Pengikut Muhammadiyah Dijamin Masuk Surga jika Mengamalkan Ini

Muhammadiyah sebagai gerakan persyarikatan dan organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 memiliki sebuah cita-cita mewujudkan masyarkat Islam yang sebenar-benarnya.

Untuk mempertahankan eksistensi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar, perlu sebuah upaya mengakarkan ideologi agar generasi pelangsung Muhammadiyah dapat membawa misi keumatan dan marwah gerakan yang diusung oleh KH Ahmad Dahlan yang berlandaskan Al-Qur’an dan Hadist sehingga ideologi Muhammadiyah dapat kokoh di dalam jiwa para kader penerus.

Muhammadiyah sebagai organisasi Islam besar di Indonesia tentu mengingat perjalanan historisnya, memiliki kepribadian, jati diri, serta sifat-sifat khusus. Drs Suhadi M. Sahli MAg pun mengingatkan kepada guru dan karyawan AUM PCM Gubeng terkait ideologi Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berideologi kemajuan dengan misi dakwah dan tajdid sebagai identitas gerakannya, Sabtu (15/4).

Bagi Suhadi, hal tersebut perlu dipahami hingga pada akhirnya membentuk kepribadian Muhammadiyah. “Nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Muhammadiyah itulah yang diinternalisasikan pada akhirnya mewujud menjadi kepribadian Muhammadiyah,” tegasnya.

“Yakni aktif dalam perkembangan masyarakat dengan maksud ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran Islam,” imbuh Suhadi.

Muhammadiyah sebagai organisasi Islam adalah kumpulan umat Islam yang melakukan gerakan dakwah Islam, amar makruf nahi mungkar berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah Ash Shahiihah (Al Maqbulah) yang memiliki tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga  masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Ideologi Muhammadiyah harus ditekankan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah duniawiyah.

“Jika ini dipegang teguh dan diamalkan secara istiqamah sampai akhir hayatnya, sudah tentu pengikut Muhammadiyah dijamin masuk surga, bahkan akan dikumpulkan oleh Allah bersama para Nabi, para shiddiqin, para syuhada’, dan orang-orang shalih, sebagaimana dijelaskan dalam surat An Nisa: 69-70,” imbuh Suhadi.

Berdasarkan ayat-ayat Qur’an dan Hadits-hadits sangat jelas bahwa siapa saja umat Islam, di mana pun keberadaannya, berkumpul atau berjam’iyyah di ormas Islam apa saja jika memiliki ideologi, mengikuti dan menaati Nabi Muhammad SAW, baik dalam hal beraqidah, beribadah, berakhlaq, dan bermu’amalah duniawiyah, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, menerima atau menolak, bersikap simpati atau anti pati, disebut Muhammadiyah atau pengikut Nabi Muhammad saw.

Oleh karena itu, penting bagi Muhammadiyah untuk melakukan internalisasi ideologi Muhammadiyah baik pada level pimpinan maupun pada level kader penerusnya. Karena ideologi merupakan sebuah ciri yang menunjukan identitas dan dasar bagi system dalam sebuah gerakan.

“Ideologi tidak dapat dipisahkan dari sebuah gerakan karena ideologi merupakan seperangkat paham tentang kehidupan dan strategi perjuangan untuk mewujudkan cita-cita Muhammadiyah. Bagi Muhammadiyah sendiri ideologi ialah seperangkat ide, nilai, keyakinan, dan cita-cita yang menjadi landasan Muhammadiyah untuk mengimplestasikan ajaran islam dalam kehidupan guna mewujudkan masyarakat islam yang sebenar-benarnya,” pungkasnya. (Deden/Ima/AS)

Banyak Tuduhan Miring terhadap Muhammadiyah, Buka dan Baca Lagi Manhaj

Muhammadiyah senantiasa memberikan sikap khas terkait permasalahan yang menerpa bangsa Indonesia sesuai dengan manhaj atau pikiran dasar Muhammadiyah yang diinspirasi oleh KH Ahmad Dahlan selaku pendirinya.

Untuk itu, di tengah arus lalu lintas pemikiran dan aksi yang ada saat ini, warga persyarikatan Muhammadiyah diimbau untuk memahami kembali apa yang menjadi manhaj Muhammadiyah agar tidak salah kaprah.

