Family Day Perdana, Guru dan Ikwam Sekolah Mulia Jalani Kamp Bersama

Menjalin hubungan baik antara sekolah dan wali murid menjadi hal penting yang selalu dijaga oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Dalam beberapa kali kesempatan, Sekolah Mulia –sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya– sering kali mengadakan berbagai kegiatan melibatkan orang tua murid.

Seperti Agustus lalu dalam agenda lomba 17an. Nah, kali ini dalam kegiatan Family Fun Day pada Jumat-Sabtu (20-21/9/2-24) di Alas Veenus Trawas, Mojokerto.

Kegiatan bertajuk “Jaring Sinergi dan Komitmen Bersama” dilaksanakan selama dua hari dengan bermalam di alam terbuka bersama keluarga. Sebanyak 100 keluarga meramaikan kegiatan tersebut. Juga dengan guru karyawan yang turut serta kamping bersama.

Rupanya, sejak kegiatan ini diumumkan, orang tua begitu antusias mengikuti. Benar saja, karena ini adalah kali pertama Sekolah Mulia mengadakan Family Day.

Meskipun dengan segala tantangan dan  persiapan yang menguras tenaga, hal itu tidak membuat peserta putus asa dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Berbagai kegiatan seperti games telah disiapkan panitia untuk menjalin kebersamaan antara keluarga dan guru tenaga pendidik di Sekolah Mulia. Juga dengan kegiatan memasak bersama keluarga yang menguji kekompakan antarkeluarga.

“Kami kumpulkan orang tua dan guru untuk camp bersama di sini. Kita tinggalkan sejenak pekerjaan di Surabaya untuk bersenang-senang bersama. Untuk makan malam kami agendakan setiap keluarga memasak hidangan untuk mereka nikmati sendiri sembari menilai kekompakan setiap keluarga,” ujar Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Dia mengungkapkan, latar belakang kegiatan ini diadakan salah satunya sebagai menjalin silaturahmi antar warga sekolah baik guru juga wali murid.

“Kamp 2 hari ini kami maksimalkan untuk menjalin silaturahmi. Sebagai sarana untuk saling sharing juga, banyak harapan saya atas feedback baik sepulang dari sini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komite Siti Mujiati yang merupakan mengungkapkan bahwa dirinya akan mengusahakan kegiatan ini menjadi agenda rutin di tahun berikutnya.

“Alhamdulillah, antusiasme wali murid begitu luar biasa meski beberapa ada yang tidak jadi ikut karena kondisi kesehatan. Tapi insya Allah kami usahakan agenda semacam ini kami hadirkan kembali,” katanya yang juga sebagai ketua pelaksana.

Zaimatunnisa, salah satu orang tua murid, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, di sini kita bisa berkumpul bersama, saling mengenal satu sama lain menjalin keakraban dan kerukunan antarwali murid, juga dengan ustadz-ustadzah,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar Sekolah Mulia dapat selalu menjaga hubungan baik, bersinergi untuk kemajuan sekolah ke depannya.

(Ana Rose)

Sambut Maulid Nabi, Sekolah Mulia Siapkan Berbagai Kompetisi Menarik

Memperingati Maulid Nabi Muhammad menjadi momentum spesial yang tak ingin dilewatkan begitu saja. Banyak cara yang dilakukan dalam peringatan Maulid nabi, tentunya dengan melakukan kegiatan positif yang bermanfaat dengan berkompetisi.

Seperti yang dilakukan MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) pada Rabu mendatang (25/9/2024).

Sejak hari lomba diumumkan, tepatnya Rabu (18/9/2024) satu minggu sebelum lomba digelar, seluruh siswa begitu antusias, meskipun banyak dari mereka merasa gugup harus berlomba satu sama lain.

Beragam lomba disiapkan untuk seluruh siswa, mulai kelas 1 hingga kelas 6. Kelas 1 dengan lomba mewarnai kaligrafi, kelas 2 lomba kolase origami, kelas 3 berkisah dengan bahasa Indonesia, kelas 4 berkisah dengan bahasa Arab, kelas 5 berkisah dengan bahasa Inggris, sementara kelas 6 dengan lomba tahfidz yang tak kalah menarik.

Seluruh lomba tersebut telah disiapkan sedemikian rupa disesuaikan dengan level kesulitan sesuai dengan tingkatannya.

Sementara itu, lomba berkisah dengan tiga bahasa yang berbeda adalah hal yang baru. Kemampuan penguasaan bahasa dari segi pengucapan, intonasi, penyampaian maksud dan lainnya menjadi tolak ukur penilaian dalam kompetisi kali ini.

Dari situ pula akan bermunculan siswa yang mahir dalam bercerita dengan penguasaan berbagai bahasa untuk kemudian diikutsertakan dalam kompetisi di luar sekolah.

Hal itulah yang menjadi latar belakang diselenggarakannya kompetisi dalam peringatan Maulid Nabi kali ini.

“Alhamdulillah, selain memberikan anak-anak pengalaman dan pembelajaran, lomba ini bisa kami jadikan momen untuk menjaring bakat siswa didik. Yang tadinya tidak terlihat bisa terlihat di lomba ini, sehingga bermunculan nama-nama siswa untuk berkompetisi di luar sekolah kemudian hari,” tutur Ifa Widayanti, wakaur Ismuba MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Meski begitu, semua yang dilakukan adalah untuk memberikan siswa pemahaman bagaimana meneladani Rasulullah, seperti apa yang diharapkan oleh kepala MI Muhammadiyah 5.

