Stan Sekolah Mulia Jadi Terbaik Ketiga Islamic Education Fair 2024

MI Muhammadiyah 5 Surabaya mendapat predikat sebagai stan terbaik ketiga dalam event Islamic Education Fair. Ini merupakan event tahunan yang diadakan Majalah Nurani untuk mengumpulkan berbagai sekolah Islam unjuk kebolehan dalam menarik siswa didik baru.

Terhitung tahun ini adalah kali ketiga Sekolah Mulia, sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya, bergabung dalam kegiatan tersebut. Pengumuman tersebut disampaikan pada penutupan pameran, Ahad (20/10/2024), di stage atrium utama Royal Plaza.

Deretan sekolah Islam terbaik mulai jenjang kelompok bermain sampai sekolah menengah atas mewarnai Islamic Education Fair dengan jumlah peserta lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu.

Meski begitu, tak menyurutkan semangat tim pameran Sekolah Mulia untuk memberikan yang terbaik. Stan berwarna biru dan oranye menjadi ciri keunikan stan Sekolah Mulia. Perpaduan warna begitu mencolok menyala hingga menarik siapa saja yang melihat.

Bagus, tim panitia IEF 2024 Majalah Nurani, mengungkap bahwa penilaian stan terbaik berdasarkan desain grafis meliputi keunikan, warna, penataan, dan kenyamanan ketika pengunjung datang.

“Tim desain grafis yang menilai dengan ketentuan keunikan stan, warna, juga dengan penataan sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman ketika datang di stan,” tuturnya.

Sementara itu, Ana, ketua pelaksana pameran Sekolah Mulia, menyatakan bahwa dirinya dan tim akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan apa yang sudah diraih. Juga mengevaluasi diri apa yang menjadi kekurangan selama pameran berlangsung.

“Kami bersyukur, kerja keras tim dan dukungan dari ustadz-ustadzah membuahkan hasil yang menggembirakan. Semaksimal mungkin kami pertahankan prestasi ini, berbekal pengalaman dan perbaikan diri insya Allah ke depannya Sekolah Mulia menjadi madrasah terdepan. Amin ya rabbal alamin,” ujarnya.

(Ana Rose)

Selamat! Siswa Sekolah Mulia Juara 1 Lomba Melukis Islamic Education Fair 2024

Siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya kembali mengharumkan nama sekolah. Setelah sebelumnya Mikhayla Rizkita meraih juara 2 dalam lomba tahfidz IEF 2024, kini dalam lomba menggambar/melukis tingkat SD/MI se-Surabaya, Muhammad Syafie Assyauqi menjadi juara 1 di hari terakhir Islamic Education Fair (IEF) 2024, Ahad (20/10/2024), di atrium Royal Plaza.

Siswa yang tengah duduk di kelas 6 Ahmad Dahlan tersebut mengaku senang dapat melawan puluhan peserta lainnya. Pasalnya, Syauqi hanya berlatih tiga hari bersama Kak Reni, pembina ekstrakurikuler melukis.

“Alhamdulillah hari ini dapat juara 1. Senang sekali meskipun hanya berlatih sebentar dengan Kak Reni,” ucap Syauqi.

Ketelatenan dan kreativitas Syauqi dalam menggambar serta kemampuannya dalam memadukan warna membuat juri terkesima dengan karyanya.

Siswa yang pernah menjadi kontingen lomba melukis Porseni tingkat kota tersebut mengaku prestasi ini akan menjadi motivasi untuk dirinya dan membuatnya merasa lebih percaya diri.

“Prestasi ini memacu saya untuk terus semangat belajar dan menekuni apa yang sudah saya dapatkan, khususnya dari belajar bersama Kak Reni selama pembinaan,” tambahnya.

(Ana Rose)

Siswa Kelas 3 Sekolah Mulia Sabet Juara II Lomba Tahfidz Islamic Education Fair

Islamic Education Fair (IEF) yang diadakan majalah Nurani selalu diikuti sejumlah sekolah swasta Islam terbaik setiap tahun. Berbagai lomba yang digelar juga selalu menarik perhatian publik, khususnya warga Surabaya untuk turut serta mengikuti.

Di hari pertama event digelar, secara bersamaan di lokasi yang sama lomba tahfidz diselenggarakan di panggung B atrium Royal Plaza pada Rabu (17/10/2024).

