Peringati Isra’ Mi’raj, MI Muhammadiyah 5 Surabaya Gelar Pawai dan Lomba Membuat Poster Islami

Dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj, MI Muhammadiyah 5 Surabaya mengadakan pawai dan lomba membuat poster Islami, Sabtu (25/1/25). Acara ini merupakan wadah untuk mewujudkan misi madrasah dalam melaksanakan pembelajaran, pendidikan, serta bimbingan yang Islami.

Kegiatan yang mengambil tema “Melalui Sholat Berjamaah Membentuk Generasi Berprestasi dan Akhlak Mulia” dikemas menjadi dua acara utama. Pertama, pawai berkeliling area perkampungan sekitar sekolah dengan membawa hasil karya poster siswa yang telah dibuat dirumah bersama orang tua. Selama pawai, siswa menyerukan perintah sholat, menambah suasana keislaman di lingkungan sekitar.

Setelah pawai, acara dilanjutkan dengan penampilan berkisah Islami dari pendongeng-pendongeng cilik sekolah, yaitu Jenar, Aira, dan Denisha. Mereka berhasil menarik perhatian penonton dengan cerita peristiwa isra’ mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

Wakil Kepala Madrasah, Nundun Neti Sufyan, S.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menambah keimanan siswa dan memperbaiki kualitas sholat mereka.

“Melalui kegiatan ini diharapkan siswa bisa memperbaiki kualitas sholatnya, yang awalnya hanya sholat dua sampai tiga waktu mulai hari ini menjadi lima waktu sesuai dengan perintah Allah SWT,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapat antusiasme besar dari siswa-siswi MI Mulia. Mereka tampak semangat saat pawai sambil memamerkan hasil karya poster Islami yang mereka buat. Peringatan Isra’ Mi’raj ditutup dengan pengumuman dan pembagian hadiah bagi pemenang lomba poster.

Diharapkan melalui kegiatan ini, seluruh siswa MI Muhammadiyah 5 dapat konsisten dalam melaksanakan ibadah dan berbuat kebaikan. Ini akan membantu mereka menjadi pribadi yang lebih baik serta menambahkan kecintaan terhadap Rasulullah SAW.

Peringatan Isra’ Mi’raj di MI Mulia Muhammadiyah 5 Surabaya tidak hanya sekadar acara, tetapi juga sebuah ajang untuk menanamkan nilai-nilai Islami dan meningkatkan keimanan siswa. Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam memperingati hari-hari besar Islam. (Elok Hidayatul Masyiroh)

Kepala Madrasah Sumbang Medali, Kontingen Sekolah Mulia Borong 8 Piala di OMBN 2025

Olimpiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional (OMBN) yang pertama kali digelar di awal tahun 2025 berhasil menjadi ajang pembuktian kualitas generasi muda Muhammadiyah. Kompetisi yang berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (24–25/1/2025), di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) ini diikuti dengan penuh antusias oleh berbagai sekolah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Didik Suhardi PhD menegaskan bahwa OMBN merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi emas Indonesia.

“Saya ingin generasi Muhammadiyah tidak ketinggalan dalam mewujudkan cita-cita besar bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang dikenal dengan sebutan Sekolah Mulia, turut meramaikan kompetisi ini dengan penuh semangat. Tidak hanya siswa, guru dan kepala sekolah juga ambil bagian.

Setelah melewati babak penyisihan online pada Desember lalu, Sekolah Mulia mengirimkan 7 siswa dan 1 kepala sekolah sebagai finalis di tahap nasional.

Berangkat ke Semarang pada Jumat pagi (24/1/2025), kontingen Sekolah Mulia mengusung harapan besar untuk membawa pulang prestasi. Upaya keras mereka membuahkan hasil membanggakan, dengan total 8 medali yang diraih pada berbagai kategori.

Salah satu prestasi istimewa diraih oleh Umi Sarofah MPd, yang dinobatkan sebagai Juara 2 Kepala Sekolah Dedikatif. Selain itu, tim Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) dan tim Dakwah Digital juga menunjukkan performa gemilang, sementara Fahira Nada Avicenna sukses meraih Juara 1 dalam lomba Jurnalistik.

“Alhamdulillah, selamat untuk anak-anak hebat semuanya. Jangan pernah lelah untuk berproses dan berprestasi,” ujar Umi Sarofah dengan penuh rasa bangga.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir turut memberikan pesan motivasi kepada para peserta agar terus menjadi generasi yang berkemajuan sesuai dengan tema olimpiade.

