105 Siswa Sekolah Mulia Dilepas dengan Doa, Harapan, dan Air Mata

Momen penuh haru menyelimuti keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dalam acara pelepasan siswa kelas 6 yang digelar pada Sabtu (14/6) di Hall Gunawangsa MERR Surabaya.

Acara berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Dibuka dengan kejutan persembahan drama oleh para guru yang berperan sebagai siswa berseragam merah putih di atas panggung, suasana hangat pun langsung tercipta.

Sebanyak 105 siswa kelas 6 resmi menuntaskan perjalanan pendidikan selama enam tahun di bangku madrasah ibtidaiyah. Mereka dilepas dengan doa dan harapan terbaik dari kepala sekolah, para guru, serta orang tua.

Dalam sambutannya, Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Sekolah Mulia.

“Tibalah saatnya kami menyerahkan kembali anak-anak yang panjenengan titipkan kepada kami selama enam tahun lamanya,” ujarnya.

Air mata pun menetes saat beliau menyampaikan pesan kepada para siswa.

“Selamat jalan, anak-anakku. Raihlah cita-citamu. Tak ada kesuksesan tanpa perjuangan. Taatlah kepada Allah dengan meneladani Nabi Muhammad SAW. Berbaktilah kepada orang tua, karena itu kewajibanmu. Ibadah dan perilaku mulia adalah jalan hidupmu.”

Tak ketinggalan, Pram Eiliyah, perwakilan Ikatan Wali Murid (Ikwam), juga menyampaikan kesan dan pesannya kepada seluruh tamu undangan.

“Alhamdulillah, saya sangat yakin bahwa pendidikan dasar harus dipikirkan dengan matang. Bisa saja saya memilih sekolah lain untuk bekal ilmu anak saya, tetapi jika ingin bekal seimbang antara ilmu dan akhlak, menjadikan anak kami shalih dan shalihah, maka pilihan terbaik adalah MI Muhammadiyah 5,” tuturnya.

Ibu dari tiga anak yang semuanya dititipkan di Sekolah Mulia ini juga mengenang momen pandemi yang membuatnya semakin mengapresiasi peran para pendidik.

“Masih teringat saat pandemi, putra-putri kami tidak kekurangan bimbingan. Kami sangat bersyukur para ustadz dan ustadzah tetap memberikan pendidikan terbaik meski melalui daring. Anak-anak kami tetap mendapatkan ilmu dan perhatian. Terima kasih, para ustadz-ustadzah,” tambahnya.

Suasana haru semakin terasa ketika para siswa mempersembahkan puisi dan lagu tulus untuk kedua orang tua. Di akhir sesi, seluruh wali kelas 6 bersama Ikwam turut menyanyikan lagu penuh makna, menutup acara dengan kehangatan dan kebersamaan yang mendalam.

(Ana Rose)

Takbir Keliling Sekolah Mulia Menggema di Jalan Jojoran dan Karangmenjangan

Suasana malam menjelang Idul Adha di Jojoran, Surabaya, tampak semarak dengan kemeriahan takbir keliling yang digelar oleh Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/6) malam, tepat setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah di sekolah.

Takbir keliling ini merupakan tradisi tahunan yang selalu dinantikan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha. Seluruh siswa, guru, hingga wali murid turut serta dalam barisan rapi, mengenakan busana bernuansa putih sambil membawa kreasi lampion warna-warni. Suara takbir pun bergema penuh semangat:

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar wa lillaahil-hamd,” seru seluruh peserta kompak.

Rute yang dilalui pada takbir keliling kali ini melintasi Jalan Jojoran I, Jalan Karangmenjangan VI, hingga Raya Karangmenjangan. Meskipun kondisi jalan cukup padat, antusiasme warga sangat tinggi.

Mereka berbondong-bondong keluar rumah untuk menyaksikan rombongan keluarga besar MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Bahkan, warga sekitar turut membantu menjaga ketertiban jalannya arak-arakan, mengingat jumlah siswa yang cukup banyak.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari syiar sekolah sekaligus bentuk pendekatan kepada masyarakat.