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) tak ingin melewatkan kesempatan ini. Lima siswa dikirimkan untuk mengikuti lomba tahfidz tingkat SD/MI se-Surabaya.

Hasilnya, siswa Sekolah Mulia berhasil menyabet juara II.

“Kami begitu senang dan terkejut ketika nama Mikhayla Rizkita dengan nomor urut 29 dipanggil sebagai juara II oleh pembawa acara. Pasalnya, Mikhayla adalah peserta terkecil di antara 5 siswa perwakilan dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” kata Umi Sarofah, kepala madrasah.

Mikhayla, siswa yang duduk di bangku kelas 3 itu, berhasil menjadi juara melawan kurang lebih 50 peserta dari berbagai sekolah, khususnya sekolah yang mengikuti IEF 2024.

“Alhamdulillah, di hari pembuka pameran, salah satu siswa kami mampu mempersembahkan prestasi dalam lomba tahfidz. Suatu kebanggaan bagi kami,” ucap Umi.

Sementara itu, Minggu mendatang Mikhayla beserta kontingen lainnya akan berkompetisi dalam ME Awards di Universitas Muhammadiyah Malang.

Syahrul, guru pembina, mengungkap harapannya atas prestasi yang ditorehkan hari ini agar menjadi motivasi dan bekal berupa pengalaman untuk berbenah dalam perlombaan selanjutnya, terutama dalam ME Awards minggu mendatang.

“Jadikan prestasi hari ini sebagai motivasi kamu untuk lomba selanjutnya. Sedangkan bagi yang hari ini gagal, jadikan itu sebagai pengalaman untuk berbenah. Apa yang masih kurang dan harus diperbaiki,” tuturnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Pamerkan Berbagai Media Pembelajaran Guru Kreatif di IEF 2024

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) kembali mengikuti Islamic Education Fair (IEF) 2024, pameran pendidikan yang diadakan oleh majalah Nurani untuk kali ketiga. Event yang berlangsung lima hari sejak Rabu hingga Minggu (16-20/10/2024) itu diselenggarakan di atrium utama Royal Plaza Surabaya.

Dari tahun ke tahun, Sekolah Mulia selalu konsisten membawa media pembelajaran produksi guru kreatif untuk dipamerkan di stan pameran.

Tahun ini tiga ragam media diusung sebagai perwakilan dari tiga program yang tersedia di Sekolah Mulia. Yakni, kelas tahfidz, kelas CIP, dan kelas akademik dengan ketentuan pembuatan media yang bisa dimainkan dan cocok untuk anak usia TK.

“Tahun ini kita berikan ketentuan media harus bisa dimainkan. Jadi bermain sambil belajar, anak kecil yang berkunjung distan bisa menjajal permainan sembari menunggu orang tua mereka bertanya seputar informasi PPDB,” papar Fitri, ketua pelaksana.

Media point ball of surah, karya tim BTQ dan Tahfidz, menciptakan permainan berbentuk lapangan basket dengan beberapa keranjang berisi pertanyaan surah di dalamya. Pemain diharuskan memasukkan bola ke dalam keranjang dan menyelesaikan permainan dengan membaca surah Al-Quran yang ada di dalam keranjang tersebut.

Secara bergantian pengunjung Royal Plaza, khususnya anak kecil, mencoba permainan tersebut. Kedipan lampu dalam permainan begitu mencuri perhatian hingga rasa penasaran tak terbendung.

Sementara itu, mini vending machine berisi snack dan pertanyaan karya Marina Sulistiani, guru kelas 6, menjadi daya pikat tersendiri. Snack yang ada di dalam mesin akan turun dan keluar setelah pemain memasukkan uang dan menekan tombol sesuai snack yang diinginkan. Jika pemain berhasil menjawab pertanyaan, snack tersebut dapat dibawa pulang.

Media lainnya adalah mixing color, yakni mencampurkan tiga warna berbahan pewarna kue. Dalam permainan ini, pemain, khususnya anak TK, dapat mempelajari berbagai warna dengan cara mencampur warna yang ada hingga menjadi warna lain sesuai keinginan mereka.

