Sekolah Mulia Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Kegiatan Manasik Haji

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan Manasik Haji bagi seluruh siswa kelas 4, 5 hingga kelas 6. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (15/9) di Asrama Haji Surabaya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Umi Sarofah, selaku guru pendamping kegiatan manasik haji. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada para siswa.

“Peringatan Maulid Nabi adalah momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah. Melalui kegiatan manasik haji ini, kami berharap siswa dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan cara yang menyenangkan dan edukatif,” ujarnya

Para siswa peserta manasik beserta guru mengenakan pakaian ihram (khusus untuk siswa laki-laki) dan busana muslimah (untuk siswa perempuan) bernuansa putih.

Mereka dibimbing oleh muthowwif Asrama Haji, untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji seperti thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga tahallul.

Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar anak-anak menjadi generasi penerus yang beriman, berakhlak mulia, dan cinta Rasulullah SAW.

Sebelum meninggalkan Asrama Haji Surabaya, terlebih dahulu seluruh siswa dan guru sholat dzuhur berjamaah.

 

Mahasiswa Belanda Belajar Budaya Indonesia di Sekolah Mulia

Suasana berbeda tampak di Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, pada Jumat (12/9/2025). Rombongan mahasiswa asal Belanda yang mengikuti program pertukaran di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkunjung untuk belajar dan mengenal lebih dekat budaya Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada mahasiswa asing. Sebanyak tujuh mahasiswa asal Belanda disambut hangat oleh guru dan siswa dengan penyematan pin Sekolah Mulia secara simbolis, dilanjutkan dengan penampilan tari remo.

Setibanya di aula, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyampaikan sambutan hangat dengan mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa. “Ladies and gentlemen, welcome to our school, MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Desy selaku koordinator mahasiswa internasional ITS menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan pihak sekolah. “Terima kasih telah menyambut kami dengan baik. Semua berjalan lancar, kami bersenang-senang bersama para guru dan siswa,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti menari remo, bermain dakon, memainkan alat musik patrol, mencicipi makanan khas daerah, serta berdialog langsung dengan siswa.

Meski sempat kesulitan saat menjajal tarian maupun alat musik tradisional, mereka merasa sangat senang. Charlize, salah satu mahasiswa, mengaku kerepotan saat memainkan alat musik gambang. “Rasanya sulit sekali, karena harus mengikuti tangga nada sementara saya belum hafal letaknya. Sulit di awal, tapi menyenangkan,” ujarnya.

Selain meninggalkan kesan mendalam, kegiatan ini juga membuat siswa Sekolah Mulia lebih percaya diri dalam melatih kemampuan berbahasa Inggris melalui interaksi langsung bersama mahasiswa asal Belanda.

(Ana Rose)

Family Fun Day Sekolah Mulia Hadirkan Kehangatan dan Kebersamaan

Suasana hangat dan penuh keceriaan mewarnai kegiatan Family Fun Day yang diselenggarakan Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya, pada Jumat–Sabtu (5–6/9) di Alas Suko Trawas.

Selama dua hari, wali siswa bersama guru dan karyawan mengikuti beragam kegiatan di alam terbuka. Setelah sukses digelar tahun lalu, Family Fun Day kembali dinanti-nantikan kehadirannya oleh para orang tua.

Dengan mengusung tema Meneladani Akhlak Rasul dalam Keluarga Perkuat Karakter Generasi Bangsa, kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda seru. Mulai dari permainan keluarga yang mengasah ketangkasan, melatih kekompakan antaranggota keluarga, hingga mempererat kebersamaan antarwarga sekolah.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Nundun Neti, dalam sambutannya menyampaikan, “Melalui kegiatan ini, sekolah berharap terjalin komunikasi yang baik hingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan nyaman.”

Ia juga menambahkan harapannya agar kegiatan ini membawa dampak positif bagi semua peserta. “Semakin solid, semakin sayang, semakin kuat, semakin dekat. Semoga kegiatan ini berkah untuk semuanya,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang rangkaian acara. Anak-anak tampak gembira bermain bersama orang tua, menyusun strategi, bekerja sama, tertawa, dan saling mendukung satu sama lain.

