Wisuda Qur’an dan Tahfidz MI Mulia Dapat Pujian Pimpinan Pesantren Qur’an Nurul Falah

Sebanyak 65 siswa-siswi MI Muhammadiyah 5 Surabaya (MI Mulia) Kecamatan Gubeng, Surabaya, mengikuti Ujian Terbuka dan Wisuda Al-Qur’an Tahfidz Juz 30 kelima dengan tema “Menguatkan Karakter Qur’ani Generasi Mulia dalam Ketaqwaan dan Prestasi Menuju Ridho Ilahi” di Gedung At Tauhid Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (18/3).

Ketua panitia wisuda Al-Qur’an dan Tahfidz Sulfi Hidayatus Sholeha melaporkan bahwa siswa-siswi yang akan diwisuda mulai dari kelas empat sampai kelas enam dengan kategori tahfidz juz 30 sebanyak 11 anak dan kategori khatam Qur’an sebanyak 54 anak.

“Tujuan diadakan ujian terbuka dan wisuda Al Qur’an dan Tahfidz ini untuk  memotivasi anak-anak dan wali murid agar lebih giat membaca, menghafal, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an demi mencari ridha Allah SWT,” paparnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Asisten Direktur II Pesantren Qur’an Nurul Falah Surabaya Toha Mahsun S. SS memberikan apresiasi terhadap MI Mulia.

“Mewakili Direktur Pesantren Qur’an Nurul Falah Surabaya selaku Tilawati Pusat, saya ucapkan selamat atas prestasi siswa-siswi MI Mulia sekaligus apresiasi positif kepada keluarga besar MI Mulia yang telah berhasil menyelesaikan program Tahfidzul Qur’an dengan tuntas,” tutur Toha.

Dari tahun ke tahun, katanya, MI Mulia terus meningkatkan kualitas program Bina Tilawatil Qur’an (BTQ). Salah satunya adanya wisuda Al-Qur’an dan Tahfidz seperti ini dengan mengevaluasi hasil capaian tiap anak.

“Semakin banyak hafalan Qur’annya dan semakin mendalami Qur’an anak-anak akan semakin cerdas dan akan menjadi orang yang bermanfaat di mana pun berada,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala MI Mulia Umi Sarofah MPd dalam amanatnya mengajak  bahwa setiap keberhasilan hendaknya dirayakan.

“Setiap keberhasilan seperti wisuda Al-Qur’an dan tahfidz ini (harus) dirayakan dalam bentuk wisuda atau sejenisnya agar lebih memotivasi kita untuk memperbaiki bacaan dan hafalan Al-Qur’an,” tegas Umi.

Kegiatan wisuda Qur’an dan Tahfidz ini diawali dengan ujian terbuka oleh para penguji yang kompeten, yaitu salah satu Ustadzah BTQ yang dianggap paling mampu. Acara kemudian ditutup dengan tausyiah dan doa oleh Ustadz Imam Turmudzi yang membahas tuntas tentang “zadatun imana”, yaitu kiat-kiat menambah iman. (Ima/AS)

Begini Cara Sekolah Mulia Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Bulan suci Ramadhan yang tinggal seminggu lagi disambut dengan sukacita oleh seluruh warga MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Tepatnya Kamis (16/3), di Sekolah Mulia ini dilaksanakan acara berbagi.

Ini menjadi salah satu rangkaian acara menyambut Ramadhan tahun ini sesuai dengan tema yang diangkat kali ini, yakni “Menebar Rahmah Menuju Bulan Suci Ramadhan”.

Puluhan paket sembako telah disediakan dan dibagikan kepada wali murid terpilih yang berhak mendapatkan sesuai ketentuan, seperti anak yatim dan duafa. Tidak hanya paket sembako, voucher pendidikan juga diberikan kepada siswa terpilih.

