Horror Math Game Curi Perhatian UKK Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar acara unjuk kerja dan karya (UKK) yang diikuti oleh suruh siswa kelas 6, Rabu (7/6). Melalui kegiatan ini, seluruh siswa menciptakan sebuah barang atau produk sesuai dengan kreativitas masing-masing.

UKK adalah agenda rutin yang diadakan Sekolah Mulia setiap tahun sebagai salah satu persyaratan kelulusan selain ujian sekolah. Kali ini dengan mengusung tema “Melalui Program Unjuk Kerja dan Karya Mampu Mewujudkan Generasi Mulia yang Cerdas, Inovatif, Kreatif serta Mampu Bersaing di Era Global”.

Salah satunya karya Danang Putro. Ia mampu menciptakan games Horror Math Game, sebuah permainan edukatif bernuansa horor.

Permainan tersebut memberikan tantangan pemainnya dengan beberapa soal matematika mulai level ringan sampai level tersulit.

“Saya terinspirasi dari permainan horor bernama Baldi’s Basics in Education and Learning,” ujar Danang tentang Horror Math Game.

Amanto Prajudisiono SPsi Psikolog, Ketua Majelis Dikdasmen PCM Gubeng yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan kekagumannya terhadap karya Danang.

“Games ini tidak mudah. Terbukti teman-teman kamu tadi kesulitan saat kamu coba mainkan gamesnya. Artinya level kamu di atas anak seusiamu, pertahankan terus ya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MP dalam sambutannya menyampaikan harapan kepada seluruh peserta UKK agar tidak berhenti berkreasi menciptakan ide-ide inovatif. Dengan begitu, kelak mereka memiliki bekal untuk berwirausaha.

“Pengalaman hari ini adalah langkah awal anak-anak menjadi mandiri dan berprestasi, menjadi orang hebat dan selalu bisa dipercaya. Pertahankan kreativitas kalian, kembangkan hasil karya kalian yang nantinya dapat menjadi bekal kalian berdiri pada kaki kalian sendiri, yakni berwirausaha,” ujarnya. (Septi/Fitri/AS)

Munaqasyah, MIM 5 Surabaya Gandeng Pesantren Nurul Falah

MI Muhammadiyah 5 Surabaya bekerja sama dengan Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya menggelar ujian munaqasyah akbar yang diadakan serempak Kamis (25/5). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dari kelas satu sampai kelas lima.

Munaqasyah sendiri menjadi salah satu tahap ujian yang harus dilalui anak-anak setelah mereka mempelajari baca tilawati dan Al-Qur;an bersama ustadzah masing-masing. Adapun pengujinya didatangkan dari Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah.

Roviqotul Azizah, koordinator BTQ, menyampaikan bahwa munaqasyah juga menjadi evaluasi belajar anak didik.

“Melalui munaqasyah kita bisa mengevaluasi hasil belajar siswa dalam membaca tilawati dan Al-Qur’an,” ujarnya.

Kelulusan munaqasyah memiliki beberapa kriteria. Mulai kelancaran dalam membaca dan juga benar tidaknya tajwid fashohah saat membaca tilawati maupun Al-Qur’an. Nantinya, siswa yang dinyatakan lulus akan naik jilid dan yang tidak lulus akan tetap berada di jilid yang sama.

Rofiqotul berharap semua siswa dapat melakukan yang terbaik dan lulus ke jilid atau level selanjutnya.

“Kami semua berharap anak-anak mampu melalui tes hari ini dan insya Allah anak-anak bisa lulus semuanya. Amin,” tambahnya. (Ana Rose/AS)

Ujian Hafalan Qur’an Disiarkan lewat YouTube dan Instagram

Selama dua hari, Senin dan Selasa (23/5), Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya melaksanakan tasmi’ juz 30 surah An Naba sampai surah Al A’la. Kegiatan itu diikuti oleh sebelas anak dari kelas satu Siti Hajar.

Kelas ini merupakan salah satu program unggulan di Sekolah Mulia. Solusi untuk orang tua yang ingin mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tetap unggul dalam akademisnya.

Sejak awal anak-anak tergabung dalam kelas ini sudah dibiasakan untuk mendengarkan murotal bacaan ayat suci Al-Qur’an yang mudah dipahami beserta murajaah setiap harinya.

Menurut Enik Nurfiyah SPdI selaku Pembina, tasmi’ merupakan kegiatan ujian tahfidz (menghafal) Al-Qur’an yang dilakukan dengan memperdengarkan bacaan Al-Qur’an tanpa kesalahan di hadapan para penguji. Sekolah Mulia juga menyiarkan secara langsung melalui channel YouTube dan Instagram milik sekolah.