“Takbir keliling bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk syiar dakwah kami dan pengenalan sekolah kepada masyarakat sekitar. Ini juga melatih siswa bagaimana bersikap dan bertutur di tengah masyarakat,” ujarnya.

Takbir keliling ini mengandung makna mendalam: umat Islam menyambut Idul Adha dengan suka cita dan semangat kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitar.

(Ana Rose)

Program Kian Matang, Sekolah Mulia Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Penuh Optimisme

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar rapat kerja (raker) selama tiga hari, yakni Senin–Selasa (26–27/5), dan dilanjutkan kembali pada Senin (3/6). Raker ini digelar untuk menyambut tahun ajaran baru yang tinggal menghitung hari.

Kegiatan dilaksanakan seusai jam belajar siswa, bertepatan dengan waktu pulang yang lebih awal setelah pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT).

Sebanyak tujuh komisi memaparkan berbagai program yang telah dirumuskan. Agenda mencakup evaluasi program sebelumnya dan penyampaian rancangan program baru yang digagas masing-masing komisi untuk menyongsong tahun ajaran mendatang.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), termasuk kemampuan membaca Al-Qur’an yang dibuktikan dengan syahadah, keterampilan menulis, dan kecakapan digital. Semuanya merupakan keahlian penting di era saat ini.

“Untuk menjadi sekolah hebat, kita harus mulai dari diri sendiri, dari kualitas SDM yang kita miliki. Jangan pernah lelah berproses dan tumbuh jadi lebih baik. Alhamdulillah, beberapa guru sudah memiliki syahadah. Tapi budaya menulis di sekolah kita masih sangat kurang. Manfaatkan teknologi sebaik mungkin. Jangan hanya menunggu kerja tim humas, karena gerakan dari panjenengan semua inilah yang akan membawa nama sekolah lebih dikenal masyarakat,” ujarnya.

Selain peningkatan kompetensi individu, manajemen juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas ibadah seluruh SDM Sekolah Mulia. Program One Day One Juz yang sebelumnya sudah dicanangkan akan terus digiatkan kembali oleh seluruh guru dan karyawan, termasuk keaktifan dalam mengikuti kajian yang diselenggarakan oleh persyarikatan.

“Perlu istiqamah dalam setiap kebaikan yang kita lakukan. Luruskan kembali niatnya. Semua ini tidak ada ruginya, justru akan kembali pada diri panjenengan sendiri,” tambahnya.

Dari sisi program kesiswaan, komisi terkait menyampaikan bahwa tahun ajaran mendatang akan hadir berbagai ekstrakurikuler baru yang disesuaikan dengan minat siswa dan orang tua.

Sebanyak 30 jenis ekstrakurikuler disiapkan, mencakup bidang keagamaan, kesenian, dan olahraga. Hadirnya kegiatan berkuda, voli, angklung, dan public speaking menjadi warna baru di tahun ajaran baru.

Wakaur Kesiswaan Suhaimi menegaskan bahwa pihaknya menerapkan arahan dari Majelis Dikdasmen PCM Gubeng dan Kepala Sekolah Mulia, bahwa tidak boleh ada batasan terhadap minat dan bakat siswa karena setiap anak memiliki potensi yang unik.

“Kami hadirkan beberapa ekskul baru sebagai jawaban atas kebutuhan siswa dan wali murid dalam menyalurkan bakat dan minat anak-anak kami. Kami tidak batasi kuotanya,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi Ismuba sepakat untuk memperbaiki ketertiban pelaksanaan salat berjamaah siswa setiap harinya, yang selama ini dinilai belum terlaksana secara maksimal.

Melalui hasil raker yang telah disepakati bersama, diharapkan seluruh program yang dicanangkan dapat dijalankan dengan baik dan mampu membawa dampak positif, termasuk meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam memilih Sekolah Mulia sebagai tempat terbaik untuk pendidikan buah hati mereka.

(Ana Rose)

Siswa Sekolah Mulia Catat Prestasi Gemilang dari Olimpiade hingga Cabang Olahraga

Satukan Hati Gapai Prestasi adalah tagline yang selalu disematkan dalam branding MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia). Tagline ini bukan sekadar kata-kata, tetapi menjadi motivasi kuat bagi seluruh warga sekolah untuk selalu berprestasi di berbagai bidang.