“Alhamdulillah, kesempatan ini kami menggiatkan anak-anak untuk berkompetisi, mari kita bangun budaya berfastabiqul khairat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang tak mau menunggu dan selalu ingin berkompetisi dalam kebaikan dan ketaatan,” kata kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah.

(Ana Rose)

Tim INOVASI Jawa Timur Puji Kelas Literat Sekolah Mulia

Program Literasi MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) yang telah berjalan beberapa tahun silam kembali menjadi sorotan Tim INOVASI Jawa Timur untuk hadir secara langsung meninjau bagaimana program tersebut berjalan di Sekolah Mulia.

Kamis (5/9/2024) lalu secara langsung dari Malang mereka datang mengunjungi sekolah yang terletak di Jalan Jojoran tersebut.

Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah lembaga kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pembelajaran di Indonesia yang berfokus pada peningkatan keterampilan dasar literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Maksud kehadiran team INOVASI adalah update perkembangan literasi di sekolah mitra untuk memastikan apakah program dan materinya masih digunakan, dikembangkan, atau justru sudah hilang.

“Kami mencari sekolah rujukan jika ada tamu yg datang dari kementrian, bagaimana sekolah melaksanakan dan bagaimana kepala sekolah mendukung program literasi. Itulah hal-hal yang ingin kami ketahui dalam kunjungan ini,” tutur Ahmad Fathoni, ecosystem coordinator INOVASI Jawa Timur.

Secara bergantian mereka memasuki kelas dan menyaksikan pembelajaran yang ada mulai dari kelas kecil hingga kelas besar. Saat team Humas sekolah bertanya bagaimana tanggapan team INOVASI tentang program Literasi di Sekolah Mulia, Ahmad Fathoni menjawab.

“Alhamdulillah di luar ekspektasi kami, apa yang kami berikan ketika itu hanya sedikit. Tapi di sini dikembangkan, sudah banyak big book, tadi juga ada mini book yang dikembangkan, saya rasa kelasnya sudah literat” paparnya

Sementara itu, Anhar Putra Iswanto selaku education coordinator INOVASI Jawa Timur memberikan tanggapan bahwa Sekolah Mulia merupakan sekolah progresif dengan banyak perkembangan.

“Kami, INOVASI hanya memberikan materi, kami hanya memberikan dukungan yang terbatas, tapi justru sekolahnya progresif. Sekolahnya sudah bagus, jadi ketika diawal dapat suntikan sedikit saja sudah semakin melejit,” katanya.

Mendengar tanggapan baik dari team INOVASI, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah merasa senang kerja kerasnya bersama dengan guru yang lain membuahkan hasil yang baik. Hal ini menjadi motivasi bagi Sekolah Mulia untuk mengembangkan literasi dalam setiap pembelajaran.

“Alhmdulillah cukup senang, kerja keras kami semua berbuah manis. Tetapi tetap jangan mudah puas, tidak ada salahnya bukan untuk selalu berkembang menjadi lebih baik?” tuturnya.

(Ana Rose)

Mengabdi Selama 23 Tahun, Guru Senior Sekolah Mulia Diberangkatkan Umrah

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) memberikan apresiasi guru senior dengan memberangkatkannya ibadah umrah. Program ini telah berjalan kali kedua sejak dicanangkan. Kali ini, Lulik Husniah SPd mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci pada Rabu (4/9/2024).

Suasana bahagia bercampur haru mewarnai keberangkatan ibadah umrah kali ini. Lulik tak menyangka dirinya akan menjadi tamu Allah bersama keluarganya.

“Alhamdulillah, senang sekali sekaligus terharu hari ini saya mendapat giliran untuk melaksanakan ibadah umrah,” ucapnya.

Lulik tidak sendirian. Dia mengajak serta suami dan anak semata wayangnya untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci.

“Alhamdulillah, Allah berikan kami rezeki untuk berangkat bersama. Semoga kami sekeluarga diberikan kelancaran dan kemudahan selama menunaikan ibadah di Tanah Suci,” katanya.

Guru mata pelajaran Kemuhammadiyahan itu telah mengabdi di MI Muhammadiyah 5 Surabaya selama 23 tahun. Dia juga aktif di Pimpinan Ranting Aisyiyah Sutorejo.

Loyalitasnya kepada Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan, menjadi inspirasi bagi tenaga pendidik lainnya agar tak lelah dalam bermuhammadiyah.

Sehari sebelum keberangkatannya, Lulik berpamitan dengan rekan-rekan kerja. Berbagai macam pesan disampaikan oleh teman-teman guru. Doa juga turut dihaturkan dalam perpisahan itu.

“Hati-hati ya Bu, sehat-sehat. Semoga semuanya lancar di sana sampai pulang,” ujar Fitri, salah satu rekan karyawan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah berkomitmen program umrah untuk guru dan karyawan akan terus dilaksanakan setiap tahun.

“Insya Allah kami akan konsisten melaksanakan program ini sebagai apresiasi kepada guru berdasarkan masa kerja selama pengabdiannya. Loyalitas beliau semua patut untuk mendapatkan penghargaan ini. Alhamdulillah, atas dukungan PCM Gubeng, program ini dapat terlaksana,” papar Umi.