Tak lupa tausiah seputar ibadah di bulan suci Ramadhan juga disampaikan oleh Ustadz Imam, guru MI Muhammadiyah 5 Surabaya, sebagai salah satu bekal pengetahuan bagi warga sekolah dalam menjalani ibadah di bulan suci yang akan datang.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Ustadzah Umi Sarofah menuturkan bahwa acara ini perlu diadakan sebagai pengingat anak-anak bahwa Ramadhan semakin dekat dan disambut dengan sukacita oleh seluruh keluarga besar MI Mulia.

“Acara ini kita pilih sebagai salah satu upaya untuk mengingatkan anak-anak bahwa bulan Ramadhan semakin dekat dengan kita, tepatnya seminggu lagi kita melaksanakan ibadah puasa,” tuturnya.

“Bekal jiwa yang siap berpuasa sebulan penuh dengan sukacita harus dimiliki oleh anak-anak Sekolah Mulia,” tambah perempuang yang juga anggota PDA Kota Surabaya itu.

Berbagi kepada sesama dipilih dalam rangkaian acara sambut Ramadhan kali ini karena dirasa ini adalah momen yang tepat seperti yang disampaikan Ustadzah Yanti, ketua penyelenggara.

“Memasuki bulan Ramadhan tentu kebutuhan kita akan bahan pokok semakin banyak, harga bahan pokok di pasaran pun melonjak. Untuk itu berbagi pada saat ini kami anggap tepat,” ujarnya.

Harapannya, acara ini dapat memberikan semangat lebih dan bekal pengetahuan bagi seluruh warga sekolah dalam menyambut bulan suci yang penuh sukacita, yakni bulan Ramadhan. (Ana Rose)

Tari Kecak Sekolah Mulia Memukau Pengunjung Pameran Batik Jawa Timur

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan mengisi acara Pameran Batik Bordir dan Aksesoris Fair di Exhibition and Convention Hall, Grand City Mall Surabaya, pada Rabu (8/3).

Ribuan pengunjung datang untuk meramaikan event bergengsi ini karena diikuti seluruh pemda kota/kabupaten Jawa Timur. Setiap stan pameran menampilkan berbagai pernak-pernik khas masing-masing daerah. Pameran Batik ini dibuka Arumi Bachsin, istri wakil gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya menyuguhkan pertunjukan tarian kecak  bertajuk “Dasa Muka Antaka” (gugurnya Dasa Muka/Rahwana) yang diiringi musik khas Bali.

Tarian ini dipilih Sekolah Mulia sebagai sajian terbaik untuk mengangkat seni khas daerah Bali sebagai wujud pengembangan karya-karya Indonesia di tengah era transformasi budaya.

“Sesuai tema yang diangkat pada event kali ini, kami hadirkan berbagai seni ragam budaya Indonesia sebagai wujud seni ungkapan cinta Indonesia, termasuk penampilan tari siswa tadi,” kata Suci Haryani SE, panitia sekaligus pemandu acara.

Tarian rancak dari siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya ini mampu memukau pengunjung pameran batik ini. Meski pihak sekolah mengaku hanya dalam waktu satu minggu latihan.

Sementara itu, Kepala Madrasah Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah MPdI turut bangga dan mengapresiasi penampilan tersebut. Ia pun berkomitmen terus mendukung penuh pengembangan setiap minat bakat anak didiknya, termasuk bakat tari dalam melestarikan budaya asli Indonesia.

“Kami MI Muhammadiyah 5 mendukung penuh minat bakat anak didik, tak hanya cerdas dalam bidang akademik, melainkan dalam sosial, spiritual, dan keterampilan menjadi paket lengkap. Seperti persembahan karya anak-anak dalam penampilan kali ini, selain untuk mengasah bakat dan keberanian anak, sekaligus sebagai pembelajaran keanekaragaman budaya Indonesia,” ujar perempuan yang juga terpilih sebagai 9 Pimpinan Daerah Aisyiyah Surabaya itu. (Ana Rose/Zuhri/AS)

Open House Sekolah Mulia, Ada Lomba hingga Bazar Siswa

Ratusan orang hadir di MI Muhammadiyah 5 Surabaya pada Sabtu (28/1/2023). Untuk pertama kalinya Sekolah Mulia mengadakan kegiatan open house yang di dalamnya dikemas secara menarik. Ada berbagai lomba dan bazar. Para penjual tidak hanya dari sponsor terkait, tetapi para siswa juga menjajakan produk mereka pada event kali ini.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Mulia ingin mengenal lebih dekat dengan berbagai TK se-Jawa Timur. Terbukti dengan adanya lomba mewarnai se-Gerbangkertosusila (akronim dari Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan).