“Semangat, anak-anakku. Jadikan momen ini sebagai penyemangat untuk membangun karakter berkemajuan dan menjadi manusia yang lebih baik,” tuturnya.

Berikut daftar perolehan medali kontingen MI Muhammadiyah 5 Surabaya di OMBN 2025

  1. Umi Sarofah SPd MPd – Juara 2 Kepala Sekolah Dedikatif
  2. Aisyah Sachi – Juara 2 Musabaqah Fahmil Qur’an
  3. Tanisha – Juara 2 Musabaqah Fahmil Qur’an
  4. Bramantya Raka – Juara 2 Musabaqah Fahmil Qur’an
  5. Fahira Nada Avicenna – Juara 1 Lomba Jurnalistik
  6. Naura Aqila Arny – Juara 2 Dakwah Digital
  7. Khansa Jihan Naufalyn – Juara 2 Dakwah Digital
  8. Khayla Maritza Yudhana – Juara 2 Dakwah Digital

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Terima Dua Penghargaan Sekaligus dari KLIKMU.CO, Jadi Pemacu Semangat Baru

MI Muhammadiyah 5 Surabaya, yang dikenal dengan sebutan Sekolah Mulia, kembali mencatat prestasi membanggakan. Dalam kegiatan Ngopi Bareng (Ngobar) Jilid 3 yang digelar KLIKMU.CO di Gedung Dakwah Muhammadiyah Surabaya, Sabtu (18/1/2024), Sekolah Mulia dinobatkan sebagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) teraktif dalam pemberitaan.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Sekolah Mulia untuk terus meningkatkan publikasi berbagai kegiatan persyarikatan, khususnya aktivitas pendidikan yang dilakukan di lingkungan sekolah.

Tak hanya itu, salah satu staf Sekolah Mulia, Ana Rose Fitri, juga berhasil menerima penghargaan sebagai kontributor teraktif. Ana, yang telah tergabung sebagai kontributor KLIKMU.CO selama dua tahun, mengungkapkan rasa syukur dan semangatnya setelah menerima penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, saya dan teman-teman kontributor sangat berterima kasih atas penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi motivasi baru bagi saya untuk terus menulis berita-berita yang mencerahkan,” ujarnya.

Era digital saat ini menuntut para jurnalis, khususnya dari AUM, untuk semakin aktif dalam mengasah kemampuan menulis dan menyebarluaskan berita positif.

Penghargaan yang diterima Sekolah Mulia menjadi langkah awal yang baik untuk terus bersaing dalam pemberitaan digital dan mempromosikan sekolah Muhammadiyah di dunia maya.

Prestasi ini diharapkan juga menjadi inspirasi bagi guru dan karyawan di Sekolah Mulia untuk lebih gemar menulis, sehingga dapat melahirkan lebih banyak jurnalis berbakat dari lingkungan sekolah.

(Umi Sarofah)

BPBD Beri Sosialisasi dan Simulasi Sigap Bencana di Sekolah Mulia

Menyikapi cuaca ekstrem yang saat ini sedang berlangsung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya mengadakan simulasi penanggulangan bencana di Sekolah Mulia, MI Muhammadiyah 5 Surabaya, pada Rabu (15/1/2025).

Anang, Koordinator BPBD Wilayah Timur, menegaskan tujuan kegiatan ini adalah memberikan pembekalan dan antisipasi kepada siswa jika bencana terjadi, mengingat anak-anak usia sekolah dasar belum memiliki pemahaman logis yang matang tentang bencana.

“Kami membiasakan anak-anak menghadapi bencana, terutama saat gempa bumi, melalui sosialisasi dan simulasi,” jelasnya.

Anang juga menekankan pentingnya tetap tenang dalam menghadapi bencana. “Menghadapi bencana tidak hanya sekadar lari, tetapi berlindung di dalam ruangan menggunakan benda yang ada. Panik itu wajar, tetapi kita harus bersikap bijak dan tetap tenang,” tambahnya.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 pagi, dengan seluruh siswa dan guru berkumpul di aula lantai dasar dan lantai satu untuk menerima pemaparan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana. Materi yang disampaikan mencakup jenis-jenis bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial yang disebabkan oleh konflik manusia.

