Warga Sekolah Mulia Shalat Ghaib untuk Bunda Arba’iyah Yusuf

Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Dr Arba’iyah Yusuf MA meninggal dunia pada Selasa (14/5/2024) dini hari pukul 00.15 WIB di RS Delta Surya, Sidoarjo. Wafatnya mantan ketua Majelis Dikdasmen PWM Jawa Timur itu tentu menjadi kehilangan besar bagi warga Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur.

Tak terkecuali kelurga besar Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Semasa hidupnya, Bunda Arba’iyah, sapaan akrab untuk Arba’iyah Yusuf, beberapa kali mendatangi Sekolah Mulia. Salah satunya ketika Sekolah Mulia menjadi tuan rumah penyelenggaraan showcase literasi dua tahun lalu.

Mendengar kabar duka, seluruh warga sekolah serempak bergegas mengikuti shalat Ghaib bersama setelah melaksanakan jamaah shalat Duhur pada Selasa (14/5) di Masjid Muhajirin, yang berada satu lokasi dengan sekolah.

Setidaknya 500 lebih siswa beserta guru-karyawan mengikuti shalat Ghaib untuk almarhumah. Sebab, saat mendengar adanya kematian dari sesama atau saudara muslim, umat Islam dianjurkan untuk melakukan shalat Ghaib atau shalat Jenazah untuk mendoakannya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd begitu kagum terhadap sosok almarhumah.

“Bu Arbaiyah adalah sosok tokoh Muhammadiyah yang sangat peduli akan kemajuan lembaga pendidikan. Program yang masih sangat dirasakan oleh teman-teman sekolah atau madrasah adalah literasi dan numerasi,” terangnya.

Perempuan yang juga menjadi dosen di kampus UINSA tersebut saat ini sedang gencar mengembangkan program literasi ke lembaga pendidikan Muhammadiyah Indonesia yang sebelumnya telah sukses di lembaga pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur.

“Beliau bertekad ingin mengembangkan program literasi ke seluruh lembaga pendidikan Muhammadiyah di Indonesia. Begitu besar perjuangan yang telah dilakukan Bunda. Selamat Jalan Bunda, jasamu akan selalu kami kenang, perjuanganmu akan senantiasa kami lanjutkanm,” tambah Umi.

(Ana Rose

Siswa Sekolah Mulia Borong Prestasi Matematika Internasional

Nama MI Muhammadiyah 5 Surabaya kembali merebak setelah munculnya nama siswa-siswi berprestasi dalam kompetisi matematika IKMC (International Kangaroo Mathematics Contest).

Kompetisi ini merupakan kontes matematika internasional yang diadakan setiap tahun untuk siswa sekolah dasar dan menengah dari berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang pelaksanaannya bekerjasama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Sebelumnya, melalui KPM, seluruh siswa mengerjakan soal matematika di kelas masing-masing pada 3 April 2024 hingga kemudian pembina menghubungi tim humas pada Senin (13/5) mengumumkan lebih dari 100 siswa kelas 1-6 mendapatkan penghargaan dengan perincian 66 bronze medal, 34 silver medal, dan 1 gold medal.

Winda, wali siswa dari Laura Queen yang menjadi salah satu peserta peraih medali silver, mengaku senang putrinya dapat meraih prestasi dalam bidang matematika melalui kompetisi ini.

“Alhamdulillah, ajang semacam ini melatih kemampuan anak saya dalam pelajaran matematika. Juga dengan berbagai latihan-latihan soal yang diberikan menjadi pembelajaran tersendiri,” ucapnya.

Pelaksanaan IKMC mendapat tanggapan yang positif dari sekolah. Kepala Sekolah Mulia Umi Sarofah mendukung penuh kegiatan ini.

“Saya sepenuhnya mendukung kegiatan ini.  Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk anak-anak, bahwa mereka mampu berkompetisi dengan siswa dari berbagai negara. Juga sebagai proses peningkatan kemampuan siswa,” katanya.

Menurut Umi, prestasi ini menjadi bukti bahwa matematika tak selalu menakutkan seperti stigma yang lekat pada diri anak didik.

“Sekolah berkomitmen akan selalu membersamai anak-anak untuk meraih prestasi dengan potensi yang ada,” tegasnya.

(Ana Rose

Mengenal Gentle Parenting, Pola Asuh Masa Kini

Seminar parenting kembali digelar oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Kali ini, Sekolah Mulia –sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya– menghadirkan Asteria Ratnawati Saroinsong SPsi Psikolog pada Sabtu (27/4) di Hall Mangkunegara, Hotel Narita Surabaya.

Selalu ada hal-hal baru yang dikupas untuk dipelajari bersama, baik oleh wali murid maupun guru yang merupakan orang tua bagi anak ketika di sekolah.

Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dikky Syadqomullah SHI MHes turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia menjelaskan bahwa kegiatan ini baik dan penting untuk diikuti.

“Mari kita ngecas bareng-bareng ilmu kita di kesempatan parenting ini. Pentingnya belajar pagi ini ialah mendapatkan ilmu yang bermanfaat, lalu usaha kita sebagai orang tua menjadikan anak-anak qurrota ayun, juga sebagai pemimpin yang bertakwa,” terang Dikky.

Di awal materi, Asteria pemateri bertanya kepada seluruh audiens.

“Bapak-Ibu, siapa yang dulu waktu kecil suka dijewer? Suka dipukul orang tuanya ketika ndak nurut?” tanyanya.

Ternyata setelah pertanyaan itu dilontarkan, banyak orang tua yang mengacungkan tangan mengaku mengalami kejadian tersebut di masa kecil.

“Kalau dahulu dalam parenting ada yang tidak benar Anda alami, stop di Anda! Jangan sampai terbawa ke anak-anak kita. Jangan marah ya ke orang tua kita. Dulu tidak ada seminar parenting seperti ini, tidak ada Youtube dan lainnya. Jadi kita harus beda ya,” ucapnya.

Asteria turut membahas gantle parenting yang kini marak diperbincangkan warganet, khususnya para ibu setelah viralnya gaya parenting artis Nikita Willy di berbagai media sosial. Asteria menjelaskan bahwa implementasinya menggunakan pendekatan yang lembut dan positif.

“Sekarang kan ramai tuh ngomongin artis Nikita Willy di sosial media tentang cara parenting dia. Nah, kalau di video kita lihat cara bicaranya lembut. Tapi meski lembut, bukan berarti tidak ada batasan ya Bapak-Ibu. Tetap harus ada batasan yang disepakati,” jelasnya.

Tak kalah penting, setiap perjalanan tumbuh kembang anak harus didampingi. Mereka perlu belajar dari dua-duanya, tidak dari satu figur saja karena orang tua memiliki peran masing-masing.

(Ana Rose)