Semarak Milad Ke-112 Muhammadiyah, Kepala Sekolah Mulia Beri Apresiasi Siswa Berprestasi

Milad ke-112 Muhammadiyah diperingati dengan penuh suka cita oleh warga Muhammadiyah di berbagai penjuru Indonesia, sama halnya dengan MI Muhammadiyah 5 (MIM 5) Surabaya atau biasa dikenal dengan Sekolah Mulia.

Seluruh warga sekolah berbondong-bondong turut serta dalam apel yang dilaksanakan di halaman sekolah tepat hari kelahiran Muhammadiyah pada Senin (18/11/2024).

Pukul 06.45 warga sekolah sudah berbaris rapi memenuhi halaman sekolah dengan berbusana batik Muhammadiyah sebagai penghormatan satu abad lebih perjalanan Muhammadiyah di negeri ini.

Bertindak sebagai pembina apel, kepala MIM 5, Umi Sarofah MPd. Dalam amanatnya, Umi Sarofah menyampaikan pesan, “Kalian semuanya sebagai pelajar Muhammadiyah harus selalu semangat dan rajin menuntut ilmu,” tuturnya.

Sebagai anak-anak hebat, sambung Umi Sarofah, harus semangat untuk mengukir prestasi. “Apapun itu prestasinya, akan menjadikan sekolah kita semakin maju dan dikenal masyarakat,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula penghargaan untuk siswa berprestasi pekan ini. Diantaranya prestasi Tball tingkat kota Surabaya dalam KONI Cup, yang terdiri dari tim Alligator kelas kecil meraih juara 1dan tim Alligator kelas besar meraih juara 3.

Masih dalam prestasi bidang olahraga, dua atlet renang Sekolah Mulia yakni, Muhammad Al Fatih Ibrahim kelas 2 berhasil meraih juara 2 dalam gaya bebas 50m dan 25m, juga juara 2 dalam gaya dada 25m. Dan perenang cilik dari kelas 1, Aqila Misha berhasil menyabet juara 3 dalam 25m kick bebas. Keduanya berhasil meraih juara dalam kejuaraan renang tingkat provinsi yang diselenggarakan oleh Jala Series Cup 2.

Kabar gembira juga datang dari tim Patrol Sekolah Mulia, tim yang baru terbentuk hitungan hari tersebut berhasil memukau juri hingga dinobatkan sebagai juara 3 dalam Semarak Milad Muhammadiyah 112 tingkat kota Surabaya.

Presatasi selanjutnya datangnya dari bidang tahfidz, event yang diselenggarakan oleh Tahfidzul Quran Competition, kategori B siswa kelas 1-3. Siswa kelas 2 Sekolah Mulia Ghayda Habil berhasil meraih juara 2, Muhammad Fahmi meraih juara harapan 2, dan Satria Nury meraih jura favorit.

Dengan deretan prestasi yang diraih para siswa tersebut, Umi merasa bangga dan bahagia, ditambah prestasi tersebut mermunculan di tengah perayaan Milad 112 Muhammadiyah.

“Selamat anak-anakku, prestasi ini menjadi harapan kami semua. Bahwa Indonesia Emas 2045 akan terwujud, Indonesia bukan lagi nergara berkembang melainkan negara Indonesia menjadi negara maju di tangan anak-anakku semua. Amin ya rabbal alamin,” tutup Umi Sarofah.

(Anarose Fitri)

Banjir Doorprize di Pawai-Jalan Sehat Sekolah Mulia Memperingati Hari Pahlawan dan Milad Muhammadiyah

Memperingati Hari Pahlawan dan Milad Ke-112 Muhammadiyah, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar pawai dan jalan sehat. Agar semakin menarik, dalam kegiatan itu juga diadakan pengundian doorprize.

Suasana riuh penuh semangat menghiasi halaman depan Sekolah Mulia, sebutan dari sekolah yang terletak di Jalan Jojoran tersebut, pada Sabtu (9/11/2024).

Ratusan siswa, guru, dan wali murid berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan dan peringatan seabad lebih perjalanan Muhammadiyah.

Pawai dan jalan sehat dimulai dari halaman sekolah hingga berkeliling di wilayah sekitar. Dimulai dari barisan pertama yang dikawal oleh tim drum band Sekolah Akhlaq, SMP Muhammadiyah 9 Surabaya membawa rombongan kelas 4, 5, dan 6.

