Menjadi Guru Suprarasional, Meyakini Kekuatan Yang Maha Kuasa

MI Muhammadiyah 5 Surabaya alias Sekolah Mulia selama tiga hari sejak Rabu (12/7) hingga Jumat nanti (14/7) mengikuti kegiatan upgrading kompetensi guru dan karyawan yang bekerja sama dengan KPM (Klinik Pendidikan Mipa) Cabang Surabaya. Sebanyak 60 guru dan karyawan menjadi peserta pada kegitan tersebut dalam upaya meningkatkan kompetensi sebelum melalui tahun ajaran baru yang akan datang.

KPM sendiri telah sering bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Muhammadiyah, salah satunya MI Muhammadiyah 5 yang telah beberapa kali mengikuti kompetensi matematika dan IPA yang diadakan oleh KPM.

Namun, pada kegiatan kali ini, guru Sekolah Mulia dibina KPM untuk menjadi guru suprarasional. Apa itu? Yakni, guru yang meyakini kekuatan Maha Kuasa dalam menentukan keberhasilan manusia hidup di dunia dan di akhirat.

Dalam paparannya, Drs HM. Arodhi, kepala KPM Cabang Surabaya, memberikan motivasi kepada seluruh peserta akan pentingnya belajar matematika dalam kehidupan manusia.

“Kehidupan kita tidak akan pernah jauh dari matematika. Ibadah pun tidak terlepas dari matematika. Bagaimana dari jumlah rakaat, bagaimana kita berzikir dan lainnya. Maka tidak ada salahnya kita selalu belajar matematika meskipun bukan bidangnya,” ujarnya.

Arodhi menambahkan, guru suprarasional dapat terbentuk dengan beberapa cara. Seperti mendahulukan aktivitas otak di dada (berupa ibadah dan amal shaleh) dengan mengejar pahala dari Allah SWT.

“Meski gaji kita sedikit, rasa syukur terus kita panjatkan dengan tiada hentinya beribadah pada Allah, perbanyak ibadah sunah, dan senantiasa mengamalkan ilmu yang kita miliki karena Allah Maha Kaya dan menjamin hidup kita semua,” tambah Arodhi.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta dalam kegiatan ini.

“Tetap semangat ustadz dan ustadzah. Ini adalah salah satu langkah kita untuk membawa anak-anak kita menjadi anak yang lebih baik, mencetak prestasi lebih banyak lagi, dan semoga keikhlasan panjenengan dicatat Allah sebagai amal jariyah,” ucapnya.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap KPM dapat menyebarkan “virus” berpikir suprarasional. Dengan begitu, nantinya diharapkan para guru karyawan dapat menularkan ilmu ini kepada para anak didiknya agar di kemudian nanti muncul penerus bangsa yang tidak hanya unggul dari segi intelektual, namun juga dibarengi dengan akhlak dan budi pekerti yang baik. (Ana Rose/AS)

Adab Siswa-Siswi MI Mulia di Kampung Orang Tuai Pujian

Summer English Camp menjadi salah satu program kelas bilingual MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Tujuannya untuk mengasah serta menambah kemampuan siswa-siswi Sekolah Mulia.

Kali ini, siswa kelas bilingual MI Muhammadiyah 5 mengikuti Summer English Camp selama 3 hari 2 malam yang dimulai Sabtu (24/6) bekerjasama dengan lembaga The Star di Pare, Kediri.

Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Masjid Balqi (masjid Kampung Inggris). Saat acara pembukaan, siswa-siswi Sekolah Mulia menuai banyak pujian. Di antaranya adab mereka ketika memasuki masjid, adab bagaimana ketika ada yang berbicara.

Hanif, pengelola lembaga yang sekaligus membuka kegiatan pagi itu, kagum terhadap sikap siswa-siswi Sekolah Mulia.

“Sungguh luar biasa akhlak siswa-siswi Mulia. Saya sangat kaget sekaligus kagum. Di usia mereka yang masih di kelas 1 dan 2, mereka sudah dapat menunjukkan sikap dan adab yang baik. Mereka bisa menjadi contoh yang baik untuk yang lainnya. Sukses selalu untuk MI Muhammadiyah 5 Surabaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala MI Muhammadiyah 5 Surabaya Umi Sarofah SPd MPd berpesan kepada siswa-siswi peserta English Camp untuk selalu menjaga apa yang menjadi penilaian terbaik orang lain terhadap diri kita.

“Jaga adab-adab yang kalian pelajari disekolah terapkan dimana pun kalian berada. Sukses terus untuk kalian. Semoga sehat selalu dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” ucapnya.

Umi Sarofah juga menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta English Camp agar semuanya belajar dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat.

