Alhamdulillah, 98 Siswa Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Ikuti Wisuda Tahfidz dan Alquran

MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Sekolah Mulia menggelar wisuda tahfidz dan Al Quran setelah rentetan Panjang proses yang dilalui anak-anak hingga mereka diwisuda. Kegiatan ini berlangsung pada Ahad (25/2) di Mas Mansyur Hall, Smamda Tower.

Sebelumnya para wisudawan telah melalui beberapa proses sebelum akhirnya mereka diwisuda seperti dua kali mengikuti ujian munaqasyah bersama penguji dari pesantren Al Quran Nurul Falah, tasmi’ untuk peserta wisuda tahfidz yang dilakukan disekolah dan disiarkan melalui youtube hingga muncul lah 98 nama dari 120 siswa yang dinyatakan lulus mengikuti ujian munaqasyah.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Umi Sarofah S.Pd M.Pd mengaku senang dan bangga atas prestasi yang ditorehkan siswa Sekolah Mulia,

“MasyaAllah, tentu ini prestasi yang luar biasa. Jika dibandingkan tahun lalu peserta yang diwisuda terhitung lebih banyak jumlahnya. Artinya, ngajinya anak-anak semakin baik, begitupun hafalannya,” ucapnya.

Meski hari itu diwisuda tak begitu saja membuat mereka lega karena mereka tetap mendapatkan tantangan dengaan ujian terbuka, yakni dengan menjawab pertanyaan yang diberikan audiens secara acak.

Fatkhul Mubin M.Pd.I selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Surabaya turut hadir dan memberikan pertanyaan sambung ayat kepada salah satu wisudawan Juz 29, Nailah Fenti dari kelas 6. Secara lugas pertanyaan tersebut dijawab dengan cepat dan tepat.

Fatkhul Mubin mendukung penuh setiap program yang digagas MI Muhammadiyah 5 Surabaya,

“MI Muhammadiyah 5 adalah paket lengkap Pendidikan terbaik untuk Ananda memahami Al Quran, bersyukurlah panjenengan semua memiliki anak-anak yang menghafalkan Al Quran. Disinilah tempat yang tepat,” sahutnya

Pada acara tersebut, turut hadir juga Dicky Shadqomullah S.Hi M.Hes, ketua majelis dikdasmen PDM kota Surabaya yang memberikan pesan kepada seluruh orang tua wisudawan untuk tak ragu dalam memilih sekolah Muhammadiyah sebagai sekolah pilihana terbaik,

“Sekolah-sekolah Muhammadiyah siap memberikan Pendidikan terbaik untuk putra-putri kita. Jangan ragu lagi, Insyaallah bersama sekolah Muhammadiyah kita cetak bersama generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah,” paparnya.

Pemberian penghargaan untuk wisudawan berprestasi dari berbagai kategori juga diberikan saat kegiatan berlangsung. Sekolah Mulia akan terus berbenah untuk mengembangkan potensi setiap siswa dari segala bidang, begitupun dalam mempelajari Al Quran. Mulai dari membaca, menghafalkan juga mengamalkannya. Seperti yang disampaikan Ustadz Abdul Rohmat KA, pengurus Yayasan Nurul Falah,“Sebaik-baiknya umat adalah yang mau mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkannya. Jadilah generasi Alquran yang unggul,” ucapnya (anarose)

Munaqasyah, MIM 5 Surabaya Gandeng Pesantren Nurul Falah

MI Muhammadiyah 5 Surabaya bekerja sama dengan Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya menggelar ujian munaqasyah akbar yang diadakan serempak Kamis (25/5). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas lima.

Munaqasyah sendiri menjadi salah satu tahap ujian yang harus dilalui anak-anak setelah mereka mempelajari baca tilawati dan Al-Qur;an bersama ustadzah masing-masing. Adapun pengujinya didatangkan dari Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah.

Roviqotul Azizah, koordinator BTQ, menyampaikan bahwa munaqasyah juga menjadi evaluasi belajar anak didik.

“Melalui munaqasyah kita bisa mengevaluasi hasil belajar siswa dalam membaca tilawati dan Al-Qur’an,” ujarnya.

Kelulusan munaqasyah memiliki beberapa kriteria. Mulai kelancaran dalam membaca dan juga benar tidaknya tajwid fashohah saat membaca tilawati maupun Al-Qur’an. Nantinya, siswa yang dinyatakan lulus akan naik jilid dan yang tidak lulus akan tetap berada di jilid yang sama.

Rofiqotul berharap semua siswa dapat melakukan yang terbaik dan lulus ke jilid atau level selanjutnya.

