Nonton Film Islami dan Berkarya, Langkah Edukatif Sekolah Mulia Rayakan Maulid Nabi

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, siswa-siswi Sekolah Mulia atau MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan yang berbeda dari biasanya. Kali ini, mereka mengadakan nonton bersama (nobar) film animasi islami tentang kisah perjalanan Rasulullah pada Senin (15/9) di aula sekolah.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1–3. Mereka tampak antusias menikmati film yang diputar, bahkan sesekali bertanya dengan penuh rasa penasaran. Film tersebut mengisahkan perjalanan hidup Rasulullah sejak kecil hingga diutus Allah sebagai rasul pada usia 40 tahun, yang kemudian mengawali risalah dakwah Islam dan membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Para siswa pun tak lupa mencatat hal-hal penting dari kisah yang disajikan.

Usai menonton film, seluruh siswa diajak membuat prakarya berupa lampion warna-warni. Aktivitas ini menggabungkan nuansa religius dengan pendekatan kreatif sehingga pembelajaran terasa lebih menyenangkan.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti berharap kegiatan ini mampu menanamkan kecintaan siswa kepada Rasulullah.

“Jadilah anak yang baik, tiru Rasulullah dalam bersikap sehari-hari, baik dalam pergaulan maupun dalam bersosial dengan sesama umat. Tiru pula kecerdasan Rasulullah,” pesannya.

Menurutnya, menonton film dapat menjadi media yang mudah dipahami siswa. Pesan penting lebih mudah tersampaikan dan dimaknai.

“Melalui kegiatan ini, semangat Maulid Nabi diharapkan tidak hanya berhenti pada perayaan seremonial, tetapi juga menjadi momentum menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

(Ana Rose)

Sekolah Mulia Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Kegiatan Manasik Haji

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan Manasik Haji bagi seluruh siswa kelas 4, 5 hingga kelas 6. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (15/9) di Asrama Haji Surabaya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Umi Sarofah, selaku guru pendamping kegiatan manasik haji. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada para siswa.

“Peringatan Maulid Nabi adalah momentum penting untuk meneladani akhlak Rasulullah. Melalui kegiatan manasik haji ini, kami berharap siswa dapat memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji dengan cara yang menyenangkan dan edukatif,” ujarnya

Para siswa peserta manasik beserta guru mengenakan pakaian ihram (khusus untuk siswa laki-laki) dan busana muslimah (untuk siswa perempuan) bernuansa putih.

Mereka dibimbing oleh muthowwif Asrama Haji, untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji seperti thawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah, wukuf di Arafah, melempar jumrah, hingga tahallul.

Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar anak-anak menjadi generasi penerus yang beriman, berakhlak mulia, dan cinta Rasulullah SAW.

Sebelum meninggalkan Asrama Haji Surabaya, terlebih dahulu seluruh siswa dan guru sholat dzuhur berjamaah.

 

Mahasiswa Belanda Belajar Budaya Indonesia di Sekolah Mulia

Suasana berbeda tampak di Sekolah Mulia, sebutan untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya, pada Jumat (12/9/2025). Rombongan mahasiswa asal Belanda yang mengikuti program pertukaran di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berkunjung untuk belajar dan mengenal lebih dekat budaya Indonesia.

Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada mahasiswa asing. Sebanyak tujuh mahasiswa asal Belanda disambut hangat oleh guru dan siswa dengan penyematan pin Sekolah Mulia secara simbolis, dilanjutkan dengan penampilan tari remo.

Setibanya di aula, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Nundun Neti menyampaikan sambutan hangat dengan mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa. “Ladies and gentlemen, welcome to our school, MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, Desy selaku koordinator mahasiswa internasional ITS menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan pihak sekolah. “Terima kasih telah menyambut kami dengan baik. Semua berjalan lancar, kami bersenang-senang bersama para guru dan siswa,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas interaktif, seperti menari remo, bermain dakon, memainkan alat musik patrol, mencicipi makanan khas daerah, serta berdialog langsung dengan siswa.

Meski sempat kesulitan saat menjajal tarian maupun alat musik tradisional, mereka merasa sangat senang. Charlize, salah satu mahasiswa, mengaku kerepotan saat memainkan alat musik gambang. “Rasanya sulit sekali, karena harus mengikuti tangga nada sementara saya belum hafal letaknya. Sulit di awal, tapi menyenangkan,” ujarnya.

Selain meninggalkan kesan mendalam, kegiatan ini juga membuat siswa Sekolah Mulia lebih percaya diri dalam melatih kemampuan berbahasa Inggris melalui interaksi langsung bersama mahasiswa asal Belanda.

(Ana Rose)