Kemudian disusul oleh barisan kedua, yaitu rombongan kelas 1, 2, dan 3 yang dikawal oleh grup patrol Sekolah Mulia yang rilis hari ini.

Kegiatan ini sejalan dengan tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” yang diusung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Harapannya, semua warga sekolah bisa merasakan kebahagiaan yang sama dalam peringatan milad ini.

“Alhamdulillah, dengan melibatkan semua lapisan baik wali murid, siswa, dan guru, kegiatan ini dapat terselenggara dengan meriah. Semua bergembira,” ucap Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Umi menyampaikan, sebanyak 381 hadiah hiburan dan 14 hadiah utama dengan hadiah sepeda listrik sebagai peringkat pertama telah disiapkan dalam kegiatan ini.

“Tahun ini kami siapkan doorprize dengan jumlah lebih banyak. Kami berikan 2 kupon untuk siswa dan 1 kupon untuk guru karyawan,” tambahnya.

Sementara itu, kesuksesan kegiatan ini tak luput dari dukungan semua pihak terkait, baik sponsor maupun donatur. Hal itu disampaikan Ketua Komite Siti Mujiati SPd.

“Terimakasih ayah bunda donatur, para sponsor atas dukungannya yang luar biasa sehingga kegiatan hari ini dapat berjalan meriah,” katanya dalam sambutan.

Turut hadir Drs Sulaiman MA, ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng, yang membuka acara dengan sambutan penuh harap atas momen Hari Pahlawan dan Milad Muhammadiyah tersebut.

Sulaiman menyampaikan bahwa perayaan ini juga menjadi momen refleksi diri untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan dengan harapan generasi bangsa, khususnya kader Muhammadiyah, mampu mencontoh semangat juang para pahlawan.

“Semangat anak-anakku, jadilah kader berkemajuan yang mencontoh pahlawan bangsa. Semoga kelak muncul Jenderal Soedirman lainnya,” tuturnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Tanamkan Kemandirian dan Kedisiplinan Siswa sejak Kelas 1

Siswa kelas 1 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mendapat giliran belajar di alam terbuka. Selama dua hari sejak Rabu hingga Kamis (6-7/11/2024), mereka melaksanakan outbound di Villa Emak, Trawas, Mojokerto.

Hari pertama, mereka bermain bersama kakak trainer melewati jembatan goyang, merambat tangkap bola, hingga membuat burung mainan untuk dibawa pulang.

Saat melintasi jembatan goyang banyak yang merasa takut. Sebab, jembatan tersebut membentang antardua pohon dengan tali.

Anak-anak harus melintas dengan menjaga keseimbangan tubuh. Hayyu, salah satu siswa kelas 1 Fatimah yang usianya belum genap 6 tahun, mengaku takut saat melintas jembatan tersebut.

“Takut, tapi ternyata aku berani. Aku bisa lewatin jembatannya,” ucapnya.

Di hari kedua, mereka belajar proses pengolahan nasi mulai dari membajak sawah, menebar benih, menanam, gebyok, menumbuk, hingga menanak. Semuanya dilakukan dengan cara tradisional.

Dalam prosesnya, semua siswa turut mencoba. Begitu pun ketika membajak sawah dengan cara tradisional. Petani dengan telaten menemani anak-anak menaiki singkal sawah yang dikaitkan ke dua ekor sapi.

Meski di awal mengaku jijik, begitu masuk ke dalam sawah, mereka merasa senang bermain di dalam lumpur. Wajah ceria gembira mereka terukir sebagai bukti menikmati setiap prosesnya.

Dua hari menginap bersama melatih kedisiplinan siswa dalam ketepatan waktu shalat berjamaah, waktu makan dan menjaga barang bawaan, hingga waktu pulang. Pembiasaan shalat sunah juga tidak terlewat. Mereka dibangunkan sebelum azan Subuh berkumandang untuk menunaikan shalat Tahajud.

Menurut Umi Sarofah SPd MPd, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, semua pembiasaan baik dilakukan untuk membentuk karakter siswa yang kuat dan mandiri, yaitu kemampuan untuk manajemen diri, mengendalikan diri secara emosi, perasaan, pikiran dan perilaku.

