Juara Tahfidz Porseni MI Tingkat Provinsi, Griselda Kembali Harumkan Nama Sekolah

Griselda Aura Sakhi, siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia), berhasil mengharumkan nama sekolah setelah bulan Juli menjuarai lomba tahfidz tingkat Kota Surabaya. Kini, Griselda mampu meraih juara 1 lomba tahfidz putri tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) Madrasah Ibtidaiyah 2023 pada Rabu (18/10) yang berlangsung di Kemenag Banyuwangi.

Tentu tak mudah baginya meraih juara. Sebelumnya Griselda telah berlatih untuk terus menghafal dan melantunkan dengan tepat bacaannya, khususnya juz 30 yang diujikan pada perlombaan ini. Griselda menjadi 1 di antara 76 peserta dari perwakilan setiap kota/kabupaten di Jawa Timur.

Lomba yang juga disiarkan secara langsung melalui channel Youtube Kemenag Banyuwangi itu berlangsung cukup menegangkan. Empat pertanyaan yang diberikan juri mampu terjawab dengan tepat olehnya hingga diumumkannya kemenangan atas Griselda pada hari ini.

“Allahu Akbar, salut dan bangga atas prestasi yang diraih. Terimakasih Griselda,” Ujar Umi Sarofah, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya

Umi berharap peserta didiknya mampu meraih prestasi lebih banyak lagi dan mampu mempertahankan prestasi yang ada.

“Prestasi Griselda semoga menjadi inspirasi bagi yang lainnya. Melalui program Tahfidz kami yakin mampu mencetak generasi Qurani yang berprestasi,” tambahnya.

(Ana Rose)

P5 Sekolah Mulia Tampilkan Ragam Budaya Indonesia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menjadi salah satu Madrasah Ibtidaiyah swasta yang mulai menerapkan Kurikulum Merdeka sejak pemerintah memutuskan masa percobaan kurikulum tersebut. Sekolah Mulia mulai menerapkan Kurikulum Merdeka dengan melatih tenaga pendidiknya melalui berbagai pelatihan secara daring.

Hingga akhirnya, setiap tenaga pendidik dari setiap jenjang kelas mulai memahami dasar dari Kurikulum Merdeka. Salah satu bukti nyata penerapan Kurikulum Merdeka di Sekolah Mulia adalah terselenggaranya pelaksanaan P5 atau Projek Profil Pelajar Pancasila dengan tema Kearifan Lokal pada Senin (16/10).

Melalui kegiatan ini, peserta didik mampu menampilkan berbagai aksi dari budaya Indonesia yang beragam. Mulai jaranan, tarian dolanan, tari saman, hingga tarian manuk dadali meramaikan kegiatan pagi itu.

Penampilan ini dipersembahkan dari setiap perwakilan kelas yang telah berlatih dengan wali kelas masing-masing. Meski dalam waktu yang singkat, anak-anak mampu menampilkan yang terbaik hingga memukau para penonton yang menyaksikan aksi mereka tersebut.

“Setelah kemarin dalam penilaian sumatif anak-anak membuat proyek sesuai dengan pelajaran yang ditempuh, kini untuk kegiatan P5 kami pilih panggung aksi untuk mewadahi,” ucap Umi Sarofah, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Tak hanya itu, stan bazar juga tersedia pada kegiatan ini. Uniknya yang dijual hanyalah produk jajanan khas Nusantara. Lengkap dengan penjualnya, anak-anak kelas 1 dan 6 yang mengenakan pakaian adat pada standnya masing-masing sesuai dengan tema yang diangkat pada kegiatan ini, yakni kearifan lokal.

Tak butuh watu lama, mereka menjajakan produk yang mereka jual karena dengan sekejap habis diserbu oleh pembeli yang begitu antusias mencicipi jajanan daerah tersebut.

“Bazar kami sediakan juga pada acara pagi ini dengan menjajakan jajanan khas Nusantara sesuai dengan tema kearifan lokal yang diangkat pada penerapan P5 semester ini. Di sini kami kenalkan makanan khas daerah pada anak-anak yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya,” tambah Umi.

(Ana Rose)

Puncak Islamic Education Fair, Dasamuka Antaka Curi Perhatian Pengunjung

Puncak pameran sekolah Islami terbaik yang diadakan oleh majalah Nurani digelar Minggu (15/10). Sekolah Mulia –sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya– tampil sebagai penutup dalam acara bertajuk Islamic Education Fair yang diselenggarakan sejak Rabu (11/10) itu.