Di Sekolah Mulia, lanjut Enik, kegiatan tasmi’ telah kedua kalinya digelar setelah hafalan anak-anak sudah mencapai seperempat juz.

“Jika dalam satu juz terdapat 20 lembar, dalam penyelesaian 5 lembar hafalan anak-anak sudah siap diuji,” ungkap Enik.

Sementara itu, Umi Sarofah SPd MPd, Kepala Madrasah yang juga menjadi penguji, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Anak-anak tampak senang dan tidak terbebani meski beberapa anak mengaku deg-degan namun mereka enjoy. Terbukti ketika tadi saya bertanya pada mereka selepas acara. Terlebih kegiatan ini disiarkan secara langsung di YouTube dan Instagram yang bisa disaksikan kapan pun di mana pun oleh orang tua mereka,” ujarnya. (Ana Rose/AS)

Wow! Sekolah Mulia Borong Puluhan Medali International Kangaroo Mathematics Contest

Siswa-siswi Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya di akhir tahun pelajaran  2022/2023 mempersembahkan 91 medali. Puluhan medali itu diraih dalam ajang IKMC (International Kangaroo Mathematics Contest) yang diselenggarakan oleh KPM (Klinik Pendidikan Matematika) Pusat Bogor pada 9 April lalu.

IKMC merupakan sebuah kompetisi matematika internasional yang telah dilaksanakan sejak tahun 1991 oleh Association Kangourou Sans Frontieres dan telah diikuti lebih dari 92 negara.

Kontes ini terbagi menjadi tiga level untuk jenjang sekolah dasar. Level satu yaitu Pre Ecolier untuk kelas satu sampai dua, level dua yaitu Ecolier untuk kelas tiga sampai empat, sedangkan Benjamin untuk kelas lima sampai enam.

Berdasarkan pengumuman hasil IKMC yang pada Selasa (16/5) melalui link https://kpm.read1institute.org/competition/pengumumanIKMC2023, siswa-siswi Sekolah Mulia mulai dari kelas satu sampai enam berhasil mendapatkan 34 medali perak dan 57 medali perunggu.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd mengatakan, ini merupakan prestasi yang luar biasa dan membanggakan sekolah tahun ini.

“Kita bisa mendapatkan medali begitu banyak. Tahun lalu yang mendapatkan medali hanya dua siswa di ajang IKMC ini,” ujarnya.

Dia juga berharap mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa mendapatkan medali emas yang banyak.

“Sukses sendiri itu hal yang biasa, sukses bersama itu yang luar biasa,” tambahnya. (Wolyono/AS)

Orang Tua dan Anak Dianjurkan Bikin Kesepakatan Zona Aman Gadget

Ratusan wali murid memenuhi hall Mangkunegara Hotel Narita Surabaya pada Sabtu (13/5). Mereka mengikuti seminar parenting dan halalbihalal yang diadakan oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama komite dan Sekolah Mulia yang diadakan di Bulan Syawal sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi momentum halalbihalal warga sekolah.

Pada kesempatan ini, Sekolah Mulia menghadirkan Ateria Ratnawati SPsi Psikolog untuk menjadi narasumber parenting. Tamu undangan yang tidak lain adalah wali murid disapa olehnya dengan sebutan “Kakak” dan tentu saja sebutan itu memberikan kesan tersendiri yang membangun keakraban antara Aster dan peserta parenting.

Mengangkat tema pengaruh HP masa pandemi terhadap cara pengasuhan orang tua, Aster menyampaikan pentingnya kehati-hatian dan pengawasan dalam mengasuh anak dengan cara menjadi teman atau sahabat di sisi mereka. Mulai menjadi teman di rumah bahkan sampai menjadi teman di media sosial yang mereka miliki.

Tak kalah penting, Aster menyampaikan bahwa orang tua adalah role model anak, termasuk dalam teknologi sekalipun.

“Segala hal yang diajarkan dan dilakukan orang tua menjadi contoh nyata untuk anak kita. Maka jadilah orang tua yang mau belajar perkembangan teknologi dan selalu mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai kehidupan secara terus-menerus dan konsisten,” ujarnya.

Membuat kesepakatan zona aman gadget dapat menjadi salah satu cara orang tua untuk mengontrol penggunaan HP pada anak. Beri waktu bersama. Sebab, ada interaksi keluarga tanpa gadget dan tidak lupa untuk melakukan pendampingan saat anak memanfaatkan teknologi atau mengakses media informasi.

