Munaqasyah Sekolah Mulia, Ada Siswa Hafal 4 Juz

Siswa-siswi MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengikuti munaqasyah Al-Quran sebagai salah satu syarat siswa yang hendak diwisuda Al-Quran pada Februari mendatang. Hal ini juga menjadi agenda lanjutan setelah pelaksanaan tasmi’ dalam pekan ini bagi siswa yang akan diwisuda tahfidz.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (26/1/2024) dengan mendatangkan lima penguji dari pesantren Al-Quran Nurul Falah.

Kelulusan munaqasyah Al-Quran memiliki beberapa kriteria seperti kelancaran dalam membaca, benar tidaknya tajwid, juga fashohah saat membaca Al Quran. Sedangkan untuk munaqasyah tahfidz ialah pengukuran yang bertujuan untuk menguji kemampuan siswa dalam menghafal ayat-ayat Al-Quran.

Wisuda tahfidz dan Al-Quran yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Ditargetkan, jumlah wisudawan yang lulus lebih banyak daripada tahun sebelumnya yang berasal dari peserta wisuda tahfidz maupun wisuda Al-Quran.

Sebanyak 120 siswa menjadi pejuang Al-Quran mengikuti ujian munaqasyah yang terdiri dari 37 siswa munaqasyah tahfidz dan sisanya adalah siswa munaqasyah Al-Quran yang berasal dari kelas 4, 5, dan 6. Jumlah ini tentu lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Juga dua peserta munaqasyah tahfidz dari kelas enam dengan hafalan terbanyak, yakni Nailah Fenti dengan 2 juz yakni juz 29 dan juz 30. Sedangkan Griselda Aura Sakhi menyelesaikan 4 juz, yakni juz 1, juz 2, juz 29 dan juz 30.

Mereka tampak begitu semangat mengikuti kegiatan ini meski tak sedikit dari mereka merasa grogi ketika berhadapan dengan penguji.

Rofiqotul Azizah SPd, kordinator BTQ MI Muhammadiyah 5, berharap seluruh siswa yang mengikuti munaqasyah mendapatkan hasil yang terbaik.

“Alhamdulillah jumlah siswa yang kami targetkan mengikuti wisuda lebih banyak dari sebelumnya. Semoga hasil munaqasyah hari ini memuaskan sesuai harapan kita semua dan anak-anak dinyatakan lulus hingga dapat mengikuti wisuda pada Februari,” paparnya.

Umi Sarofah SPd MPd, Kepala Madrasah MI Muhammadiyah 5 Surabaya, menyampaikan harapannya atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Semoga kita semua istiqamah dalam mempelajari Al-Quran sehingga lahir generasi Qurani yang tangguh, berakhlak mulia yang mampu menjadi teladan bagi teman-teman yang lain untuk menjadi pejuang Al-Quran,” ujarnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Buktikan Diri sebagai Madrasah Pencetak Hafidz

Agenda pada semester genap, salah satunya wisuda tahfidz dan Al-Quran, akan digelar MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) dalam waktu dekat.

Sebagai bukti kesiapan, tim BTQ dan Ismuba menggelar tasmi’ akbar yang diikuti oleh siswa kelas 2, 5, dan 6 dengan juz yang berbeda dalam pekan ini sejak Senin (22/1) hingga Jumat. Kegiatan ini merupakan satu dari serangkaian agenda wisuda tahfidz dan Al-Quran di Sekolah Mulia.

Di hari pertama, siswa kelas 2 Salman Alfarisi, yakni kelas dengan program tahfidz, mendapat giliran terlebih dahulu dengan target hafalan juz 30. Sebelumnya mereka telah beberapa kali mengikuti kegiatan tasmi’ dengan target terakhir surah An Naba’ hingga surah Al Insyirah.

“Alhamdulillah hari ini anak-anak bisa menuntaskan target hafalan juz 30. Lelah dan letih selama mereka belajar menghafal berbuah manis hari ini” ujar Yanti, wali kelas 2 Salman Alfarisi.

Selanjutnya, hari kedua hingga hari keempat tasmi’ juz 30 ini diikuti oleh siswa kelas 5 dan 6 dengan jumlah 26 siswa. Mereka semua harus melalui tahapan ini sebagai uji kelayakan wisuda tahfidz dan Al-Quran pada Februari mendatang.