“Kami semua berharap anak-anak mampu melalui tes hari ini dan insya Allah anak-anak bisa lulus semuanya. Amin,” tambahnya. (Ana Rose/AS)

Peringati Isra Mi’raj Sekolah Mulia Gelar Manasik Haji

Momen Isra Mi’raj diperingati MI Muhammadiyah 5 Surabaya, Sekolah Mulia dengan melaksanakan manasik haji. Kegiatan ini merupakan sesuatu yang baru dalam peringatan momen isra’ mi’raj dengan jumlah 302 peserta dari kelas 4,5 dan 6 yang berlangsung pada Senin (12/2) di Asrama Haji Surabaya.

Sejak pagi, halaman asrama haji dipenuhi oleh anak-anak yang berbusana serba putih lengkap dengan kain ihram. Mereka begitu antusias untuk mengikuti kegiatan ini,
“Labbaik Allahumma Labbaik”, seru para peserta manasik

Kegitan ini dibuka oleh Umi Sarofah S.Pd M.Pd, kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya yang sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh peserta,

“Belajar hari ini harus sungguh-sungguh, karena ini merupakn rukun Islam yg ke 5, pelajaran hidup yang sangat berarti dan semoga menjadi ilmu yg bermanfaat fiddunya wal akhirat,” ujarnya.

Serangkaian kegitan praktik manasik haji dimulai dari membaca niat haji, membaca bacaan talbiyah, wukuf, melempar jumroh dengan 7 batu, thawaf, sa’i dari bukit shofa hingga marwa, dan tahalul.

Meski terik matahari menyengat saat thawaf didepan ka’bah, mereka begitu bersemangat untuk menyelesaikan thawaf hingga putaran terakhir sambil berseru membaca talbiyah secara bersamaan.

Nur Hanifah Azzakiyah S.Pd selaku ketua pelaksana mengungkap harapannya dalam kegiatan ini.
“Semoga pembelajaran hari ini membawa manfaat bagi para peserta manasik haji, begitupun bagi ustadz-ustadzah pendamping. Semoga Allah mampukan kita semua untuk berkunjung ke tanah suci. Amin ya rabbal ‘alamin,” ungkapnya. (Ana Rose)

MI Muhammadiyah 5 Serukan Perdamaian Melalui Pentas Wonderful of Mulia

MI Muhammadiyah 5 menggelar pentas seni (pensi) bertemakan perdamaian yang disebut dengan Wonderful of Mulia. Dalam acara tersebut menampilkan ratusan bakat siswa didik dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan ragam tampilan. Ribuan orang memadati gedung convention hall Surabaya, Rabu (7/2).

Pensi kali ini dikemas dalam karya kolosal seruan perdamaian dengan alur cerita didalamnya. Dimana sejauh ini, saudara-saudara muslim kita di Palestina masih belum merasakan aman dan nyaman karena peperangan serangan Israel. Hal itulah yang menjadi latar belakang tema pensi kali ini.

“Jika sebelumnya pensi Sekolah Mulia hanya menampilkan bakat dari setiap ekstra kulikuler yang ada, maka kami berusaha kali ini kita kemas pensi menjadi sebuah seni kolosal dengan alur cerita berisi pesan-pesan perdamaian yang mudah dipahami oleh penonton yang menyaksikan,” papar Surya, ketua pentas seni.

Sebelum masuk kedalam cerita, diawal para penonton disuguhkan berbagai pertunjukan dari beberapa ekstrakulikuler seperti drumband yang membawakan lagu athuna thufuli , juga dai cilik yang berkisah tentang perdamaian dan kasih sayang, serta dua tarian dari Jawa Timur yakni Glipang Rodat dan Pithik Walik.

Masuk kedalam cerita diawali dengan pendekar tapak suci yang berperang menjadi penyerang, kemudian aktor teater berperan sebagai warga yang tertindas dilanjut team english club membawakan lagu heal the world yang kemudian ditutup dengan nasyid Sekolah Mulia yang menyanyikan lagi Rahmatun Lil’Alameen.

Umi Sarofah S.Pd M.Pd kepala MI Muhammadiyah 5 mengaku senang acara ini dapat berjalan sesuai harapan, juga dengan kehadiran wali murid yang begitu antusias untuk menonton persembahan dari seluruh siswa,“Alhamdulillah kerja keras kita semua tidak sia-sia. Hari ini anak-anak bisa mempersembahkan sebuah karya dari bakat mereka untuk ditunjukkan kepada orang tuanya. Kami haturkan terimakasih pada wali murid yang antusiasnya begitu luar biasa untuk hadir meski acara ini digelar pada hari efektif, tapi alhamdulillah bangku penonton terisi penuh,” ucapnya. (Ana Rose)