Tidak Ada Istilah Putus Asa dalam Kamus Seorang Pemenang

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menyambut tahun ajaran baru sekaligus memperingati 1 Muharam, Selasa (1/8). Ustadz Munahar MPdI didatangkan untuk memberikan motivasi kepada lebih dari 500 siswa di aula lantai dasar sekolah.

Kegiatan ini mengangkat tema “Membentuk Pelajar yang Taqwa, Cakap, Terampil, dan Santun dengan Akhlak Mulia”. Harapannya, siswa dapat mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik, khususnya dalam menyambut tahun ajaran baru.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd menyebutnya sebagai gerakan hijrah.

“Di tahun baru ini, hendaknya kita sebagai anak hebat mulia bisa menjadi lebih baik lagi dari perilaku maupun ucapannya, hijrah ke arah yang lebih baik, anak-anakku. Yang biasanya shalat masih nanti-nanti jadi tepat waktu, menghormati orang tua dan lainnya,” ujarnya dalam sambutan.

Pada sesi materi, Ustadz Munahar terlebih dahulu menampilkan cuplikan tayangan yang berisi cara kita bersyukur dan menghormati orang tua. Kemudian beberapa anak diminta maju untuk menebak gambar dengan tujuan mencetak pola pikir anak dalam menyelesaikan masalah.

“Ternyata anak yang tadi ustadz beri tantangan, dia ini mulai mikir apa yang harus dilakukan agar bisa menyentuh langit-langit tembok, padahal anak ini pendek. Pada akhirnya si anak mikir solusinya. Nah ini menandakan nanti dia akan menjadi pemenang karena punya pemikiran untuk ke depannya,” ucap Munahar.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh siswa untuk selalu bersemangat dan tak putus asa.

“Orang yang berjalannya cepat itu menandakan punya semangat hidup yang tinggi, berjalan cepat bukan berarti lari. Dari 14 juta orang pemenang di dunia ini, mereka mempunyai semangat hidup untuk menjadi menang tanpa berputus asa,” tambahnya.

Tak lupa, Munahar menyampaikan inti dari kegiatan hari ini bagaimana cara siswa Sekolah Mulia dapat hijrah ke arah yang lebih baik dengan memiliki etika berbicara yang baik, entah dari hati maupun lisannya, pribadi yang selalu bersemangat serta berkakhlak mulia.

“Seperti teko yang berisi air bersih saat dituang tentu isi airnya bersih. Saat hati kita bersih apa yang keluar dari lisan kita tentulah baik pula,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, para siswa menyaksikan hiburan dari perwakilan siswa kelas 1-6 yang menyajikan ragam penampilan terbaik dari masing-masing jenjang. (Ana Rose/Izzah/AS)

Juara 1 Porseni Kota, Siswa Sekolah Mulia Wakili Surabaya ke Tingkat Provinsi

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengirimkan tujuh siswa untuk berkompetisi dalam lomba Porseni (Pekan Olahraga dan Seni) Madrasah Ibtidaiyah se-Surabaya 2023 pada Senin (24/7) lalu. Event tahunan itu berlangsung di Al Fithrah Surabaya dan dibuka secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Tujuh delegasi siswa tersebut mengikuti berbagai lomba seperti kaligrafi, pidato bahasa Arab, tahfidz, dan nasyid. Sebelumnya, mereka telah berlomba dan menjuarai tingkat kecamatan sehingga berhak melaju ke tingkat Kota Surabaya.

Hasilnya, siswa Sekolah Mulia mampu meraih tiga penghargaan. Muhammad Syafie Assyuqi meraih juara 3 lomba kaligrafi putra, kemudian Azzahra Palupi Cahyaningrum juara 3 lomba kaligrafi putri.

