Pada Selasa (5/8/2025) pagi Pasar Jojoran, Surabaya, dipadati pengunjung, dengan aroma bawang merah, sayuran segar, dan jajanan pasar yang bercampur dengan riuh tawar-menawar serta deru knalpot kendaraan. Di tengah hiruk pikuk itu, tampak langkah ringan seorang perempuan menyusuri gang sempit.
Ia adalah seorang Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly, yang memilih berjalan kaki menuju Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 5 Surabaya. Tanpa pengawalan mencolok, banyak orang bahkan tak menyangka sosok sederhana itu merupakan pejabat tinggi dari Negeri Kanguru.
Di depan pintu madrasah, Kepala MIM 5 Surabaya, Umi Syarofah, bersama para guru dan murid sudah menyambut kedatangan tamu istimewa. Saat Anne Aly mengucapkan salam, “Assalamualaikum,” dengan pelafalan fasih, senyum Umi, guru, dan siswa pun merekah. Tatapan hangat sang menteri menyapu seluruh barisan, menghadirkan rasa hormat sekaligus kehangatan persaudaraan.
Bagi Anne, kunjungan ini bukan sekadar agenda diplomatik. Dalam surat yang ditujukan kepada Umi, ia menulis: “I was delighted to meet you on my first visit to Indonesia as Minister for International Development.”
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna pribadi yang mendalam, terlebih sebagai perempuan Muslim pertama yang duduk di kabinet Australia. Surat berkop Coat of Arms of the Commonwealth of Australia itu diterima pihak MIM 5 Surabaya sepekan setelah kunjungan Menteri Anne.
Begitu memasuki kelas, Anne Aly langsung duduk di kursi kecil di antara murid-murid. Di tangannya terbuka sebuah big book berjudul Sack Race atau balap karung, permainan tradisional yang identik dengan perayaan Kemerdekaan Indonesia setiap bulan Agustus.
Dengan penuh semangat, Anne mulai membacakan cerita. Layaknya seorang pendongeng, suaranya naik turun mengikuti alur, sesekali menirukan tokoh dengan nada jenaka. Murid-murid pun tertawa riang, sebagian menutup mulut menahan geli.
Sesekali Anne mengangguk sambil menatap mata murid yang menjawab pertanyaannya, memberi validasi tanpa banyak kata.
“Murid-murid kami tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga merasakan kehangatan dari sosok Menteri Australia yang hadir dan duduk bersama mereka,” kenang Umi Syarofah, pada Jumat (15/8/2025).
Suasana semakin cair ketika Anne Aly ikut bermain ular tangga matematika bersama murid-murid di kelas. Sang menteri tampak jongkok, melangkah di atas petak besar berwarna cerah, lalu bersorak kecil setiap kali seorang murid berhasil maju. Pada satu momen, ia menepuk bahu seorang murid yang berhasil menjawab soal, kemudian mengangkat tangan anak itu ke udara layaknya juara lomba. Tawa pun pecah memenuhi ruangan.
Permainan tersebut merupakan wujud transformasi metode pembelajaran numerasi di MIM 5 Surabaya hasil kemitraan dengan INOVASI. Jika sebelumnya matematika lebih banyak diajarkan melalui hafalan dan pengerjaan soal angka, kini konsep matematika diperkenalkan melalui permainan yang menyenangkan.
Dengan pendekatan ini, murid lebih mudah memahami konsep secara kontekstual.
Salah satu guru yang mendampingi Anne dalam permainan ular tangga, Galuh Nurul Isnaeni, mengaku masih terkesan dengan kesederhanaan sang menteri.
“Beliau sangat humble. Cara berinteraksinya tulus dan penuh perhatian,” ujarnya.
Kesan serupa juga dirasakan oleh salah satu guru yang mendampingi Anne membaca big book, Windayanti. Ia kagum dengan sikap Anne yang kerap menundukkan badan sedikit saat berbicara dengan murid, agar terasa setara.
“Meski menggunakan bahasa Inggris, Menteri Anne mampu menarik perhatian murid dengan ekspresi dan gestur yang hangat dan ramah. Bahkan terkesan sangat dekat, seperti sudah kenal lama,” ungkap Winda.
Dalam suratnya, Anne mengungkapkan rasa kagumnya: I greatly appreciated the warm welcome at your school, and the opportunity to witness the joyful and inclusive learning environment that you and your dedicated teachers have created.