Salah satu wali siswa, Imam Sapari, mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, kegiatan semacam ini luar biasa. Sekolah Mulia sudah membuktikan kepada kita semua bahwa pondasi dalam mendidik anak adalah akhlak yang mulia. Di sini kita disatukan tujuannya, di sini kita sama-sama belajar,” tuturnya.

Acara ditutup dengan pengumuman kelompok terkompak, terdisiplin, dan terbersih, serta apresiasi untuk jenjang kelas dengan jumlah peserta terbanyak. Dua hari kebersamaan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus kenangan indah bagi seluruh peserta.

(Ana Rose)

IPM Kids Sekolah Mulia Dilantik, Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan sejak Dini

MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau Sekolah Mulia resmi melantik kepengurusan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids periode 2025–2026 pada Jumat (29/8/2025) di gedung sekolah.

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat, dihadiri kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa pengurus kelas 5 dan 6. Turut hadir Sulaiman, Ketua PCM Gubeng, yang menyaksikan secara langsung proses pelantikan.

Sulaiman memberikan dukungan penuh atas terbentuknya IPM Kids di Sekolah Mulia. Menurutnya, hal ini luar biasa dan patut diapresiasi.

“Luar biasa, ustad Sulaiman dulu baru ikut IPM saat di bangku SMA. Kalian masih SD, sudah tergabung di IPM. Jadilah kader yang menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah,” ujarnya dalam sambutan.

Pelantikan IPM Kids bertujuan menumbuhkan jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat berorganisasi sejak usia dini. Pengurus yang dilantik terdiri dari siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan sebelumnya.

Nundun Neti, Kepala Sekolah Mulia, berharap siswa terpilih dapat menjadi teladan dan pembeda bagi pelajar Muhammadiyah lainnya.

“Jadilah yang terdepan, tunjukkan perbedaan dan ciri khas pelajar Muhammadiyah. Jadilah teladan di sekolah, di rumah, dengan teman, maupun di tengah masyarakat,” tuturnya.

Pelantikan dilakukan secara simbolis dengan pembacaan ikrar oleh ketua terpilih, wakil, hingga seluruh pengurus IPM Kids, yang mengenakan jas kuning identitas organisasi.

Dengan dilantiknya IPM Kids, diharapkan tercipta suasana sekolah yang lebih aktif, kreatif, dan menyenangkan, sekaligus membentuk karakter siswa yang mandiri dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Muhammadiyah. Pendampingan dari IPM Cabang Gubeng juga memastikan program kerja (proker) adik-adik IPM Kids berjalan lebih mantap ke depannya.

(Ana Rose)

Penuh Khidmat, Sekolah Mulia Laksanakan Upacara Bendera di Bumi Perkemahan

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau Sekolah Mulia menggelar upacara bendera di lokasi perkemahan, Agro Mulia Pandaan, Pasuruan, Minggu (17/8/2025).

Pelaksanaan upacara ini bertepatan dengan kegiatan perkemahan siswa kelas 4 dan 5 yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (16/8/2025). Upacara pun digelar di area perkemahan dan berlangsung khidmat.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan diikuti seluruh siswa peserta kemah, guru, serta pembina Hizbul Wathan (HW). Tak hanya itu, jalannya upacara juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube sekolah sehingga siswa lain yang tidak hadir tetap bisa mengikuti dari rumah. Para orang tua turut mendukung dengan mengunggah dokumentasi ke media sosial dan menandai akun resmi Sekolah Mulia.

Suasana upacara semakin khidmat dengan cuaca terik namun sejuk di kawasan Agro Mulia. Umi Sarofah yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan pesan khusus kepada para peserta didik.

“Jadilah generasi muda penerus bangsa yang membanggakan. Dengan cara apa kamu berusaha? Dengan berprestasi. Tidak selalu dalam bidang akademik, silakan coba bidang yang kamu senangi dengan terus berlatih dan bersungguh-sungguh. Siap anak-anak?” ujarnya disambut semangat peserta.