“Alhamdulillah tiga bulan menjadi siswa kelas 1 sekarang kamu dapat kesempatan outbound menginap. Biasanya tidur ditemani orang tua sekarang tidur sendiri, mandi sendiri. Jauh dari orang tua membuat kamu semakin kuat dan mandiri, kalian semua hebat,” ujarnya terkait latar belakang terselenggaranya outbound menginap kelas 1.

Umi menyampaikan, kegiatan outbound ini dilaksanakan di pertengahan semester 1 sebagai fondasi kesiapan kelas 1 menjadi siswa sekolah dasar.

“Kami laksanakan di awal November, tepatnya di pertengahan semester, sebagai pemantapan mereka menjadi siswa kelas 1. Kemandirian dibentuk dari sini, kebiasaan-kebiasaan yang kurang baik saat di kelompok bermain harus diperbaiki mulai dari sekarang,” tandasnya.

(Ana Rose)

Outing Class Dua Hari, Sekolah Mulia Tanamkan Jiwa Leadership

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) kembali menyelenggarakan outing class (belajar luar kelas). Kali ini, giliran siswa kelas berkesempatan belajar selama dua hari sejak Senin-Selasa (4-5/11/2024) di Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit, Mojokerto.

Pada hari pertama, anak-anak diajarkan keterampilan penting, yaitu adaptasi lingkungan dan leadership. Hal itu tidak hanya mendukung pertumbuhan pribadi, tetapi juga membentuk karakter yang berakhlak baik.

Kegiatan ini menekankan pada nilai-nilai tanggung jawab dan disiplin yang merupakan bekal penting bagi masa depan mereka.

Setiap aktivitas dirancang untuk memperkuat mental anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan dengan percaya diri.

Selain kegiatan fisik yang menguji keberanian dan kemandirian, outbound ini juga mengintegrasikan pelajaran agama, terutama dalam pelaksanaan shalat secara berjamaah. Melalui bimbingan yang diberikan, anak-anak belajar menghargai pentingnya shalat wajib dan sunah, tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai bentuk kedisiplinan spiritual.

Mereka dilatih untuk melaksanakan shalat dengan tertib dan tepat waktu, membiasakan diri dengan shalat berjamaah yang menjadi landasan kuat untuk membangun kedekatan mereka dengan Allah dan sesama.

Pada hari kedua, kegiatan outbound berisi kegiatan refreshing, di antaranya permainan flying fox, berenang, dan senam ceria.

Mereka juga berkesempatan mengunjungi pabrik cokelat untuk melihat bagaimana produksi cokelat mulai buahnya hingga bisa dikonsumsi.

Dua hari menjalani outbound bersama menjadi salah satu cara mempererat tali persaudaraan antarsiswa sekaligus melatih kemampuan sosial dan membangun kerja sama yang baik.

“Anak-anak kita seperti sebuah kepompong, yang saat ini prosesnya adalah ditempa semangatnya, mentalnya, disiplinnya, sehingga nanti besarnya bisa menjadi siswa dengan karakter yang kuat, sukses dunia akhirat,” ucap Umi Sarofah, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Setiap tantangan dan rintangan dalam kegiatan outbound mengajarkan anak-anak untuk saling mendukung, menghargai pendapat, dan menyelesaikan masalah bersama-sama. Beragam aktivitas yang bermanfaat dari outbound ini diharapkan dapat menjadi bekal mereka hingga dewasa nanti.

(Deden)

Kontingen Tapak Suci Sekolah Mulia Borong 20 Medali di Kejuaraan Chusnan David Cup III

Pengujung bulan Oktober menjadi momen menggembirakan bagi MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia). Pasalnya, selama dua hari sejak Rabu hingga Kamis (30-31/10/2024), kontingen Tapak Suci Sekolah Mulia berhasil membawa pulang 20 medali.

Puluhan medali itu diraih dari Kejuaraan Nasional Tapak Suci Piala Chusnan David Cup III yang berlangsung di Gelanggang Remaja Surabaya.

Dari 20 kontingen yang diberangkatkan, 19 siswa berlaga pada kategori tanding dan 1 siswa kategori seni. Mereka berasal dari kelas 1 hingga kelas 6.