Lomba lainnya kreasi bento ibu dan anak, inspirasi dari keseharian ibu masa kini yang cukup kreatif dalam menyajikan bekal sehat untuk si kecil. Tak lupa trial class juga diadakan untuk mengenalkan berbagai program di Sekolah Mulia.

Melalui trial class, calon siswa bisa merasakan bagaimana kegiatan belajar di MI Muhammadiyah 5 dengan berbagai program tersedia yang sesuai dengan minat bakat anak. Sehingga orang tua bisa memilih program yang tepat untuk buah hati. Tiga macam program seperti bilingual classtahfidz class, dan academic class hadir menjadi pilihan untuk menjawab kebutuhan pendidikan terbaik.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Ustadzah Umi mengatakan, pihaknya membuka pintu lebar-lebar kepada seluruh TK di Surabaya untuk tidak sungkan berkunjung hadir di sekolah. Seperti melalui kegiatan open house kali ini yang disajikan berbagai kegiatan yang dapat menunjang minat bakat calon peserta didik dan terjun secara langsung merasakan pembelajaran di Sekolah Mulia sesuai dengan program yang dipilih.

“Dengan adanya kegiatan ini, Sekolah Mulia ingin mendekatkan diri dengan berbagai pihak khususnya kepada calon siswa dan berbagai sekolah agar tidak ragu lagi dalam memilih sekolah Islam terbaik sesuai bakat dan minat anak didik,” paparnya. (Ana Rose/AS)

Inilah Alasan Muhammadiyah Mengusung Islam Berkemajuan

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng mengadakan pembinaan sekaligus silaturahmi guru-karyawan MI Muhammadiyah 5 dan SMP Muhammadiyah 9 Surabaya. Acara bertajuk Kajian Ramadhan 1444 H itu diikuti puluhan peserta dan dilaksanakan Sabtu (15/4).

Dr Mahsun Jayadi MAg menjadi narasumber pada kegiatan kali ini dengan materi Islam Berkemajuan. Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Surabaya itu menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan universal, bersifat menyeluruh atau mendunia.

“Muhammadiyah mengusung gerakan Islam bekemajuan yang selalu berkontribusi melintasi zaman dan batas-batas geografik negara,” ucapnya.

“Sudah banyak hal yang dilakukan Muhammadiyah di berbagai negara. Mulai dari aksi kemanusiaan sampai bidang pendidikan. Contohnya berdirinya salah satu universitas di Australia,” tambah mantan Ketua PDM Kota Surabaya itu.

Tak kalah penting, dia juga menyampaikan alasan Muhammadiyah mengusung tema Islam Berkemajuan sesuai dengan pemikiran KH Ahmad Dahlan.

Dadio kiai sing kemajuan. Ojo kesel anggonmu nyambut gawe kanggo Muhammadiyah (Jadilah kiai yang berkemajuan. Jangan capek bekerja untuk Muhammadiyah, Red). Dengan maksud tidak menolak kemajuan dalam kemodernan dan mengadaptasi berbagai sistem dalam pendidikan modern serta perintah untuk kaderisasi agar tidak mudah lelah dalam bermuhammadiyah,” paparnya.

Pada akhirnya, Kiai Mahsun berpesan kepada seluruh peserta agar menjadi pendidik yang berkemajuan dan menyenangkan.