Pada Senin (26/5/2025), di tengah pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT), Sekolah Mulia kembali dibanjiri kabar prestasi dari berbagai kejuaraan yang diikuti para siswanya.

Di hari tersebut diumumkan bahwa setidaknya lima siswa berhasil meraih predikat juara yang mengharumkan nama sekolah dari berbagai lomba berbeda.

Valda, siswa kelas 2, berhasil meraih juara 2 dalam Olimpiade Sains dan juara 3 dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Olimpiade Siswa Cerdas (OSC) Nasional 2025.

Aufella, juga siswa kelas 2, menorehkan prestasi juara 1 kategori B dalam lomba tahfidz yang diselenggarakan oleh majalah Anas.

Sementara itu, Khansa Karima, siswa kelas 5 yang dikenal dengan suara emasnya dalam membawakan lagu religi, berhasil berprestasi di lomba tahfidz nasional secara online untuk kategori SD kelas 4-6.

Khansa mengaku, dukungan kedua orang tuanya sangat memotivasi dirinya untuk mengasah kemampuan dengan mengikuti berbagai lomba, terutama lomba online yang dapat diikuti dengan efisien dari segi waktu dan tempat.

“Alhamdulillah, berkat dukungan mama saya berani ikut lomba, dimulai dari lomba tahfidz online yang mudah diikuti,” ujarnya.

Tak hanya di bidang akademik dan seni, prestasi cabang olahraga juga diraih oleh Abizar dan Jafar, siswa kelas 6. Abizar meraih juara 1 dalam Gladen Alit TC Fornas VIII Surabaya kategori Horsebow U13 Putra 15 meter, sedangkan Jafar meraih juara 2 kategori Putra U16 15 meter Ground Archery FPIP Edu Fair tingkat nasional. Keduanya merupakan atlet panahan yang kerap mengharumkan nama sekolah.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Umi Sarofah berharap prestasi yang terus bermunculan setiap pekan ini bisa menjadi motivasi bagi siswa lain.

“Selamat anak hebat, jangan lelah untuk terus berproses. Prestasimu hari ini adalah bukti usaha keras yang akan membawamu ke kesuksesan kelak. Semoga yang lain bisa termotivasi, khususnya adik-adik kelas. Yuk, kita ikuti jejak kakak-kakak yang mengembangkan kemampuannya di luar sekolah,” tuturnya.

(Ana Rose)

Pra-Raker Sekolah Mulia Tekankan Pentingnya Hubungan Interpersonal di Lingkungan Kerja

Menyambut tahun ajaran baru 2025/2026, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar pra-rapat kerja (pra-raker) pada Kamis (23/5/2025) di aula sekolah. Kegiatan ini menjadi pembuka sebelum seluruh komisi mendiskusikan dan merumuskan program kerja untuk tahun ajaran mendatang.

Pra-raker ini menghadirkan Amanto Prajudisiono dari Majelis Dikdasmen PCM Gubeng Surabaya sebagai penasihat. Dalam arahannya, Amanto menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa dan orang tua, dengan berbasis data.

“Ketika proses pembelajaran di SD berfokus pada pelayanan, itu seharusnya mencakup baik siswa maupun orang tua. Semuanya harus berdasarkan data, bukan asumsi atau mengada-ada,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amanto menyoroti pentingnya setiap sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan memiliki jiwa kepemimpinan dan keterlibatan aktif dalam organisasi persyarikatan, baik di tingkat ranting maupun cabang. Hal ini menjadi penting mengingat masa jabatan kepala MI Muhammadiyah 5 yang akan segera berakhir.

“Setiap guru maupun karyawan harus memiliki jiwa kepemimpinan. Harus ada kaderisasi. Jangan sampai madrasah ini dipimpin oleh orang yang tidak mengenal sejarah MI Muhammadiyah 5. Ibarat gerbong, jangan sampai melaju tanpa arah karena masinisnya tidak tahu ke mana tujuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah, menyampaikan materi bertema Satukan Hati, Kuatkan Silaturrahmi, Gapai Prestasi Bersama. Ia menekankan pentingnya hubungan interpersonal dalam memperkuat kinerja lembaga, khususnya dalam menyambut tahun ajaran baru.