Keiza Ravanda, kontingen kelas 3 CIP, mengaku senang dapat memboyong medali emas karena ini adalah kali pertama dirinya mengikuti lomba Tapak Suci. Keiza mengaku kini lebih percaya diri.

“Alhamdulillah senang sekali dapat juara 1. Aku jadi lebih percaya diri. Besok-besok mau ikut lomba lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Iqvaloephino, siswa kelas 5, mengaku senang dirinya dapat memboyong medali emas dalam kategori seni.

“Alhamdulillah, sering latihan sama Kak Wilda dan Kak Haikal hari ini dapat juara. Meski capek, tapi hasilnya memuaskan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd menyatakan, dirinya akan mendukung penuh prestasi siswa didiknya. Khususnya dalam bidang pencak silat di bawah naungan Muhammadiyah tersebut.

“Selamat anak-anakku, jangan pernah takut mencoba. Beranilah untuk berlomba, banyak kesempatan selama kamu mau. Kami, Sekolah Mulia, akan memberikan pendampingan khusus untuk atlet-atlet Tapak Suci sehingga lebih mantap untuk event selanjutnya,” paparnya.

Sejak mendapat informasi turnamen Chusnan David Cup III, Umi dengan sigap mendatangkan orang tua siswa untuk menyosialisasikan kegiatan tersebut.

“Sejak sekolah mendapatkan informasi kegiatan tersebut, orang tua kami datangkan. Kami berikan sosialisasi kegiatan tersebut mulai pelatihan dan pembinaan, juga dengan teknis pelaksanaannya. Alhamdulillah semua menyambut baik,” tambahnya.

Berikut daftar perolehan medali kontingen Tapak Suci MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam Kejuaraan Nasional Tapak Suci Chusnan David Cup III tahun 2024.

Medali Emas

1. Mas Mahira Hasna Kamila (kategori tanding)
2. Keiza Ravanda  Arindina (kategori tanding)
3. Alfalah Raziq Ali (kategori tanding)
4. Abi Zhafran Pratama (kategori tanding)
5. Iq Valoephino (kategori seni)
6. Akiko Faaizah Ardhany (kategori tanding)

Medali Perak

1. Akio Abrisam Arief Junior (kategori tanding)
2. Maghfira (kategori tanding)
3. Nadine Reyza Wardhana (kategori tanding)
4. Niyas Mirza Ibad Mashudi (kategori tanding)
5. Nazyra Dea Azizah (kategori tanding)
6. Keshia Namiah Adzka (kategori tanding)
7. Abdul Basit Al Wahhab (kategori tanding)

Medali Perunggu

1. Nafiza Aprilia Tasya (kategori tanding)
2. Kainna Ar Tsabita (kategori tanding)
3. El rayhan (kategori tanding)
4. Faaza Azka (kategori tanding)
5. Keisha Namiah Zahra (kategori tanding)
6. Galang Ega (kategori tanding)
7. Nathan Aryasatya Wardhana (kategori tanding)

Menantang! Siswa Sekolah Mulia Berlatih Motorik Halus dengan Kerajinan Tanah Liat

Agenda outing class MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) selalu menghadirkan kegiatan beragam yang menantang. Kali ini, siswa kelas 2 berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut di Villa Puri Trawas sejak Senin hingga Selasa (28-29/10/2024).

Salah satu kegiatan menarik selama belajar disana adalah membuat kerajinan vas bunga dari tanah liat. Menggunakan bahan dasar tanah liat, banyak seniman pengrajin dapat menciptakan berbagai macam karya seni yang indah dan bermanfaat.

Dimulai dari proses paling dasar dalam membuat kerajinan tanah liat adalah membentuk tanah liat dengan tangan. Tanah yang telah dibagikan kakak trainer dibentuk menjadi gumpalan tanah liat berbentuk bulat.

Setelahnya, bentuk tanah liat seperti mangkuk dengan membuat lubang dari bulatan tanah tersebut diatas meja putar. Untuk membuat tanah liat mudah dibentuk, dibutuhkan sedikit air untuk meratakan permukaan vas bunga yang dibentuk.

