Kesibukan siswa kelas VI MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dalam mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA SD/MI 2025) cukup menguras energi. Ujian yang untuk pertama kalinya dilaksanakan setelah pandemi berakhir ini memang membutuhkan persiapan yang matang.

Sebagai bentuk layanan khusus bagi siswa kelas VI dalam menyiapkan kelanjutan pendidikan ke jenjang SMP/MTs, Sekolah Mulia menggelar kegiatan Pra Pondok. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa agar lebih siap belajar, baik di sekolah lanjutan maupun di pondok pesantren.

Selama dua hari, Rabu–Kamis (28–29/1/2026), siswa kelas VI mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran berupa pengenalan kehidupan pondok dan latihan dasar kepemimpinan siswa di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Kota Malang.

Kegiatan Pra Pondok kali ini mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Santri Berakhlak, Tangguh, dan Berjiwa Pemimpin. Setibanya di lingkungan pondok pesantren, rombongan MI Muhammadiyah 5 Surabaya disambut hangat oleh pihak PPI AMF.

Direktur Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar, Drs KH Suprat MEd, menyampaikan rasa senang dan bangganya atas semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan mondok.

Dia mengungkapkan kebanggaannya kepada siswa-siswi Sekolah Mulia yang antusias belajar di Pondok AMF.

“Ini bagian dari persiapan mencetak generasi pemimpin masa depan yang berwawasan global, dengan penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta memiliki prestasi baik akademik maupun nonakademik,” tuturnya.

Sambutan positif juga disampaikan pihak Sekolah Mulia. Salah satu wali kelas VI, Umi Sarofah, menyampaikan terima kasih sekaligus menitipkan siswa-siswi selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih dan menitipkan siswa-siswi kami selama kegiatan ini. Kami berharap, dengan mengenal belajar di pondok, siswa kelas VI tidak merasa takut jika kelak harus mondok, karena pondok pesantren menjadi tempat mencetak anak mandiri, mampu bermasyarakat, dan menjadi pemimpin bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Kegiatan Pra Pondok berlangsung semakin menarik karena tidak hanya dilaksanakan di dalam ruangan, tetapi juga di area lapangan yang luas dengan berbagai permainan edukatif dan menyenangkan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Nety Sufyan SPd, yang turut hadir di sela kegiatan, memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menyemangati para siswa agar terus tumbuh menjadi anak-anak yang berakhlak mulia, tangguh, dan berjiwa pemimpin.

Suasana pondok yang nyaman membuat sebagian siswa tertarik untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Tanpa terasa, dua hari kegiatan Pra Pondok pun berlalu. Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan kerja sama antara kedua lembaga sebagai upaya meningkatkan kolaborasi pada tahun-tahun mendatang.

(Umi Sarofah)

Leave a Comment