Berbagai penampilan dihadirkan dalam panggung atrium utama Royal Plaza itu. Mulai storytelling, Mulia Choir, Nasyid, Tapak suci, Tari Monel, hingga Dasamuka Antaka yang mencuri perhatian pengunjung malam itu.

MC cilik menggunakan tiga bahasa turut memeriahkan penampilan dari Sekolah Mulia. Tak heran jika banyak penampilan yang tersaji karena cukup beragam ekstrakulikuler di Sekolah Mulia yang mewadahi minat dan bakat peserta didik.

Tari Kecak Dasamuka Antaka (gugurnya Dasa Muka/Rahwana) yang diiringi musik khas Bali menjadi magnet bagi pengunjung pameran. Tarian ini mampu mencuri perhatian pengunjung Royal Plaza dari lantai bawah hingga lantai teratas mal tersebut.

Bahkan saat Rahwana dan Hanoman muncul, tepuk tangan penonton semakin riuh dan panggung semakin padat dipenuhi pengunjung pameran yang ingin menyaksikan tarian dari Bali tersebut. Tarian yang berakhir dengan kalahnya Rahwana di tangan Hanoman menjadi penampilan terakhir yang disuguhkan Sekolah Mulia.

Menurut Umi Sarofah, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, penampilan ini sudah disiapkan sejak jauh hari. Melalui penampilan ini, diharapkan Sekolah Mulia semakin dikenal lebih luas lagi, khususnya bagi para warga Surabaya.

“Penampilan anak-anak malam ini kami harap mampu membuat warga Surabaya lebih mengenal MI Muhammadiyah 5. Ragam penampilan yang tersaji menjadi bukti bahwa di MI Muhammadiyah 5 semuanya ada,” ujar Umi Sarofah.

“Setelah kemarin kami memamerkan media pembelajaran yang ada di stan pameran, saatnya di puncak acara kami tunjukkan bakat anak-anak,” tambahnya.

(chelsya/Anarose)

Q-Soccer Bot Menarik Perhatian Pengunjung Islamic Education Fair

MI Muhammadiyah 5 Surabaya mengikuti Islamic Education Fair (IEF) 2023 yang diadakan oleh majalah Nurani untuk kali kedua. Pameran yang berlangsung lima hari sejak Rabu hingga Minggu (11-15/10) diselenggarakan di atrium utama Royal Plaza Surabaya.

Pada IEF tahun ini, Sekolah Mulia memamerkan berbagai media pembelajaran. Salah satu yang menarik pusat perhatian para pengunjung di stan adalah Q-Soccer Bot. Yaitu, media pembelajaran kelas tahfidz yang menggunakan media robot yang dimainkan di lapangan sepak bola mini dengan membawa misi tahfidz.

Dinamakan Q-Soccer Bot karena terdiri dari Q adalah Quran, soccer adalah sepak bola, dan bot sendiri adalah robot. Cara bermainnya cukup mudah, yaitu pemain memasukkan bola ke gawang lapangan sepak bola mini menggunakan Q-Soccer Bot. Lalu buka salah satu bola yang telah melewati gawang tersebut.

Selanjutnya pemain harus melantunkan hafalan surat yang ada di dalam bola tersebut. Apabila berhasil menjawab,  mereka berhak mendapatkan reward.

Menurut Yanti, pembuat Q-Soccer Bot, media ini diciptakan karena gemarnya anak-anak terhadap permainan sepak bola yang kemudian dikombinasikan dengan teknologi robot. Ini menjadi salah satu esktrakurikuler di Sekolah Mulia.

“Setiap hari anak-anak selalu bermain sepak bola, bahkan ketika sedang belajar di kelas. Ini menjadi salah satu solusi, anak-anak bisa tetap bermain bola dengan menghafal Al-Quran,” ujar Yanti.

“Alhamdulillah, ketika saya berkordinasi dengan pengampu ekskul robotik, jadilah Q-Soccer Bot,” tambahnya.

Hingga memasuki hari terakhir pameran, Q-Soccer Bot selalu menjadi favorit para pengunjung. Anak-anak hingga dewasa tak sungkan mampir untuk menjajal permainan ini.

(Ikma/Ana Rose)

Di Malaysia, Sekolah Mulia Teken MoU dengan Sekolah Kebangsaan Limbongan Melaka

MI Muhammadiyah 5 Surabaya melaksanakan student exchange (studex). Program ini bertujuan memberikan kesempatan bagi pelajar untuk belajar di sekolah lain, termasuk di luar negeri.