Selama kegiatan berlangsung, wali murid tampak senang dan antusias. Bahkan ketika moderator memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan tidak hentinya mereka mengacungkan tangan secara bergantian.

Salah satu wali murid mengaku senang dan mendukung penuh kegiatan ini.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali karena ini sangat membantu kami selaku orang tua dalam mengasuh anak-anak kami, terutama di era modernisasi seperti saat ini,” ucap Alfiyah, wali murid dari siswa kelas dua. (Ana Rose/AS)

MIM 5 Surabaya Beri Bekal Siswa yang Mau Lulus Sekolah

Seluruh siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya didampingi orang tua mereka menghadiri acara doa bersama dan motivasi Kamis lalu (4/5). Acara ini sebagai kegiatan penutup Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang telah dilaksanakan 3 kali dalam beberapa bulan terakhir.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan Afif Hidayatullah yang merupakan trainer dan motivator nasional berpengalaman di bidang motivasi, yang telah bekerja sama dengan ratusan lembaga sekolah di Indonesia.

Ia memberikan berbagai permainan seru yang mengasah otak dan kekompakan di awal kegiatan sebagai penyemangat seluruh siswa pada malam itu.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah dalam sambutannya menyampaikan harapannya terhadap anak-anak siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian mendatang.

“MI Muhammadiyah akan mencetak lulusan terbaik dan terhebat yang memiliki karakter 4 sifat Nabi. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi akan ditingkatkan semangatnya dan pantang menyerah mempersiapkan ujian serta meraih kesuksesan dunia akhirat dengan tetap mempertahakan shalat 5 waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Afif dalam kesempatan kali ini menekankan pentingnya menjaga kehidupan di dalam rumah di antara anggota keluarga untuk membentuk suasana yang bahagia dan suportif agar anak-anak tetap percaya diri dan semangat belajar.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan sinergi baru antara orang tua dan anak dalam meraih tujuan bersama dalam menjalankan peran masing-masing didalam rumah. (Tita/Fitri/AS)

Menjadi Guru Suprarasional, Meyakini Kekuatan Yang Maha Kuasa

MI Muhammadiyah 5 Surabaya alias Sekolah Mulia selama tiga hari sejak Rabu (12/7) hingga Jumat nanti (14/7) mengikuti kegiatan upgrading kompetensi guru dan karyawan yang bekerja sama dengan KPM (Klinik Pendidikan Mipa) Cabang Surabaya. Sebanyak 60 guru dan karyawan menjadi peserta pada kegitan tersebut dalam upaya meningkatkan kompetensi sebelum melalui tahun ajaran baru yang akan datang.

KPM sendiri telah sering bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Muhammadiyah, salah satunya MI Muhammadiyah 5 yang telah beberapa kali mengikuti kompetensi matematika dan IPA yang diadakan oleh KPM.

Namun, pada kegiatan kali ini, guru Sekolah Mulia dibina KPM untuk menjadi guru suprarasional. Apa itu? Yakni, guru yang meyakini kekuatan Maha Kuasa dalam menentukan keberhasilan manusia hidup di dunia dan di akhirat.

Dalam paparannya, Drs HM. Arodhi, kepala KPM Cabang Surabaya, memberikan motivasi kepada seluruh peserta akan pentingnya belajar matematika dalam kehidupan manusia.

“Kehidupan kita tidak akan pernah jauh dari matematika. Ibadah pun tidak terlepas dari matematika. Bagaimana dari jumlah rakaat, bagaimana kita berzikir dan lainnya. Maka tidak ada salahnya kita selalu belajar matematika meskipun bukan bidangnya,” ujarnya.

Arodhi menambahkan, guru suprarasional dapat terbentuk dengan beberapa cara. Seperti mendahulukan aktivitas otak di dada (berupa ibadah dan amal shaleh) dengan mengejar pahala dari Allah SWT.

“Meski gaji kita sedikit, rasa syukur terus kita panjatkan dengan tiada hentinya beribadah pada Allah, perbanyak ibadah sunah, dan senantiasa mengamalkan ilmu yang kita miliki karena Allah Maha Kaya dan menjamin hidup kita semua,” tambah Arodhi.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta dalam kegiatan ini.