Sementara itu, dua siswa yang dijadwalkan di hari terakhir, yakni Nailah Fenti kelas 6 mengikuti tasmi’ dengan target hafalan juz 29 dan Griselda Aura Sakhi kelas 6 dengan target hafalan 3 juz, yakni juz 29, 1, dan 2.

Sebelumnya mereka telah dibina dan dilatih dengan mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasa hafalan yang telah dimiliki. Tentu ini menjadi salah satu bukti kesuksesan sekolah dalam mencetaak generasi hafidz Quran yang berprestasi.

Kegiatan ini juga dihadiri orang tua dari masing-masing peserta. Kehadiran mereka menjadi penyemangat sekaligus menjadi penguji ketika buah hatinya melantunkan hafalan ayat suci. Mereka tak segan mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan hari ini.

“Alhamdulillah saya merasa senang dan bangga atas prestasi ananda yang pada hari ini mampu menyelesaikan tasmi’ juz 30. Meski kelas 2 Salman adalah generasi pertama untuk program tahfidz, alhamdulillah hasilnya luar biasa. Sekolah Mulia mampu menyeimbangkan pendidikan dunia dan akhirat kepada anak kami,” ucap Arif Pranasta, ayah Fahmi siswa kelas 2 Salman Alfarisi.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah mengungkapan, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Sekolah Mulia layak untuk menjadi madrasah pilihan dalam mencetak generasi Hafidz Quran yang unggul, baik dalam ilmu maupun akhlaknya.

“Saya bangga dengan prestasi anak-anak. Tidak hanya dalam bidang akademik, insya Allah kami mampu mencetak generasi penghafal Al-Quran melalui berbagai program unggulan yang tersedia, salah satunya kelas tahfidz,” ungkapnya.

(Ana Rose)

Program Koperasi Mulia Bakal Sejahterakan Guru dan Karyawan

Serangkaian agenda rapat kerja (raker) MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) untuk persiapan tahun ajaran 2024/2025 memasuki hari ketiga. Agenda ini ditutup dengan sidang pleno dari dua komisi, yakni sarana-prasarana dan koperasi.

Kegiatan berlangsung pada Kamis (18/1/2024) di aula sekolah setelah kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kepala urusan (kaur) sarana-prasarana memaparkan berbagai program kerja untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Khususnya mengenai perbaikan kualitas fasilitas di Sekolah Mulia yang meliputi pengadaan berbagai barang serta perbaikan wajah gedung MI Muhammadiyah 5 yang dicanangkan dalam waktu dekat.

Sementara itu, kaur bidang koperasi dan kewirausahaan mempresentasikan hasil LPj (laporan pertanggungjawaban) yang telah berlalu dan memaparkan beberapa program baru yang bakal menunjang kesejahteraan seluruh warga sekolah. Khususnya seluruh guru dan karyawan MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Namanya Koperasi Mulia. Koperasi sekolah yang menjual berbagai produk kebutuhan seluruh warga sekolah, mulai aneka makanan dan minuman, atribut sekolah, alat tulis, bahan pokok hingga aneka produk Halal HNI tersaji di sana.

Beberapa program kerja komisi koperasi yang telah berjalan sebelumnya dilanjutkan kembali di program kerja tahun ajaran 2024/2025. Seperti voucher belanja guru dan karyawan senilai Rp 50.000 yang wajib dibelanjakan di koperasi sekolah tiap bulan.

Juga ada pinjaman dana tanpa bunga hingga pemberangkatan umrah untuk guru dan karyawan sesuai dengan urutan masa kerja.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah menjelaskan, program umrah ini sebagai salah satu wujud penghargaan atas jasa pengabdian yang tulus dari guru atau tenaga pendidik di MI Muhammadiyah 5.

“Insya Allah sekolah berkomitmen untuk memberikan penghargaan kepada guru dan karyawan dengan memberangkatkan umrah satu guru untuk satu tahun ajaran baru. Maka dari itu, usaha milik sekolah, yakni Koperasi Mulia, perlu kita dukung bersama kemajuannya,” ujarnya.

“Dimulai dari diri kita sendiri yang secara aktif menjadi konsumen dengan membeli produk di Koperasi Mulia secara rutin melalui voucher belanja 50.000,” imbuh Umi.