Berbagai media tersebut menjadi ciri khas bahwa Sekolah Mulia adalah sekolah literat yang menerapkan literasi dan numerasi. Begitu pun halnya dengan guru kreatif dan inovatif dalam pembelajaran menyenangkan di kelas.

(Ana Rose)

Asah Kemandirian Siswa! Sekolah Mulia Outbound Dua Hari Penuh di Pacet

Ransel penuh perbekalan sudah melekat di punggung mereka. Senyum-senyum penasaran terukir di wajah.

Sebanyak 83 siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) bersiap menjalani petualangan dua hari penuh. Bersama 11 pendamping guru, mereka akan meninggalkan ruang kelas dan duduk di bawah langit luas, menggali pelajaran baru dari alam di Pacet Mini Park.

Kepala Madrasah Umi Sarofah membuka kegiatan dengan kalimat sederhana namun penuh makna.

“Kalian di sini bermain dan bersenang-senang. Ini tempat belajar tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kemandirian. Nikmati semuanya,” pesannya.

Usai pembukaan, para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Aktivitas pertama yang mereka lakukan: membuat tape.

Tampak sederhana, namun sesungguhnya ini tentang kesabaran. Prosesnya memakan waktu, hanya menunggu saja, tetapi butuh perhatian. Itu pelajaran pertama.

Lalu datang bagian serunya: outbound. Dimulai dengan energizing dan ice breaking. Ada tawa yang pecah di sana, memecah kebekuan.

Lalu game-game itu dimulai. Ada water transfer, archery, pilar ball, flying carpet, pipa bocor, dan menanam padi. Setiap permainan punya filosofi tersendiri.

Water transfer, misalnya. Anak-anak itu belajar bahwa untuk mencapai sesuatu, mereka harus bekerja sama.

Lalu, pipa bocor mengajarkan ketenangan di tengah kebocoran. Archery bukan cuma soal panah yang tepat sasaran, tapi tentang fokus, tentang melatih konsentrasi.

Sementara menanam padi jadi sebuah pengingat bahwa segala sesuatu dimulai dari tanah, dari alam.

Ketika malam tiba, api unggun dinyalakan. Nyala api tidak hanya menghangatkan badan, tapi juga kebersamaan. Ditutup dengan pentas seni, menciptakan tawa dan canda yang menyatukan mereka.

Hari kedua dimulai dengan shalat malam dan shalat Subuh berjamaah, membuat mereka lebih dekat dengan Sang Pencipta. Kemudian, senam pagi mengawali hari dengan tubuh segar. Lalu mereka menjelajah alam, mengenal lebih dekat apa yang tidak pernah mereka temui di kota.

Setelah itu, mereka diajak ke penggilingan padi. Dari sana, mereka tahu bahwa nasi di piring itu punya perjalanan panjang dari sawah ke meja makan.

Puncak ketegangan datang saat flying fox. Teriakan dan sorak kegembiraan terdengar ketika mereka meluncur dari ketinggian, menaklukkan rasa takut.

Setelah itu, suasana tenang berganti di kolam renang. Berenang menjadi penutup yang menyegarkan, menghilangkan lelah setelah dua hari penuh aktivitas.

Penutupan berlangsung sederhana. Meski lelah, wajah-wajah itu menyiratkan kebahagiaan. Dua hari di Pacet bukan sekadar perjalanan biasa. Mereka pulang dengan membawa cerita, pelajaran, dan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, serta kerja sama yang akan selalu dikenang.

(Indana)

Terinspirasi Program, MIM 2 Panceng Kunjungi Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 2 Campurejo, Panceng, Gresik, berkunjung ke Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya untuk melakukan studi dan observasi. Kegiatan yang telah dicanangkan beberapa waktu lalu akhirnya terlaksana pada Kamis (10/10/2024).

Bersamaan dengan berlangsungnya kegiatan P5RA hari ke-3 di Sekolah Mulia, rombongan MI Mutwo, sebutan MIM 2 Campurejo, disambut penari remo yang telah menanti di pintu masuk Sekolah Mulia.

Nurkhan MPd, kepala MIM 2 Campurejo, dan rombongan sejumlah 14 guru dan tenaga pendidik disuguhkan penampilan memukau dari siswa kelas 5 dan 6 yang sedang melangsungkan gelar karya P5RA.

