yang berkaitan dengan perilaku dan tata krama anak terhadap orang tua atau akhlak, tidak peduli terhadap orang lain, kehilangan sopan santun, dan segala sifat buruk lainnya. Hal itu menjadi tanggung jawab bersama.

Sekolah Mulia mengupayakan memberikan pendidikan karakter kepada anak sebaik mungkin dalam menyambut tahun ajaran baru 2024/2025.

Umi menjamin, pihaknya akan memberikan lingkungan yang baik, lingkungan yang sehat, baik secara fisik maupun psikis anak-anak terjaga dengan baik di sekolah.

“Pembisaan hal-hal positif inilah yang akan kami tanamkan kepada anak-anak sehingga tidak hanya di sekolah, tidak hanya ketika bersama ustadz-ustadzah saja mereka berakhlak baik. Namun di mana pun mereka berada, kebiasaan ini akan selalu dibawa karena Mulia is Mine,” imbuhnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Bekali Guru dan Karyawan Pelatihan Olimpiade Sains

Agenda upgrading guru dan karyawan MI Muhammadiyah 5 Surabaya masih berlangsung. Di hari kedua, Sekolah Mulia ini menggandeng KPM seikhlasnya untuk hadir ke sekolah memberikan pelatihan guru persiapan Olimpiade dalam bidang sains, Selasa (9/7/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, bahkan karyawan juga turut serta. Tidak hanya belajar, latihan-latihan soal juga diberikan mulai dari yang mudah hingga soal-soal menjebak yang terlihat mudah namun seringkali kita mengalami kesalahan dalam soal-soal tersebut.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd merasa kegiatan ini perlu diagendakan secara berkala untuk tenaga pendidik meski mereka semua berasal dari ragam keahlian yang berbeda.

“Kegiatan ini perlu diagendakan secara rutin, mengapa demikian? Tidak ada belajar yang percuma. Meski kita semua berasal dari lulusan dengan keahlian yang berbeda, namun tidak ada salahnya bukan kita belajar sains,” tuturnya.

Kegiatan ini, kata Umi, menjadi salah satu upaya sekolah meningkatkan mutu siswa dan guru untuk mencetak prestasi yang lebih banyak di tahun ajaran baru khususnya dalam Olimpiade sains.

Post test dilaksanakan untuk seluruh peserta yang kemudian dikoreksi oleh KPM untuk merekomendasikan guru yang berkompeten dalam bidang sains dan kelak ditindak lanjut sebagai pembina Olimpiade.

“Setelah belajar bersama KPM, sekolah akan memberikan post test kepada seluruh guru karyawan. Dari hasil tersebut, tes dengan nilai terbaik akan dipilih untuk menjadi pembina Olimpiade sains karena bisa jadi guru di luar bidang sains justru memiliki potensi di sana,” bebernya.

KPM lembaga pendidikan yang mengusung sistem metode seikhlasnya menjadi cita-cita Ridwan Hasan Saputra selaku founder yang memiliki tujuan “tabungan jiwa” sejak lembaga ini didirikan.

Pada kesempatan ini, Andika selaku fasilitator KPM juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk menjadi guru suprarasional dengan tabungan jiwa.

“Menjadi guru janganlah hanya melihat dari sisi materi, tidak akan ada habisnya. Tapi jadilah guru dengan tabungan jiwa, menjadi guru suprarasional yang meyakini kekuatan Maha Kuasa dalam menentukan keberhasilan hidup di dunia dan di akhirat. Allah akan cukupkan kita dengan keikhlasan yang kita curahkan dalam mendidik anak-anak,” tuturnya.

(Ana Rose)