Adapun program baru yang disampaikan dalam Koperasi Mulia ialah me-launching Halal Mart yang menjual produk-produk halal milik HNI dengan berbagai manfaat di dalamnya. Juga mengenai pembagian SHU (sisa hasil usaha) yang dicanangkan dengan modal awal 250.000 dari setiap guru dan karyawan yang nantinya akan menambah income dari setiap anggota yang tergabung.

Maisyarah, kaur bidang koperasi, menyampaikan bahwa dari semua program yang diagendakan diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi warga sekolah yang menjadi tujuan utama dalam proker kali ini.

“Harapan, dari semua program yang direncanakan koperasi adalah menyejahterakan keluarga besar MI Muhammadiyah 5,” ucapnya.

(Ana Rose)

Rapat Kerja, Sekolah Mulia Siap Sukseskan Tahun Ajaran Baru

MI Muhammadiyah 5 Surabaya melaksanakan raker (rapat kerja) yang menjadi agenda tahunan sekolah sebagai penentu program sekolah selama satu tahun. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari sejak Sabtu (12/1) di aula lantai 1 gedung Sekolah Mulia, sebutan sekolah tersebut.

Raker kali ini merupakan kegiatan yang diagendakan untuk setiap komisi sesuai bidangnya dalam merumuskan program kerja selama satu tahun, yakni pada tahun ajaran baru 2024/2025.

Dalam sambutannya, Kepala MI Muhammadiyah 5 Umi Sarofah SPd MPd menyampaikan pesan penguatan visi dan misi tenaga pendidik di Sekolah Mulia.

“Kerja sama kita semua dibutuhkan dalam suksesnya sekolah. Menyatukan hati agar seluruh program dapat berjalan dengan baik seperti tagline Sekolah Mulia, yakni satukan hati gapai prestasi,” ujarnya.

Tujuh komisi terbagi seperti manajemen, kurikulum, kesiswaan, ismuba, humas, sarana dan prasarana, juga koperasi mewarnai raker di Sekolah Mulia. Setiap komisi harus melaporkan hasil program kerja selama satu tahun yang berlalu, apakah terlaksana atau tidak. Juga dengan rencana program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.

Di hari pertama raker, kaur (kepala urusan) bidang manajemen memaparkan tata tertib kepegawaian seluruh tenaga pendidik. Lalu dilanjutkan kaur kurikulum yang meninjau bagaimana pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang telah berjalan di Sekolah Mulia.

Berikutnya kaur kesiswaan yang menyebut berbagai ekstrakurikuler baru untuk mewadahi minat bakat anak didik.

Raker ini sekaligus menjadi penentu bahwa sekolah benar-benar siap menyambut tahun ajaran baru dengan berbagai program unggulan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas Sekolah Mulia ke depannya.

“Harapannya, kita benar-benar bertukar pikiran agar tercipta inovasi untuk mewujudkan Sekolah Mulia lebih unggul lagi dari sebelumnya,” tambah Umi.

Tentu dari setiap komisi yang menuangkan ide dan gagasannya bertujuan untuk menyejahterahkan seluruh warga sekolah.

(Ana Rose)

Sukseskan PPDB Abnormal, Sekolah Mulia Pasang Videotron

Upaya pemenuhan pagu peserta didik baru di sebuah sekolah tentu harus memiliki strategi jitu. Begitu pula di MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Tim panitia PPDB Sekolah Mulia pun berinovasi untuk melakukan berbagai terobosan. Salah satunya melalui media videotron yang tayang perdana sejak Rabu (20/12) hingga tujuh hari mendatang.

Tampak dari depan Hotel Sahid Surabaya, profil sekolah terpampang cukup jelas di jantung kota. Media yang menjadi salah satu cara jitu Sekolah Mulia untuk dikenal masyarakat luas, khususnya warga Surabaya kini telah terlaksana.

“Alhamdulillah, program yang kita impikan akhirnya terlaksana. Masyarakat Surabaya harus tahu kalau Madrasah Muhammadiyah tidak kalah keren dengan deretan sekolah Islam lainnya,” kata Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Meski untuk PPDB Tahun Ajaran 2024/2025 Sekolah Mulia sudah terisi 4 kelas, itu tak membuatnya merasa cukup.