“Jadilah guru, pendidik yang maju, ikhlas, dan menyenangkan. Sehingga kita semua bisa mencetak kader-kader berkemajuan,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua PCM Gubeng Drs Suhadi M Sahli MAg yang membuka kegiatan ini menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menguatkan pemahaman mengenai Muhammadiyah setelah kegiatan ini selesai. (Ana Rose/AS)

Studi Banding ke Sekolah Mulia, Ingin Tiru Sukses Program Wirausaha

Senin (28/11/2022) KKMI 17 Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, hadir di Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam rangka studi banding. Rombongan sebanyak 17 orang terdiri atas 1 Ketua KKMI Kecamatan Modo, 2 Pengawas Madrasah, 14 Kepala Madrasah Ibtidiyah setempat mengikuti studi banding di MI Muhammadiyah 5  Surabaya.

Banyak hal yang ingin mereka ketahui, salah satunya yang menjadi fokus studi adalah mengenai aspek kewirausahaan di lembaga pendidikan. Sekolah Mulia dipilih menjadi sasaran studi banding karena dirasa mampu berbagi dan memberikan hal-hal yang menjadi poin penting dalam pengelolaan kewirausahaan di sekolah.

“Sebelumnya, tujuan kami adalah menjalin silaturahmi antarsesama madrasah. Selanjutnya tentu kami ingin belajar bagaimana pengelolaan kewirausahaan di MI Muhammadiyah 5 itu sendiri. Kami ingin melihat pelaksanaan kewirausahaan dan kondisi konkretnya yang ada karena dari sini akan menjadi pembanding kami saat kembali ke daerah apa yang bisa kami ambil dan apa yang bisa kami terapkan kelak,” tutur Ketua KKMI Kecamatan Modo Kaswoto dalam pengantar pembukaan studi banding.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Ustadzah Umi menyambut kedatangan rekan KKMI 17 dengan hangat dan sukacita. Pasalnya, kepercayaan yang diberikan menambah semangat dan mempererat jalinan silaturahmi untuk terus bersinergi meningkatkan kualitas madrasah di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, luar biasa sekali kami diberikan kepercayaan dari KKMI Modo untuk saling berbagi apa saja yang ada disekolah kami, terutama yang berkaitan dengan kewirausahaan. Kegiatan seperti ini dapat meningkatkan jalinan hubungan di antara sesama madrasah ibtidaiyah,” ungkapnya.

Komite MI Muhammadiyah 5 Surabaya turut serta hadir dalam kegiatan ini sebagai wujud dukungan yang tidak pernah lepas dari seluruh kegiatan sekolah. Seperti yang disampaikan Mujiyati, ketua komite MI Muhammadiyah 5.

“Kami merasa bangga dapat berbagi ilmu dan kami di sini selalu dilibatkan dalam kegiatan sekolah. Salah satunya dalam proyek kewirausahaan sekolah kami turut serta mendukung seperti membantu pengadaan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan yang diperlukan,” paparnya.

Kewirusahaan yang dikemas dengan khas merupakan suatu hal yang penting perannya dalam lembaga. Nantinya bisa menjadi nilai ekonomi bagi sekolah tersebut. Seperti yang diterapkan MI Muhammadiyah 5, salah satunya adalah program Boarding Camp yang menjadi income untuk sekolah.

Ustadzah Umi menjelaskan, seluruh warga sekolah juga berperan dalam kegiatan ini.  “Kewirausahaan bisa dijalankan mulai dari hal kecil, berkolaborasi dan bekerja sama dengan wali murid atau bahkan bekerja sama dengan instansi pemerintah yang lain,” tandasnya.

Business day juga menjadi penerapan yang nyata. Siswa menjadi penjual dalam aneka produk kreasi mereka dan siswa lain, bahkan guru berperan sebagai pembeli. Tidak hanya itu, dalam pengelolaan bahan bekas atau sampah daur ulang, sekolah bekerja sama dengan bank sampah di Surabaya.

“Sekolah juga bekerja sama dengan wali murid dalan memproduksi aneka jamu sehat yang dijual melalui koperasi sekolah,” ungkapnya lagi.