Satu peserta lainnya, Griselda Aura Sakhi, mampu meraih juara 1 lomba tahfidz putri sehingga nantinya akan mewakili Kota Surabaya dalam Porseni Tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Sungguh prestasi yang membanggakan. Saya yakin semua siswa Sekolah Mulia adalah anak-anak yang hebat,” ujar Umi Sarofah, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

“Selamat untuk anak-anak hebat. Jadikan kakak-kakak yang berprestasi menjadi motivasi kalian untuk turut menjadi siswa mulia yang berprestasi,” imbuh Umi.

Umi mendukung penuh prestasi yang dimiliki siswa dalam berbagai bidang. Sekolah juga tidak segan untuk membina anak-anak yang berbakat ataupun menggali potensi setiap anak. Salah satunya melalui berbagai estrakurikuker yang ada di Sekolah Mulia.

“Ikuti kompetisi di luar sana, gali selalu potensi yang ada dalam diri kalian. Jangan takut kalah, dari sana ada pengalaman yang berharga,” tambahnya. (Ana Rose/AS)

Siswa Sekolah Mulia Raih Juara Nasional di Universitas Ma Chung

Dua siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) meraih juara dalam ajang bergengsi tingkat nasional “FABI 12”(Festival Anak Berprestasi Indonesia). Acara yang berlangsung di Universitas Ma Chung Malang itu diikuti oleh ribuan pelajar dari seluruh penjuru Indonesia pada Jumat (21/7) lalu.

Mengirimkan sembilan siswa dari jenjang kelas 1 sampai kelas 5, dua di antaranya berhasil membawa harum nama Sekolah Mulia. Masing-masing Faeyza Damia Laksana yang berhasil meraih juara ketiga untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan Faeyza Aliea Wibowo yang meraih penghargaan kategori The Best Ten Gold Award dalam mata pelajaran bahasa Inggris.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Alhamdulillah meski ini pengalaman pertama bagi mereka, tapi mereka mampu memberikan yang terbaik,” Ujar Winda, guru pembina bahasa Inggris Sekolah Mulia.

Mengikuti berbagai event perlombaan dianggap penting oleh Winda agar anak-anak mampu dan terbiasa tatkala mereka mengikuti berbagai ajang yang akan membawa manfaat bagi kehidupan mereka kelak.

“Dari sini kita latih mereka untuk percaya diri, memercayai dan melatih potensi yang ada dalam diri mereka. Menang kalah tidak masalah. Ini adalah awal yang baik untuk masa depan mereka kelak,” tambah Winda. (Ana Rose)

Bakat Ceramah hingga Menyanyi Siswa Terungkap di Matsama Mulia

Matsama Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya memasuki hari kedua, Selasa (18/7). Pada hari kedua ini, ditampilkan ragam bakat peserta Matsama sebagai wujud misi mencetak anak hebat berprestasi dan berkarakter.

Bakat para peserta didik baru cukup beragam. Seperti hafalan surat Luqman ayat 14 beserta artinya, ceramah tentang adab kepada guru, menyanyikan lagu rohmatallilalamin, kemudian hafalan surat Al-Alaq ayat 1-19 dengan tajwid makhrojnya yang tepat serta menghafal hadis surga di bawah telapak kaki ibu.

Di sela membuka acara, Kepala MIM 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd memberikan motivasi kepada para peserta untuk selalu semangat dan bergembira selama kegiatan Matsama berlangsung.

“Hari ini secara resmi ustadzah sampaikan selamat! Karena kalian sudah menjadi bagian dari keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” ujarnya dalam acara yang berlangsung di aula sekolah tersebut.

Di sela kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan doorprize dengan menjawab beberapa pertanyaan dari MC. Salah satunya “Siapakah nama kepala madrasah MI Muhammadiyah 5?” Rupanya mereka saling mengacungkan tangan dan menjawab pertanyaan dengan tepat.