“Sekolah Mulia harus selalu siap bersaing dengan berbagai sekolah Islam lainnya untuk tetap menjadi pilihan sebagai madrasah terbaik,” tegas Umi.

Menurut dia, menggandeng perusahaan penyedia media informasi digital dirasa efektif untuk meningkatkan eksistensi MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Umi berharap melalui media videotron ini PPDB Abnormal dapat terwujud sehingga jumlah peserta didik baru terus  bertambah hingga melebihi pagu yang tersedia.

“Alhamdulillah dari setiap program kelas yang kami sediakan masing-masing telah terisi. Insya Allah dengan adanya videotron ini PPDB abnormal dapat terwujud,” tambahnya. (ana rose)

Siswa Sekolah Mulia Isi Liburan di Kampung Inggris

Mengisi waktu di sela libur semester ganjil, MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) mengadakan English Summer Camp. Kegiatan ini terbuka bagi siswa kelas 1–6 dengan rentang waktu enam hari di Kampung Inggris, Pare, Kediri. Sejumlah 32 siswa diberangkatkan pada Senin (18/23/2023).

Belajar di Kampung Inggris Pare menjadi salah satu pilihan untuk menambah wawasan dan pengalaman siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Tentu acara ini dikemas secara asyik dan menyenangkan.

Tak hanya belajar Bahasa Inggris, di Pare mereka juga belajar kemandirian juga kedisiplinan karena selama hampir satu minggu mereka meninggalkan orang tua untuk belajar dan mengurus diri sendiri.

Program ini disambut baik oleh orang tua (ikwam) serta siswa Sekolah Mulia. Sejak program ini diumumkan, anak-anak begitu antusias untuk mendaftarkan diri.

Wolyono SPd, koordinator kegiatan ini, mengungkapkan latar belakang diadakannya kegiatan ini.

“Melihat keresahan orang tua selama anak libur sekolah, khususnya kekhawatiran penggunaan gadget secara berlebih ketika orang tua sedang bekerja, orang tua ingin supaya anak mereka mengikuti kegiatan positif selama berlibur. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa menjadi solusinya,” ujarnya.

Wolyono juga menambahkan alasannya memilih Pare sebagai opsi anak belajar selama berlibur.

“Belajar Bahasa Inggris yang terasa sulit menjadi mudah dan menyenangkan dengan selingan berbagai permainan selama di Pare. Juga banyak hal baru yang akan mereka jumpai. Kurang lebih ada puluhan lembaga kursus Bahasa Inggris yang beroperasi di Kecamatan Pare,” tambahnya. (ana rose)

Siswa Bilingual MIM 5 Uji Kemampuan Storytelling di Hadapan Native Speaker

Program kelas bilingual memasuki tahun ketiga. Salah satu program unggulan MI Muhammadiyah 5 Surabaya yang dalam proses pembelajarannya menggunakan dua bahasa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, ini menunjukkan perkembangan yang semakin baik.

Terbukti pada Sabtu (16/12) lalu seluruh siswa kelas bilingual unjuk kebolehan dalam bercerita berbahasa Inggris (storytelling) di hadapan para penguji.

Secara bergantian, satu per satu siswa tampil di hadapan para penguji. Salah satunya adalah Mr Tom, native speaker yang didatangkan untuk menjadi penilai penampilan anak.

Melalui storytelling, siswa didorong untuk berkomunikasi secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Hal ini dapat memperkaya kosakata mereka.

Sebelumnya, mereka telah berlatih sesuai dengan ragam topik yang telah disediakan. Salah satu adalah Galang Arrasyid, siswa yang bercerita tentang planet Mars. Ia bercerita dengan lugas mengenakan kostum astronot yang membuat daya tarik tersendiri bagi audiens yang menyaksikan.

Koordinator kelas bilingual Wolyono SPd menuturkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di akhir semester sebagai salah satu speaking test peserta didik kelas bilingual.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu cara untuk mengukur kemampuan siswa dalam berbicara menggunakan Bahasa Inggris,” paparnya.

Selain itu, Wolyono mengungkapkan bahwa kegiatan ini sekaligus sebagai dorongan untuk meningkatkan percaya diri anak dalam berbahasa Inggris.

