Wow! Sekolah Mulia Borong Puluhan Medali International Kangaroo Mathematics Contest

Siswa-siswi Sekolah Mulia MI Muhammadiyah 5 Surabaya di akhir tahun pelajaran  2022/2023 mempersembahkan 91 medali. Puluhan medali itu diraih dalam ajang IKMC (International Kangaroo Mathematics Contest) yang diselenggarakan oleh KPM (Klinik Pendidikan Matematika) Pusat Bogor pada 9 April lalu.

IKMC merupakan sebuah kompetisi matematika internasional yang telah dilaksanakan sejak tahun 1991 oleh Association Kangourou Sans Frontieres dan telah diikuti lebih dari 92 negara.

Kontes ini terbagi menjadi tiga level untuk jenjang sekolah dasar. Level satu yaitu Pre Ecolier untuk kelas satu sampai dua, level dua yaitu Ecolier untuk kelas tiga sampai empat, sedangkan Benjamin untuk kelas lima sampai enam.

Berdasarkan pengumuman hasil IKMC yang pada Selasa (16/5) melalui link https://kpm.read1institute.org/competition/pengumumanIKMC2023, siswa-siswi Sekolah Mulia mulai dari kelas satu sampai enam berhasil mendapatkan 34 medali perak dan 57 medali perunggu.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd mengatakan, ini merupakan prestasi yang luar biasa dan membanggakan sekolah tahun ini.

“Kita bisa mendapatkan medali begitu banyak. Tahun lalu yang mendapatkan medali hanya dua siswa di ajang IKMC ini,” ujarnya.

Dia juga berharap mudah-mudahan tahun depan kita juga bisa mendapatkan medali emas yang banyak.

“Sukses sendiri itu hal yang biasa, sukses bersama itu yang luar biasa,” tambahnya. (Wolyono/AS)

Orang Tua dan Anak Dianjurkan Bikin Kesepakatan Zona Aman Gadget

Ratusan wali murid memenuhi hall Mangkunegara Hotel Narita Surabaya pada Sabtu (13/5). Mereka mengikuti seminar parenting dan halalbihalal yang diadakan oleh MI Muhammadiyah 5 Surabaya.

Kegiatan ini adalah bentuk kerja sama komite dan Sekolah Mulia yang diadakan di Bulan Syawal sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi momentum halalbihalal warga sekolah.

Pada kesempatan ini, Sekolah Mulia menghadirkan Ateria Ratnawati SPsi Psikolog untuk menjadi narasumber parenting. Tamu undangan yang tidak lain adalah wali murid disapa olehnya dengan sebutan “Kakak” dan tentu saja sebutan itu memberikan kesan tersendiri yang membangun keakraban antara Aster dan peserta parenting.

Mengangkat tema pengaruh HP masa pandemi terhadap cara pengasuhan orang tua, Aster menyampaikan pentingnya kehati-hatian dan pengawasan dalam mengasuh anak dengan cara menjadi teman atau sahabat di sisi mereka. Mulai menjadi teman di rumah bahkan sampai menjadi teman di media sosial yang mereka miliki.

Tak kalah penting, Aster menyampaikan bahwa orang tua adalah role model anak, termasuk dalam teknologi sekalipun.

“Segala hal yang diajarkan dan dilakukan orang tua menjadi contoh nyata untuk anak kita. Maka jadilah orang tua yang mau belajar perkembangan teknologi dan selalu mengajarkan serta menanamkan nilai-nilai kehidupan secara terus-menerus dan konsisten,” ujarnya.

Membuat kesepakatan zona aman gadget dapat menjadi salah satu cara orang tua untuk mengontrol penggunaan HP pada anak. Beri waktu bersama. Sebab, ada interaksi keluarga tanpa gadget dan tidak lupa untuk melakukan pendampingan saat anak memanfaatkan teknologi atau mengakses media informasi.

Selama kegiatan berlangsung, wali murid tampak senang dan antusias. Bahkan ketika moderator memberikan kesempatan mengajukan pertanyaan tidak hentinya mereka mengacungkan tangan secara bergantian.

Salah satu wali murid mengaku senang dan mendukung penuh kegiatan ini.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali karena ini sangat membantu kami selaku orang tua dalam mengasuh anak-anak kami, terutama di era modernisasi seperti saat ini,” ucap Alfiyah, wali murid dari siswa kelas dua. (Ana Rose/AS)

MIM 5 Surabaya Beri Bekal Siswa yang Mau Lulus Sekolah

Seluruh siswa kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Surabaya didampingi orang tua mereka menghadiri acara doa bersama dan motivasi Kamis lalu (4/5). Acara ini sebagai kegiatan penutup Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) yang telah dilaksanakan 3 kali dalam beberapa bulan terakhir.

Acara yang dimulai pukul 19.30 WIB ini menghadirkan Afif Hidayatullah yang merupakan trainer dan motivator nasional berpengalaman di bidang motivasi, yang telah bekerja sama dengan ratusan lembaga sekolah di Indonesia.

Ia memberikan berbagai permainan seru yang mengasah otak dan kekompakan di awal kegiatan sebagai penyemangat seluruh siswa pada malam itu.

Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah dalam sambutannya menyampaikan harapannya terhadap anak-anak siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian mendatang.

“MI Muhammadiyah akan mencetak lulusan terbaik dan terhebat yang memiliki karakter 4 sifat Nabi. Melalui kegiatan ini, siswa-siswi akan ditingkatkan semangatnya dan pantang menyerah mempersiapkan ujian serta meraih kesuksesan dunia akhirat dengan tetap mempertahakan shalat 5 waktu,” ujarnya.

Sementara itu, Afif dalam kesempatan kali ini menekankan pentingnya menjaga kehidupan di dalam rumah di antara anggota keluarga untuk membentuk suasana yang bahagia dan suportif agar anak-anak tetap percaya diri dan semangat belajar.

Pada akhirnya, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan sinergi baru antara orang tua dan anak dalam meraih tujuan bersama dalam menjalankan peran masing-masing didalam rumah. (Tita/Fitri/AS)