Nurkhan menyampaikan maksud kehadirannya, yakni untuk studi tiru dengan belajar secara langsung tentang segala sesuatu yang ada di Sekolah Mulia.

“Alhamdulillah hari ini saya dan rekan-rekan bisa hadir di Sekolah Mulia untuk belajar setelah sebelumnya saya ketahui dari media sosial. Saya merasa sekolah ini menjadi pilihan tepat untuk kami belajar. Apalagi sama-sama madrasah Muhammadiyah,” ucapnya.

Mereka kemudian berkeliling di kelas dengan program yang berbeda baik akademik, tahfidz dan CIP, juga dengan mengunjungi berbagai ruang sarana yang ada. Lalu dimantapkan dengan diskusi dan tukar pikiran bersama.

Nurkhan dan rekannya merasa bahwa banyak hal yang menginspirasi dan dapat diadopsi untuk dipraktikkan sesampainya di Gresik.

“Banyak hal yang menginspirasi kami, seperti kebersihan sekolah yang terjaga, bagaimana siswa dapat menjaga budaya santun dan saat kami jamaah shalat bersama anak-anak begitu tertib,” Imbuh Nurkhan.

Sementara itu, Kepala Sekolah Mulia Umi Sarofah MPd begitu senang dan menyambut baik kedatangan rombongan MI Mutwo.

“Alhamdulillah kami senang bisa berbagi, bisa saling sharing memajukan sekolah Muhammadiyah,” katanya.

(Ana Rose)

Pagelaran P5RA Sekolah Mulia Kenalkan Ragam Budaya Indonesia

Pagelaran sebagai wujud Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’Alamin (P5RA) kembali digelar di MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia).

Kegiatan bertajuk Kearifan Lokal itu dibagi menjadi tiga sesi yang berlangsung sejak Selasa hingga Jumat (8-11/10) di aula lantai dasar yang juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Mulia Tv.

Diawali dengan penampilan gerak dan lagu berjudul Jajan Pasar yang dibawakan kelas 1 Khodijah lengkap dengan pakaian khas Cak dan Ning Suroboyo. Mereka secara kompak membawakan lagu tersebut beserta gerakannya yang seirama.

Tak lengkap rasanya bila tak menghadirkan secara langsung kudapan tradisional yang dijajakan di pasar tersebut. Berbagai kue dengan jenis dan aneka warna yang berbeda terletak di dalam wadah tempeh sesuai dengan lirik lagu Jajan Pasar dihadirkan di panggung P5RA. Kemudian, mereka nikmati bersama setelah penampilan usai.

Tak kalah menariknya dari jajan pasar, siswa kelas 2 CIP membawa rumah ke atas panggung P5RA. Meski bukanlah rumah sungguhan, miniatur dan gambar kreasi rumah adat yang dibawa mereka cukup menarik perhatian mata.

Ditambah lagi pakaian adat yang dikenakan sesuai dengan daerah asal rumah tersebut. Dengan lugas dan lantang, satu per satu mereka menjelaskan rumah adat beserta sejarah asal-usulnya menggunakan bahasa Inggris.

Penampilan penutup dipersembahkan oleh kelas 1 Fatimah yang mengenalkan budaya Betawi dengan penampilan Lenong Bocah. Penonton begitu terhibur tatkala pantun komedi dilontarkan oleh siswa kelas 1 tersebut.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah MPd menjelaskan, rangkaian kegiatan ini menjadi pembelajaran bagi siswa, khususnya dalam mengenal budaya Indonesia.

“Belajar tentang budaya lokal bukan menandakan bahwa kita nggak maju terhadap perkembangan zaman ya. Tapi tentu saja lebih luas dari itu, selalu ada hal yang bernilai ilmu yang bisa membuat kepribadian kita tetap maju dan menghargai perbedaan,” paparnya.

Kegiatan ini, lanjut Umi, juga menjadi salah satu upaya menumbuhkan rasa cinta siswa terhadap budaya daerahnya sendiri dengan cara pengenalan dalam pembelajaran yang mengasyikkan.

“Dari sini mereka belajar mengenal ragam budaya yang ada di Indonesia. Dikemas sedemikan rupa dalam penampilan di atas panggung P5,” tambahnya.