“Dengan tampil di atas panggung, apalagi satu per satu begini bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka. Khususnya dalam berbicara Bahasa Inggris. Salah tidak apa-apa, yang penting berani mencoba,”  tambahnya. (ana rose)

Mobil Perpustakaan Keliling Disperpusip Jatim Mampir ke Sekolah Mulia

Siswa MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan untuk merasakan mobil perpustakaan keliling Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Provinsi Jawa Timur, Kamis (14/12). Kunjungan tersebut dalam rangka meningkatkan minat baca anak untuk kemampuan literasi mereka.

Ribuan koleksi berupa buku bacaan koleksi nonfiksi seperti ensiklopedia, majalah, buku-buku referensi, biografi, dan lainnya tersedia di mobil perpustakaan keliling. Secara bergantian, anak-anak memilih buku favorit masing-masing. Mereka begitu antusias membaca karena banyak koleksi yang tidak tersedia di perpustakaan milik sekolah.

Tak hanya membaca, pihak perpustakaan keliling juga memfasilitasi dongeng untuk siswa kelas 1-3. Ketika pendongeng mengeluarkan boneka dari dalam tas, mereka berteriak kegirangan karena kelucuan tingkah laku boneka yang diberi nama Chika.

Karakter Chika di sini sebagai anak yang suka membaca. Di sela bercerita, pendongeng memberikan motivasi melalui Chika kepada anak-anak untuk gemar membaca karena buku adalah jendela dunia.

“Teman-teman jangan malas baca buku ya. Banyak ilmu pengetahuan yang kalian dapatkan dengan membaca lho. Kita bisa mendapatkan beragam pengetahuan yang belum kita ketahui sehingga wawasan kita terus bertambah. Jadi itulah kenapa buku adalah jendela dunia,” ujar Ninuk, pendongeng tersebut.

Sementara itu, siswa kelas 4-6 membuat mini book dari buku bacaan yang mereka pilih di mobil perpustakaan keliling. Mereka mengantre untuk memilih buku yang digemari. Setelahnya, buku tersebut dibaca dan dirangkum yang kemudian dituangkan dalam mini book buatan mereka sendiri yang dikreasikan dengan aneka gambar dan warna.

Lewat kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan literasi anak didik yang meliputi keterampilan membaca, menulis, dan berbicara.

“Setelah membaca koleksi buku yang disediakan mobil keliling, kemudian anak-anak membuat mini book dengan menuliskan kembali rangkuman dari buku bacaan tersebut. Hal ini dapat melatih kemampuan baca tulis anak dalam meningkatkan literasi seperti yang digagas MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” papar Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya. (ana rose)

Ketika Anak Menghafal Qur’an, Orang Tua Harus Siap Belajar Juga

Memasuki tahun kedua program tahfidz di MI Muhammadiyah 5 Surabaya, kini tiba giliran kelas 1 Siti Hajar, kelas dengan program tahfidz, untuk mengikuti tasmi’ pada Rabu (13/12). Kegiatanini disiarkan secara langsung melalui Youtube Mulia Tv.

Ini adalah kali pertama mereka mengikuti tasmi’ semenjak duduk bangku kelas 1. Hafalan mereka diuji mulai surah An-Naba hingga surah At-Takwir dengan tiga penguji. Salah satunya adalah Kepala MI Muhammadiyah 5 Umi Sarofah SPd MPd.

Raut wajah tegang terpancar dari mereka. Namun, itu tak mematahkan semangat mereka untuk mempersembahkan yang terbaik. Secara bergantian orang tua mereka memberikan motivasi melalui kolom komentar di Youtube Mulia Tv.

Umi mengaku senang dan bangga atas keberhasilan anak-anak dalam kegiatan tasmi’ kali ini. Terlebih semua siswa kelas 1 Siti Hajar masih dalam proses belajar membaca Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, anak-anak semuanya bisa menyelesaikan hafalannya dengan lancar meski masing-masing masih dalam proses belajar baca Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurut dia, peran orang tua begitu penting dalam proses anak-anak menghafal Al-Qur’an. Sebab, mereka tidak cukup jika hanya belajar di sekolah. Tujuh jam mereka berada di sekolah, sedangkan sisanya mereka berada di rumah. Karena itu, orang tualah guru terbaik bagi anak.