“Meski teman-teman kamu sudah berlibur, tapi kalian hebat, masih terus belajar. Tetap semangat dan sepulang dari sini semoga bahasa Inggris kalian bertambah lebih baik lagi,” tambahnya. (Wolyono/Fitri/AS)

Mulia Award Ke-11, Wadah Menghargai Prestasi Anak

Ajang Mulia Award Ke-11 MI Muhammadiyah 5 (MI Mulia) Surabaya digelar Kamis (22/6). Ajang ini juga sebagai bentuk apresiasi MI Mulia atas kerja keras orang tua, ustadz-ustadzah, dan semangat siswa dalam melahirkan berbagai inovasi dan prestasi baik akademik maupun nonakademik.

Mulia Award kali ini mengambil tema “Berlomba-lomba dalam Kebaikan Menuju Generasi Bermutu Unggul, Berilmu, dan Berakhlak Mulia”. Turut hadir Amanto Prajudisiono SPsi psikolog, Ketua Dikdasmen Gubeng.

Mulia Award diawali dengan penampilan beberapa siswa-siswi yang membanggakan. Seperti nasyid, qiroah, Tapak Suci, remo, dan sebagainya. Semua murid berprestasi dipanggil untuk maju ke atas panggung dan diberikan sertifikat penghargaannya.

“Sekolah mengadakan acara Mulia Award supaya semua siswa senang mereka harus dihargai. Mereka telah berusaha menunjukan yang baik. Mereka harus bisa mandiri. Maka jika yang kamu lakukan baik akan diberikan penghargaan, harus berani dan mau jadi apa saja bisa asalkan kalian berani,” ujar Amanto dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Umi sarofah menyampaikan  bahwa ajang penganugerahan Mulia Award ini perlu dilakukan dalam mengapresiasi prestasi yang telah dicapai para siswa.

Pasalnya, Umi menilai tak banyak wadah bagi para siswa madrasah untuk mengekspresikan minat dan bakat mereka.

Kegiatan ini juga menjadi harapan bahwa tidak hanya tingkat nasional yang menggelar ajang penghargaan bagi siswa. Melainkan juga bisa digelar di setiap sekolah untuk memberikan kesempatan, peluang, dan wadah para siswa dalam mengeksplorasi kemampuan dan bakatnya.

“Kegiatan ini sekaligus melatih siswa berkompetisi dengan menunjukkan prestasi setinggi-tingginya,” tuturnya.

Mujianti, komite sekolah, juga turut mengucapkan selamat kepada para siswa MI Mulia. “Selamat yang sudah mendapatkan penghargaan. Itu adalah pencapaian terbaik kalian. Kalian semua yang terbaik dari versi masing-masing,” ujarnya di sela sela acara.

Nominasi yang masuk dalam ajang Mulia Award adalah The Best Religion, The Best Memorize Daily Doa, The Best Memorize Daily Hadist with the Meaning, The Best Memorize Short Surah, The Best Qur’an Reader, The Best Character, The Best Friend’s, dan yang terakhir Life Skill.

“Saya senang dan bangga karena mendapatkan penghargaan sebagai The Best Qur’an Reader. Saya akan berusaha untuk terus membaca Al-Qur’an,” ujar Guntur Pamungkas yang meraih gelar The Best Qur’an Reader. (Septi/Ima/AS)

Wisuda Purna Siswa Sewidak Bertabur Kesan Pesan dan Harapan

Wisuda purna siswa angkatan ke-60 (Sewidak) kelas VI MI Muhamamdiyah 5 (MI Mulia) dilaksanakan Jumat (16/6) di Hotel Narita Surabaya.

Dimulai dengan kirab, sebanyak 79 wisudawan/wisudawati berjalan melewati altar red carpet dan dikawal dengan ustadz/ustadzah.

Para undangan yang hadir dalam acara wisuda tersebut di antaranya dari wali murid kelas 6, Komite Sekolah, Majelis Dikdasmen Kota Surabaya, Kasi Pendma Kemenag Surabaya, PCM Gubeng, dan tamu undangan lainnya.

Wisuda ini adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di MI Mulia.

Acara selanjutnya sambutan kepala MI Mulia sekaligus menyerahkan kembali 79 siswa kelas VI kepada perwakilan orang tua siswa.

Dengan penuh rasa haru, Umi Sarofah MPd, kepala MI Mulia, melaporkan bahwa siswa-siswi MI Mulia lulus 100% dengan nilai yang memuaskan.

Umi juga berpesan kepada siswa-siswi kelas VI untuk selalu menjaga ibadah dan menerapkan karakter siswa Mulia. “Wisuda purnasiswa adalah puncak dari perjalanan belajar siswa yang selama enam tahun telah menempuh pendidikan di MI Mulia. Ini adalah awal kalian melangkah ke jenjang yang lebih tinggi. Untuk itu, tetap semangat dalam meraih cita-cita kalian,” imbuhnya.