“Mari kita me-refresh pemahaman tentang manhaj atau pikiran-pikiran dasar Muhammadiyah. Kita perlu meneguhkan kembali manhaj Muhammadiyah dalam konteks kekinian. Lebih jauh tujuannya yaitu konsolidasi pergerakan Muhammadiyah saat ini dan yang akan datang,” ungkap Sarwo Edi saat memberikan materi Manhaj Ber-Muhammadiyah pada Pengajian Ramadhan PCM Gubeng, Sabtu (15/4) di Masjid Baiturrohim.

Menurut Sarwo, banyak sekali ditemui kasus-kasus miris seperti banyaknya tuduhan masyarakat terhadap gerakan Muhammadiyah yang semakin hari semakin menyebar ke arah yang tidak dibenarkan. Mulai pernyataan bahwa Muhammadiyah yang anti bidah ternyata malah melakukan bidah, pernyataan tentang Muhammadiyah yang bermadzhab wahabi, serta tuduhan bahwa warga Muhammadiyah telah keluar dari ajaran/penyampaian paham keislaman yang diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan.

“Sehingga pemahaman tentang Muhammadiyah yang tertuang dalam Himpunan Majelis Tarjih harus dibuka dan dibaca kembali. Manhaj tarjih harus disebarluaskan kepada warga Muhammadiyah itu sendiri, juga kepada masyarakat secara umum, untuk menjawab segala tuduhan dan pernyataan tentang yang tidak benar terhadap Muhammadiyah,” ujarnya.

Sarwo Edi juga menjelaskan manhaj Muhammadiyah berasal dari pemikiran dasar dari KH Ahmad Dahlan. “Dalam konteks Muhammadiyah, manhaj punya banyak segmen yang menjadi titik masuk dalam memahami pikiran-pikran dasar. Segmen pemikiran berasal dari KH Ahmad Dahlan yang menjadi sumber inspirasi pemikiran dasar Muhammadiyah. Dari situ kita menjadi tahu kalau KH Ahmad Dahlan sangat menghargai akal pikiran,” lanjutnya.

Terakhir, Sarwo Edi mengibaratkan pemikiran KH Ahmad Dahlan adalah pemikiran yang melompat dalam gerakan pembaharuan Islam. Beliau menginginkan Muhammadiyah tetap sebagai pengemban dakwah.

“KH Ahmad Dahlan punya pemikiran yang melompat atau kuantum. Saat tahun 1918, Muhammadiyah diajak untuk dibuat menjadi partai politik oleh Agus Salim dari Serikat Islam. Namun KH Ahmad Dahlan dengan tegas menolaknya karena ingin Muhammadiyah tetap mengemban dakwah. Dahlan ingin tetap menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan islam yang bercorak organisasi kemasyarakatan,” ungkapnya.

“Dengan memahami dan melaksanakan segala urusan urusan sesuai dengan yang terdapat dalam tarjih, insya Allah kita sebagai warga Muhammadiyah dapat menjawab segala kritik ditengah masyarakat yang arahnya kepada Muhammadiyah,” pungkasnya. (Deden/Ima/AS)

Jangan Takut Memandikan kalau Ada Keluarga Meninggal Dunia

Baitul Arqam Ceria (BAC) MI Muhammadiyah 5 Surabaya memasuki hari keenam pada Kamis (6/4). Hari keenam ini giliran kelas enam yang menjadi peserta Baitul Arqam.

Berbeda dengan kelas lainnya, kali ini pembelajaran yang diangkat adalah cara merawat jenazah. Meski pembelajaran perawatan jenazah sudah mereka dapatkan di kelas, implementasi atau praktik dari kegiatan tersebut belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

Pada materi dan praktik ini, pihak sekolah menghadirkan Hj Tarsiana, istri dari Ustadz Suhadi Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng Surabaya, untuk memberikan langsung ilmu cara merawat jenazah yang baik dan benar.

Tarsiana di awal materi menyampaikan pesan kepada anak-anak bahwa jika ada keluarga yang meninggal dunia jangan takut. “Jika ada keluarga yang meninggalkan kita, entah ayah ibu atau saudara, jangan takut. Ambil langkah tepat yang sesuai dengan tuntunan. Jangan takut untuk ikut memandikan karena keutamaan mandi jenazah adalah tugas keluarga,” ucapnya.