“Tetap semangat ustadz dan ustadzah. Ini adalah salah satu langkah kita untuk membawa anak-anak kita menjadi anak yang lebih baik, mencetak prestasi lebih banyak lagi, dan semoga keikhlasan panjenengan dicatat Allah sebagai amal jariyah,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap KPM dapat menyebarkan “virus” berpikir suprarasional. Dengan begitu, nantinya diharapkan para guru karyawan dapat menularkan ilmu ini kepada para anak didiknya agar di kemudian nanti muncul penerus bangsa yang tidak hanya unggul dari segi intelektual, namun juga dibarengi dengan akhlak dan budi pekerti yang baik. (Ana Rose/AS)

Adab Siswa-Siswi MI Mulia di Kampung Orang Tuai Pujian

Summer English Camp menjadi salah satu program kelas bilingual MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Tujuannya untuk mengasah serta menambah kemampuan siswa-siswi Sekolah Mulia.

Kali ini, siswa kelas bilingual MI Muhammadiyah 5 mengikuti Summer English Camp selama 3 hari 2 malam yang dimulai Sabtu (24/6) bekerjasama dengan lembaga The Star di Pare, Kediri.

Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Masjid Balqi (masjid Kampung Inggris). Saat acara pembukaan, siswa-siswi Sekolah Mulia menuai banyak pujian. Di antaranya adab mereka ketika memasuki masjid, adab bagaimana ketika ada yang berbicara.

Hanif, pengelola lembaga yang sekaligus membuka kegiatan pagi itu, kagum terhadap sikap siswa-siswi Sekolah Mulia.

“Sungguh luar biasa akhlak siswa-siswi Mulia. Saya sangat kaget sekaligus kagum. Di usia mereka yang masih di kelas 1 dan 2, mereka sudah dapat menunjukkan sikap dan adab yang baik. Mereka bisa menjadi contoh yang baik untuk yang lainnya. Sukses selalu untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd berpesan kepada siswa-siswi peserta English Camp untuk selalu menjaga apa yang menjadi penilaian terbaik orang lain terhadap diri kita.

“Jaga adab-adab yang kalian pelajari disekolah terapkan dimana pun kalian berada. Sukses terus untuk kalian. Semoga sehat selalu dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” ucapnya.

Umi Sarofah juga menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta English Camp agar semuanya belajar dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

“Meski teman-teman kamu sudah berlibur, tapi kalian hebat, masih terus belajar. Tetap semangat dan sepulang dari sini semoga bahasa Inggris kalian bertambah lebih baik lagi,” tambahnya. (Wolyono/Fitri/AS)

Mulia Award Ke-11, Wadah Menghargai Prestasi Anak

Ajang Mulia Award Ke-11 MI Muhammadiyah 5 (MI Mulia) Surabaya digelar Kamis (22/6). Ajang ini juga sebagai bentuk apresiasi MI Mulia atas kerja keras orang tua, ustadz-ustadzah, dan semangat siswa dalam melahirkan berbagai inovasi dan prestasi baik akademik maupun nonakademik.

Mulia Award kali ini mengambil tema “Berlomba-lomba dalam Kebaikan Menuju Generasi Bermutu Unggul, Berilmu, dan Berakhlak Mulia”. Turut hadir Amanto Prajudisiono SPsi psikolog, Ketua Dikdasmen Gubeng.

Mulia Award diawali dengan penampilan beberapa siswa-siswi yang membanggakan. Seperti nasyid, qiroah, Tapak Suci, remo, dan sebagainya. Semua murid berprestasi dipanggil untuk maju ke atas panggung dan diberikan sertifikat penghargaannya.

“Sekolah mengadakan acara Mulia Award supaya semua siswa senang mereka harus dihargai. Mereka telah berusaha menunjukan yang baik. Mereka harus bisa mandiri. Maka jika yang kamu lakukan baik akan diberikan penghargaan, harus berani dan mau jadi apa saja bisa asalkan kalian berani,” ujar Amanto dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Umi sarofah menyampaikan  bahwa ajang penganugerahan Mulia Award ini perlu dilakukan dalam mengapresiasi prestasi yang telah dicapai para siswa.

Pasalnya, Umi menilai tak banyak wadah bagi para siswa madrasah untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka.

Kegiatan ini juga menjadi harapan bahwa tidak hanya tingkat nasional yang menggelar ajang penghargaan bagi siswa. Melainkan juga bisa digelar di setiap sekolah untuk memberikan kesempatan, peluang, dan wadah para siswa dalam mengeksplorasi kemampuan dan bakatnya.

“Kegiatan ini sekaligus melatih siswa berkompetisi dengan menunjukkan prestasi setinggi-tingginya,” tuturnya.