“Hubungan interpersonal sangat penting untuk dijaga dalam lingkungan kerja. Ini tentu berkaitan dengan penguatan konsep diri, sebagaimana sabda Nabi dalam hadis Riwayat Ahmad: Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Bahkan dalam hal kecil pun, jangan pelit ilmu, saling mengisi, dan saling menguatkan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa membangun hubungan interpersonal dapat dimulai dengan mengenal karakter masing-masing rekan kerja. Pemahaman ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis. Selain itu, bersikap selektif dalam memilih teman juga akan memberikan pengaruh positif dalam pengembangan diri.

“Bertemanlah dengan orang-orang baik, karena itu akan membawa pengaruh baik pula. Cari teman yang bisa mengembangkan diri, bukan sebaliknya. Kenali rekan kerja—wataknya, gaya komunikasinya, karakternya—agar kita bisa saling memahami dan tidak saling menyakiti,” tambah Umi.

Melalui pra-raker ini, diharapkan seluruh SDM, baik guru maupun karyawan MI Muhammadiyah 5 Surabaya, dapat menyambut tahun ajaran baru dengan semangat, serta menyusun berbagai program unggulan dari masing-masing komisi demi kemajuan madrasah ke depan.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Resmi Bermitra dengan Cambridge, Siap Bersaing di Level Global

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) memasuki tahun ke-4 dalam menggagas program bilingual, yang kini berganti nama menjadi CIP Class (Cambridge International Program).

Pada Jumat (2/5/2025), bertempat di Mudipat, Kepala Sekolah Mulia Umi Sarofah bersama Mufarohah (Koordinator Program CIP Class) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Cambridge University Press, bersama dua sekolah lainnya, yakni SD Mudipat dan SD Muhlas.

Dalam penandatanganan kerja sama tersebut, pihak Cambridge menjelaskan beberapa hal terkait penggunaan logo Cambridge sebagai branding sekolah, serta beberapa hal yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan.

Cambridge juga mengungkapkan berbagai manfaat yang akan didapatkan lembaga pendidikan dalam kerja sama ini, salah satunya adalah pelatihan tiga kali setahun untuk guru-guru CIP dan mendatangkan native speaker untuk pembelajaran CIP.

Umi Sarofah berharap, melalui kerja sama ini, siswa-siswi Sekolah Mulia dapat lebih semangat dalam belajar bahasa Inggris dengan standar internasional.

“Kedepannya, semoga anak-anak lebih semangat belajar bahasa Inggris dan siap mengikuti asesmen internasional dengan kemampuan bahasa Inggris yang berstandar internasional,” terangnya.

Untuk sekolah yang dipimpinnya, Umi berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat bahwa MI Muhammadiyah 5 adalah madrasah yang layak bersaing dengan sekolah berstandar internasional di Surabaya.

“Kami berharap kerja sama ini dapat menambah kepercayaan masyarakat bahwa sekolah kami memiliki jejaring global dan siap bersaing di tingkat internasional,” tambahnya.

(Ana Rose)

Outing Class Aplikatif Bangkitkan Kreativitas Siswa Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Salah satunya dengan menyelenggarakan kegiatan Outdoor Learning bagi siswa.

Kali ini, kelas 5 berkesempatan mengunjungi wisata edukasi Pari Bendo Lawang, yang terkenal dengan suasana asri dan nyaman untuk pengalaman belajar di luar kelas yang mengesankan.

Tepat pukul 06.00 WIB, seluruh siswa berangkat dengan penuh semangat menuju lokasi pada Rabu (30/4). Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk implementasi pembelajaran di luar kelas yang mengajak siswa untuk belajar langsung melalui pengalaman.

Dua keterampilan utama yang dikenalkan dalam kegiatan ini adalah pembuatan gantungan kunci ukir dari kayu dan pembuatan bakpao telo (ubi ungu), yang merupakan kudapan khas daerah setempat.

Setibanya di lokasi, siswa dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok putra dan kelompok putri. Kelompok putra memulai kegiatan dengan praktik membuat bakpao dari bahan dasar telo ungu. Mereka diajarkan mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, membentuk bakpao, hingga proses pengukusan.