Setelah materi berupa teori disampaikan, tidak afdal rasanya jika tidak melangsungkan praktik. Satu anak menunjuk tangan ketika ditawarkan untuk menjadi jenazah. Kemudian diikuti tunjuk tangan dari empat anak lainnya yang dipilih sebagai keluarga yang memandikan.

Sepanjang praktik berlangsung, anak-anak tampak antusias dan jauh dari kata takut.

Untuk menguji apakah mereka paham dengan materi yang disampaikan, di akhir kegiatan tiga pertanyaan seputar materi diberikan kepada anak-anak. Mulai pertanyaan tentang berapa helai kain yang digunakan dalam perawatan jenazah, proses paling awal dalam perawatan jenazah, hingga pertanyaan tentang hal-hal apa yang perlu disiapkan dalam proses perawatan jenazah.

Benar saja, mereka saling mengangkat tangan berebut untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan dan mereka dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan tepat.

Wakil Ketua Panitia Baitul Arqam Ustadzah Yanti mengungkapkan bahwa materi perawatan jenazah ini dipilih karena terintegrasi dengan materi yang telah anak-anak pelajari di kelas.

“Materi ini sudah mereka dapatkan di kelas, namun kali ini kami datangkan ahlinya agar anak-anak lebih paham bagaimana dan apa yang harus dilakukan jika ada keluarga atau sanak saudara yang meninggal dunia,” ujarnya. (Chelsya/Fitri/AS)

Tutup Baitul Arqam Ceria, Sekolah Mulia Tebar 1000 Takjil

Menutup rangkaian kegiatan Baitul Arqam Ceria Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya, siswa kelas 6 beserta ustadz dan ustadzah serta Komite MI Muhammadiyah 5 berbagi takjil ke jalan. Sebanyak 1000 takjil diedarkan di lokasi yang dekat dengan sekolah.

Tepatnya tiga titik lokasi terpilih untuk menjadi sasaran lokasi penyebaran takjil. Di antaranya Jalan Jojoran, Jalan Karang Menjangan, dan Jalan Airlangga dekat Unair Kampus B pada Kamis (6/4). Tepat pukul 16.00 WIB, anak-anak beserta ustadz-ustadzah pendamping menyebar 1000 takjil di tiga lokasi tersebut.

Sasaran penerima takjil adalah warga sekitar sekolah dan pengguna jalan area sekitar sekolah yang berlalu lalang melewati area titik lokasi pembagian takjil Sekolah Mulia.

Ustadz Imam, salah satu guru pendamping yang ikut serta turun ke jalan, menuturkan bahwa tiga titik terpilih itu adalah bentuk kepedulian pihaknya terhadap warga sekitar sekolah, baik tetangga maupun pengguna jalan yang melewati area MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

“Sekaligus menjadi salah satu cara MI Muhammadiyah 5 mengenalkan diri pada warga sekitar,” ujarnya.

“Alhamdulillah 1000 takjil yang dibagikan berasal dari uang infak yang dikumpulkan anak-anak mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Tentunya dengan bantuan dan kerja sama wali murid, paguyuban, dan Komite MI Muhammadiyah 5,” imbuhnya.

Harapannya, tahun berikutnya kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan semakin bertambah jumlahnya. Pasalnya, antusiasme anak-anak cukup tinggi dan mereka mengaku senang.

Seperti yang dikatakan oleh Ketua Komite Siti Mujiati. “Semangat anak-anak begitu luar biasa, baik sejak awal pengumpulan infak hingga membagikan takjil hari ini mereka cukup antusias. Contohnya anak saya sendiri. Dia menyisihkan uang setiap hari untuk dikumpulkan menjadi infak terbaik. Apalagi pahalanya begitu besar di bulan Ramadhan ini, kita semua berlomba-lomba dalam kebaikan,” ujarnya. (Intan/Fitri/AS)

Dongeng Seru di Baitul Arqam Ceria yang Bikin Antusias Siswa

Setelah libur seminggu di awal Ramadhan, siswa-siswi MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) akhirnya kembali masuk ke sekolah. Mereka pun langsung mengikuti acara Baitul Arqam Ceria yang didakan kali pertama, Selasa (27/3).

Peserta Baitul Arqam kali ini diikuti oleh puluhan siswa dari kelas 1. Acara ini merupakan salah satu rangkaian dari acara di bulan suci Ramadhan.

Di awal acara, anak-anak diminta untuk mengumpulkan infaq terbaiknya. Dilanjutkan dengan mendengar dongeng yang disampaikan oleh Kak Eko selaku pendongeng.