Studex merupakan salah satu program unggulan di Sekolah Mulia. Sejak 8-13 Oktober 2023, para siswa berada di negeri jiran, Malaysia dan Singapura.

Pada hari kedua, para peserta studex mengunjungi salah satu sekolah di Malaysia, yakni Sekolah Kebangsaan Limbongan, Melaka, pada Senin (9/10).

Di sana, para peserta studex Sekolah Mulia menampilkan tari remo yang dipersembahkan oleh lima anak dan satu anak menampilkan nasyid. Para siswa dari SK Limbongan pun tampak terkesima menyaksikan penampilan dari Sekolah Mulia.

Mikael, salah satu peserta studex yang menampilkan nasyid, mendapatkan bunga mawar dari salah satu siswa sekolah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Sekolah Mulia juga menandatangani MoU dengan SK Limbongan, Melaka. Suhaemi, pendamping studex, menuturkan bahwa kerja sama tersebut meliputi bidang pendidikan dan kebudayaan.

Menurut dia, hubungan antara kedua negara sangat istimewa. Di awal kegiatan, masing-masing siswa dari dua negara telah memperkenalkan budayanya melalui penampilan berbagai tarian. Kemudian dilanjutkan dengan proses pembelajaran di sekolah tersebut.

“Melalui kerja sama ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang mengenal MI Muhammadiyah 5, tak hanya sekolah dalam negeri. Bahkan dapat menggandeng sekolah-sekolah besar, seperti sekolah SK Limbongan yang berada di negeri jiran ini,” ucapnya.

Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, berharap kegiatan ini dapat terus berjalan dan semakin baik ke depannya.

”Program studex di MIM 5 Surabaya harus terus berjalan, bahkan harus bisa lebih baik lagi. Artinya, dapat membawa murid lebih banyak untuk belajar di negeri orang dan semakin banyak sekolah yang bekerja sama dengan MI5. Beberapa waktu lalu (juga dilakukan penandatanganan, Red) MoU dengan salah satu sekolah di Jeddah,” tambah Umi.

(Ana Rose)

Peringatan Maulid Nabi Sekolah Mulia Diisi dengan Kegiatan Positif

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Muhammadiyah 5 Surabaya diisi dengan kegiatan positif. Pada peringatan kali ini, Sekolah Mulia menggelar berbagai lomba yang diikuti oleh seluruh peserta didik perwakilan dari tiap kelas pada Rabu (27/9).

Sejak pagi anak-anak memadati aula lantai dasar sekolah. Mereka berkompetisi dan menyaksikan lomba yang digelar pada hari itu. Berbagai lomba seperti tahfidz, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, nasyid, dan lainnya digelar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini.

Anak-anak pun begitu antusias menyambut kegiatan ini. Sejak lomba diumumkan, mereka sudah berlatih sebaik mungkin.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd menuturkan bahwa kegiatan semacam ini selain sebagai peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW juga menjadi salah satu upaya sekolah dalam menjaring bakat anak didik.

“Kompetisi ini bisa menjadi salah satu upaya sekolah dalam menjaring bakat anak-anak. Karena di sini kita libatkan semua siswa untuk turut serta. Kita berikan kesempatan yang sama pada setiap anak,” ujarnya.

“Kalau biasanya yang sering kita tampilkan dalam lomba atau event adalah anak-anak yang sudah biasa tampil, kali ini yang belum pernah tampil kita beri kesempatan di sini,” tambah wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya itu.

Tim Ismuba selaku penyelenggara menyampaikan bahwa salah satu alasan menyelenggarakan kegiatan ini tidak lain adalah untuk meneladani sifat Rasulullah SAW.

“Pelaksanaan lomba ini diharapkan anak-anak dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah, meneladani sifat dan akhlak beliau dalam hal kesabaran, keteguhan hati. Seperti bagaimana anak-anak dapat menerima kemenangan dan kekalahan, menghargai sesame, dan masih banyak lainnya,” ucap Yanti, koordinator Ismuba. (Ana Rose)

Antisipasi Kenakalan Remaja, Sekolah Mulia Undang Petugas Polsek

Meningkatnya kasus kenakalan remaja di Kota Surabaya belakangan ini tentu meresahkan bagi seluruh masyarakat. Maraknya gangster yang bermunculan membuat semuanya harus waspada.