(Ana Rose)

Family Day Perdana, Guru dan Ikwam Sekolah Mulia Jalani Kamp Bersama

Menjalin hubungan baik antara sekolah dan wali murid menjadi hal penting yang selalu dijaga oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Dalam beberapa kali kesempatan, Sekolah Mulia –sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya– sering kali mengadakan berbagai kegiatan melibatkan orang tua murid.

Seperti Agustus lalu dalam agenda lomba 17an. Nah, kali ini dalam kegiatan Family Fun Day pada Jumat-Sabtu (20-21/9/2-24) di Alas Veenus Trawas, Mojokerto.

Kegiatan bertajuk “Jaring Sinergi dan Komitmen Bersama” dilaksanakan selama dua hari dengan bermalam di alam terbuka bersama keluarga. Sebanyak 100 keluarga meramaikan kegiatan tersebut. Juga dengan guru karyawan yang turut serta kamping bersama.

Rupanya, sejak kegiatan ini diumumkan, orang tua begitu antusias mengikuti. Benar saja, karena ini adalah kali pertama Sekolah Mulia mengadakan Family Day.

Meskipun dengan segala tantangan dan  persiapan yang menguras tenaga, hal itu tidak membuat peserta putus asa dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Berbagai kegiatan seperti games telah disiapkan panitia untuk menjalin kebersamaan antara keluarga dan guru tenaga pendidik di Sekolah Mulia. Juga dengan kegiatan memasak bersama keluarga yang menguji kekompakan antarkeluarga.

“Kami kumpulkan orang tua dan guru untuk camp bersama di sini. Kita tinggalkan sejenak pekerjaan di Surabaya untuk bersenang-senang bersama. Untuk makan malam kami agendakan setiap keluarga memasak hidangan untuk mereka nikmati sendiri sembari menilai kekompakan setiap keluarga,” ujar Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Dia mengungkapkan, latar belakang kegiatan ini diadakan salah satunya sebagai menjalin silaturahmi antar warga sekolah baik guru juga wali murid.

“Kamp 2 hari ini kami maksimalkan untuk menjalin silaturahmi. Sebagai sarana untuk saling sharing juga, banyak harapan saya atas feedback baik sepulang dari sini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komite Siti Mujiati yang merupakan mengungkapkan bahwa dirinya akan mengusahakan kegiatan ini menjadi agenda rutin di tahun berikutnya.

“Alhamdulillah, antusiasme wali murid begitu luar biasa meski beberapa ada yang tidak jadi ikut karena kondisi kesehatan. Tapi insya Allah kami usahakan agenda semacam ini kami hadirkan kembali,” katanya yang juga sebagai ketua pelaksana.

Zaimatunnisa, salah satu orang tua murid, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, di sini kita bisa berkumpul bersama, saling mengenal satu sama lain menjalin keakraban dan kerukunan antarwali murid, juga dengan ustadz-ustadzah,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh keluarga besar Sekolah Mulia dapat selalu menjaga hubungan baik, bersinergi untuk kemajuan sekolah ke depannya.

(Ana Rose)

Sambut Maulid Nabi, Sekolah Mulia Siapkan Berbagai Kompetisi Menarik

Memperingati Maulid Nabi Muhammad menjadi momentum spesial yang tak ingin dilewatkan begitu saja. Banyak cara yang dilakukan dalam peringatan Maulid nabi, tentunya dengan melakukan kegiatan positif yang bermanfaat dengan berkompetisi.

Seperti yang dilakukan MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) pada Rabu mendatang (25/9/2024).

Sejak hari lomba diumumkan, tepatnya Rabu (18/9/2024) satu minggu sebelum lomba digelar, seluruh siswa begitu antusias, meskipun banyak dari mereka merasa gugup harus berlomba satu sama lain.

Beragam lomba disiapkan untuk seluruh siswa, mulai kelas 1 hingga kelas 6. Kelas 1 dengan lomba mewarnai kaligrafi, kelas 2 lomba kolase origami, kelas 3 berkisah dengan bahasa Indonesia, kelas 4 berkisah dengan bahasa Arab, kelas 5 berkisah dengan bahasa Inggris, sementara kelas 6 dengan lomba tahfidz yang tak kalah menarik.

Seluruh lomba tersebut telah disiapkan sedemikian rupa disesuaikan dengan level kesulitan sesuai dengan tingkatannya.