Ketua Komite Sekolah Sri Mujiati juga turut menyampaikan terima kasih untuk seluruh orang tua yang sudah berkomitmen dan tetap semangat mendukung ananda.

Sementara itu, Ketua PCM Gubeng Suhadi M. Sahli MAg juga menyampaikan harapan besar agar anak-anak menjadi pemimpin-pemimpin yang besar di Indonesia.

“Selamat dan begitu diwisuda jangan berhenti untuk bersekolah sampai sarjana,” ucapnya.

Dikky Syadomullah SHI MHES, ketua Dikdasmen PDM Surabaya, juga menyampaikan terimak asih kepada orang tua sudah memberikan amanah menyekolahkan di sekolah Muhammmadiyah, khususnya MI Mulia. “Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bermanfaat untuk bangsa dan negara,” katanya.

Di akhir acara, pemberian pesan dan kesan disampaikan oleh Safanah Husna dari kelas 6 Mas Mansur yang sekaligus menjadi The Best Mulia Award.

“Terima kasih sudah mengajarkan kami semua tentang pendidikan, perilaku, dan segala sesuatu yang sudah sekolah berikan kepada saya. Saya juga minta maaf karena tingkah laku kami baik disengaja ataupun tidak, sering melanggar tata tertib sekolah. Untuk teman-teman, cerita kita tidak sampai di sini saja. Kita masih bisa tersenyum dalam ilmu, tawa, dalam canda, sampai ketemu teman-teman,” ujar Safana.

Selain itu, walia murid Ibunda ratih juga menyampaikan rasa bangganya bisa menitipkan putrinya ke MI Mulia.

“Kalian luar biasa. Semenjak awal saya menitipkan anak saya ke MI Mulia, saya mengira hanya mendapatkan pendidikan biasa. Ternyata saya justru mendapatkan keluarga, kehangatan, dan kenyamanan. Terimakasih ustadz-ustadzah atas didikannya dari yang tidak tahu apa-apa hingga kini bisa mencapai di titik ini. Terima kasih sudah menjadi sekolah yang hebat, menjadi orang tua yang hebat dan anak-anak yang luar biasa,” ujarnya dalam suasana haru. (Septi/Ima/AS)

Kudapan Tradisional Getuk Khas Chef MI Mulia

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (MI Mulia) kembali menggelar P5-P2 RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila-Penguatan Pelajar Rahmatan lil Alamin). Bertema kearifan lokal, mereka mengolah bahan utama dari bahan dasar ubi, Kamis (15/6).

Sekitar 83 siswa mengikuti kegiatan di aula sekolah MI Mulia. Para siswa diajak secara langsung untuk praktik bagaimana cara membuat getuk.

Sebelumnya, mereka diperkenalkan secara teori apakah itu makanan tradisional, apa saja jenis makanan tradisional, dan cara membuat getuk sebagai makanan tradisional Jawa.

“Kegiatan ini akan mengenalkan bagi anak-anak yang belum mengetahui apa itu ubi dan getuk agar mereka bisa membuat sendiri di rumah bersama ayah dan bunda ,” ucap Kepala MI Mulia Umi Sarofah.

Pada akhir pembuatan, para siswa dengan senang hati memberikan kreasi topping di atasnya. Mereka membuat getuk menjadi bintang, bunga, dan bola, lalu diberi parutan keju dan meses di atasnya.

Kegiatan ini semakin seru dengan didatangkannya Bu Marni, founder dari @pawon_araz dengan menu best seller-nya, yakni puding lumut. Ia juga  memberikan pengetahuan lebih lanjut cara membuat getuk pada anak-anak.

Anak-anak semakin antusias dengan melaksanakan kegiatan ini secara berkelompok. Mereka saling berkerjasama satu sama lain untuk membuat getuk sebagai kearifan lokal Jawa Timur.

Kegiatan semakin seru ketika anak-anak berhasil menjawab kuis dan mendapat doorprize hadiah istimewa berupa puding khas, buatan langsung dari Bu Marni.

“Aku suka bisa masak, bisa pakai baju koki, aku bisa bikin gehuk,” kata Laura siswi, kelas 1 Aisyah. (Peni/Ima/AS)

Program P5-P2 RA MI Mulia, Bikin Roti Kukus Mekar

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (MI Mulia) melakukan kegiatan P5-P2 RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila-Penguatan Pelajar Rahmatan lil Alamin) yang bertajuk kewirausahaan, Rabu (14/6). Mereka mengolah bahan mentah menjadi produk yang bisa diperjualbelikan.

Ada 104 anak yang mengikuti aktivitas itu. Mereka diajak untuk praktik langsung bagaimana cara membuat roti kukus.