Bagi para siswa, guru, dan orang tua, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk menanamkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme. Mereka mengaku bangga melihat antusiasme anak-anak mengikuti rangkaian kegiatan perkemahan sekaligus peringatan HUT Kemerdekaan.

(Ana Rose)

Menteri Australia Kunjungi MIM 5 Surabaya: Tamu Istimewa di Bulan Kemerdekaan

Pada Selasa (5/8/2025) pagi Pasar Jojoran, Surabaya, dipadati pengunjung, dengan aroma bawang merah, sayuran segar, dan jajanan pasar yang bercampur dengan riuh tawar-menawar serta deru knalpot kendaraan. Di tengah hiruk pikuk itu, tampak langkah ringan seorang perempuan menyusuri gang sempit.

Ia adalah seorang Menteri Pembangunan Internasional Australia, Anne Aly, yang memilih berjalan kaki menuju Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 5 Surabaya. Baca selengkapnya

Perkemahan Kemerdekaan Meriahkan HUT Ke-80 RI di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Perkemahan Kemerdekaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Agro Mulia, Pandaan, pada Sabtu–Minggu (16–17/8/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 4 dan 5 dengan penuh semangat nasionalisme. Antusiasme sudah terlihat sejak pengumuman perkemahan disampaikan sepekan sebelumnya.

Setiba di lokasi, para siswa mengikuti apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Nundun Neti. Dalam sambutannya, ia mengajak siswa meneladani perjuangan para pahlawan serta menanamkan nilai gotong royong dan kemandirian sejak dini.

“Pelajaran terpenting di sini adalah kemandirian kalian selama mengikuti perkemahan dan bagaimana kalian bisa saling bekerja sama satu sama lain,” ujarnya.

Selama perkemahan, siswa mengikuti berbagai kegiatan menarik seperti lomba yel-yel, outbound, memasak bersama, malam pentas seni, dan api unggun. Mereka juga mendapat pelatihan kedisiplinan, tali-temali, serta motivasi dari para pembina dan guru.

Acara puncak ditutup dengan upacara bendera pada Minggu pagi, bertepatan dengan 17 Agustus 2025, sebagai simbol persatuan dan cinta tanah air.

Ketua pelaksana, Azzam, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan penanaman nilai nasionalisme.

“Kami ingin menanamkan semangat nasionalisme melalui cara yang menyenangkan,” ungkapnya.

(Ana Rose)

Sah! Nundun Nety Sufyan Resmi Pimpin MI Muhammadiyah 5 Surabaya Periode 2025-2029

Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya menggelar pelantikan Kepala MI Muhammadiyah 5 (MIM-5) Surabaya atau lebih dikenal Sekolah Mulia, masa jabatan 2025-2029.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung MIM 5 pada Jumat 15 Agustus 2025 dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Dr H M Ridlwan MPd, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Muhammad Jemadi MA, Drs H Suhadi M Sahli, serta Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA.Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES, Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto, jajaran PCM-PCA Gubeng Surabaya, beberapa kepala atau perwakilan SD/MI, SMP/Mts Muhammadiyah se-kota Surabaya, dan undangan lainnya.

Surat Keputusan Kepala Sekolah dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya yang dibacakan oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Surabaya Sugeng Purwanto memutuskan bahwa Nundun Nety Sufyan SPd sebagai Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya dengan masa jabatan 2025-2029 menggantikan Umi Syarofah MPd yang telah menjadi kepala madrasah tersebut selama 2 periode.

Sebagai kepala sekolah terpilih, Nundun Nety menyatakan bahwa kedepannya banyak program-program yang akan dilaksanakan, tentunya bersinergi antara pihak sekolah, guru, dengan jajaran PCM Gubeng serta PDM Surabaya.Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi dari Umi Syarofah sebagai kepala madrasah selama 2 periode yang telah membawa MIM 5 menjadi salah satu Madrasah Ibtidaiyah yang masuk kategori unggul nasional.