Novel, staf BPBD Surabaya Wilayah Timur, menegaskan bahwa bencana dapat terjadi di mana saja. “Anak-anak, bencana pasti terjadi di mana saja. Siapa yang tahu kapan gempa akan datang? Bahkan saat kita sedang bersantai di mal, situasi itu tidak bisa kita hindari,” ujarnya.

Meski bencana tidak bisa dihindari, beberapa langkah dapat dilakukan saat bencana terjadi. Novel menjelaskan tindakan sigap yang harus dilakukan, salah satunya adalah berlindung di bawah meja atau kursi saat gempa terjadi.

Setelah sesi pemaparan, seluruh siswa mengikuti simulasi di dalam kelas. Saat suara sirine dibunyikan, mereka mencari perlindungan di bawah meja atau kursi, seperti yang telah dipraktikkan. Ketika sirine berhenti, mereka diarahkan keluar kelas menuju tempat aman, seperti tanah lapang atau area terbuka.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman seluruh warga Surabaya, khususnya anak-anak, tentang cara menghadapi bencana yang datang secara tak terduga.

(Ana Rose)

Ratusan Siswa Sekolah Mulia Nyantri Singkat di PPI AMF Malang

Sebanyak 105 siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan untuk nyantri singkat di Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang selama dua hari, pada Rabu hingga Kamis (8-9/1/2025).

Kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan dan menjadi program tahunan untuk siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Antusiasme para peserta didik dan orang tua sangat terlihat sejak keberangkatan dari Surabaya.

Kegiatan yang dinamakan Pra Pondok 2025 ini bertujuan mengenalkan siswa pada kehidupan di pesantren. Para peserta diajak untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti Pesantren Tour, Tahfidzul Qur’an, Kultum, Qiamullail, Fun Games, hingga Outbound. Kesan positif mengenai pondok pesantren yang nyaman dan menyenangkan menjadi fokus utama tim PPI AMF.

“Di sini, baik peserta didik maupun tenaga pendidiknya sudah terlatih dengan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris aktif. Para santri juga dibekali dengan berbagai kemampuan, seperti Tapak Suci, pembelajaran berbasis AI, dan program Independent Learner,” ujar Suprat, Direktur Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar.

Suprat juga menjelaskan sejarah di balik nama Pondok Pesantren Internasional tersebut.

“Nama Abdul Malik Fadjar diambil dari tokoh Muhammadiyah asal Nusa Tenggara yang berjasa besar dalam bidang pendidikan, khususnya dalam menggerakkan dan mempelopori berdirinya AUM di Malang Raya,” tambahnya.

Selama dua hari di PPI AMF, para siswa mempelajari kemandirian, kerja sama, dan kehidupan sosial yang ada di pesantren. Program ini juga bertujuan untuk memperkenalkan pesantren sebagai tempat yang tidak menakutkan, melainkan menyenangkan dan menggembirakan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah MPd berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi siswa.

“Kami berharap dua hari belajar bersama di PPI AMF bisa membawa hal-hal positif yang dapat diterapkan di sekolah dan di kehidupan mereka ke depannya. Semoga mereka bisa menjadi Fadjar Muda yang meneruskan semangat perjuangan Abdul Malik Fadjar,” ujarnya.

(Izzul AR)

Siswa Sekolah Mulia Sapu Bersih Kejuaraan Gladen Ageng Tingkat Provinsi

Siswa Sekolah Mulia –sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya– kembali mengharumkan nama sekolah dengan prestasi gemilang dalam kejuaraan Gladen Ageng (panahan tradisional) tingkat provinsi. Acara tersebut berlangsung pada Ahad (12/1/2025) di lapangan SMKN 5 Surabaya (Stemba).

Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Al Fatih Archery Community dalam rangka milad ke-8 komunitas tersebut. Lomba panahan tradisional tersebut terbuka bagi siswa SD dan SMP se-Jawa Timur, dan menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para peserta.

Dalam kompetisi tersebut, empat siswa kategori putra dari MI Muhammadiyah 5 Surabaya berhasil menyapu bersih peringkat juara. Kalingga Rafky meraih juara 1, Jafar Alfarisy juara 2, Iq Valoephino juara 3, dan Abizar juara harapan 1.

Di kategori putri, Khalila juga tampil gemilang dengan menyabet juara 1. Para siswa ini berlaga di kategori Sekolah Dasar dengan jarak tembak 15 meter.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah MPd mengungkapkan rasa bangganya terhadap prestasi para siswa. Menurutnya, keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari berbagai bidang lainnya.

