Sinergi Orang Tua dan Guru, Kunci Pembentukan Karakter Anak di Era Digital

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar seminar parenting dengan menghadirkan narasumber Heru Kusumahadi. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (16/5/2026) di Surabaya Suite Hotel dengan mengusung tema “Peran Strategis Orang Tua dan Guru dalam Membentuk Karakter Mulia dan Cerdas di Era Digital.”

Seminar parenting ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen madrasah dalam memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Di awal acara, Suwandi selaku perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gubeng dalam sambutannya menekankan pentingnya peran orang tua dalam pendidikan anak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Putra-putri bapak ibu yang mulia merupakan investasi yang nantinya sesuai janji Allah di surat Ar-Ra’d akan menggandeng orang tuanya untuk menyambut di surga. Belajar untuk mendidik anak dalam kebaikan, karena amal dan pendidikan yang diberikan kepada anak dapat menjadi jalan keberkahan bagi keluarga,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Heru Kusumahadi menegaskan bahwa era digital membawa banyak manfaat bagi pendidikan, namun juga menghadirkan tantangan yang perlu disikapi dengan bijak.

Menurutnya, peran orang tua dan guru sangat penting dalam membimbing anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia.

“Anak-anak membutuhkan pendampingan, keteladanan, serta komunikasi yang baik dari lingkungan keluarga maupun sekolah agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Salah satu pesan yang menarik perhatian peserta adalah terkait peran orang tua dalam membentuk karakter anak melalui komunikasi dan keteladanan.

“Ibu, meskipun perkataan dan nasihat panjenengan tidak selalu didengar saat ini, jangan lelah. Hal itu membawa pengaruh besar ke depannya. Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan mereka,” tuturnya.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya peran ayah dan ibu dalam membangun karakter anak melalui tutur kata, keteladanan, serta kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui seminar parenting ini, MI Muhammadiyah 5 Surabaya berharap para orang tua semakin memahami pentingnya kolaborasi dalam mendidik anak di era digital, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi serta mulia dalam akhlak.

(Ana Rose)

Dari Pabrik Jelly hingga Kebun Kurma, Serunya Outdoor Learning Siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya

Suasana belajar berbeda dirasakan siswa kelas 2 MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau yang dikenal Sekolah Mulia melalui kegiatan outdoor learning yang penuh pengalaman dan keceriaan. Kali ini, para siswa diajak mengunjungi pabrik jelly serta Kebun Kurma Pasuruan sebagai bagian dari pembelajaran langsung di luar kelas, Selasa (28/4/2026).Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang proses produksi makanan sekaligus mengenal berbagai jenis tanaman, khususnya pohon kurma. Dengan didampingi trainer dan guru, para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Di Pabrik Inaco, siswa diperkenalkan pada proses pembuatan produk olahan nata de coco. Mereka melihat langsung bagaimana bahan baku diolah hingga menjadi produk siap konsumsi. Kegiatan ini menambah pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan dalam proses produksi makanan.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kebun Kurma Pasuruan. Di lokasi ini, siswa belajar mengenal berbagai jenis pohon kurma, cara perawatan, hingga proses panennya.

Tak hanya belajar, siswa juga diajak mengikuti berbagai games seru bersama trainer yang dirancang untuk melatih kekompakan dan kerja sama tim. Gelak tawa dan semangat kebersamaan tampak saat mereka saling berkolaborasi menyelesaikan tantangan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman.

“Melalui outdoor learning seperti ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang lebih bermakna,” ujarnya.

Para siswa pun pulang dengan penuh keceriaan, membawa pengalaman baru yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menambah wawasan tentang dunia di sekitar mereka.

(Ana Rose)

118 Siswa Sekolah Mulia Ikuti Wisuda Al-Qur’an dan Tahfidz, Kasi Pendma Sampaikan Pesan Khusus

Sebanyak 118 siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengikuti Wisuda VIII Al-Qur’an dan Tahfidz juz 30, 1, dan 2 yang diselenggarakan dengan khidmat di Gedung Poltekkes Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen istimewa sebagai bentuk apresiasi atas capaian para siswa dalam membaca, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an.Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 2 hingga 6 tersebut berlangsung pada Sabtu (25/4) dengan dihadiri kedua orang tua. Suasana haru dan bahagia menyelimuti seluruh rangkaian acara.