“Tentunya, kita berharap, apa yang telah dirintis, dilakukan, dan dikembangkan oleh Umi Syarofah menjadi bagian daripada amal jariyah, mudah-mudahan nanti juga diikuti, dikembangkan, dan ditingkatkan oleh kepala madrasah baru yaitu Nundun Nety Sufyan,” ujarnya.

Sulaiman berpesan kepada semua pihak terutama seluruh guru dan karyawan untuk mendukung Nundun Nety Sufyan, karena perjalanan MIM 5 masih sangat panjang.

“Masih banyak hal yang harus ditingkatkan, dan yang kurang mari bersama-sama kita perbaiki. Apalagi moto dari MIM 5 adalah, satukan hati, gapai prestasi,” tuturnya.

Lebih lanjut Sulaiman menambahkan bahwasanya pihak PCM, majelis, dan seluruh amal usaha di lingkungan Gubeng akan senantiasa mendukung, termasuk renovasi masjid dan gedung MIM 5 Surabaya.

“Mudah-mudahan, kedepan semakin meningkat, siswanya semakin banyak, sekolah mencapai tingkat yang lebih tinggi, dan Nundun Nety Sufyan bisa melaksanakan amanah yang luar biasa beratnya,” harapnya.

Karena MIM 5 Surabaya juga dikenal Sekolah Mulia, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES menyatakan akronim untuk Mulia yakni,
M: Menginspirasi, Sekolah Mulia harus bisa menginspirasi.

U: Unggul, Sekolah Mulia harus unggul, sehingga akan menjadi barometer madrasah di Surabaya.

L: Loyalitas, harus loyalitas, betul-betul hati, pikiran, dan tenaganya dicurahkan kepada Sekolah Mulia MIM 5. Kalau loyal disekolah akan memunculkan sebuah kemajuan yang sangat pesat.

I: Inovasi, Bagaimana Sekolah Mulia MIM 5 ini harus selalu berinovasi yang baik, sehingga memunculkan ide-ide baru.

A: Akhlak Mulia, akhlak kita harus betul-betul mulia.

“Mudah-mudahan bermanfaat, dan MIM 5 semakin maju,” harap Dikky.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Muhammad Jemadi MA merasa sangat bangga bahwasanya Sekolah Mulia MIM 5 telah menorehkan prestasi dan menjadi salah satu sekolah yang memiliki reputasi baik di Surabaya.

“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak — kepala madrasah sebelumnya, para guru, staf, dan dukungan orang tua. Namun, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Kita perlu strategi dan semangat baru agar Sekolah Mulia MIM 5 terus tumbuh dan relevan dengan zaman,” tuturnya.

“Salah satu kunci yang perlu kita terapkan adalah Growth Mindset — pola pikir berkembang. Dengan growth mindset, kita percaya bahwa kecerdasan dan kemampuan bisa terus diasah melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Ini bukan hanya untuk siswa, tetapi juga untuk guru dan seluruh civitas akademika,” imbuh pak Je.

Bagi siswa, sambung pak Je, growth mindset akan menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan dan tidak takut gagal.

Bagi guru, growth mindset memotivasi untuk terus berinovasi, mencoba metode baru, dan belajar dari pengalaman.

Bagi sekolah, growth mindset berarti selalu terbuka terhadap perbaikan, berani berubah, dan berorientasi pada masa depan.

“Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengedepankan inovasi, dan membangun budaya sekolah yang positif. Insya Allah, MI Mulia akan semakin maju, berprestasi, dan menjadi kebanggaan kita semua,” ppungkasnya (Sigit).

Sekolah Mulia Punya Nakhoda Baru, Nundun Nety Sufyan Gantikan Umi Sarofah

Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Surabaya melantik Kepala MI Muhammadiyah 5 (MIM 5) Surabaya, yang lebih dikenal dengan Sekolah Mulia, untuk masa jabatan 2025–2029. Kegiatan ini berlangsung di Gedung MIM 5 pada Jumat (15/8) dan dihadiri Ketua PDM Surabaya Dr H M Ridlwan MPd, Wakil Ketua Muhammad Jemadi MA, Drs H Suhadi M Sahli, serta Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA.