Sementara itu, kelompok putri mengawali kegiatan dengan membuat gantungan kunci ukir dari kayu. Proses dimulai dengan menggambar sketsa di permukaan kayu, kemudian menggunakan teknik pembakaran untuk membentuk ukiran pola unik sesuai kreativitas yang diinginkan.

Setelah bergantian melalui kegiatan tersebut, tiba saat yang ditunggu-tunggu, yakni sesi berenang dan bermain air dingin nan sejuk khas pegunungan. Semua kegiatan dirancang sebagai bentuk pembelajaran yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menyenangkan dan menggugah kreativitas siswa.

Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5, menjelaskan bahwa outing class yang dilaksanakan menggunakan pendekatan belajar aplikatif. “Kami menerapkan pendekatan aplikatif, jadi siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan praktis yang menyenangkan dengan mengimplementasikan secara langsung pengetahuan yang didapatkan,” paparnya.

Sebelum pulang, seluruh siswa membawa hasil karya mereka sendiri berupa bakpao telo ungu dan gantungan kunci yang tidak hanya menjadi buah tangan, tetapi juga simbol dari proses belajar yang telah mereka lalui hari itu.

(Deden/Ana Rose)

Outing Class Sekolah Mulia: Wisata Edukatif di Kebun Teh Wonosari Lawang

Seluruh siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan mengikuti outing class perjalanan edukatif ke Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, pada Rabu (30/4/2025).

Sesampainya di Kebun Teh Wonosari, seluruh siswa berkesempatan untuk berkeliling pabrik dan menyaksikan langsung proses produksi teh, mulai dari penimbangan hingga teh siap untuk didistribusikan. Dalam prosesnya, kebun teh ini mengombinasikan penggunaan mesin modern dan cara tradisional.

Selain itu, mereka juga menikmati keindahan alam dan udara segar di sekitar kebun teh, sambil menyaksikan bagaimana perawatan serta pemilihan pucuk daun teh terbaik. Ternyata, tidak sembarang daun digunakan untuk membuat teh berkualitas.

Siti Roichanah, salah satu guru yang turut serta, mengungkapkan banyak manfaat dari kegiatan belajar di luar kelas, khususnya di Kebun Teh Wonosari.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar langsung yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak, serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang pertanian dan lingkungan, terutama di daerah dataran tinggi,” paparnya.

Setelah puas berkeliling dan belajar tentang pengolahan teh, serta memanjakan mata dengan pemandangan indah, seluruh siswa menutup rangkaian kegiatan dengan berenang bersama di sekitar area kebun teh.

Raut keceriaan penuh semangat terlukis di wajah para siswa. Faeyza, siswa kelas 3 CIP, mengaku senang dapat mengikuti perjalanan ini. “Sangat seru dan menyenangkan belajar kali ini karena bisa tahu secara langsung cara membuat teh bersama teman-teman, juga dengan pemandangan dan udara yang sejuk, yang tidak bisa dijumpai di Surabaya,” ujarnya.

Sepulang dari Kebun Teh, masing-masing siswa diberikan teh khas Wonosari Lawang untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

(Khurriya/Ana)

Pengawas Kemenag Surabaya Apresiasi Pelaksanaan Asesmen Madrasah di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Asesmen Madrasah (AM) selama 7 hari, mulai Senin (28/4) hingga Selasa (6/5), yang diikuti oleh siswa kelas 6.

Pelaksanaan AM pada hari kedua dipantau langsung oleh Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kota Surabaya, Nur Hidayati, untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) guna memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.

Sebelumnya, semua siswa telah menerima pembinaan intensif dalam pembelajaran dan penguasaan materi, termasuk pembinaan akidah, agar mereka siap menghadapi AM. Salah satu kegiatan persiapan adalah malam motivasi yang digelar pada Kamis lalu, yang melibatkan siswa dan orang tua dalam doa bersama.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengunjungi sejumlah ruang asesmen dan memantau jalannya ujian. Dalam kunjungannya, ia berdiskusi dengan panitia, termasuk Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah serta para pengawas ruang.

Ida mengaku kagum dengan kesiapan MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menyelenggarakan asesmen, yang menjadi contoh bagi sekolah lain, baik dari segi kelengkapan administrasi, kesiapan teknis, maupun suasana ruang asesmen yang kondusif dan tertib.