“Inilah salah satu tujuan dari Matsama. Anak-anak bisa mengenal lebih cepat dan dekat apa dan bagaimana MI Muhammadiyah 5,” tambah Umi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal sekolah untuk menjaring siswa-siswi berbakat dalam berbagai bidang yang nantinya dapat mengharumkan nama MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

“Kami tawarkan kepada wali murid untuk ananda yang ingin tampil pada kegiatan Matsama, luar biasa! Ternyata banyak anak-anak berbakat yang nantinya dapat dibina sekolah untuk mencetak berbagai prestasi sesuai bidangnya,” ucap Surya, panitia Matsama Mulia. (Izza/Anarose/AS)

Finger Painting Warnai Hari Pertama Masuk Sekolah MIM 5 Surabaya

Mengawali tahun ajaran baru 2023-2024, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) melaksanakan Matsama Mulia. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa (17-18/7) itu diikuti oleh 76 siswa-siswi baru.

Pada hari pertama sekolah, murid kelas satu dikenalkan pada lingkungan sekolah, budaya, serta pembiasaan yang dilakukan di Sekolah Mulia.

Peserta Matsama berkeliling di beberapa lokasi area sekolah guna mengenal lingkungan sekolah seperti bagaimana bersalaman dengan ustadz-ustadzah, menaruh sepatu, tata tertib masuk kelas maupun saat berada di kelas, tata tertib antre di kantin, hingga di mana harus membayar SPP.

Tak hanya itu, peserta Matsama juga diajak bermain finger painting (cap jari) dengan berbagai warna. Mereka tampak senang sekaligus antusias dalam memilih warna dan mencampurkan tangan mereka ke dalam warna yang dipilih.

Kemudian dijiplak ke banner yang telah disediakan panitia. Banner tersebut diletakkan di aula sekolah selama kegiatan Matsama berlangsung dan menjadi hiasan yang unik.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd mengatakan, banyak sekali manfaat yang didapatkan melalui kegiatan finger painting.

“Selain berkeliling di seluruh area sekolah, anak-anak juga melakukan finger painting yang banyak manfaatnya seperti melatih otot jari, mengembangkan ekspresi melalui media lukis dengan gerakan tangan, belajar warna, dan melatih daya ingat,” ujarnya.

“selain itu, anak-anak juga semakin semangat dan bergembira menjadi bagian dari keluarga besar Sekolah Mulia,” imbuh Umi Sarofah. (Izza/Fitri/AS)

Horror Math Game Curi Perhatian UKK Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar acara unjuk kerja dan karya (UKK) yang diikuti oleh suruh siswa kelas 6, Rabu (7/6). Melalui kegiatan ini, seluruh siswa menciptakan sebuah barang atau produk sesuai dengan kreativitas masing-masing.

UKK adalah agenda rutin yang diadakan Sekolah Mulia setiap tahun sebagai salah satu persyaratan kelulusan selain ujian sekolah. Kali ini dengan mengusung tema “Melalui Program Unjuk Kerja dan Karya Mampu Mewujudkan Generasi Mulia yang Cerdas, Inovatif, Kreatif serta Mampu Bersaing di Era Global”.

Salah satunya karya Danang Putro. Ia mampu menciptakan games Horror Math Game, sebuah permainan edukatif bernuansa horor.

Permainan tersebut memberikan tantangan pemainnya dengan beberapa soal matematika mulai level ringan sampai level tersulit.

“Saya terinspirasi dari permainan horor bernama Baldi’s Basics in Education and Learning,” ujar Danang tentang Horror Math Game.

Amanto Prajudisiono SPsi Psikolog, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Gubeng yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan kekagumannya terhadap karya Danang.

“Games ini tidak mudah. Terbukti teman-teman kamu tadi kesulitan saat kamu coba mainkan gamesnya. Artinya level kamu di atas anak seusiamu, pertahankan terus ya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MP dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada seluruh peserta UKK agar tidak berhenti berkreasi menciptakan ide-ide inovatif. Dengan begitu, kelak mereka memiliki bekal untuk berwirausaha.

