Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan 174 suporter Arema, Sabtu (1/10/2022) malam merupakan kejadian yang dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi siswa-siswi kita. Dalam sebuah permainan pasti ada yang menang dan kalah. banyak hal yang bisa pelajari melalui tragedi tersebut, diantaranya sikap bertanggung jawab dan mau menerima kekalahan dengan lapang dada. Tutur kepala madrasah Umi sarofah dalam pesannya ketika membuka kegiatan sebelum kegiatan sholat ghaib dilaksanakan.

            Imam turmudi menambahkan pesan kepada anak-anak agar selalu menyayangi satu sama lain. Hal tersebut dengan surah Al Hujurat (49) ayat 13 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Yang artinya: “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan,  menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

            Dari ayat tersebut kita dapat memaknai bahwa meskipun kita berbeda dalam segala hal hendaknya kita saling menyayangi dan saling menghargai satu sama lain. Kita harus bisa hidup berdampingan tanpa harus mementingkan kepentingan pribadi atau kepentingan golongan untuk merusak kepentingan bersama.

Semua siswa antusias untuk melaksanakan sholat ghaib bersama. Namun sebelum melaksanakan sholat ghaib bersama Ustadz Imam Turmudi menjelaskan terlebih dahulu tata cara dalam sholat ghaib. Shalat ghaib merupakan shalat yang dilaksanakan ketika mayat sudah dimakamkan. Shalat tersebut dilaksanakan tanpa rukuk dan sujud hanya dilaksanakan dengan 4 takbir dan diakhiri dengan salam. Pada takbir pertama membaca surat Alfatihah, takbir ke dua membaca sholawat atas nabi, takbir ke tiga membaca doa untuk mayat dan takbir ke empat dilanjutkan dengan salam.

            Setelah selesai melaksanakan sholat ghaib bersama semua siswa berdoa untuk para korban agar segala amal perbuatannya diterima dan khusnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Selamat jalan saudaraku, semoga pengorbananmu membawa persepakbolaan Indonesia lebih dewasa bersikap, lebih bijak bertintak untuk kenyamanan pemain, penonton, serta semuanya. Pesan dari kepala madrasah jadilah suporter yang sportif kalah dan menang adalah hal biasa, kita harus menerima dengan lapang dada. Sekolah Mulia (MI Muhammadiyah 5 Surabaya) turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. (Ustadz Wolyono)

#MI Muhammadiyah 5 Surabaya. # Sekolah Mulia. #Madrasah Literasi.

Leave a Comment