Tidak lupa Ustadzah Umi menyampaikan pentingnya menyatukan pemikiran, gagasan, dan ide dari setiap guru agar berjalan satu tujuan demi lancarnya setiap kegiatan disekolah.

“Melalui kegiatan studi banding ini, diharapkan dapat menjadi kebaikan bagi MI Muhammadiyah 5 dan KKMI Kecamatan Modo. Ilmu yang didapatkan menjadi ilmu yang berkah dan dapat diterapkan di madrasah masing-masing,” tandasnya. (Deden/Ana Rose/AS)

Business Day, Kecil-Kecil Jadi Entrepreneur

Senin (28/11/2022) itu di halaman kantin Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya dipenuhi siswa yang berjajar menjajakan dagangan mereka. Tentu ini hal tidak biasa. Pasalnya, hari itu mereka menjadi penjual.

Bermodal sepuluh ribu rupiah per anak, mereka berkreasi membuat olahan jajanan dengan modal seadanya secara berkelompok. Kegiatan inilah yang disebut Business Day.

Business Day merupakan salah satu program sekolah yang diwujudkan dalam kegiatan jual beli. Kali ini yang berperan sebagai penjual adalah siswa-siswi dari kelas enam dan yang berperan sebagai pembeli adalah seluruh warga sekolah mulai siswa-siswi kelas satu sampai lima dan guru karyawan dengan menjajakan makanan dan minuman yang harganya tak lebih dari lima ribu rupiah.

Jajanan yang dijual cukup beragam seperti puding lumut, pangsos (pangsit sosis) goreng, puding kelinci, sinom, dan lainnya. Rupanya, banyak yang tidak kebagian jajanan tersebut karena antusiasme yang tinggi dari pembeli. Rasanya cukup lezat dan terjangkau.

Menurut Ustadzah Umi, kepala madrasah, kegiatan ini memberikan banyak pembelajaran bermakna bagi siswa-siswi. Mulai dari leadership, teamwork, problem solving, komunikasi, inovatif, kreativitas, serta tentunya ilmu tentang menjadi entrepreneur.

“Kegiatan tersebut menjadi bagian pembelajaran terintegrasi. Yakni, belajar berkomunikasi, matematika, hingga memperoleh ilmu berinteraksi,” tandasnya.

Apalagi Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk berdagang sebagaimana hadits riwayat Baihaqi “Sesungguhnya sebaik-baiknya usaha adalah usaha berdagang.” (Ana Rose/AS)

Begini Jadinya saat Wartawan Cilik Sekolah Mulia Wawancara Wali Kota Surabaya

Apa jadinya jika Wali Kota Surabaya disuguhi pertanyaan lugu dari reporter cilik Sekolah Mulia? Ternyata, banyak pertanyaan spontan yang muncul.

Reporter cilik tersebut adalah Nadhiira Fathina Rahmanita dan M. Rafli Wijaksono, siswa-siswi dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar.

Misalnya, saat mereka bertanya kenapa teman seumurannya masih sering berkeliaran hampir di jalananan Kota Surabaya? Kenapa tidak diajak sekolah saja?

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun dengan senang hati menjawab pertanyaan tersebut. “Semuanya pasti sudah diajak buat sekolah, tapi mereka tetap memilih untuk mengamen. Ajakan Bapak sepertinya kurang mampu membujuk mereka untuk sekolah. Makanya semua pihak harus ikut terlibat untuk mengajaknya sekolah, orang tuanya, saudaranya, pemerintah juga. Kita harus sama-sama mengajaknya,” tutur wali kota kepada wartawan cilik Senin itu (4/4/2022).

Lebih lanjut, Eri juga menyampaikan bahwa dirinya menjadi Wali Kota adalah pilihan dari masyarakaat. Menjadi Wali Kota merupakan sebuah amanah yang diberikan oleh Gusti Allah (Allah SWT). “Meskipun berat, tapi harus ikhlas menjalankannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eri Cahyadi juga sempat bercerita soal masa kecilnya yang jualan bahan makanan pokok hingga menjual ternak sapinya. Tak lupa, anak-anak tersebut juga diberi pesan khusus agar rajin belajar. Dia juga berpesan untuk menjadi orang sukses kunci utamanya harus birrul walidain berbakti kepada orangtuanya.