“Pengalaman hari ini adalah langkah awal anak-anak menjadi mandiri dan berprestasi, menjadi orang hebat dan selalu bisa dipercaya. Pertahankan kreativitas kalian, kembangkan hasil karya kalian yang nantinya dapat menjadi bekal kalian berdiri pada kaki kalian sendiri, yakni berwirausaha,” ujarnya. (Septi/Fitri/AS)

Munaqasyah, MIM 5 Surabaya Gandeng Pesantren Nurul Falah

MI Muhammadiyah 5 Surabaya bekerja sama dengan Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya menggelar ujian munaqasyah akbar yang diadakan serempak Kamis (25/5). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas lima.

Munaqasyah sendiri menjadi salah satu tahap ujian yang harus dilalui anak-anak setelah mereka mempelajari baca tilawati dan Al-Qur;an bersama ustadzah masing-masing. Adapun pengujinya didatangkan dari Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah.

Roviqotul Azizah, koordinator BTQ, menyampaikan bahwa munaqasyah juga menjadi evaluasi belajar anak didik.

“Melalui munaqasyah kita bisa mengevaluasi hasil belajar siswa dalam membaca tilawati dan Al-Qur’an,” ujarnya.

Kelulusan munaqasyah memiliki beberapa kriteria. Mulai kelancaran dalam membaca dan juga benar tidaknya tajwid fashohah saat membaca tilawati maupun Al-Qur’an. Nantinya, siswa yang dinyatakan lulus akan naik jilid dan yang tidak lulus akan tetap berada di jilid yang sama.

Rofiqotul berharap semua siswa dapat melakukan yang terbaik dan lulus ke jilid atau level selanjutnya.

“Kami semua berharap anak-anak mampu melalui tes hari ini dan insya Allah anak-anak bisa lulus semuanya. Amin,” tambahnya. (Ana Rose/AS)

Ujian Hafalan Qur’an Disiarkan lewat YouTube dan Instagram

Selama dua hari, Senin dan Selasa (23/5), Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya melaksanakan tasmi’ juz 30 surah An Naba sampai surah Al A’la. Kegiatan itu diikuti oleh sebelas anak dari kelas satu Siti Hajar.

Kelas ini merupakan salah satu program unggulan di Sekolah Mulia. Solusi untuk orang tua yang ingin mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tetap unggul dalam akademisnya.

Sejak awal anak-anak tergabung dalam kelas ini sudah dibiasakan untuk mendengarkan murotal bacaan ayat suci Al-Qur’an yang mudah dipahami beserta murajaah setiap harinya.

Menurut Enik Nurfiyah SPdI selaku Pembina, tasmi’ merupakan kegiatan ujian tahfidz (menghafal) Al-Qur’an yang dilakukan dengan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an tanpa kesalahan di hadapan para penguji. Sekolah Mulia juga menyiarkan secara langsung melalui channel YouTube dan Instagram milik sekolah.

Di Sekolah Mulia, lanjut Enik, kegiatan tasmi’ telah kedua kalinya digelar setelah hafalan anak-anak sudah mencapai seperempat juz.

“Jika dalam satu juz terdapat 20 lembar, dalam penyelesaian 5 lembar hafalan anak-anak sudah siap diuji,” ungkap Enik.

Sementara itu, Umi Sarofah SPd MPd, Kepala Madrasah yang juga menjadi penguji, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Anak-anak tampak senang dan tidak terbebani meski beberapa anak mengaku deg-degan namun mereka enjoy. Terbukti ketika tadi saya bertanya pada mereka selepas acara. Terlebih kegiatan ini disiarkan secara langsung di YouTube dan Instagram yang bisa disaksikan kapan pun di mana pun oleh orang tua mereka,” ujarnya. (Ana Rose/AS)

Wow! Sekolah Mulia Borong Puluhan Medali International Kangaroo Mathematics Contest

Siswa-siswi Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya di akhir tahun pelajaran  2022/2023 mempersembahkan 91 medali. Puluhan medali itu diraih dalam ajang IKMC (International Kangaroo Mathematics Contest) yang diselenggarakan oleh KPM (Klinik Pendidikan Matematika) Pusat Bogor pada 9 April lalu.