Antusiasme anak-anak terlihat saat mendengar dongeng yang disampaikan oleh Kak Eko. Terbukti dari celetukan mereka atas pertanyaan-pertanyaan sederhana yang dilontarkan pendongeng.

Dimulai dari pertanyaan sederhana tentang apakah mereka berpuasa, sahur jam berapa, hingga pertanyaan tentang bagaimana doa kepada orang tua beserta artinya.

Ustadz Imam, salah satu panitia Baitul Arqam, mengungkapkan bahwa melalui dongeng yang disampaikan, diharapkan anak-anak mampu mengambil nilai-nilai dan pelajaran yang nantinya dapat mereka praktikkan di kehidupan sehari-hari. Khususnya selama di bulan suci ini.

“Dongeng kali ini kami datangkan Kak Eko dan Toby. Melalui cerita dan penyampaian yang seru tentu mengandung pembelajaran yang mudah dipahami sehingga dapat diterima anak-anak dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, sekitar 6 anak tampil di depan teman-temannya dan sukses menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pendongeng. Acara kemudian ditutup dengan buka bersama.

Mereka mengaku senang sekali dengan kegiatan hari ini. Apalagi ini adalah kali pertama anak-anak berbuka bersama di sekolah. (Chelsya/AS)

Rapat Kerja Sekolah Mulia Usung Misi Synergy Building

Minggu (19/3) Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya mengadakan synergy building yang diikuti 53 guru-karyawan selama dua hari di Apple Sun Kali Watu, Batu, Malang. Ini jadi tindak lanjut/upgrading sekaligus pengesahan hasil raker setelah menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2023/2024 selama empat hari mulai 13-17 Maret 2023.

Synergy building adalah kegiatan penumbuhan karakter dan penguatan mental spiritual serta membangun synergi untuk mencapai tujuan bersama.

Seperti yang disampaikan oleh Didik, trainer Apple Sun Batu. “Synergy building dilaksanakan di sini tentu memiliki tujuan agar keluarga besar Sekolah Mulia mampu membangun sinergi dalam pencapaian tujuan lembaga,” ucapnya saat acara.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menambahkan, synergy building dilakukan agar semua warga sekolah khususnya ustadz dan ustadzah tenaga pendidik mampu membangun sinergi lebih kuat lagi dari sebelumnya.

“Kekompakan dan kebersamaan semakin dikuatkan melalui kegiatan ini,” ujarnya.

Dia menjelaskan, synergy building kali ini memilih di luar lingkungan sekolah. Beberapa kegiatan di ntaranya adalah ice breakingfun gamesflying foxrafting, dan lainnya yang tentu membawa kesan tersendiri bagi keluarga besar MI Muhammadiyah 5.

“Seluruh warga sekolah kompak dalam berbagai permainan yang ada,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng Bidang Pendidikan Drs H M. Sulaiman MPdI. Ia memberi apresiasi terhadap guru karyawan Sekolah Mulia.

“Dengan menjadi sekolah yang unggul akan bertambah siswanya dan akan tambah sejahtera guru dan karyawannya,” pesannya.

Di akhir sambutannya, ia mengesahkan hasil raker selama empat hari ini. Tiga hari di sekolah, sehari di Kaliwatu Batu Malang. (Ana Rose/AS)

Wisuda Qur’an dan Tahfidz MI Mulia Dapat Pujian Pimpinan Pesantren Qur’an Nurul Falah

Sebanyak 65 siswa-siswi MI Muhammadiyah 5 Surabaya (MI Mulia) Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengikuti Ujian Terbuka dan Wisuda Al-Qur’an Tahfidz Juz 30 kelima dengan tema “Menguatkan Karakter Qur’ani Generasi Mulia dalam Ketaqwaan dan Prestasi Menuju Ridho Ilahi” di Gedung At Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (18/3).

Ketua panitia wisuda Al-Qur’an dan Tahfidz Sulfi Hidayatus Sholeha melaporkan bahwa siswa-siswi yang akan diwisuda mulai dari kelas empat sampai kelas enam dengan kategori tahfidz juz 30 sebanyak 11 anak dan kategori khatam Qur’an sebanyak 54 anak.

