DP3A Surabaya Ajak Siswa Sekolah Mulia Jauhi Bullying dan Kenakalan Remaja

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mendapat kunjungan tim Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A) Kota Surabaya dalam rangka pelaksanaan program DASH Batch 2. Kegiatan ini diikuti siswa kelas 5 dan 6 pada Rabu (11/3/2026) di lingkungan MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

DASH merupakan singkatan dari Dinamika Arek Surabaya Hebat, sebuah program edukasi yang bertujuan membekali anak-anak dengan pengetahuan serta keterampilan dalam menjaga kesehatan diri, memahami masa pertumbuhan, dan membangun karakter positif sejak dini. Program ini juga menjadi upaya pencegahan kenakalan remaja hingga perundungan atau bullying di kalangan pelajar Surabaya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan tim DP3A Kota Surabaya. Melalui program ini, peserta diajak memahami pentingnya mencegah perilaku kenakalan remaja, bullying, dan kekerasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Penjelasan disampaikan dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya terkait batasan dalam berinteraksi dengan teman sebaya.

“Boleh tidak memukul atau mencolek pantat teman saat bermain? Atau bahkan mencubit bibir teman saat berbicara? Nah, meski bercanda, hal itu tidak diperbolehkan. Mulai sekarang kalian harus paham mana bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh,” ujar Hesty, pemateri dari DP3A Surabaya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya bagi mereka yang mulai memasuki masa remaja.

Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang tepat serta membentuk karakter anak agar mampu menjaga diri dan menjadi contoh yang baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dia lantas berpesan kepada seluruh siswa agar menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak, kegiatan hari ini silakan diikuti dengan baik agar ilmu yang kalian terima dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berteman, melindungi diri, dan sebagainya,” ujarnya.

Melalui kegiatan DASH (Dinamika Arek Surabaya Hebat) ini, siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga motivasi untuk tumbuh menjadi generasi Surabaya yang sehat, tangguh, dan berprestasi.

(Ana Rose)

Peduli Sesama, Sekolah Mulia Tebar 1.100 Paket Takjil untuk Warga Surabaya

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dengan membagikan 1.100 paket takjil kepada masyarakat Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026) di tiga titik: Jalan Jojoran 1 depan sekolah, Jalan Dharmahusada, dan Jalan Prof Dr Moestopo.

Pembagian takjil melibatkan berbagai unsur sekolah, mulai dari siswa yang tergabung dalam IPM Kids, komite sekolah, hingga guru dan karyawan. Mereka bersama-sama turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus pembelajaran bagi para siswa tentang pentingnya berbagi dan menebar kebaikan di bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menumbuhkan rasa empati serta semangat berbagi kepada sesama.

Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Sekolah Mulia menyapa masyarakat Surabaya agar lebih dikenal dan dekat dengan warga sekitar sekolah yang terletak di Kecamatan Gubeng Surabaya.

Keluarga besar Sekolah Mulia begitu antusias menyambut kegiatan ini hingga dana terkumpul belasan juta. Dana tersebut berasal dari infaq terbaik yang dikumpulkan siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya, serta tambahan donasi dari para ikwam.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti Sufyan SPd menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

“Melalui kegiatan ini, para siswa dapat belajar bahwa kebahagiaan juga hadir ketika mampu berbagi dengan orang lain,” ucapnya.

Suasana pembagian takjil berlangsung penuh antusias. Para siswa terlihat bersemangat saat memberikan takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas. Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.

Sekolah Mulia akan terus berkomitmen menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada seluruh warga sekolah, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

(Ana Rose)

Berkisah: Bukan Sekadar Bercerita, tapi Menyampaikan Hikmah

MI Muhammadiyah 5 Surabaya, atau biasa dikenal dengan Sekolah Mulia, kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam pada momen Ramadhan 1447 H. Kegiatan itu diikuti siswa kelas 6 dengan suasana yang berbeda dan penuh semangat pada Rabu (4/3/2026).

Kegiatan kali ini mendatangkan Kak Eko, penutur cerita yang telah berpengalaman dalam penyampaian materi Belajar Berkisah.

Hal ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan menyampaikan pesan dakwah dan nilai-nilai kebaikan melalui cerita. Tak kalah penting, kegiatan ini juga memupuk rasa percaya diri siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara.

Dalam penyampaiannya, Kak Eko mengajak siswa memahami bahwa berkisah bukan sekadar bercerita, tetapi juga menyampaikan hikmah, akhlak, serta keteladanan dengan cara yang menarik.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat dalam menyelesaikan proyek yang terbagi dalam masing-masing kelompok. Tidak sedikit siswa yang berani tampil di depan teman-temannya untuk mencoba langsung kemampuan berkisah mereka.

Kak Eko juga menekankan pentingnya percaya diri dan keberanian dalam menyampaikan kebaikan. “Cerita yang baik bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan yang luar biasa,” ungkapnya dalam sesi motivasi.

Melalui materi ini, diharapkan siswa kelas VI tidak hanya berani dan terampil berbicara di depan umum, tetapi juga mampu menjadi generasi yang menyebarkan nilai-nilai Islami dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

(Ana Rose)

Baitul Arqam PCM Gubeng Hadirkan Pemateri Level Nasional

Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng diikuti oleh 189 peserta dari berbagai unsur, meliputi AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) dan Ortom (Organisasi Otonom) Muhammadiyah di lingkungan cabang Gubeng. Kali ini, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menjadi tuan rumah dalam acara berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) itu.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pre-test berisi 30 butir pertanyaan seputar loyalitas sebagai kader persyarikatan. Tujuannya untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai nilai-nilai dasar, ideologi, serta kaderisasi dalam gerakan Muhammadiyah.

Selanjutnya, peserta mendapatkan penguatan materi dari tiga pemateri dengan tema-tema strategis dan kontekstual.

Ketua PCM Gubeng Sulaiman menyampaikan bahwa pemateri didatangkan dari unsur PDM, PWM, hingga PP Muhammadiyah. “Mudah-mudahan pulang dari sini semuanya mendapatkan sesuatu, manfaat yang luar biasa,” katanya.

Materi pertama membahas isu ekonomi dan politik, yang menekankan peran kader Muhammadiyah dalam merespons dinamika sosial kebangsaan secara bijak dan berkemajuan. Narasumbernya adalah Arif An, ketua Korps Relawan Sosial Muhammadiyah.

Materi berikutnya disampaikan Sulthon Amin, wakil ketua PWM Jawa Timur, mengenai terwujudnya kesalihan pribadi dan sosial. Tujuannya membentuk kader yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga aktif memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Materi penutup membahas fungsi AUM sebagai lahan dakwah dan perkaderan, disampaikan oleh Bachtiar Dwi Kurniawan, ketua MPKSDI PP Muhammadiyah.

“Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajar tapi mendidik, berikan pelayanan terbaik. Pengkaderan itu harus, siapa yang melanjutkan kalau bukan kita? Apa kita rela apa yang sudah kita besarkan menjadi milik orang lain?” tegasnya.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi bagian dari komitmen PCM Gubeng Surabaya dalam memperkuat kaderisasi yang sistematis, ideologis, dan berkelanjutan.

(Ana Rose)