IKMC merupakan sebuah kompetisi matematika internasional yang telah dilaksanakan sejak tahun 1991 oleh Association Kangourou Sans Frontieres dan telah diikuti lebih dari 92 negara.

Kontes ini terbagi menjadi tiga level untuk jenjang sekolah dasar. Level satu yaitu Pre Ecolier untuk kelas satu sampai dua, level dua yaitu Ecolier untuk kelas tiga sampai empat, sedangkan Benjamin untuk kelas lima sampai enam.

Berdasarkan pengumuman hasil IKMC yang pada Selasa (16/5) melalui link https://kpm.read1institute.org/competition/pengumumanIKMC2023, siswa-siswi Sekolah Mulia mulai dari kelas satu sampai enam berhasil mendapatkan 34 medali perak dan 57 medali perunggu.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd mengatakan, ini merupakan prestasi yang luar biasa dan membanggakan sekolah tahun ini.

“Kita bisa mendapatkan medali begitu banyak. Tahun lalu yang mendapatkan medali hanya dua siswa di ajang IKMC ini,” ujarnya.

Dia juga berharap mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa mendapatkan medali emas yang banyak.

“Sukses sendiri itu hal yang biasa, sukses bersama itu yang luar biasa,” tambahnya. (Wolyono/AS)

Orang Tua dan Anak Dianjurkan Bikin Kesepakatan Zona Aman Gadget

Ratusan wali murid memenuhi hall Mangkunegara Hotel Narita Surabaya pada Sabtu (13/5). Mereka mengikuti seminar parenting dan halalbihalal yang diadakan oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama komite dan Sekolah Mulia yang diadakan di Bulan Syawal sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi momentum halalbihalal warga sekolah.

Pada kesempatan ini, Sekolah Mulia menghadirkan Ateria Ratnawati SPsi Psikolog untuk menjadi narasumber parenting. Tamu undangan yang tidak lain adalah wali murid disapa olehnya dengan sebutan “Kakak” dan tentu saja sebutan itu memberikan kesan tersendiri yang membangun keakraban antara Aster dan peserta parenting.

Mengangkat tema pengaruh HP masa pandemi terhadap cara pengasuhan orang tua, Aster menyampaikan pentingnya kehati-hatian dan pengawasan dalam mengasuh anak dengan cara menjadi teman atau sahabat di sisi mereka. Mulai menjadi teman di rumah bahkan sampai menjadi teman di media sosial yang mereka miliki.

Tak kalah penting, Aster menyampaikan bahwa orang tua adalah role model anak, termasuk dalam teknologi sekalipun.

“Segala hal yang diajarkan dan dilakukan orang tua menjadi contoh nyata untuk anak kita. Maka jadilah orang tua yang mau belajar perkembangan teknologi dan selalu mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai kehidupan secara terus-menerus dan konsisten,” ujarnya.

Membuat kesepakatan zona aman gadget dapat menjadi salah satu cara orang tua untuk mengontrol penggunaan HP pada anak. Beri waktu bersama. Sebab, ada interaksi keluarga tanpa gadget dan tidak lupa untuk melakukan pendampingan saat anak memanfaatkan teknologi atau mengakses media informasi.

Selama kegiatan berlangsung, wali murid tampak senang dan antusias. Bahkan ketika moderator memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan tidak hentinya mereka mengacungkan tangan secara bergantian.

Salah satu wali murid mengaku senang dan mendukung penuh kegiatan ini.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali karena ini sangat membantu kami selaku orang tua dalam mengasuh anak-anak kami, terutama di era modernisasi seperti saat ini,” ucap Alfiyah, wali murid dari siswa kelas dua. (Ana Rose/AS)