Para wisudawan tampil percaya diri menunjukkan kemampuan hafalan mereka. Hal itu terlihat saat momen ujian terbuka, di mana siswa terpilih mampu menjawab pertanyaan yang diajukan secara lugas dan tepat.

Capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan Al-Qur’an dan tahfidz yang konsisten dijalankan oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kantor Kemenag Surabaya Agus Yulianto MPd yang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan wisuda ini.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa MI Muhammadiyah 5 Surabaya layak menjadi sekolah yang direkomendasikan karena komitmennya dalam mencetak generasi Qurani yang unggul.

“Atas nama Pendma, kami mengucapkan selamat. Mudah-mudahan prestasi ini terus diperjuangkan dan dijaga dengan istiqamah,” ungkapnya.

Agus juga berpesan kepada para orang tua untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan serta menjaga amanah dalam mendidik generasi bangsa.

“Mari kita bersama-sama menjaga dan membimbing anak-anak kita, karena merekalah generasi penerus bangsa yang harus kita siapkan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Resmikan Lima Amal Usaha PCM Gubeng, Haedar Nashir: Investasi Peradaban untuk Bangsa dan Negara

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng melakukan peresmian serentak sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Aisyiyah (AUA) yang tersebar di wilayah Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Acara yang berpusat di MI Muhammadiyah 5 Surabaya pada Sabtu (18/4/2026) ini menjadi tonggak sejarah baru dalam penguatan dakwah pendidikan dan sosial di Kota Pahlawan. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi hadir langsung untuk meresmikan.

Ketua PCM Gubeng Drs Sulaiman MA menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terlaksananya peresmian ini. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya nyata dalam meningkatkan amal saleh seluruh pengurus dan warga Muhammadiyah.

“Alhamdulillah, pada sore hari ini kami melaksanakan peresmian Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Gubeng. Mudah-mudahan dengan peresmian ini, kami semua bisa meningkatkan amal saleh kami dan termotivasi untuk menjadi yang terbaik di dunia maupun akhirat,” ujarnya.

Dalam peresmian tersebut, terdapat lima poin utama pembangunan yang mencakup sektor pendidikan dan sarana ibadah. Sulaiman menegaskan bahwa visi ke depan adalah mencetak kader-kader yang luar biasa melalui fasilitas yang mumpuni.

Adapun amal usaha yang diresmikan meliputi Gedung Sekolah Mulia (MI Muhammadiyah 5 Surabaya) yang diarahkan menjadi sekolah unggul tingkat nasional. Kemudian, Gedung Sekolah Akhlaq (SMP Muhammadiyah 9 Jojoran) yang fokus pada pembentukan karakter dan moral siswa.

Masjid Al Muhajirin (Jojoran 1 No. 77) yang difungsikan sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat. Masjid Baiturrahim (Gubeng Kertajaya V-C/19) sebagai sarana ibadah yang diharapkan semakin representatif bagi warga.

Berikutnya, Gedung Dakwah Pimpinan Cabang Aisyiyah Gubeng yang mengintegrasikan TK ABA 32, KB Aisyiyah 12, dan TPQ Aisyiyah 044 di Jalan Mojo Kidul No. 3-5.

Sulaiman berharap, infrastruktur yang baru diresmikan ini dapat bertransformasi menjadi lembaga-lembaga yang berkemajuan. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga hidup secara spiritual.

“Harapan kami, sekolah-sekolah ini semakin meningkat menjadi sekolah unggul yang berkemajuan. Begitu juga dengan masjid-masjid kami, menjadi masjid yang makmur dan memakmurkan, yang nantinya mampu menghadirkan kader-kader luar biasa, khususnya di Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Gubeng,” tegasnya.

Apresiasi Ketua PDM Surabaya

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Dr M. Ridlwan MPd menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian PCM Gubeng.

Menurutnya, peresmian lima fasilitas sekaligus merupakan pencapaian yang langka dan patut menjadi teladan bagi cabang-cabang Muhammadiyah lainnya di Surabaya.

“Kami menyampaikan rasa bangga kepada PCM Gubeng yang pada hari ini meresmikan lima gedung sekaligus. Ini luar biasa, karena jarang sekali ada tingkat cabang yang langsung meresmikan lima gedung secara bersamaan,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa pembangunan fisik ini memiliki tujuan besar, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Muhammadiyah.

