Usung Sci-Tech, Pentas Seni Sekolah Mulia Tarik Ribuan Pengunjung Convention Hall Surabaya

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) sukses menggelar Pentas Seni (Pensi) yang memukau sekaligus edukatif. Acara yang digelar di Convention Hall Surabaya, Sabtu (14/2/2026), ini menarik sekitar 1.500 pengunjung.

Bertema Sci-Tech (Science dan Technology) dengan semangat perjuangan sebagai inspirasi generasi masa depan, pentas seni ini menjadi wadah ekspresi kreativitas siswa. Pertunjukan dikemas dalam alur cerita historis dan futuristik, memadukan seni, budaya, dan teknologi dalam satu panggung kolosal.

Cerita dimulai saat lima anak melakukan petualangan di sebuah museum. Mereka menemukan sebuah batu misterius yang secara ajaib membawa mereka menembus waktu ke berbagai fase peradaban manusia.

Pada fase pertama, penonton diajak menyaksikan zaman awal manusia mengenal gerak, yang ditampilkan melalui gerak dasar tapak suci dan taekwondo. Perjalanan berikutnya menampilkan era ketika manusia mulai mengenal simbol dan angka, dipresentasikan melalui karya lukis dan kaligrafi siswa.

Dilanjutkan pada zaman keemasan Islam, siswa menampilkan lantunan ayat suci beserta artinya. Babak akhir membawa lima anak tersebut ke zaman modern yang serba canggih, divisualisasikan melalui pertunjukan bertema teknologi. Di sini ditampilkan robotik dengan dialog bahasa Inggris, disertai drama singkat mengenai penggunaan gadget yang bijak dan aman.

Nundun Nety, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menekankan bahwa pentas seni ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga media pendidikan karakter, literasi budaya, dan penguatan bakat siswa.

“Setiap diri kalian memiliki potensi luar biasa. Setiap nada, gerakan, bait, dan apapun yang kalian lakukan hari ini merupakan bekal untuk masa depan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Agus Yulianto, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

“Bangga dengan MI Muhammadiyah 5 Surabaya yang telah menggelar kegiatan meriah sebagai wujud apresiasi terhadap bakat siswa. Ini menunjukkan bahwa sekolah ini memberikan pendidikan berbasis cinta yang mendalam bagi putra-putri panjenengan semua,” tuturnya.

Pentas seni ini menjadi ruang belajar nyata bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, bekerja sama, membangun percaya diri, serta memahami perjalanan peradaban manusia. Tak kalah penting, acara ini menanamkan nilai-nilai bagaimana menjadi generasi muda yang berkemajuan dan berakhlak mulia.

(Ana Rose)

Pra Pondok di PPI AMF, Ikhtiar Sekolah Mulia Siapkan Siswa ke Jenjang Selanjutnya

Kesibukan siswa kelas VI MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dalam mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA SD/MI 2025) cukup menguras energi. Ujian yang untuk pertama kalinya dilaksanakan setelah pandemi berakhir ini memang membutuhkan persiapan yang matang.

Sebagai bentuk layanan khusus bagi siswa kelas VI dalam menyiapkan kelanjutan pendidikan ke jenjang SMP/MTs, Sekolah Mulia menggelar kegiatan Pra Pondok. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa agar lebih siap belajar, baik di sekolah lanjutan maupun di pondok pesantren.

Selama dua hari, Rabu–Kamis (28–29/1/2026), siswa kelas VI mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran berupa pengenalan kehidupan pondok dan latihan dasar kepemimpinan siswa di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Kota Malang.

Kegiatan Pra Pondok kali ini mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Santri Berakhlak, Tangguh, dan Berjiwa Pemimpin. Setibanya di lingkungan pondok pesantren, rombongan MI Muhammadiyah 5 Surabaya disambut hangat oleh pihak PPI AMF.

Direktur Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar, Drs KH Suprat MEd, menyampaikan rasa senang dan bangganya atas semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan mondok.

Dia mengungkapkan kebanggaannya kepada siswa-siswi Sekolah Mulia yang antusias belajar di Pondok AMF.

“Ini bagian dari persiapan mencetak generasi pemimpin masa depan yang berwawasan global, dengan penguasaan bahasa Arab dan Inggris, serta memiliki prestasi baik akademik maupun nonakademik,” tuturnya.

Sambutan positif juga disampaikan pihak Sekolah Mulia. Salah satu wali kelas VI, Umi Sarofah, menyampaikan terima kasih sekaligus menitipkan siswa-siswi selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih dan menitipkan siswa-siswi kami selama kegiatan ini. Kami berharap, dengan mengenal belajar di pondok, siswa kelas VI tidak merasa takut jika kelak harus mondok, karena pondok pesantren menjadi tempat mencetak anak mandiri, mampu bermasyarakat, dan menjadi pemimpin bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Kegiatan Pra Pondok berlangsung semakin menarik karena tidak hanya dilaksanakan di dalam ruangan, tetapi juga di area lapangan yang luas dengan berbagai permainan edukatif dan menyenangkan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Nety Sufyan SPd, yang turut hadir di sela kegiatan, memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Ia menyemangati para siswa agar terus tumbuh menjadi anak-anak yang berakhlak mulia, tangguh, dan berjiwa pemimpin.

Suasana pondok yang nyaman membuat sebagian siswa tertarik untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Tanpa terasa, dua hari kegiatan Pra Pondok pun berlalu. Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan kerja sama antara kedua lembaga sebagai upaya meningkatkan kolaborasi pada tahun-tahun mendatang.

(Umi Sarofah)