Ketika di rumah, lanjut Umi, mereka perlu mengulang hafalannya kembali. Begitu pun dengan metode yang digunakan di sekolah maupun di rumah harus sama untuk mempercepat proses anak dalam menghafal Al-Qur’an.

“Sejak orang tua memilih program tahfidz untuk ananda, kami sampaikan orang tua harus siap belajar juga. Setiap Sabtu kami datangkan untuk belajar mengaji. Kami ajarkan juga bagaimana kiat-kiat dalam membimbing ananda menghafal Al-Qur’an ketika di rumah,” tambahnya. (ana rose)

Anak Banyak Bicara, Orang Tua Cukup Mendengarkan

Menjadi orang tua tentu bukanlah hal yang mudah karena selalu saja ada tantangan dalam setiap tumbuh kembang anak. Karena itu, sebagai orang tua, kita perlu banyak belajar bagaimana pola asuh yang tepat.

Mengupas hal itu, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menghadirkan Laksmi Widjajanti SPsi Psikolog dalam acara parenting dengan tema Komunikasi Asertif yang dilaksanakan pada Sabtu (9/12) lalu.

Parenting kali ini dilaksanakan online dan disiarkan secara langsung melalui siaran YouTube channel milik sekolah, yakni Mulia TV.

Di awal materi, Laksmi memaparkan bahwa orang tualah yang paling bertanggung jawab terhadap tumbuh kembang anaknya. Baik dalam membangun kecerdasan emosional, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, maupun memberikan motivasi kepada anak.

Terkadang dalam banyak kasus, kita menjumpai tiba-tiba anak mogok sekolah, sikap terhadap temannya kurang baik, padahal di rumah si anak tidak pernah menunjukkan perilaku tercela. Hal itu, menurut Laksmi, merupakan beberapa contoh bahwa emosional anak tidak terjaga dengan baik.

“Bapak ibu tahu kenapa kok anak-anak sekarang itu mudah marah? Emosinya meledak-ledak? Hal itu terjadi bukan tanpa sebab ya, tapi kita sebagai orang tua belum tahu cara yang pas dalam mengontrol emosi anak,” ujarnya.

Laksmi juga memaparkan bagaimana membangun komunikasi postif dan efektif pada anak. Seperti memberi kesempatan pada anak agar bicara lebih banyak, mendengar aktif, berkomunikasi dengan posisi tubuh sejajar dengan anak dan kontak mata, berbicara dengan jelas dan singkat agar anak mengerti, gunakan bahasa atau kata-kata yang positif (hindari kata jangan), serta merefleksikan atau memantulkan perasaan dan arti yang disampaikan juga berempati.

Kedisiplinan pun perlu dijaga dalam pola asuh positif. Caranya, membuat kesepakatan aturan untuk anggota keluarga.

“Biasakan untuk mendengarkan anak. Kita berikan kesempatan pada anak untuk berbicara. Jangan cuma kita yang suka bicara, apalagi ibu-ibu yang biasanya suka ngomel-ngomel. Kita pahami betul apa yang disampaikan anak. Samakan persepsi jika ada perbedaan,” paparnya.

Jika komunikasi yang baik telah terbentuk antara anak dan orang tua, begitu pun dengan aturan-aturan yang telah disepakati bersama, tugas orang tua selanjutnya adalah menjaga konsistensinya.

“Konsisten di sini tegas, tapi lembut. Ini agak susah ya. Jadi, gimana kita bisa tegas dengan anak, tapi tidak menggunakan kekerasan dan tetap menjaga komunikasi positif dengan tutur kata yang baik,” tambahnya.

Parenting yang berlangsung selama dua jam itu berakhir dengan sesi tanya jawab audiens. Delapan pertanyaan yang masuk telah terjawab. Rupanya begitu antusias wali murid untuk mengikuti kegiatan kali ini.

“Alhamdulillah, antusiasme wali murid begitu luar biasa. Bahkan ada audiens dari Jakarta yang bukan wali murid MIM 5 juga turut menyaksikan dan bertanya dalam sesi tanya jawab. Melihat antusiasmenya, insya Allah ke depan kami agendakan kembali dengan tema yang lainnya,” kata Umi Sarofah, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya. (ana rose)