“Tentunya ini dalam rangka peningkatan dakwah, peningkatan kualitas guru, serta kualitas siswa di PCM Gubeng,” imbuhnya.

Ridlwan juga berharap agar peresmian ini membawa dampak luas bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan peresmian ini membawa keberkahan dan manfaat bagi Persyarikatan Muhammadiyah Kota Surabaya,” harapnya.

Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi turut memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Gubeng. Ia menilai, kerja keras yang dilakukan menjadi bukti nyata semangat dakwah dan tajdid di tingkat cabang.

“Kami memberi apresiasi tinggi atas semangat berkhidmat, bekerja keras menjalankan misi dakwah dan tajdid dari seluruh keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Gubeng,” ujarnya.

Haedar menegaskan bahwa pembangunan ini bukan sekadar fisik, tetapi juga investasi peradaban untuk melahirkan generasi unggul.

“Harapan kami, dengan peresmian ini, Muhammadiyah, Aisyiyah, dan seluruh komponennya terus bergerak memajukan umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Dia menambahkan, fasilitas pendidikan tersebut diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi berkualitas.

“Insyaallah, ini akan menjadi wahana untuk melangsungkan generasi qurrata a’yun, generasi ulil albab, serta generasi muslim berkemajuan dari rahim Muhammadiyah-Aisyiyah Gubeng,” pungkasnya.

(Yuda)

Sekolah Mulia Ramaikan Peringatan Hari Kartini dengan Jalan Sehat dan Business Day

Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Kartini di MI Muhammadiyah 5 Surabaya atau yang dikenal dengan Sekolah Mulia. Dalam rangka memperingati momen bersejarah tersebut, sekolah menggelar kegiatan jalan sehat yang diikuti seluruh siswa bersama wali murid pada Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini menjadi rangkaian momen istimewa menjelang peresmian gedung baru madrasah yang dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir MSi pada Sabtu (18/4/2026) di MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Acara yang berlangsung meriah ini diawali dengan jalan sehat mengelilingi area sekitar sekolah dengan iringan musik patrol. Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kebersamaan antara siswa, orang tua, dan guru terlihat hangat, mencerminkan nilai kekeluargaan yang menjadi ciri khas Sekolah Mulia.

Tidak hanya itu, kegiatan juga diramaikan dengan Business Day. Siswa berkolaborasi dengan wali murid membuka stand bazar. Beragam makanan dan minuman dijajakan dengan harga terjangkau, mulai dari jajanan tradisional hingga minuman kekinian.

Kepala madrasah Nundun Neti Sufyan SPd dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati Hari Kartini, tetapi juga menjadi bagian dari rangkaian peresmian gedung baru yang diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran yang lebih nyaman dan berkualitas.

“Semangat Kartini kami wujudkan melalui kegiatan yang mendidik dan membangun karakter siswa. Momen ini bertepatan dengan peresmian wajah baru Sekolah Mulia. Semoga semakin maju dan lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Berbagai doorprize menarik dan hadiah utama juga dipersiapkan untuk menambah semangat para orang tua yang hadir. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam menjalin hubungan baik dengan wali murid, sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, inovatif, dan penuh makna.

(Ana Rose)

Dari Tahfidz hingga E-Sport, Siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya Torehkan Prestasi Level Kota dan Provinsi

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa-siswi MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam berbagai ajang perlombaan tingkat Kota Surabaya. Kabar bahagia tersebut diumumkan pada Senin (6/4/2026) di aula sekolah oleh Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti di hadapan seluruh siswa.

Pada ajang lomba tahfidz tingkat Kota Surabaya, siswi kelas 1 atas nama Hafizah Manggala dari kelas 1 Fatimah berhasil meraih Juara Harapan 1 kategori usia 4–8 tahun. Prestasi ini menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menghafal Al-Qur’an sejak usia dini.

Tak kalah membanggakan, enam siswa kelas 6 berhasil meraih Juara 1 lomba e-sport Mobile Legends tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Spemma Student Competition. Hal ini membuktikan bahwa mereka tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing di bidang teknologi dan digital.

Sementara itu, dua kakak beradik juga menorehkan prestasi. Sang kakak, Afiqah Kareema, siswi kelas 3 Naim, berhasil meraih Juara 2 lomba mewarnai tingkat Kota Surabaya yang diselenggarakan Kids Champion. Sedangkan sang adik, Shazfa Fatharani dari kelas 1 Fatimah, meraih Juara 1 lomba matematika kategori B SD (kelas 1–3) tingkat Kota Surabaya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas pencapaian para siswa.