Hadir pula Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES, Sekretaris Majelis Dikdasmen Sugeng Purwanto, jajaran PCM-PCA Gubeng Surabaya, sejumlah kepala atau perwakilan SD/MI, SMP/Mts Muhammadiyah se-kota Surabaya, serta undangan lainnya.

Surat Keputusan Kepala Sekolah dari PDM Surabaya yang dibacakan oleh Sugeng Purwanto menetapkan Nundun Nety Sufyan SPd sebagai Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menggantikan Umi Syarofah MPd yang telah memimpin madrasah ini selama dua periode.

Sebagai kepala sekolah terpilih, Nundun Nety menyatakan bahwa ke depan akan banyak program yang dilaksanakan, tentunya bersinergi antara pihak sekolah, guru, jajaran PCM Gubeng, dan PDM Surabaya.

Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan dedikasi Umi Syarofah selama dua periode, yang telah membawa MIM 5 menjadi salah satu Madrasah Ibtidaiyah unggulan nasional.

“Tentunya, kita berharap, apa yang telah dirintis, dilakukan, dan dikembangkan oleh Umi Syarofah menjadi bagian daripada amal jariyah, mudah-mudahan nanti juga diikuti, dikembangkan, dan ditingkatkan oleh kepala madrasah baru, Nundun Nety Sufyan,” ujarnya.

Sulaiman berpesan kepada seluruh pihak, terutama guru dan karyawan, untuk mendukung Nundun Nety Sufyan karena perjalanan MIM 5 masih panjang.

“Masih banyak hal yang harus ditingkatkan, dan yang kurang mari bersama-sama kita perbaiki. Apalagi moto MIM 5 adalah ‘satukan hati, gapai prestasi’,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sulaiman menambahkan bahwa pihak PCM, majelis, dan seluruh amal usaha di lingkungan Gubeng akan senantiasa mendukung, termasuk renovasi masjid dan gedung MIM 5 Surabaya.

“Mudah-mudahan, ke depan semakin meningkat, siswanya semakin banyak, sekolah mencapai tingkat yang lebih tinggi, dan Nundun Nety Sufyan bisa melaksanakan amanah yang luar biasa beratnya,” harapnya.

Terus Bergerak dengan Growth Mindset dan Nilai Sekolah Mulia

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Surabaya H Dikky Syadqomullah MHES menjelaskan akronim MULIA bagi Sekolah Mulia:

  • M: Menginspirasi – Sekolah Mulia harus bisa menginspirasi.
  • U: Unggul – Sekolah Mulia harus unggul dan menjadi barometer madrasah di Surabaya.
  • L: Loyalitas – Hati, pikiran, dan tenaga dicurahkan sepenuhnya untuk kemajuan sekolah.
  • I: Inovasi – Sekolah harus selalu berinovasi untuk memunculkan ide-ide baru.
  • A: Akhlak Mulia – Seluruh civitas akademika harus memiliki akhlak mulia.

Dikky berharap akronim ini bermanfaat dan MIM 5 semakin maju.

Sementara itu, Wakil Ketua PDM Surabaya Muhammad Jemadi MA menyampaikan kebanggaannya terhadap prestasi Sekolah Mulia MIM 5 yang telah menorehkan reputasi baik di Surabaya.

“Ini adalah hasil kerja keras semua pihak — kepala madrasah sebelumnya, guru, staf, dan dukungan orang tua. Namun, tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Kita perlu strategi dan semangat baru agar Sekolah Mulia MIM 5 terus tumbuh dan relevan dengan zaman,” ujarnya.

Menurut Muhammad Jemadi, salah satu kunci yang perlu diterapkan adalah growth mindset atau pola pikir berkembang. Dengan growth mindset, kecerdasan dan kemampuan dapat terus diasah melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan. Hal ini berlaku bagi siswa, guru, dan seluruh civitas akademika.

“Bagi siswa, growth mindset menumbuhkan keberanian menghadapi tantangan dan tidak takut gagal. Bagi guru, ini memotivasi untuk terus berinovasi, mencoba metode baru, dan belajar dari pengalaman. Bagi sekolah, artinya selalu terbuka terhadap perbaikan, berani berubah, dan berorientasi pada masa depan,” imbuhnya.