“Tujuan diadakan ujian terbuka dan wisuda Al Qur’an dan Tahfidz ini untuk  memotivasi anak-anak dan wali murid agar lebih giat membaca, menghafal, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an demi mencari ridha Allah SWT,” paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Asisten Direktur II Pesantren Qur’an Nurul Falah Surabaya Toha Mahsun S. SS memberikan apresiasi terhadap MI Mulia.

“Mewakili Direktur Pesantren Qur’an Nurul Falah Surabaya selaku Tilawati Pusat, saya ucapkan selamat atas prestasi siswa-siswi MI Mulia sekaligus apresiasi positif kepada keluarga besar MI Mulia yang telah berhasil menyelesaikan program Tahfidzul Qur’an dengan tuntas,” tutur Toha.

Dari tahun ke tahun, katanya, MI Mulia terus meningkatkan kualitas program Bina Tilawatil Qur’an (BTQ). Salah satunya adanya wisuda Al-Qur’an dan Tahfidz seperti ini dengan mengevaluasi hasil capaian tiap anak.

“Semakin banyak hafalan Qur’annya dan semakin mendalami Qur’an anak-anak akan semakin cerdas dan akan menjadi orang yang bermanfaat di mana pun berada,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala MI Mulia Umi Sarofah MPd dalam amanatnya mengajak  bahwa setiap keberhasilan hendaknya dirayakan.

“Setiap keberhasilan seperti wisuda Al-Qur’an dan tahfidz ini (harus) dirayakan dalam bentuk wisuda atau sejenisnya agar lebih memotivasi kita untuk memperbaiki bacaan dan hafalan Al-Qur’an,” tegas Umi.

Kegiatan wisuda Qur’an dan Tahfidz ini diawali dengan ujian terbuka oleh para penguji yang kompeten, yaitu salah satu Ustadzah BTQ yang dianggap paling mampu. Acara kemudian ditutup dengan tausyiah dan doa oleh Ustadz Imam Turmudzi yang membahas tuntas tentang “zadatun imana”, yaitu kiat-kiat menambah iman. (Ima/AS)

Begini Cara Sekolah Mulia Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Bulan suci Ramadhan yang tinggal seminggu lagi disambut dengan sukacita oleh seluruh warga MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Tepatnya Kamis (16/3), di Sekolah Mulia ini dilaksanakan acara berbagi.

Ini menjadi salah satu rangkaian acara menyambut Ramadhan tahun ini sesuai dengan tema yang diangkat kali ini, yakni “Menebar Rahmah Menuju Bulan Suci Ramadhan”.

Puluhan paket sembako telah disediakan dan dibagikan kepada wali murid terpilih yang berhak mendapatkan sesuai ketentuan, seperti anak yatim dan duafa. Tidak hanya paket sembako, voucher pendidikan juga diberikan kepada siswa terpilih.

Tak lupa tausiah seputar ibadah di bulan suci Ramadhan juga disampaikan oleh Ustadz Imam, guru MI Muhammadiyah 5 Surabaya, sebagai salah satu bekal pengetahuan bagi warga sekolah dalam menjalani ibadah di bulan suci yang akan datang.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Ustadzah Umi Sarofah menuturkan bahwa acara ini perlu diadakan sebagai pengingat anak-anak bahwa Ramadhan semakin dekat dan disambut dengan sukacita oleh seluruh keluarga besar MI Mulia.

“Acara ini kita pilih sebagai salah satu upaya untuk mengingatkan anak-anak bahwa bulan Ramadhan semakin dekat dengan kita, tepatnya seminggu lagi kita melaksanakan ibadah puasa,” tuturnya.

“Bekal jiwa yang siap berpuasa sebulan penuh dengan sukacita harus dimiliki oleh anak-anak Sekolah Mulia,” tambah perempuang yang juga anggota PDA Kota Surabaya itu.

Berbagi kepada sesama dipilih dalam rangkaian acara sambut Ramadhan kali ini karena dirasa ini adalah momen yang tepat seperti yang disampaikan Ustadzah Yanti, ketua penyelenggara.

“Memasuki bulan Ramadhan tentu kebutuhan kita akan bahan pokok semakin banyak, harga bahan pokok di pasaran pun melonjak. Untuk itu berbagi pada saat ini kami anggap tepat,” ujarnya.

