Peringatan Maulid Nabi Sekolah Mulia Diisi dengan Kegiatan Positif

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Muhammadiyah 5 Surabaya diisi dengan kegiatan positif. Pada peringatan kali ini, Sekolah Mulia menggelar berbagai lomba yang diikuti oleh seluruh peserta didik perwakilan dari tiap kelas pada Rabu (27/9).

Sejak pagi anak-anak memadati aula lantai dasar sekolah. Mereka berkompetisi dan menyaksikan lomba yang digelar pada hari itu. Berbagai lomba seperti tahfidz, pidato bahasa Inggris, pidato bahasa Arab, nasyid, dan lainnya digelar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini.

Anak-anak pun begitu antusias menyambut kegiatan ini. Sejak lomba diumumkan, mereka sudah berlatih sebaik mungkin.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd menuturkan bahwa kegiatan semacam ini selain sebagai peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW juga menjadi salah satu upaya sekolah dalam menjaring bakat anak didik.

“Kompetisi ini bisa menjadi salah satu upaya sekolah dalam menjaring bakat anak-anak. Karena di sini kita libatkan semua siswa untuk turut serta. Kita berikan kesempatan yang sama pada setiap anak,” ujarnya.

“Kalau biasanya yang sering kita tampilkan dalam lomba atau event adalah anak-anak yang sudah biasa tampil, kali ini yang belum pernah tampil kita beri kesempatan di sini,” tambah wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya itu.

Tim Ismuba selaku penyelenggara menyampaikan bahwa salah satu alasan menyelenggarakan kegiatan ini tidak lain adalah untuk meneladani sifat Rasulullah SAW.

“Pelaksanaan lomba ini diharapkan anak-anak dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah, meneladani sifat dan akhlak beliau dalam hal kesabaran, keteguhan hati. Seperti bagaimana anak-anak dapat menerima kemenangan dan kekalahan, menghargai sesame, dan masih banyak lainnya,” ucap Yanti, koordinator Ismuba. (Ana Rose)

Antisipasi Kenakalan Remaja, Sekolah Mulia Undang Petugas Polsek

Meningkatnya kasus kenakalan remaja di Kota Surabaya belakangan ini tentu meresahkan bagi seluruh masyarakat. Maraknya gangster yang bermunculan membuat semuanya harus waspada.

Guna mengantisipasi hal itu, Polsek Gubeng menjalin kerja sama dengan Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Sebanyak 300 siswa dari kelas 4 hingga 6 mengikuti pembekalan materi yang disampaikan oleh Aiptu Muchammad Rikza Firmansyah pada Jumat (22/9) di aula sekolah.

Kenakalan remaja yang beragam bentuknya seperti penggunaan obat-obat terlarang, merokok, bullying, tawuran, pornografi, pencurian, dan lainnya disampaikan secara gamblang oleh Aiptu Firman.

“Usia kalian yang mulai memasuki masa remaja perlu perhatian khusus dari orang tua. Karena apa? Kalian mudah terpengaruh, mudah terprovokasi,” ucapnya.

Aiptu Firman menambahkan, penggunaan gadget seperti handphone, laptop, tablet, dan lainnya yang saat ini banyak dimiliki oleh anak-anak rupanya memiliki pengaruh begitu luar biasa. Termasuk kaitannya terhadap kasus kenakalan remaja saat ini. Dia menegaskan bahwa penggunaan gadget haruslah bijak sesuai norma hukum, agama, dan sosial.

“Kalau di rumah orang tua kalian membatasi penggunaan HP, maka jangan marah. Karena memang sewajarnya saja dalaam menggunakan HP. Jadilah anak yang berbakti, nurut sama orang tua. Mau jadi apa kalau tidak nurut? Ridha orang tua adalah ridhanya Allah. Gak bahaya ta?” tambah Firman.

Tak hanya itu, Firman juga menjelaskan berbagai bentuk kejahatan seperti kebohongan atau memberikan keterangan palsu, menyebarkan pornografi, pencurian yang dapat dikenakan hukuman pidana dan denda. Hal-hal seperti itu riskan terjadi pada anak-anak.

Maka, Firman menekankan kepada mereka bahwa segala hal telah diatur oleh negara yang tertuang dalam undang-undang.

“Jangan menganggap remeh perbuatan bohong, mencuri, meski apa yang kalian ambil bukanlah barang mahal, nominalnya juga tidak besar. Tapi perbuatan tersebut ada hukum pidananya, sudah diatur oleh negara,” ucap Firman.

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menyambut baik kegiatan ini. Selain sebagai menambah wawasan anak, itu juga menjadi salah satu usaha sekolah untuk membentengi anak didik dari berbagai kenakalan remaja.

“Dengan senang hati kami diberi kesempatan untuk secara langsung menghadirkan bapak polisi di tengah anak-anak untuk memberikan materi seputar kenakalan remaja. Jadi mereka bisa langsung belajar dengan pakarnya yang biasa menemui kasus-kasus semacam itu. Tentu harapan kami tidak ada anak Mulia yang terjerumus dalam perbuatan tersebut,” ujar Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Umi memastikan sekolah akan memberikan pengawasan secara optimal dan menciptakan lingkungan yang baik sebagai bentuk antisipasi.

“Insya Allah sekolah akan mengusahakan lingkungan yang baik dan aman untuk anak-anak, senantiasa menanamkan akhlakul karimah agar anak didik kami terbebas dari kenakalan remaja yang merugikan,” tambahnya. (Ana Rose)

Sekolah Muhammadiyah Surabaya Canangkan Student Exchange ke SIJ

K3 SD/MI Muhammadiyah Surabaya melangsungkan umrah bersama sejak 1-14 September 2023. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan studi banding ke SIJ (Sekolah Indonesia Jeddah), yakni sekolah yang diperuntukkan WNI yang mayoritas orang tuanya bekerja di Arab Saudi.

Dari beberapa anak yang  ditemui, sebagian besar mereka berasal dari Madura, Jakarta, dan Banten.

Tak hanya itu, sekolah Muhammadiyah Surabaya menjalin kerja sama dengan Sekolah Indonesia Jeddah dalam bentuk program student exchange yang dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Keduanya telah sepakat menandatangani MOU pada Rabu (13/9) di SIJ.

Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Dikky Syadqomullah MHes dalam sambutannya mengatakan, maksud kunjungan ini agar kelak sekolah Muhammadiyah Surabaya dapat mengirimkan siswa untuk bertukar belajar dalam kegiatan student exchange.

“Kami terus berusaha agar anak didik kami bisa merasakan bagaimana belajar di negeri orang dan student exchange di SIJ bisa menjadi pilihan,” ujarnya.

Umi Sarofah, Ketua K3 SD/MI Muhammadiyah Surabaya, menambahkan, sekolah Muhammadiyah yang berkurikulum nasional dan Al Islam Kemuhammadiyahan ingin menambah wawasan akan pembelajaran dan pendidikan. Khususnya pembelajaran di Jeddah, Arab Saudi.

“Kami, khususnya keluarga besar sekolah Muhammadiyah Surabaya, menyambut program ini dengan baik dan antusias agar ke depan program student exchange bisa lebih luas lagi. Tidak hanya di Malaysia dan Singapura,” ujarnya. (Umi Sarofah/ Ana Rose)