Mujianti, komite sekolah, juga turut mengucapkan selamat kepada para siswa MI Mulia. “Selamat yang sudah mendapatkan penghargaan. Itu adalah pencapaian terbaik kalian. Kalian semua yang terbaik dari versi masing-masing,” ujarnya di sela sela acara.

Nominasi yang masuk dalam ajang Mulia Award adalah The Best Religion, The Best Memorize Daily Doa, The Best Memorize Daily Hadist with the Meaning, The Best Memorize Short Surah, The Best Qur’an Reader, The Best Character, The Best Friend’s, dan yang terakhir Life Skill.

“Saya senang dan bangga karena mendapatkan penghargaan sebagai The Best Qur’an Reader. Saya akan berusaha untuk terus membaca Al-Qur’an,” ujar Guntur Pamungkas yang meraih gelar The Best Qur’an Reader. (Septi/Ima/AS)

Wisuda Purna Siswa Sewidak Bertabur Kesan Pesan dan Harapan

Wisuda purna siswa angkatan ke-60 (Sewidak) kelas VI MI Muhamamdiyah 5 (MI Mulia) dilaksanakan Jumat (16/6) di Hotel Narita Surabaya.

Dimulai dengan kirab, sebanyak 79 wisudawan/wisudawati berjalan melewati altar red carpet dan dikawal dengan ustadz/ustadzah.

Para undangan yang hadir dalam acara wisuda tersebut di antaranya dari wali murid kelas 6, Komite Sekolah, Majelis Dikdasmen Kota Surabaya, Kasi Pendma Kemenag Surabaya, PCM Gubeng, dan tamu undangan lainnya.

Wisuda ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di MI Mulia.

Acara selanjutnya sambutan kepala MI Mulia sekaligus menyerahkan kembali 79 siswa kelas VI kepada perwakilan orang tua siswa.

Dengan penuh rasa haru, Umi Sarofah MPd, kepala MI Mulia, melaporkan bahwa siswa-siswi MI Mulia lulus 100% dengan nilai yang memuaskan.

Umi juga berpesan kepada siswa-siswi kelas VI untuk selalu menjaga ibadah dan menerapkan karakter siswa Mulia. “Wisuda purnasiswa adalah puncak dari perjalanan belajar siswa yang selama enam tahun telah menempuh pendidikan di MI Mulia. Ini adalah awal kalian melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk itu, tetap semangat dalam meraih cita-cita kalian,” imbuhnya.

Ketua Komite Sekolah Sri Mujiati juga turut menyampaikan terima kasih untuk seluruh orang tua yang sudah berkomitmen dan tetap semangat mendukung ananda.

Sementara itu, Ketua PCM Gubeng Suhadi M. Sahli MAg juga menyampaikan harapan besar agar anak-anak menjadi pemimpin-pemimpin yang besar di Indonesia.

“Selamat dan begitu diwisuda jangan berhenti untuk bersekolah sampai sarjana,” ucapnya.

Dikky Syadomullah SHI MHES, ketua Dikdasmen PDM Surabaya, juga menyampaikan terimak asih kepada orang tua sudah memberikan amanah menyekolahkan di sekolah Muhammmadiyah, khususnya MI Mulia. “Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bermanfaat untuk bangsa dan negara,” katanya.

Di akhir acara, pemberian pesan dan kesan disampaikan oleh Safanah Husna dari kelas 6 Mas Mansur yang sekaligus menjadi The Best Mulia Award.

“Terima kasih sudah mengajarkan kami semua tentang pendidikan, perilaku, dan segala sesuatu yang sudah sekolah berikan kepada saya. Saya juga minta maaf karena tingkah laku kami baik disengaja ataupun tidak, sering melanggar tata tertib sekolah. Untuk teman-teman, cerita kita tidak sampai di sini saja. Kita masih bisa tersenyum dalam ilmu, tawa, dalam canda, sampai ketemu teman-teman,” ujar Safana.

Selain itu, walia murid Ibunda ratih juga menyampaikan rasa bangganya bisa menitipkan putrinya ke MI Mulia.

“Kalian luar biasa. Semenjak awal saya menitipkan anak saya ke MI Mulia, saya mengira hanya mendapatkan pendidikan biasa. Ternyata saya justru mendapatkan keluarga, kehangatan, dan kenyamanan. Terimakasih ustadz-ustadzah atas didikannya dari yang tidak tahu apa-apa hingga kini bisa mencapai di titik ini. Terima kasih sudah menjadi sekolah yang hebat, menjadi orang tua yang hebat dan anak-anak yang luar biasa,” ujarnya dalam suasana haru. (Septi/Ima/AS)