Harapannya, acara ini dapat memberikan semangat lebih dan bekal pengetahuan bagi seluruh warga sekolah dalam menyambut bulan suci yang penuh sukacita, yakni bulan Ramadhan. (Ana Rose)

Tari Kecak Sekolah Mulia Memukau Pengunjung Pameran Batik Jawa Timur

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan mengisi acara Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair di Exhibition and Convention Hall, Grand City Mall Surabaya, pada Rabu (8/3).

Ribuan pengunjung datang untuk meramaikan event bergengsi ini karena diikuti seluruh pemda kota/kabupaten Jawa Timur. Setiap stan pameran menampilkan berbagai pernak-pernik khas masing-masing daerah. Pameran Batik ini dibuka Arumi Bachsin, istri wakil gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya menyuguhkan pertunjukan tarian kecak  bertajuk “Dasa Muka Antaka” (gugurnya Dasa Muka/Rahwana) yang diiringi musik khas Bali.

Tarian ini dipilih Sekolah Mulia sebagai sajian terbaik untuk mengangkat seni khas daerah Bali sebagai wujud pengembangan karya-karya Indonesia di tengah era transformasi budaya.

“Sesuai tema yang diangkat pada event kali ini, kami hadirkan berbagai seni ragam budaya Indonesia sebagai wujud seni ungkapan cinta Indonesia, termasuk penampilan tari siswa tadi,” kata Suci Haryani SE, panitia sekaligus pemandu acara.

Tarian rancak dari siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya ini mampu memukau pengunjung pameran batik ini. Meski pihak sekolah mengaku hanya dalam waktu satu minggu latihan.

Sementara itu, Kepala Madrasah Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah MPdI turut bangga dan mengapresiasi penampilan tersebut. Ia pun berkomitmen terus mendukung penuh pengembangan setiap minat bakat anak didiknya, termasuk bakat tari dalam melestarikan budaya asli Indonesia.

“Kami MI Muhammadiyah 5 mendukung penuh minat bakat anak didik, tak hanya cerdas dalam bidang akademik, melainkan dalam sosial, spiritual, dan keterampilan menjadi paket lengkap. Seperti persembahan karya anak-anak dalam penampilan kali ini, selain untuk mengasah bakat dan keberanian anak, sekaligus sebagai pembelajaran keanekaragaman budaya Indonesia,” ujar perempuan yang juga terpilih sebagai 9 Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya itu. (Ana Rose/Zuhri/AS)

Open House Sekolah Mulia, Ada Lomba hingga Bazar Siswa

Ratusan orang hadir di MI Muhammadiyah 5 Surabaya pada Sabtu (28/1/2023). Untuk pertama kalinya Sekolah Mulia mengadakan kegiatan open house yang di dalamnya dikemas secara menarik. Ada berbagai lomba dan bazar. Para penjual tidak hanya dari sponsor terkait, tetapi para siswa juga menjajakan produk mereka pada event kali ini.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Mulia ingin mengenal lebih dekat dengan berbagai TK se-Jawa Timur. Terbukti dengan adanya lomba mewarnai se-Gerbangkertosusila (akronim dari Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan).

Lomba lainnya kreasi bento ibu dan anak, inspirasi dari keseharian ibu masa kini yang cukup kreatif dalam menyajikan bekal sehat untuk si kecil. Tak lupa trial class juga diadakan untuk mengenalkan berbagai program di Sekolah Mulia.

Melalui trial class, calon siswa bisa merasakan bagaimana kegiatan belajar di MI Muhammadiyah 5 dengan berbagai program tersedia yang sesuai dengan minat bakat anak. Sehingga orang tua bisa memilih program yang tepat untuk buah hati. Tiga macam program seperti bilingual classtahfidz class, dan academic class hadir menjadi pilihan untuk menjawab kebutuhan pendidikan terbaik.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Ustadzah Umi mengatakan, pihaknya membuka pintu lebar-lebar kepada seluruh TK di Surabaya untuk tidak sungkan berkunjung hadir di sekolah. Seperti melalui kegiatan open house kali ini yang disajikan berbagai kegiatan yang dapat menunjang minat bakat calon peserta didik dan terjun secara langsung merasakan pembelajaran di Sekolah Mulia sesuai dengan program yang dipilih.

“Dengan adanya kegiatan ini, Sekolah Mulia ingin mendekatkan diri dengan berbagai pihak khususnya kepada calon siswa dan berbagai sekolah agar tidak ragu lagi dalam memilih sekolah Islam terbaik sesuai bakat dan minat anak didik,” paparnya. (Ana Rose/AS)