“Pelaksanaan berjalan sangat lancar dan sukses. MI Muhammadiyah 5 Surabaya bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dengan segudang prestasi sebagai buktinya,” ujar Ida.

Ida juga mengapresiasi komitmen MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menciptakan suasana nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Ia menilai bahwa MI Muhammadiyah 5 layak menjadi pilihan orang tua, khususnya yang ada di Surabaya.

“Gedung yang dimiliki MI Muhammadiyah 5 beserta fasilitasnya yang baik, serta ustadz-ustadzah yang saling berkoordinasi, insya Allah MI Muhammadiyah 5 selalu menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif untuk putra-putri kita. Maka, MI Muhammadiyah 5 pantas menjadi pilihan orang tua,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan AM, Kepala Madrasah Umi Sarofah menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalisme dari setiap siswa dan guru yang terlibat. Bahkan, sebelum asesmen dimulai, seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha secara mandiri untuk memohon kelancaran dan kemudahan selama mengerjakan asesmen.

“Kami pastikan pelaksanaan asesmen menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, baik dari siswa maupun profesionalisme guru. Nilai sempurna tak ada artinya tanpa kejujuran di dalamnya. Kami percayakan anak-anak kami untuk mengerjakan sendiri dengan seluruh kemampuan mereka, sambil berdoa memohon kemudahan dari Allah,” ungkap Umi Sarofah.

Pelaksanaan AM ini diharapkan dapat memberikan hasil terbaik bagi seluruh siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya sebagai cerminan dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani, serta sebagai evaluasi bagi sekolah untuk terus berbenah dan berkembang menuju arah yang lebih baik.

(Ana Rose

Malam Motivasi Sekolah Mulia: Kesuksesan Anak Tergantung Ridha Orang Tua

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan malam pembinaan akhlak dan motivasi untuk siswa kelas 6 dengan mendatangkan Dion Saputra, motivator asal Sidoarjo. Acara tersebut berlangsung pada Kamis (24/4/2025) di aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Dion Saputra memulai sesi dengan menceritakan kisah sukses seorang vice president dari salah satu bank swasta di Indonesia, yang mengawali karirnya sebagai pedagang asongan di ibu kota. Berkat kegigihannya, ia akhirnya berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa.

Dion berpesan kepada seluruh siswa bahwa perjalanan meraih kesuksesan seringkali diwarnai dengan kegagalan-kegagalan kecil. Ia menekankan pentingnya sikap positif dalam menghadapi kegagalan.

“Saat kamu akan meraih kesuksesan, pasti ada kegagalan di dalamnya. Misalnya, dalam ujian, kamu mungkin menginginkan nilai yang sempurna, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Jangan berkecil hati, jadikan itu sebagai pembelajaran,” ujar Dion.

Lebih lanjut, Dion menekankan bahwa orang yang sukses adalah mereka yang mencintai dan menghormati orang tua. “Anak yang sukses adalah anak yang patuh dan hormat kepada orang tuanya serta gurunya, karena ridha orang tua adalah ridha Allah SWT,” tambahnya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah turut hadir dan memberikan motivasi kepada siswa kelas 6.

“Kami semua yang hadir di sini, ustadz dan ustadzah, bukan hanya guru kelas 6, tapi semuanya datang untuk mengantar kesuksesanmu. Kami hanya bisa mendoakan semoga kalian semua diberikan Allah kemampuan, kesehatan, kemudahan, dan kesuksesan,” jelas Umi Sarofah.

Umi kemudian bertanya kepada para siswa, “Lalu, apa yang harus kamu lakukan? Apa tugasmu sebagai siswa?” Ia menambahkan, “Tugasmu adalah serius, fokus, dan berusaha keras untuk mencapai kesuksesan dan cita-citamu.”

Suasana haru tercipta ketika siswa-siswa diberi kesempatan untuk mendekat kepada kedua orang tua mereka, meminta maaf, dan memohon doa restu agar keberuntungan dan kemudahan selalu menyertai mereka dalam meraih kesuksesan di masa depan.

(Ana Rose)