Rupanya, meski trainer mencontohkan setiap proses dan tahapan dalam membuat kerajinan tanah liat pada para siswa, ternyata tak semudah mata memandang. Mereka mengaku kesulitan meski merasa asyik bermain dengan tanah di atas meja putar.

Tibalah tahap akhir dari pembuatan vas bunga tanah liat adalah proses penjemuran. Menggunakan terik matahari adalah proses alami pengeringan tanah liat sebelum kemudian melewati tahap pewarnaan dengan cat. Rasanya mereka sudah tak sabar ingin melihat hasil vas bunga kreativitas mereka sendiri.

Salah satu siswa, Atta, mengaku senang berhasil membuat sebuah vas dari hasil tangannya sendiri.

“Asyik, aku berhasil membuat vas dari tanah liat. Meski bentuknya nggak sebagus punya kakak trainer, nanti vasnya mau tak kasihkan ke adekku, Us,” ucapnya kepada guru pendamping.

Membuat kerajinan tanah liat ternyata membawa banyak manfaat untuk anak. Seperti halnya yang disampaikan Kepal Madrasah Umi Sarofah SPd MPd saat membuka kegiatan outing class.

“Belajar di tempat terbuka seperti apa yang kamu lakukan saat ini mengajarkan kamu tentang mandiri, tanggung jawab dan mendorong kreativitasmu sendiri-sendiri. Seperti kegiatan yang akan kamu lakukan setelah ini, bermain tanah liat untuk menjadi suatu barang yang bernilai. Jalani kegiatan dua hari ini dengan happy,” pesannya.

Sementara itu, Erwin, salah satu trainer ,menyampaikan kegiatan ini melatih keterampilan motorik halus dan melatih konsentrasi. Sebab dalam prosesnya, saat menggunakan otot-otot tangan dan jari membantu anak meningkatkan ketangkasan dan kontrol dalam diri mereka.

“Memang dalam prosesnya diperlukan kesabaran yang itu melatih kendali diri kalian. Kalian juga belajar untuk bisa konsentrasi, melewati setiap prosesnya hingga menjadi sebuah vas bunga,” paparnya saat menerangkan proses pembuatan vas bunga.

(alfi/ana)

Mulia Festival 2024 Tak Hanya Suguhkan Lomba, tapi Juga Hadirkan Mini Outbound Seru

Mulia Festival, ajang lomba TK se-Kota Surabaya, kembali digelar pada Sabtu (26/10/2024) lalu. Lomba yang diadakan oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya tersebut sukses menghadirkan 250 siswa tingkat kelompok bermain A hingga B.

Ada empat lomba dalam Mulia Festival, yakni lomba mewarnai, tahfidz, fashion show Islami, hingga tari kreasi. Masing-masing ramai dipenuhi peserta hingga juri dibuat bingung harus menentukan juara dalam ajang tersebut.

Tak hanya perlombaan, kegiatan yang mengusung tema Ragam Budaya Nusantara tersebut juga menghadirkan trial class dengan tiga pilihan program yang ada di Sekolah Mulia, yaitu CIP (Cambridge International Program), tahfidz, serta kelas Akademik. Masing-masing dikemas sedemikian rupa dan yang lebih menarik disertai mini outbound di dalam kelas.

CIP Class menyediakan kelas dengan konsep night market. Awal mula siswa yang masuk kelas tersebut diberi uang untuk kemudian digunakan sebagai alat bayar saat menjajal permainan di sana, seperti mixing color dan match math.

Sementara kelas tahfidz menyediakan permainan bola yang menyediakan robot Q Soccer Bot dan permainan lainnya yang mengombinasikan ketangkasan dan hafalan siswa.

Kemudian, kelas akademik dikemas bak petualangan. Siswa dapat menjajal role play berbagai profesi, puzzle tradisional, dan lainnya.

Semua siswa TK yang datang berhak menjajal seluruh permainan tersebut setelah lomba usai.

Kepala Madrasah Umi Sarofah SPd MPd mengaku senang Mulia Festival 2024 dapat berjalan lancar dengan diikuti 250 peserta.

“Alhamdulillah, apa yang kami upayakan dapat terselenggara dengan baik hari ini. Semua berjalan lancar mulai lomba hingga mini outbound dan games yang disediakan dari setiap program,” ucapnya.

