Outing Class Sekolah Mulia: Wisata Edukatif di Kebun Teh Wonosari Lawang

Seluruh siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) berkesempatan mengikuti outing class perjalanan edukatif ke Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, pada Rabu (30/4/2025).

Sesampainya di Kebun Teh Wonosari, seluruh siswa berkesempatan untuk berkeliling pabrik dan menyaksikan langsung proses produksi teh, mulai dari penimbangan hingga teh siap untuk didistribusikan. Dalam prosesnya, kebun teh ini mengombinasikan penggunaan mesin modern dan cara tradisional.

Selain itu, mereka juga menikmati keindahan alam dan udara segar di sekitar kebun teh, sambil menyaksikan bagaimana perawatan serta pemilihan pucuk daun teh terbaik. Ternyata, tidak sembarang daun digunakan untuk membuat teh berkualitas.

Siti Roichanah, salah satu guru yang turut serta, mengungkapkan banyak manfaat dari kegiatan belajar di luar kelas, khususnya di Kebun Teh Wonosari.

“Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar langsung yang menyenangkan dan bermanfaat bagi anak-anak, serta meningkatkan pengetahuan mereka tentang pertanian dan lingkungan, terutama di daerah dataran tinggi,” paparnya.

Setelah puas berkeliling dan belajar tentang pengolahan teh, serta memanjakan mata dengan pemandangan indah, seluruh siswa menutup rangkaian kegiatan dengan berenang bersama di sekitar area kebun teh.

Raut keceriaan penuh semangat terlukis di wajah para siswa. Faeyza, siswa kelas 3 CIP, mengaku senang dapat mengikuti perjalanan ini. “Sangat seru dan menyenangkan belajar kali ini karena bisa tahu secara langsung cara membuat teh bersama teman-teman, juga dengan pemandangan dan udara yang sejuk, yang tidak bisa dijumpai di Surabaya,” ujarnya.

Sepulang dari Kebun Teh, masing-masing siswa diberikan teh khas Wonosari Lawang untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

(Khurriya/Ana)

Pengawas Kemenag Surabaya Apresiasi Pelaksanaan Asesmen Madrasah di Sekolah Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (Sekolah Mulia) menggelar Asesmen Madrasah (AM) selama 7 hari, mulai Senin (28/4) hingga Selasa (6/5), yang diikuti oleh siswa kelas 6.

Pelaksanaan AM pada hari kedua dipantau langsung oleh Pengawas Madrasah dari Kementerian Agama Kota Surabaya, Nur Hidayati, untuk melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) guna memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai prosedur.

Sebelumnya, semua siswa telah menerima pembinaan intensif dalam pembelajaran dan penguasaan materi, termasuk pembinaan akidah, agar mereka siap menghadapi AM. Salah satu kegiatan persiapan adalah malam motivasi yang digelar pada Kamis lalu, yang melibatkan siswa dan orang tua dalam doa bersama.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengunjungi sejumlah ruang asesmen dan memantau jalannya ujian. Dalam kunjungannya, ia berdiskusi dengan panitia, termasuk Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah serta para pengawas ruang.

Ida mengaku kagum dengan kesiapan MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menyelenggarakan asesmen, yang menjadi contoh bagi sekolah lain, baik dari segi kelengkapan administrasi, kesiapan teknis, maupun suasana ruang asesmen yang kondusif dan tertib.

“Pelaksanaan berjalan sangat lancar dan sukses. MI Muhammadiyah 5 Surabaya bisa menjadi contoh bagi sekolah lain dengan segudang prestasi sebagai buktinya,” ujar Ida.

Ida juga mengapresiasi komitmen MI Muhammadiyah 5 Surabaya dalam menciptakan suasana nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Ia menilai bahwa MI Muhammadiyah 5 layak menjadi pilihan orang tua, khususnya yang ada di Surabaya.