“Kegiatan ini tidak sekadar bersenang-senang, namun juga memberikan edukasi pengetahuan kepada anak-anak bagaimana cara menghidangkan makanan sehat sekaligus menumbuhkan jiwa enterpreneurship. Selain itu, kegiatan ini juga sarana mempererat kebersamaan antarsiswa,” ucap Ustadzah Yulia, wali kelas 4.

Yulia menambahkan, semua kegiatan dimulai dari menakar bahan hingga menjadi roti kukus mekar. Siswa melakukan bersama dengan kelompoknya.

Dengan kegiatan ini, lanjut Yulia, siswa dilatih mengembangkan perilaku peduli, mandiri, kerja sama, bertanggung jawab, dan saling berkoordinasi dengan teman.

“Semua kegiatan dilakukan oleh siswa tanpa ada bantuan dari ustadzah pendamping. Masing-masing siswa bertanggung jawab menjaga kebersihan dan ketertiban selama melaksanakan kegiatan P5-P2 RA,” tegasnya.

Antusiasme siswa sangat tinggi. Mereka mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini. Ada anak yang belajar menggunakan mikser roti, memberi toping, serta memasaknya di atas alat kukus. Tentunya dengan pendampingan oleh wali kelas dan guru.

Calista, salah seorang siswa, menyatakan bahwa kegiatan ini membutuhkan kerjasama antartim agar mampu menghasilkan roti kukus yang mekar sempurna. Terlebih mereka harus berpacu dengan waktu agar mampu menyelesaikan tugas sesuai dengan estimasi waktu yang diberikan.

“Seru, aku jadi tahu ternyata masak itu nggak mudah. Jadi nanti di rumah bisa bantuin bunda kalau lagi masak dan mau buat lagi di rumah sama Bunda,” kata siswa kelas 4 tersebut.

Sementara itu, wali kelas 4 lainnya, Ustadzah Ana, menyampaikan bahwa P5 termasuk kegiatan yang bisa mengasah jiwa entrepreneurship siswa agar kelak mereka mempunyai bekal berkarya sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga ke depan, anak-anak bisa menghasilkan produk yang bisa dijual dengan modal minimal,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, mereka menyantap bersama-sama roti hasil memasak sendiri. (Antik/Ima/AS)

Bertajuk Sewidak, Perpisahan Kelas MI Mulia dengan Outbound dan Rafting

MI Muhammadiyah 5 Surabaya (MI Mulia) melakukan kegiatan outbound dan rafting di Pekalen, Probolinggo, Jawa Timur, pada Jumat dan Sabtu (9-10/6). Kegiatan tersebut mengusung tema “Sewidak (Semangat Berwawasan Intelektual dalam Ilmu dan Akhlak)”.

Sebagai pertanda berakhirnya masa didik serta momen kebersamaan terakhir bagi mereka sesama kelas 6, sekolah memfasilitasi perjalanan ke tempat wisata Pekalen Rafting. Kegiatan ini diikuti oleh 76 siswa dan 8 pendamping.

Ada tiga aktivitas seru dalam kegiatan tersebut, seperti fun games, euforia pensi, dan arung jeram (rafting).

Adrenalin mereka terpacu begitu intensif saat menyusuri serunya trek sungai Pekalen. Petualangan makin sempurna karena bisa menikmati indahnya alam sepanjang sisi sungai. Bertajuk mengatur strategi, melawan rintangan, dan menggapai cita-cita.

Kepala Madrasah Umi Sarofah MPd menyampaikan, rafting termasuk aktivitas yang mampu membuat ritme detak jantung berjalan cepat dan sangat menyehatkan. Udara yang begitu asri jauh dari polusi udara membuat paru-paru bekerja secara maksimal. Bahkan petualangan rafting merangsang keberanian dan kepercayaan diri siswa.

“Jika momen ini bisa dipertahankan, siswa akan terlatih keberaniannya saat menghadapi lika-liku kehidupan nantinya,” tutur Umi.

Selain itu, siswa juga mengikuti fun game berupa estafet air dan pipa gila. Estafet air merupakan jenis permainan kelompok yang mengutamakan kerjasama tim, kepemimpinan, dan penyelesaian masalah. Sedangkan pipa gila merupakan permainan yang mengutamakan kemampuan individu untuk melatih konsentrasi, keberanian, dan rasa percaya.

“Dengan berakhirnya masa didik siswa kelas 6 MI Mulia, banyak kegembiraan yang mereka alami. Begitu juga akan ada tantangan ke depan untuk menempuh pendidikan selanjutnya yang akan menyuguhkan pengalaman berbeda,” pesan Umi Sarofah. (Surya/Ima/AS)