Umi menyampaikan, pihaknya akan memberikan diskon spesial untuk registrasi PPDB di Mulia Festival. Hemat biaya sampai Rp 2.800.000 untuk dana pembangunan dan diskon Rp 200.000 untuk formulir pendaftaran.

“Orang tua yang sampai hari ini belum mendaftarkan putra-putrinya spesial hari ini kami berikan diskon,” tegasnya.

(Ana Rose)

Stan Sekolah Mulia Jadi Terbaik Ketiga Islamic Education Fair 2024

MI Muhammadiyah 5 Surabaya mendapat predikat sebagai stan terbaik ketiga dalam event Islamic Education Fair. Ini merupakan event tahunan yang diadakan Majalah Nurani untuk mengumpulkan berbagai sekolah Islam unjuk kebolehan dalam menarik siswa didik baru.

Terhitung tahun ini adalah kali ketiga Sekolah Mulia, sebutan MI Muhammadiyah 5 Surabaya, bergabung dalam kegiatan tersebut. Pengumuman tersebut disampaikan pada penutupan pameran, Ahad (20/10/2024), di stage atrium utama Royal Plaza.

Deretan sekolah Islam terbaik mulai jenjang kelompok bermain sampai sekolah menengah atas mewarnai Islamic Education Fair dengan jumlah peserta lebih banyak jika dibandingkan tahun lalu.

Meski begitu, tak menyurutkan semangat tim pameran Sekolah Mulia untuk memberikan yang terbaik. Stan berwarna biru dan oranye menjadi ciri keunikan stan Sekolah Mulia. Perpaduan warna begitu mencolok menyala hingga menarik siapa saja yang melihat.

Bagus, tim panitia IEF 2024 Majalah Nurani, mengungkap bahwa penilaian stan terbaik berdasarkan desain grafis meliputi keunikan, warna, penataan, dan kenyamanan ketika pengunjung datang.

“Tim desain grafis yang menilai dengan ketentuan keunikan stan, warna, juga dengan penataan sehingga pengunjung yang datang merasa nyaman ketika datang di stan,” tuturnya.

Sementara itu, Ana, ketua pelaksana pameran Sekolah Mulia, menyatakan bahwa dirinya dan tim akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan apa yang sudah diraih. Juga mengevaluasi diri apa yang menjadi kekurangan selama pameran berlangsung.

“Kami bersyukur, kerja keras tim dan dukungan dari ustadz-ustadzah membuahkan hasil yang menggembirakan. Semaksimal mungkin kami pertahankan prestasi ini, berbekal pengalaman dan perbaikan diri insya Allah ke depannya Sekolah Mulia menjadi madrasah terdepan. Amin ya rabbal alamin,” ujarnya.

(Ana Rose)

Selamat! Siswa Sekolah Mulia Juara 1 Lomba Melukis Islamic Education Fair 2024

Siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya kembali mengharumkan nama sekolah. Setelah sebelumnya Mikhayla Rizkita meraih juara 2 dalam lomba tahfidz IEF 2024, kini dalam lomba menggambar/melukis tingkat SD/MI se-Surabaya, Muhammad Syafie Assyauqi menjadi juara 1 di hari terakhir Islamic Education Fair (IEF) 2024, Ahad (20/10/2024), di atrium Royal Plaza.

Siswa yang tengah duduk di kelas 6 Ahmad Dahlan tersebut mengaku senang dapat melawan puluhan peserta lainnya. Pasalnya, Syauqi hanya berlatih tiga hari bersama Kak Reni, pembina ekstrakurikuler melukis.

“Alhamdulillah hari ini dapat juara 1. Senang sekali meskipun hanya berlatih sebentar dengan Kak Reni,” ucap Syauqi.

Ketelatenan dan kreativitas Syauqi dalam menggambar serta kemampuannya dalam memadukan warna membuat juri terkesima dengan karyanya.

Siswa yang pernah menjadi kontingen lomba melukis Porseni tingkat kota tersebut mengaku prestasi ini akan menjadi motivasi untuk dirinya dan membuatnya merasa lebih percaya diri.

“Prestasi ini memacu saya untuk terus semangat belajar dan menekuni apa yang sudah saya dapatkan, khususnya dari belajar bersama Kak Reni selama pembinaan,” tambahnya.

(Ana Rose)