Guna mengantisipasi hal itu, Polsek Gubeng menjalin kerja sama dengan Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Sebanyak 300 siswa dari kelas 4 hingga 6 mengikuti pembekalan materi yang disampaikan oleh Aiptu Muchammad Rikza Firmansyah pada Jumat (22/9) di aula sekolah.

Kenakalan remaja yang beragam bentuknya seperti penggunaan obat-obat terlarang, merokok, bullying, tawuran, pornografi, pencurian, dan lainnya disampaikan secara gamblang oleh Aiptu Firman.

“Usia kalian yang mulai memasuki masa remaja perlu perhatian khusus dari orang tua. Karena apa? Kalian mudah terpengaruh, mudah terprovokasi,” ucapnya.

Aiptu Firman menambahkan, penggunaan gadget seperti handphone, laptop, tablet, dan lainnya yang saat ini banyak dimiliki oleh anak-anak rupanya memiliki pengaruh begitu luar biasa. Termasuk kaitannya terhadap kasus kenakalan remaja saat ini. Dia menegaskan bahwa penggunaan gadget haruslah bijak sesuai norma hukum, agama, dan sosial.

“Kalau di rumah orang tua kalian membatasi penggunaan HP, maka jangan marah. Karena memang sewajarnya saja dalaam menggunakan HP. Jadilah anak yang berbakti, nurut sama orang tua. Mau jadi apa kalau tidak nurut? Ridha orang tua adalah ridhanya Allah. Gak bahaya ta?” tambah Firman.

Tak hanya itu, Firman juga menjelaskan berbagai bentuk kejahatan seperti kebohongan atau memberikan keterangan palsu, menyebarkan pornografi, pencurian yang dapat dikenakan hukuman pidana dan denda. Hal-hal seperti itu riskan terjadi pada anak-anak.

Maka, Firman menekankan kepada mereka bahwa segala hal telah diatur oleh negara yang tertuang dalam undang-undang.

“Jangan menganggap remeh perbuatan bohong, mencuri, meski apa yang kalian ambil bukanlah barang mahal, nominalnya juga tidak besar. Tapi perbuatan tersebut ada hukum pidananya, sudah diatur oleh negara,” ucap Firman.

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menyambut baik kegiatan ini. Selain sebagai menambah wawasan anak, itu juga menjadi salah satu usaha sekolah untuk membentengi anak didik dari berbagai kenakalan remaja.

“Dengan senang hati kami diberi kesempatan untuk secara langsung menghadirkan bapak polisi di tengah anak-anak untuk memberikan materi seputar kenakalan remaja. Jadi mereka bisa langsung belajar dengan pakarnya yang biasa menemui kasus-kasus semacam itu. Tentu harapan kami tidak ada anak Mulia yang terjerumus dalam perbuatan tersebut,” ujar Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Umi memastikan sekolah akan memberikan pengawasan secara optimal dan menciptakan lingkungan yang baik sebagai bentuk antisipasi.

“Insya Allah sekolah akan mengusahakan lingkungan yang baik dan aman untuk anak-anak, senantiasa menanamkan akhlakul karimah agar anak didik kami terbebas dari kenakalan remaja yang merugikan,” tambahnya. (Ana Rose)

Sekolah Muhammadiyah Surabaya Canangkan Student Exchange ke SIJ

K3 SD/MI Muhammadiyah Surabaya melangsungkan umrah bersama sejak 1-14 September 2023. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan studi banding ke SIJ (Sekolah Indonesia Jeddah), yakni sekolah yang diperuntukkan WNI yang mayoritas orang tuanya bekerja di Arab Saudi.

Dari beberapa anak yang  ditemui, sebagian besar mereka berasal dari Madura, Jakarta, dan Banten.

Tak hanya itu, sekolah Muhammadiyah Surabaya menjalin kerja sama dengan Sekolah Indonesia Jeddah dalam bentuk program student exchange yang dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Keduanya telah sepakat menandatangani MOU pada Rabu (13/9) di SIJ.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Dikky Syadqomullah MHes dalam sambutannya mengatakan, maksud kunjungan ini agar kelak sekolah Muhammadiyah Surabaya dapat mengirimkan siswa untuk bertukar belajar dalam kegiatan student exchange.

“Kami terus berusaha agar anak didik kami bisa merasakan bagaimana belajar di negeri orang dan student exchange di SIJ bisa menjadi pilihan,” ujarnya.

