MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengirimkan empat siswanya untuk mengikuti kegiatan student exchange yang digagas oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD/MI Muhammadiyah Surabaya. Pada Sabtu (14/6/2025), mereka mengikuti upacara pemberangkatan yang digelar di Kantor PDM Surabaya bersama para peserta dari sekolah lain.
Para peserta dijadwalkan berangkat ke luar negeri pada Senin (16/6/2025), dengan titik kumpul di Bandara Juanda pukul 02.00 dini hari. Melalui program Edu Trip, seluruh siswa akan mengikuti kegiatan belajar lintas negara selama lima hari, dari 16 hingga 20 Juni 2025, dengan tujuan Malaysia dan Singapura.
Dalam upacara pemberangkatan, Rohim selaku panitia memberikan pesan kepada seluruh peserta agar menjaga sikap selama berada di negara tetangga.
“Di negara lain, pandailah menjaga diri—baik dalam sikap, ucapan, maupun kebiasaan. Hal-hal baik yang kalian temui di sana silakan dilanjutkan di rumah selepas kegiatan ini,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PDM Surabaya, Dikky Syadqomullah, menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan ini.
“Program ini sangat bagus. Untuk memiliki wawasan yang luas, kalian perlu ke luar negeri. Siapa tahu, suatu saat bisa mengikuti wisuda tahfidz di Mekkah. Maka dari itu, anak-anak harus lebih rajin menabung,” ujarnya.
Dikky juga berpesan bahwa ada empat hal penting yang perlu diperhatikan selama kegiatan di luar negeri.
“Pertama, niatkan untuk belajar. Kedua, perbanyak amal baik—dalam arti tunjukkan hal-hal baik. Ketiga, bersabarlah. Dan yang keempat, tetap semangat,” tambahnya.
Salah satu peserta dari Sekolah Mulia, Iqval, mengaku sangat antusias menyambut kegiatan ini. Ia bersama teman-temannya telah berlatih untuk persiapan pertukaran budaya dengan menampilkan tari Yamko Rambe Yamko.
“Alhamdulillah diberi kesempatan ikut studex. Rasanya nggak sabar. Semoga semuanya lancar dan bisa tampil maksimal di sana,” ungkapnya.
Program Student Exchange yang ketiga kalinya diikuti oleh Sekolah Mulia ini mendapat dukungan penuh dari para orang tua. Mereka melihat manfaat besar dari pembelajaran lintas negara sejak usia sekolah dasar. Harapannya, di tahun-tahun mendatang semakin banyak orang tua dan siswa yang tergerak untuk ikut serta dan merasakan manfaat dari program ini.
(Ana Rose)