“Selamat anak-anakku, teruslah berprestasi dan mencoba. Jangan takut gagal, karena kegagalan akan membuatmu belajar. Dalam keberhasilan dibutuhkan latihan dan semangat. Sekali lagi selamat,” ujarnya.

Neti menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari peran orang tua yang bersungguh-sungguh dalam mendampingi anak-anak belajar.

“Terima kasih pula kami sampaikan kepada ayah bunda. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif mereka dalam mendidik dan memberikan motivasi di rumah. Waktu kami bersama anak-anak hanya beberapa jam, sedangkan selebihnya mereka mendapatkan banyak dari panjenengan,” tambahnya.

Dengan berbagai capaian ini, MI Muhammadiyah 5 Surabaya semakin meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.

(Ana Rose)

DP3A Surabaya Ajak Siswa Sekolah Mulia Jauhi Bullying dan Kenakalan Remaja

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mendapat kunjungan tim Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A) Kota Surabaya dalam rangka pelaksanaan program DASH Batch 2. Kegiatan ini diikuti siswa kelas 5 dan 6 pada Rabu (11/3/2026) di lingkungan MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

DASH merupakan singkatan dari Dinamika Arek Surabaya Hebat, sebuah program edukasi yang bertujuan membekali anak-anak dengan pengetahuan serta keterampilan dalam menjaga kesehatan diri, memahami masa pertumbuhan, dan membangun karakter positif sejak dini. Program ini juga menjadi upaya pencegahan kenakalan remaja hingga perundungan atau bullying di kalangan pelajar Surabaya.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan menyenangkan. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan tim DP3A Kota Surabaya. Melalui program ini, peserta diajak memahami pentingnya mencegah perilaku kenakalan remaja, bullying, dan kekerasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Penjelasan disampaikan dengan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya terkait batasan dalam berinteraksi dengan teman sebaya.

“Boleh tidak memukul atau mencolek pantat teman saat bermain? Atau bahkan mencubit bibir teman saat berbicara? Nah, meski bercanda, hal itu tidak diperbolehkan. Mulai sekarang kalian harus paham mana bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh,” ujar Hesty, pemateri dari DP3A Surabaya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat bagi siswa, khususnya bagi mereka yang mulai memasuki masa remaja.

Program ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang tepat serta membentuk karakter anak agar mampu menjaga diri dan menjadi contoh yang baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Dia lantas berpesan kepada seluruh siswa agar menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak, kegiatan hari ini silakan diikuti dengan baik agar ilmu yang kalian terima dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari cara berteman, melindungi diri, dan sebagainya,” ujarnya.

Melalui kegiatan DASH (Dinamika Arek Surabaya Hebat) ini, siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga motivasi untuk tumbuh menjadi generasi Surabaya yang sehat, tangguh, dan berprestasi.

(Ana Rose)

Peduli Sesama, Sekolah Mulia Tebar 1.100 Paket Takjil untuk Warga Surabaya

Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dengan membagikan 1.100 paket takjil kepada masyarakat Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026) di tiga titik: Jalan Jojoran 1 depan sekolah, Jalan Dharmahusada, dan Jalan Prof Dr Moestopo.

Pembagian takjil melibatkan berbagai unsur sekolah, mulai dari siswa yang tergabung dalam IPM Kids, komite sekolah, hingga guru dan karyawan. Mereka bersama-sama turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus pembelajaran bagi para siswa tentang pentingnya berbagi dan menebar kebaikan di bulan Ramadan. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk menumbuhkan rasa empati serta semangat berbagi kepada sesama.

Tak hanya itu, kegiatan ini menjadi salah satu upaya Sekolah Mulia menyapa masyarakat Surabaya agar lebih dikenal dan dekat dengan warga sekitar sekolah yang terletak di Kecamatan Gubeng Surabaya.

Keluarga besar Sekolah Mulia begitu antusias menyambut kegiatan ini hingga dana terkumpul belasan juta. Dana tersebut berasal dari infaq terbaik yang dikumpulkan siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya, serta tambahan donasi dari para ikwam.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti Sufyan SPd menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi para siswa.

“Melalui kegiatan ini, para siswa dapat belajar bahwa kebahagiaan juga hadir ketika mampu berbagi dengan orang lain,” ucapnya.