Sementara itu, lomba berkisah dengan tiga bahasa yang berbeda adalah hal yang baru. Kemampuan penguasaan bahasa dari segi pengucapan, intonasi, penyampaian maksud dan lainnya menjadi tolak ukur penilaian dalam kompetisi kali ini.

Dari situ pula akan bermunculan siswa yang mahir dalam bercerita dengan penguasaan berbagai bahasa untuk kemudian diikutsertakan dalam kompetisi di luar sekolah.

Hal itulah yang menjadi latar belakang diselenggarakannya kompetisi dalam peringatan Maulid Nabi kali ini.

“Alhamdulillah, selain memberikan anak-anak pengalaman dan pembelajaran, lomba ini bisa kami jadikan momen untuk menjaring bakat siswa didik. Yang tadinya tidak terlihat bisa terlihat di lomba ini, sehingga bermunculan nama-nama siswa untuk berkompetisi di luar sekolah kemudian hari,” tutur Ifa Widayanti, wakaur Ismuba MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Meski begitu, semua yang dilakukan adalah untuk memberikan siswa pemahaman bagaimana meneladani Rasulullah, seperti apa yang diharapkan oleh kepala MI Muhammadiyah 5.

“Alhamdulillah, kesempatan ini kami menggiatkan anak-anak untuk berkompetisi, mari kita bangun budaya berfastabiqul khairat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW yang tak mau menunggu dan selalu ingin berkompetisi dalam kebaikan dan ketaatan,” kata kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah.

(Ana Rose)

Tim INOVASI Jawa Timur Puji Kelas Literat Sekolah Mulia

Program Literasi MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) yang telah berjalan beberapa tahun silam kembali menjadi sorotan Tim INOVASI Jawa Timur untuk hadir secara langsung meninjau bagaimana program tersebut berjalan di Sekolah Mulia.

Kamis (5/9/2024) lalu secara langsung dari Malang mereka datang mengunjungi sekolah yang terletak di Jalan Jojoran tersebut.

Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) adalah lembaga kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pembelajaran di Indonesia yang berfokus pada peningkatan keterampilan dasar literasi, numerasi, dan pendidikan karakter.

Maksud kehadiran team INOVASI adalah update perkembangan literasi di sekolah mitra untuk memastikan apakah program dan materinya masih digunakan, dikembangkan, atau justru sudah hilang.

“Kami mencari sekolah rujukan jika ada tamu yg datang dari kementrian, bagaimana sekolah melaksanakan dan bagaimana kepala sekolah mendukung program literasi. Itulah hal-hal yang ingin kami ketahui dalam kunjungan ini,” tutur Ahmad Fathoni, ecosystem coordinator INOVASI Jawa Timur.

Secara bergantian mereka memasuki kelas dan menyaksikan pembelajaran yang ada mulai dari kelas kecil hingga kelas besar. Saat team Humas sekolah bertanya bagaimana tanggapan team INOVASI tentang program Literasi di Sekolah Mulia, Ahmad Fathoni menjawab.

“Alhamdulillah di luar ekspektasi kami, apa yang kami berikan ketika itu hanya sedikit. Tapi di sini dikembangkan, sudah banyak big book, tadi juga ada mini book yang dikembangkan, saya rasa kelasnya sudah literat” paparnya

Sementara itu, Anhar Putra Iswanto selaku education coordinator INOVASI Jawa Timur memberikan tanggapan bahwa Sekolah Mulia merupakan sekolah progresif dengan banyak perkembangan.

“Kami, INOVASI hanya memberikan materi, kami hanya memberikan dukungan yang terbatas, tapi justru sekolahnya progresif. Sekolahnya sudah bagus, jadi ketika diawal dapat suntikan sedikit saja sudah semakin melejit,” katanya.

Mendengar tanggapan baik dari team INOVASI, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah merasa senang kerja kerasnya bersama dengan guru yang lain membuahkan hasil yang baik. Hal ini menjadi motivasi bagi Sekolah Mulia untuk mengembangkan literasi dalam setiap pembelajaran.

“Alhmdulillah cukup senang, kerja keras kami semua berbuah manis. Tetapi tetap jangan mudah puas, tidak ada salahnya bukan untuk selalu berkembang menjadi lebih baik?” tuturnya.

(Ana Rose)