“Mari kita jadikan pelantikan ini momentum untuk memperkuat kebersamaan, mengedepankan inovasi, dan membangun budaya sekolah yang positif. Insya Allah, MI Mulia akan semakin maju, berprestasi, dan menjadi kebanggaan kita semua,” pungkasnya.

(Yuda/AS)

Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Lomba Unik dan Edukatif, Menjaga Kebersamaan

Berbagai macam perlombaan digelar untuk menyemarakkan HUT Kemerdekan Republik Indonesia yang ke-80.

Salah satunya, di sebuah sekolah di Surabaya menggelar berbagai lomba unik dan menarik, namun tetap edukatif. Diharapkan, dengan kegiatan ini bisa menjalin bersamaan dan keakraban, serta menjaga sportifitas dalam berlomba.

Kegembiraan terpancar dari wajah anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Muhammadyah 5 Surabaya, saat mengikuti sejumlah perlombaan dalam rangka menyemarakkah HUT Kemerdekaan RI ke-80, Selasa (12/08/20250 pagi.

Sorak sorai mereka bersahutan saat memberikan dukungan kepada teman-temannya yang mengikuti perlombaan yang digelar di sekolah mereka.

berbagai lomba unik dan menarik digelar di sekolah tersebut, diantaranya balapan karung zig-zag mengenakan helm, lomba mengapit sedotan dengan bibir atas, adu cepat meniup gelas plastic, balapan menyunggih tempeh sambil makan roti, menata bendera sesuai bentuk dan lomba memasukan bola dalam gelas.

sejumlah siswa siswi merasa senang dan gembira mengikut beberapa perlombaan tersebut. Mereka mengaku cukup terhibur dengan mengikuti lomba-lomba ini, apalagi saat mendapat dukukang dari teman-temannya. Meski kalah, tak jadi masalah bagi mereka asalkan dilakukan secara jujur dan sportif.

“Tadi saya ikut lomba balap karung pake helm. Seru banget dan senang bisa ikut lomba ini,” ungkap Faaza Aska, siswa kelas 6 bertubuh subur ini.

“Sulitnya tadi waktu pake karung terus berjalan atau lari itu kalau gak seimbang bisa jatuh. Apalagi saat lewat jalan yang zig zig kalau gak hati-hati kita bisa jatuh hehehe,” ujarnya sembari tersenyum.

Aska sendiri mengaku kalah saat berlomba melawan teman-temannya. Meski begitu dia legowo dan tetap merasa senang.

“Gak apa apa kalah yang penting bisa ikut memeriahkan HUT Kemerdekaan ini,” tandasnya.

Senada dengan Aska, peserta lomba lain bernama Keisyah juga merasa gembira bisa ikut mememeriahkan HUT RI ke-80.

“Senang bisa ikut lomba ini (balap karung zig zig sambil pake helm). Serunya itu kalau lihat teman-teman yang jatuh terus bangkit lagi dan berlari sambil pake karung. Semangat terus pokoknya,” ucap Keisyah, siswi kelas 6 ini

Sementara itu, Kepala Sekolah setempat Umi Sarofah menyebutkan, pihaknya sengaja menggelar beragam perlombaan ini untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 80 tahun. Tak sekedar adu kecepatan dan ketangkasanm namun juga menonjolkan nilai edukasi dan sportiftas.

“Jadi dengan lomba lomba yang digelar di sini kami ingin anak-anak selain berkompetisi dengan baik, namun juga bisa bersatu dengan menjaga kekompakan dan kebersamaan sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI ket 80 tahun kali ini, yakni Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju,” ungkap Umi Sarofah.

“Ini kami tuangkan dalam semangat berlomba tentang kebersatuan, perjuangan, yang terpenting adalah kejujuran dan sportifitas pada anak-anak, sehingga dalam lomba ini tidak hanya kemenangan yang diraih, melainkan bagaimana menghargai teman-temannya dan jujur, saling membantu, bekerja sama dengan teman-temannya,” tandas Umi. (mosair)