Suasana pembagian takjil berlangsung penuh antusias. Para siswa terlihat bersemangat saat memberikan takjil kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas. Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.

Sekolah Mulia akan terus berkomitmen menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada seluruh warga sekolah, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

(Ana Rose)

Berkisah: Bukan Sekadar Bercerita, tapi Menyampaikan Hikmah

MI Muhammadiyah 5 Surabaya, atau biasa dikenal dengan Sekolah Mulia, kembali menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam pada momen Ramadhan 1447 H. Kegiatan itu diikuti siswa kelas 6 dengan suasana yang berbeda dan penuh semangat pada Rabu (4/3/2026).

Kegiatan kali ini mendatangkan Kak Eko, penutur cerita yang telah berpengalaman dalam penyampaian materi Belajar Berkisah.

Hal ini bertujuan untuk membekali siswa dengan kemampuan menyampaikan pesan dakwah dan nilai-nilai kebaikan melalui cerita. Tak kalah penting, kegiatan ini juga memupuk rasa percaya diri siswa dalam meningkatkan kemampuan berbicara.

Dalam penyampaiannya, Kak Eko mengajak siswa memahami bahwa berkisah bukan sekadar bercerita, tetapi juga menyampaikan hikmah, akhlak, serta keteladanan dengan cara yang menarik.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa tampak bersemangat dalam menyelesaikan proyek yang terbagi dalam masing-masing kelompok. Tidak sedikit siswa yang berani tampil di depan teman-temannya untuk mencoba langsung kemampuan berkisah mereka.

Kak Eko juga menekankan pentingnya percaya diri dan keberanian dalam menyampaikan kebaikan. “Cerita yang baik bisa menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan yang luar biasa,” ungkapnya dalam sesi motivasi.

Melalui materi ini, diharapkan siswa kelas VI tidak hanya berani dan terampil berbicara di depan umum, tetapi juga mampu menjadi generasi yang menyebarkan nilai-nilai Islami dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.

(Ana Rose)

Baitul Arqam PCM Gubeng Hadirkan Pemateri Level Nasional

Baitul Arqam Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gubeng diikuti oleh 189 peserta dari berbagai unsur, meliputi AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) dan Ortom (Organisasi Otonom) Muhammadiyah di lingkungan cabang Gubeng. Kali ini, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menjadi tuan rumah dalam acara berlangsung pada Sabtu (28/2/2026) itu.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pre-test berisi 30 butir pertanyaan seputar loyalitas sebagai kader persyarikatan. Tujuannya untuk mengetahui pemahaman awal peserta mengenai nilai-nilai dasar, ideologi, serta kaderisasi dalam gerakan Muhammadiyah.

Selanjutnya, peserta mendapatkan penguatan materi dari tiga pemateri dengan tema-tema strategis dan kontekstual.

Ketua PCM Gubeng Sulaiman menyampaikan bahwa pemateri didatangkan dari unsur PDM, PWM, hingga PP Muhammadiyah. “Mudah-mudahan pulang dari sini semuanya mendapatkan sesuatu, manfaat yang luar biasa,” katanya.

Materi pertama membahas isu ekonomi dan politik, yang menekankan peran kader Muhammadiyah dalam merespons dinamika sosial kebangsaan secara bijak dan berkemajuan. Narasumbernya adalah Arif An, ketua Korps Relawan Sosial Muhammadiyah.

Materi berikutnya disampaikan Sulthon Amin, wakil ketua PWM Jawa Timur, mengenai terwujudnya kesalihan pribadi dan sosial. Tujuannya membentuk kader yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga aktif memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Materi penutup membahas fungsi AUM sebagai lahan dakwah dan perkaderan, disampaikan oleh Bachtiar Dwi Kurniawan, ketua MPKSDI PP Muhammadiyah.

“Jadilah pendidik yang tidak hanya mengajar tapi mendidik, berikan pelayanan terbaik. Pengkaderan itu harus, siapa yang melanjutkan kalau bukan kita? Apa kita rela apa yang sudah kita besarkan menjadi milik orang lain?” tegasnya.

Kegiatan Baitul Arqam ini menjadi bagian dari komitmen PCM Gubeng Surabaya dalam memperkuat kaderisasi yang sistematis, ideologis, dan berkelanjutan.

(Ana Rose)