Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng diikuti oleh 189 peserta dari berbagai unsur, meliputi AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) dan Ortom (Organisasi Otonom) Muhammadiyah di lingkungan cabang Gubeng. Kali ini, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menjadi tuan rumah dalam acara berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) itu.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pre-test berisi 30 butir pertanyaan seputar loyalitas sebagai kader persyarikatan. Tujuannya untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai nilai-nilai dasar, ideologi, serta kaderisasi dalam gerakan Muhammadiyah.

Selanjutnya, peserta mendapatkan penguatan materi dari tiga pemateri dengan tema-tema strategis dan kontekstual.

Ketua PCM Gubeng Sulaiman menyampaikan bahwa pemateri didatangkan dari unsur PDM, PWM, hingga PP Muhammadiyah. “Mudah-mudahan pulang dari sini semuanya mendapatkan sesuatu, manfaat yang luar biasa,” katanya.

Materi pertama membahas isu ekonomi dan politik, yang menekankan peran kader Muhammadiyah dalam merespons dinamika sosial kebangsaan secara bijak dan berkemajuan. Narasumbernya adalah Arif An, ketua Korps Relawan Sosial Muhammadiyah.

Materi berikutnya disampaikan Sulthon Amin, wakil ketua PWM Jawa Timur, mengenai terwujudnya kesalihan pribadi dan sosial. Tujuannya membentuk kader yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga aktif memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Materi penutup membahas fungsi AUM sebagai lahan dakwah dan perkaderan, disampaikan oleh Bachtiar Dwi Kurniawan, ketua MPKSDI PP Muhammadiyah.

“Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajar tapi mendidik, berikan pelayanan terbaik. Pengkaderan itu harus, siapa yang melanjutkan kalau bukan kita? Apa kita rela apa yang sudah kita besarkan menjadi milik orang lain?” tegasnya.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi bagian dari komitmen PCM Gubeng Surabaya dalam memperkuat kaderisasi yang sistematis, ideologis, dan berkelanjutan.

(Ana Rose)

Leave a Comment