Ia memberi selamat kepada seluruh guru MIM 5 Surabaya atas upaya mereka membentuk generasi penerus.
Anne datang ke Indonesia dalam rangkaian kunjungan kerja ke Jakarta, Surabaya, dan Bali. Di Surabaya, ia menyempatkan diri mengunjungi MIM 5 Surabaya untuk melihat langsung dampak program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia dan Muhammadiyah yang telah berjalan sejak 2018.
Program INOVASI merupakan kemitraan pendidikan antara Pemerintah Australia dan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, khususnya literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.Bagi MIM 5 Surabaya, kedatangan Anne adalah sebuah penghargaan atas kerja keras mereka. Terletak di jantung Kota Surabaya yang padat, MIM 5 Surabaya menjadi tempat belajar bagi hampir 500 anak.
Sejak berdiri pada 1959, madrasah ini menjadi saksi perjalanan hidup masyarakat di Pasar Jojoran dan sekitarnya. Selama lebih dari enam dekade, MIM 5 Surabaya melayani pendidikan bagi anak-anak dari latar belakang beragam, mulai dari keluarga pedagang, buruh harian, hingga pegawai negeri maupun swasta. Banyak dari mereka tinggal di perkampungan padat penduduk tak jauh dari madrasah.
Umi menuturkan bahwa mereka merasa sangat terhormat karena seorang menteri berkenan berkunjung ke madrasah yang berada di wilayah padat penduduk seperti madrasah mereka.
“Kami merasa sangat terhormat seorang menteri mau berkunjung ke madrasah yang berada di wilayah padat penduduk seperti madrasah kami,” tutur Umi.
Bagi Anne, kunjungan ini memperkuat tekadnya untuk terus bekerja sama dengan Indonesia. Ia menutup suratnya dengan sebuah pernyataan: “I depart with an even stronger commitment to working with Indonesia on its development priorities and to shape a region that is peaceful, stable, and prosperous.”
Menjelang akhir kunjungan, Anne memeluk Umi dan para guru erat-erat.
“We will meet again, InsyaAllah!,” ucapnya.
Keberlanjutan Program Literasi-Numerasi
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Program Literasi-Numerasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Enik Setyawati, menyambut baik kemitraan dengan INOVASI yang telah terjalin sejak 2018.
Menurutnya, kerja sama ini memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas literasi dasar di madrasah dan sekolah Muhammadiyah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Program tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas guru dan kepala sekolah, tetapi juga mendorong terciptanya budaya belajar yang lebih bermakna dan inklusif.
PWM Jawa Timur berkomitmen menyebarluaskan praktik baik hasil kemitraan ini ke lebih banyak madrasah dan sekolah Muhammadiyah. Langkah konkret yang ditempuh antara lain mendorong Majelis Dikdasmen serta perguruan tinggi Muhammadiyah untuk mereplikasi pendekatan literasi berbasis bukti, sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembinaan sekolah.
Selain itu, PWM Jatim juga mengupayakan agar praktik tersebut diintegrasikan ke dalam kurikulum pelatihan guru melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Muhammadiyah.
Kemitraan antara INOVASI dan Muhammadiyah sendiri telah dimulai sejak 2018 melalui program literasi awal di 14 madrasah pada empat kabupaten.
Pada 2021-2022, kerja sama ini diperluas ke enam wilayah dengan melibatkan 40 madrasah Muhammadiyah, termasuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah turut berkontribusi melalui pelatihan dosen, pengembangan modul, serta pembentukan tim fasilitator daerah.
Hasil evaluasi program pada 2021-2023 menunjukkan adanya peningkatan signifikan kompetensi literasi murid kelas 1 dan 2, berdasarkan indikator Minimum Proficiency Level (MPL) dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Hari itu, Menteri Anne meninggalkan kesan yang lebih dari sekadar dokumentasi resmi. Tawa murid yang bergema di kelas, sorot mata penuh bangga, serta sikap seorang menteri yang rela duduk di lantai bersama para siswa.
Semuanya menyampaikan pesan yang sama bahwa pendidikan yang hangat dan inklusif bukan hanya membentuk murid, tetapi juga menjembatani persahabatan lintas benua. (anarose)