“Karena Pak Eri sendiri bisa menjadi seperti ini tak luput karena berbakti kepada kedua orangtua,” jelasnya.

Dalam kesempatan emas itu, mereka juga diberi hadiah tulisan tangan langsung dari Wali Kota Eri Cahyadi yang diabadikan di figura dan lanjut dengan foto bersama. “Terima kasih Pak Eri atas kesempatannya. Saya senang sekali bisa bertemu langsung dengan Bapak,” tutur mereka berdua. (Ima/AS)

MIM 5 Surabaya Beri Bekal Siswa yang Mau Lulus Sekolah

Seluruh siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya didampingi orang tua mereka menghadiri acara doa bersama dan motivasi Kamis lalu (4/5). Acara ini sebagai kegiatan penutup Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang telah dilaksanakan 3 kali dalam beberapa bulan terakhir.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan Afif Hidayatullah yang merupakan trainer dan motivator nasional berpengalaman di bidang motivasi, yang telah bekerja sama dengan ratusan lembaga sekolah di Indonesia.

Ia memberikan berbagai permainan seru yang mengasah otak dan kekompakan di awal kegiatan sebagai penyemangat seluruh siswa pada malam itu.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah dalam sambutannya menyampaikan harapannya terhadap anak-anak siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian mendatang.

“MI Muhammadiyah akan mencetak lulusan terbaik dan terhebat yang memiliki karakter 4 sifat Nabi. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi akan ditingkatkan semangatnya dan pantang menyerah mempersiapkan ujian serta meraih kesuksesan dunia akhirat dengan tetap mempertahakan shalat 5 waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Afif dalam kesempatan kali ini menekankan pentingnya menjaga kehidupan di dalam rumah di antara anggota keluarga untuk membentuk suasana yang bahagia dan suportif agar anak-anak tetap percaya diri dan semangat belajar.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan sinergi baru antara orang tua dan anak dalam meraih tujuan bersama dalam menjalankan peran masing-masing didalam rumah. (Tita/Fitri/AS)

Latihan Entrepreneur MIM 5 Jojoran Semua Dagangan Laris Manis di Hari Pahlawan

Peringatan Hari Pahlawan, MI Muhammadiyah 5 Jl Jojoran Surabaya memanfaatkan momentum itu melatih menjadi entrepreneur. Murid-murid membuat makanan dan minuman di rumah lalu dijual ke sekolah, Jumat (10/11/2017).

Bazar dibuka di halaman sekolah. Setiap kelas mendapat satu meja bisa digunakan empat siswa sekelas untuk berjualan. Maka banyak makanan dan minuman tersaji di situ. Murid dan guru hilir mudik mencari makanan kesukaannya.

 

Paling ramai meja kelas 4. Sepertinya banjir pembeli. Kelas 4 berjumlah empat kelas masing-masing dengan menu jualan tersendiri. Kelas 4 As Salam ada Revan jualan minuman, Ami jual es lilin, Ega berdagang nasi kuning karakter dan Farah jualan kue.

Kelas 4 Al Aliim menunya juga menarik ada  Balqis jualan es jelly, Keysha Banni jual paket snack, lantas  Annisa jual sari kedelai dan sate usus, dan Bagas H jual kue basah.

Lalu kelas 4 Ar Rahman, di situ tampak Faradita berjualan kue, Bayu  menyajikan sosis dan nugget yang lezat, Oza  jualan yogurt, Jihan tawarkan snack. Sedangkan kelas Al Azis seperti Gisel  jual jus buah  dan milk shake, Fathan berjualan pentol lapindo dan es kopyor, Zaizafun Zahra bawa aneka kue.