“Selamat untuk anak-anak hebat. Prestasi tidak harus dari segi akademik saja. Banyak hal di luar sana yang dapat memberikan pengalaman berharga hingga membawa kalian ke kejuaraan. Anak-anak hebat memanfaatkan peluang dengan baik, meski di hari libur sekalipun, kalian tetap berkegiatan positif,” ujarnya.

Umi juga menambahkan, berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di MI Muhammadiyah 5 Surabaya menjadi penunjang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, khususnya di bidang non-akademik.

“Kami menyediakan berbagai ekstrakurikuler untuk mendukung minat dan bakat siswa. Dengan demikian, mereka bisa berprestasi di bidang yang mereka gemari. Saya percaya semua anak adalah juara,” tambahnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Tingkatkan Teknik Foto dan Video, Guru-Karyawan Bisa Jadi Konten Kreator

Tak dimungkiri, di era digital saat ini, promosi melalui jalur udara dirasa lebih efektif dibandingkan dengan cara-cara lama. Hal ini menjadi fokus utama MI Muhammadiyah 5 (Sekolah Mulia), yang bertujuan memberikan bekal bagi seluruh guru dan karyawan untuk mengoptimalkan kemampuan dalam pengambilan foto dan video sebagai bagian dari strategi promosi sekolah.

Upaya ini dilakukan dengan mempelajari strategi media sosial sebagai alat promosi, dengan narasumber Mursiah MPd, Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) yang hadir pada Jumat (20/12).

Kemudian, pada Sabtu (21/12), para guru dan karyawan mengikuti pelatihan teknik foto dan video bersama Ilham Firmansyah, Founder LookUp Photowork.

Penting untuk ditekankan sejak awal bahwa siapa saja bisa menjadi content creator sekolah, tidak hanya bagian Humas. Oleh karena itu, seluruh guru dan karyawan dituntut untuk mempelajari bagaimana mengoptimalkan media sosial dengan konten berkualitas yang dapat diciptakan oleh mereka sendiri.

Mursiah dalam sesi materi pada Jumat lalu menyampaikan bahwa media sosial memiliki kekuatan promosi yang luar biasa.

“Emak-emak sekarang itu pada main sosmed, banyak peluang kita promosi di media sosial. Apalagi Instagram, TikTok, dan Facebook. Tergantung siapa target kita, kita sesuaikan penggunaannya,” ujarnya.

Ilham Firmansyah memberikan pemahaman lebih lanjut kepada para peserta tentang teknik pengambilan foto dan video yang tepat, seperti pentingnya pencahayaan yang cukup, stabilisasi kamera, dan memperhatikan angle atau sudut pengambilan gambar.

“Cahaya adalah elemen terpenting dalam fotografi, pastikan saat pengambilan gambar, cahaya memadai. Bisa menggunakan cahaya alami seperti matahari atau bantuan lighting. Tak kalah penting adalah stabilitas kamera, pastikan mengambil gambar dengan memegang handphone atau kamera dengan kedua tangan,” paparnya kepada seluruh peserta.

Saat sesi tanya jawab, Nundun Netty, salah satu guru, bertanya mengenai posisi terbaik saat mengambil gambar. “Saya sering bingung, apakah sebaiknya foto dengan posisi portrait atau landscape?” tanya Netty.

Ilham menjelaskan bahwa posisi terbaik dalam pengambilan gambar disesuaikan dengan kebutuhan. “Semua itu sesuai kebutuhan. Saat ini, kebanyakan dilakukan dengan posisi portrait atau kamera berdiri karena target pengguna yang melihat adalah pengguna handphone. Kebutuhan media sosial juga dengan tampilan portrait,” jawabnya.

Di akhir kegiatan, semua peserta diberi kesempatan untuk praktik langsung menggunakan handphone masing-masing. Antusiasme peserta sangat tinggi, sehingga sulit menentukan karya terbaik.

Septi, pustakawan Sekolah Mulia, yang berhasil menjadi salah satu dari tiga peserta dengan video terbaik, mengungkapkan kebahagiaannya setelah mengikuti pelatihan. “Alhamdulillah, senang sekali mendapatkan ilmu baru. Semoga setelah ini semakin semangat untuk membuat konten-konten kreatif yang bermanfaat,” ujarnya.

(Ana Rose)