Umi Sarofah, Ketua K3 SD/MI Muhammadiyah Surabaya, menambahkan, sekolah Muhammadiyah yang berkurikulum nasional dan Al Islam Kemuhammadiyahan ingin menambah wawasan akan pembelajaran dan pendidikan. Khususnya pembelajaran di Jeddah, Arab Saudi.

“Kami, khususnya keluarga besar sekolah Muhammadiyah Surabaya, menyambut program ini dengan baik dan antusias agar ke depan program student exchange bisa lebih luas lagi. Tidak hanya di Malaysia dan Singapura,” ujarnya. (Umi Sarofah/ Ana Rose)

Sekolah Mulia Gelar Upacara Kemerdekaan di Bumi Agro Pandaan

Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 78, MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Sekolah Mulia melaksanakan kemah selama 2 hari pada Kamis dan Jumat (17-18/8). Kegiatan ini dibuka dengan pelaksaan upacara ditanah lapang Bumi Agro mulia, Pandaan yang diikuti oleh ratusan siswa dari kelas 4 dan 5 serta seluruh guru karyawan pada Kamis (17/8).

Meski upacara dilaksanakan dibumi perkemahan, tapi semangat anak-anak untuk mengikuti upacara begitu luar biasa. Upacara dimulai pukul 09.00 WIB ketika matahari sedang terik. Peringatan detik-detik proklamasi terlaksana pada pukul 10.00 WIB dibacakan secara lantang oleh petugas upacara. Teriknya matahari yang menyengat kulit tidak seberapa dengan perjuangan para pahlawan untuk meperjuangkan negeri ini.

Dalam sambutannya, Umi Sarofah S.Pd M.Pd, memberikan motivasi kepada seluruh peserta upacara terutama untuk para siswa.

“Terus melaju untuk Indonesia maju, terus berkarya, berinovasi dan berkarakter sebagai generasi penerus bangsa Indonesia,” ungkapnya.

“Merdeka.. merdeka.. merdeka..,” pekik melengking terlontar dari siswa-siswi sekolah Mulia.

Upacara di tanah lapang sekaligus kegiatan kemah dalam rangka memperingati HUT RI ke-78 ini mengajarkan anak-anak untuk melatih kemandirian, keberanian, kedisiplan dan juga cinta tanah air. Dipenghujung upacara, sontak sorai suara para peserta menyanyikan bersama lagu Hari Merdeka yang menambah semangat kegiatan kemah kali ini. (Ra/Intan/Ana Rose)

Peringati HUT RI, Begini Serunya Lomba Kardus Estafet di MIM 5 Surabaya

Peringatan hari kemerdakan Republik Indonesia ke 78 tentu tak ingin dilewatkan begitu saja oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Sekolah Mulia. Pada kesempatan kali ini sekolah ingin memanfaatkan momen dalam membentuk kedekatan dan kekeluargaan oleh keluarga besar MI Muhammadiyah 5. Salah satunya melalui lomba kekompakan guru, karyawan dan komite sekolah yang dilaksanakan Selasa (15/8) di aula lantai dasar sekolah.

Dua lomba terpilih adalah kardus estafet dan memasukkan bola dengan tali. Masing-masing permainan dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 4 orang. Lomba ini melatih kekompakan dan strategi dari masing-masing kelompok untuk segera sampai digaris finish. Pelaksanaannya pun dilakukan dengan sistem undian menjelang perlombaan berlangsung, sehingga sebelumnya para peserta lomba belum mengetahui siapa saja kelompok mereka. Meski begitu, kekompakan mereka terbukti kala lomba dimulai.

Sorak sorai siswa dengan penuh semangat mendukung para jagoan mereka yang tidak lain para bunda dan juga ustadz ustadzah mereka yang sedang berlomba. Layaknya dalam suatu stadion, teriakan mereka melengking memeriahkan jalannya lomba. Suasana begitu meriah sejak dari awal lomba berlangsung sampai babak final. “Perlombaan seperti ini harus selalu diagendakan disetiap tahun, komite dan guru karyawan harus dibentuk kedekatannya agar terus bisa berjalan beriringan dalam kemajuan sekolah,” ujar Umi sarofah S.Pd M.Pd, kepala madrasah MI Muhammadiyah 5.

“Kita ajarkan anak-anak apa itu sportivitas. Melihat orang tuanya bertanding dengan gurunya, disitulah mereka belajar tentang menerima kekalahan ataupun kemenangan,” terangnya. (Ra/Ana Rose)