Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, dalam berbagai ajang perlombaan. Kabar bahagia itu diumumkan pada Senin (6/9/2025) di aula sekolah oleh Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.
Raihan prestasi datang dari empat bidang berbeda: olimpiade matematika, olimpiade sains, tahfidz, dan renang.
Pada bidang matematika, Wildan Athar, siswa kelas 6, berhasil meraih juara 3 tingkat Kota Surabaya dalam Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Piala dan trofi diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag Surabaya, Muhammad Muslim, pada Kamis lalu.
Di bidang sains, empat siswa Sekolah Mulia, yaitu Amirul Adly (kelas 2), Al Ghifari (kelas 4), Salma Mutia (kelas 2), dan Shaqueena Adzkia (kelas 3), berhasil lolos ke babak Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) 7. Selain itu, guru mereka, Wolyono, juga lolos dalam Olimpiade Guru Sains (OGS) 5 tingkat Provinsi Jawa Timur dan akan melaju ke babak final tingkat nasional di Tangerang.
Tak kalah membanggakan, tiga siswa dari jenjang berbeda juga meraih prestasi di bidang tahfidz. Atika Fenti (kelas 6) meraih juara 1 tingkat nasional dalam ajang Golden Islamic Competition. Sementara Ziyad Bassalamah (kelas 6) mendapat juara 3 dalam lomba tahfidz kategori SD kelas 4–6 yang diselenggarakan oleh Gelar Kompetisi Generasi Emas Kota Surabaya. Pada ajang yang sama, Ghayda (kelas 3) juga menyabet juara 3 kategori kelas 1–3.
Di bidang olahraga, dua kakak beradik atlet renang Sekolah Mulia berhasil membawa pulang medali dari Student Aquatic Competition 2025 tingkat Provinsi Jawa Timur. Muhammad Al Fatih Ibrahim Putra meraih juara 1 kategori 50 meter gaya punggung, juara 2 kategori 100 meter gaya bebas, dan juara 3 kategori 50 meter gaya bebas speed challenge. Sementara sang adik, Aqila Misha, meraih juara 3 kategori 50 meter gaya punggung speed challenge.
Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti mengucapkan syukur dan bangga atas prestasi para siswa. Menurutnya, keikutsertaan dalam berbagai kompetisi menjadi cara efektif menumbuhkan kepercayaan diri dan mental juara.
“Alhamdulillah, semakin banyak siswa yang berani berlomba. Dengan begitu mereka terbiasa menghadapi tantangan dan rasa percaya diri mereka pun terbentuk,” ujarnya.
Ia juga memohon doa dan dukungan untuk empat siswa dan satu guru yang akan bertanding di babak final tingkat nasional dalam ajang olimpiade sains.
“Bismillah, kami mohon doa dari seluruh keluarga besar Sekolah Mulia agar empat siswa dan satu guru kami diberikan kemudahan serta kelancaran dalam KSNR dan OGS tingkat nasional, sehingga dapat membawa pulang hasil terbaik,” tambahnya.
(Ana Rose)