“Gedung yang dimiliki MI Muhammadiyah 5 beserta fasilitasnya yang baik, serta ustadz-ustadzah yang saling berkoordinasi, insya Allah MI Muhammadiyah 5 selalu menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif untuk putra-putri kita. Maka, MI Muhammadiyah 5 pantas menjadi pilihan orang tua,” tambahnya.

Dalam pelaksanaan AM, Kepala Madrasah Umi Sarofah menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan profesionalisme dari setiap siswa dan guru yang terlibat. Bahkan, sebelum asesmen dimulai, seluruh siswa melaksanakan sholat dhuha secara mandiri untuk memohon kelancaran dan kemudahan selama mengerjakan asesmen.

“Kami pastikan pelaksanaan asesmen menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, baik dari siswa maupun profesionalisme guru. Nilai sempurna tak ada artinya tanpa kejujuran di dalamnya. Kami percayakan anak-anak kami untuk mengerjakan sendiri dengan seluruh kemampuan mereka, sambil berdoa memohon kemudahan dari Allah,” ungkap Umi Sarofah.

Pelaksanaan AM ini diharapkan dapat memberikan hasil terbaik bagi seluruh siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya sebagai cerminan dari proses pembelajaran yang telah mereka jalani, serta sebagai evaluasi bagi sekolah untuk terus berbenah dan berkembang menuju arah yang lebih baik.

(Ana Rose

Malam Motivasi Sekolah Mulia: Kesuksesan Anak Tergantung Ridha Orang Tua

MI Muhammadiyah 5 Surabaya menggelar kegiatan malam pembinaan akhlak dan motivasi untuk siswa kelas 6 dengan mendatangkan Dion Saputra, motivator asal Sidoarjo. Acara tersebut berlangsung pada Kamis (24/4/2025) di aula MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Dion Saputra memulai sesi dengan menceritakan kisah sukses seorang vice president dari salah satu bank swasta di Indonesia, yang mengawali karirnya sebagai pedagang asongan di ibu kota. Berkat kegigihannya, ia akhirnya berhasil meraih kesuksesan yang luar biasa.

Dion berpesan kepada seluruh siswa bahwa perjalanan meraih kesuksesan seringkali diwarnai dengan kegagalan-kegagalan kecil. Ia menekankan pentingnya sikap positif dalam menghadapi kegagalan.

“Saat kamu akan meraih kesuksesan, pasti ada kegagalan di dalamnya. Misalnya, dalam ujian, kamu mungkin menginginkan nilai yang sempurna, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Jangan berkecil hati, jadikan itu sebagai pembelajaran,” ujar Dion.

Lebih lanjut, Dion menekankan bahwa orang yang sukses adalah mereka yang mencintai dan menghormati orang tua. “Anak yang sukses adalah anak yang patuh dan hormat kepada orang tuanya serta gurunya, karena ridha orang tua adalah ridha Allah SWT,” tambahnya.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah turut hadir dan memberikan motivasi kepada siswa kelas 6.

“Kami semua yang hadir di sini, ustadz dan ustadzah, bukan hanya guru kelas 6, tapi semuanya datang untuk mengantar kesuksesanmu. Kami hanya bisa mendoakan semoga kalian semua diberikan Allah kemampuan, kesehatan, kemudahan, dan kesuksesan,” jelas Umi Sarofah.

Umi kemudian bertanya kepada para siswa, “Lalu, apa yang harus kamu lakukan? Apa tugasmu sebagai siswa?” Ia menambahkan, “Tugasmu adalah serius, fokus, dan berusaha keras untuk mencapai kesuksesan dan cita-citamu.”

Suasana haru tercipta ketika siswa-siswa diberi kesempatan untuk mendekat kepada kedua orang tua mereka, meminta maaf, dan memohon doa restu agar keberuntungan dan kemudahan selalu menyertai mereka dalam meraih kesuksesan di masa depan.

(Ana Rose)